[Review Buku] The Fill-in Boyfriend

Cerita di belakang buku:
Saat pacar Gia, Bradley, memutuskan hubungan dengannya di tempat parkir prom, Gia harus berpikir cepat. Dia harus mencari pengganti Bradley karena harus membuktikan kepada teman-temannya bahwa Bradley memang nyata. Jadi, saat dia melihat seorang cowok keren yang sedang mengantar adiknya, Gia memohon bantuan cowok itu. Tugas cowok itu sederhana, menjadi pacar palsu Gia-selama dua jam, tanpa komitmen, dan beberapa kebohongan kecil. Setelah itu, Gia bisa mencari cara untuk mendapatkan Bradley kembali.

Masalahnya, setelah prom, yang dipikirkan Gia bukanlah Bradley asli, tapi Bradley Palsu, cowok yang bahkan namanya tidak dia ketahui. Apa Gia bisa menemukan Bradley Palsu? Jika memang mereka akhirnya bisa bertemu, apa yang harus Gia katakan?

Cerita singkat versi saya:
Gia Montgomery adalah seorang ketua Osis di sekolahnya. Tentu saja semua orang di sekolahnya mengetahui siapa dia, apalagi gengnya yang terdiri dari Claire, Laney, dan Jules, adalah geng cewek-cewek populer. Gia mempunyai seorang pacar bernama Bradley yang sudah kuliah di UCLA. Saat prom, Gia berencana memperkenalkan pacarnya pada teman segengnya, terutama pada Jules. Jules adalah seorang gadis yang selalu berusaha mencari tahu dan mengorek informasi ataupun tentang Gia. Gia berpikir bahwa Jules tidak menyukainya dan ingin menjatuhkannya.

Ketika tiba-tiba Bradley memutuskan Gia di tempat parkir prom, tentu saja Gia kelabakan. Ia tidak ingin dianggap pembohong oleh Jules. Gia mencari akal. Tiba-tiba ia melihat seorang cowok keren yang sedang duduk di dalam mobil sambil membaca buku. Gia memohon pertolongan dari cowok itu. Lalu cowok itu menyanggupi permintaan Gia. Mereka pun berhasil mengelabui teman-teman Gia.

Namun setelah prom itu, Gia tidak bisa berhenti memikirkan Bradley Palsu yang tidak ia ketahui nama aslinya. Jules nampaknya mati-matian mencari tahu tentang Bradley asli. Hal ini membuat Gia menjadi gerah. Beberapa hari kemudian, Gia mendapati bahwa adik Bradley Palsu ternyata sekelas dengannya. Namun sikap adik Bradley Palsu sangatlah tidak menyenangkan. Bec, nama adik Bradley Palsu, mengambil mata pelajaran yang sama dengan Gia.

Suatu hari, Bec meminta tolong pada Gia. Bec ingin Gia membalas kebaikan kakaknya dengan menyamar menjadi pacar palsu kakaknya. Gia senang sekali akhirnya bisa bertemu kembali dengan Bradley Palsu. Tapi kesenangannya itu hanya sesaat karena ternyata Bradley Palsu yang bernama Hayden itu masih menyukai mantan pacarnya.

Saat Gia mulai akrab dengan Bec, yang berasal dari geng anak tidak populer, Jules nampaknya semakin memojokkannya. Di saat-saat inilah Gia berusaha menemukan jati dirinya. Apalagi saat itu terjadi pula konflik dengan kakaknya, Drew. Lalu, teman-temannya mengetahui kebohongannya di malam prom.

Review:
Cerita novel ini sebenarnya cukup seru. Tapi mungkin karena faktor umur di mana aku bukanlah anak usia sekolah lagi, maka butuh waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan buku ini. Tetapi setelah bagian pertengahan, cukup dua hari saja aku bisa menyelesaikannya.

Cerita buku ini khas banget dengan anak SMA, ada konflik antar teman segeng maupun dengan geng lainnya. Juga ada kisah cinta anak SMA yang seru dan menggemaskan. Kalau ingin mengenang masa-masa SMA, bolehlah baca buku ini.

Satu lagi, yang oke dari buku ini adalah makna yang tersirat, yaitu jangan menilai seseorang dari tampang luarnya. Dalam buku ini yang dimaksud adalah Bec sekeluarga. Dari luar, mereka nampak aneh. Tapi ternyata Mereka baik hati dan perhatian, juga setia kawan.

Rating:
Buku ini saya beri rating 3 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul: The Fill-in Boyfriend
Pengarang: Kasie West
Penerbit: Penerbit Spring
Terbitan: Juli 2017
Jumlah halaman: 348 halaman
Genre: Drama, School-life

Advertisements

[Review Buku] The Dead Returns

Cerita di belakang buku:
Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing. Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja. Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas. Total, 35 orang. Salah satunya adalah pembunuhku.

Komentar:
Gimana? Seru, kan ‘trailer’nya? Iyakkk betul, itulah kenapa aku beli buku ini. Mana waktu beli dapat diskon lagi… Yaudah deh kebetulan bingits!

Ceritanya tentang Koyama Nobuo, penyuka kereta api yang tiba-tiba didorong seseorang hingga jatuh dari tebing. Sebelum ia tak sadarkan diri, ia mendengar lagu-lagu.

Saat ia sadar ternyata ia berada dalam tubuh Takahashi Shinji, seorang pemuda tampan gitaris band yang seusia dengannya. Koyama berusaha beradaptasi dengan tubuh barunya. Ia pun mencari cara agar bisa pindah ke sekolahnya.

Setelah pindah ke sekolahnya, ia kembali bertemu dengan sahabatnya, Tanaka Yoshio, yang juga penggemar kereta api. Ia juga bertemu dengan Maruyama Miho, gadis pendiam yang dulu pernah dijodohkan dengannya oleh teman-teman sekelasnya. Maruyama Miho senasib dengan Koyama Nobuo, sama-sama ‘bukan siapa-siapa.’ Karena itu, Shinji palsu berusaha berteman dengannya.

Takahashi Shinji palsu berusaha mencari tahu apa yang dilakukan teman-teman sekelasnya di malam kematiannya. Beberapa mempunyai alibi yang kurang kuat. Ia pun dengan terpaksa harus mencurigai sahabatnya sendiri. Tapi kemudian ada sesuatu yang janggal. Ia juga mencurigai ibunya! Shinji palsu pun berusaha keras mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa ia bisa menjadi pemuda tampan. Ke mana Shinji yang asli? Tubuhnya yang asli juga di mana…

Novel ini benar-benar seru! Nggak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya. Alurnya cepat dan endingnya nggak tertebak. Benar-benar khas Akiyoshi Rikako! Walaupun ceritanya tentang anak sekolah, tapi buku ini tetap oke dibaca oleh orang dewasa. Ceritanya keren banget pokoknya!

Rating:
4,8 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: The Dead Returns
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2015
Jumlah halaman: 252
ISBN: 978-602-7742-57-4

[Review Buku] For One More Day

Cerita di Belakang Buku:
For One More Day adalah kisah tentang seorang ibu dan anak laki-lakinya, kasih sayang abadi seorang ibu, dan pertanyaan berikut ini: Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi, yang telah tiada?

Ketika masih kecil, Charley Benetto diminta untuk memilih oleh ayahnya, hendak menjadi “anak mama atau anak papa, tapi tidak bisa dua-duanya”. Maka dia memilih ayahnya, memujanya – namun sang ayah pergi begitu saja ketika Charley menjelang remaja. Dan Charley dibesarkan oleh ibunya, seorang diri, meski sering kali dia merasa malu akan keadaan ibunya serta merindukan keluarga yang utuh.

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya hancur oleh minuman keras dan penyesalan, Charley berniat bunuh diri. Tapi gagal. Dia justru dibawa kembali ke rumahnya yang lama dan menemukan hal yang mengejutkan. Ibunya – yang meninggal delapan tahun silam – masih tinggal di sana, dan menyambut kepulangannya seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Komentar:
Kalau baca teasernya, nampaknya seram ya? Bagaimana mungkin orang yang telah tiada bisa hidup kembali? Inilah yang membuat saya penasaran: apakah buku ini adalah cerita hantu/horor? Eh, ternyata nggak juga.

Charley Benetto adalah mantan seorang olahragawan. Di masa mudanya ia cukup terkenal. Itu semua karena didikan ayahnya yang juga olahragawan. Tetapi kemudian nasibnya berubah. Ia berhenti menjadi olahragawan dan harus bekerja sana-sini. Ia menjadi stress dan sering minum-minum. Akibatnya keluarganya berantakan. Istri dan anaknya tidak mau lagi bersamanya.

Suatu ketika putri satu-satunya menikah. Tapi ia tidak diundang. Charley merasa sangat sedih. Ia merasa tidak dianggap. Dan karena merasa hidupnya telah hancur, ia mengendarai mobilnya menuju kampung halamannya. Ia berniat hendak bunuh diri. Di perjalanan yang sudah dekat kota kelahirannya, mobilnya terbalik masuk ke jurang. Namun ia berhasil keluar dari dalam mobil dan menuju ke kampung halamannya.

Dengan tubuh penuh luka, ia kembali ke rumah ibunya. Di sana ia mendapati ibunya menyambutnya. Tentu saja Charley bingung. Tetapi ibunya sangat baik. Ia tetaplah seorang ibu. Charley diberi makan di sana. Kemudian ibunya mengajaknya jalan-jalan. Karena ibunya berprofesi sebagai tukang salon, Charley diajak pergi ke 3 rumah wanita yang meminta untuk didandani.

Di tiga rumah itulah akhirnya Charley mengetahui kenapa ibunya masih ada. Dan apa maksud dari kemunculan kembali ibunya serta siapa saja ketiga wanita tersebut. Semua rahasia terungkap termasuk rahasia keluarganya yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

* * *

Buku ini sangat menarik. Ceritanya mengharukan. Cerita tentang seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Walaupun seorang anak terkadang merasa malu dengan keadaan ibunya, tetapi ibu yang baik selalu ada untuk sang anak. Hanya saja, anak terkadang tidak menyadari betapa baiknya seorang ibu.

Ceritanya tidak hanya tentang kasih sayang seorang ibu, tetapi juga tentang memaafkan. Dalam hidup, ada hal-hal yang tidak bisa kita terima. Kita membawa hal itu ke mana-mana sebagai beban. Ketika kita belajar memaafkan, beban yang yang dibawa itu terasa hilang dan kita akan merasa lega.

Buku yang beralur maju – mundur ini oke banget. Terjemahannya sangat bagus sehingga tidak terasa bosan saat membacanya. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipelajari dari buku ini. Siap-siap tisu kalau kamu termasuk orang yang mellow.

Rating:
Untuk buku yang menginspirasi ini saya beri 4,8 dari skala 5

Informasi Buku:
Judul Buku: For One More Day / Satu Hari Bersamamu
Pengarang: Mitch Albom
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016, cetakan kelima
Jumlah Halaman: 248
ISBN: 978-602-03-3340-3

[Review Buku] The Dinner

Kisah di Belakang Buku:

MENU
Minuman Pembuka:
Pink champagne dengan salam hangat pertemuan.

Hidangan Pembuka:
Lobster saus tarragon dan jamur, dihidangkan bersama sepotong tanya tentang kabar.

Hidangan Utama:
Filet ayam guinea, dengan hidangan samping sekerat keju ricotta, dan seiris kasus pembunuhan.

Hidangan Penutup:
Parfait cokelat dengan berry pilihan dan sebuah kejutan penuh darah.

Ketika Paul dan Claire menerima undangan makan malam dari Serge dan Babette, perjumpaan mereka yang menyenangkan perlahan berubah menyeramkan. Semua bermula ketika kedua anak mereka terlibat dalam kasus pembunuhan. Di antara denting garpu dan pisau, mereka mencari cara untuk mengubur kasus tersebut dalam-dalam.

Akan tetapi, alih-alih menemukan solusi, mereka justru menyingkap konflik keluarga, membongkar rahasia masa lalu, dan menguak aib busuk di balik topeng mereka sebagai manusia yang beradab. Sekarang, yang ada di benak mereka adalah mencari cara untuk menyelamatkan diri masing-masing. Lantas, sejauh mana mereka akan berbuat untuk melindungi orang-orang yang mereka sayangi?

Review:

Jika membaca kisah di belakang buku, sepertinya buku ini sangat menarik, bukan? Iya, saya membeli buku ini karena baca kisah yang di belakang buku itu. Tetapi setelah baca… kenyataan tidak sesuai harapan, Sodara-sodara. *menurut saya

Sesuai judulnya, The Dinner, buku ini banyak bercerita tentang makanan. Tetapi ceritanya tidak hanya tentang makanan. Jika melihat kisah yang di belakang buku, saya mengira buku ini pasti bercerita tentang pembunuhan, mulai dari siapa korban, bagaimana terjadi pembunuhan, apa yang dilakukan polisi, siapa pelakunya, bagaimana proses sidangnya, dan hukuman apa yang akan diterima pelaku. Rupanya di buku ini ada juga kisah keluarga dan bagaimana kehidupan masyarakat Belanda. Dan kisah lainnya, dan lain sebagainya. Yang saking banyaknya kisah, sampai pusing sendiri. Memang sih ceritanya tetap tentang keempat tokoh utama: Paul, Claire, Serge, dan Babette. Tapi, menurut saya, ceritanya ke mana-mana sehingga terkesan tidak fokus.

Tidak hanya kisahnya saja yang bikin ribet. Alurnya yang maju-mundur-maju-mundur chantiq… chantiq… juga bikin puyeng. Bikin pucing pala kuching. Iughh…

Betewe, buku ini ada juga plusnya. Yang oke dari buku ini adalah kita jadi bisa tahu tentang kebudayaan Belanda, cara mengasuh anak, dan ada pengetahuan tentang makanan: hidangan pembuka, utama, penutup. Dijelaskan secara rinci. Selain itu, pembagian bab-nya berdasarkan urutan menu: Minuman Pembuka, Hidangan Pembuka, Hidangan Utama, dan Hidangan Penutup.

Rating:
Untuk novel yang diganjar International Best Seller ini, saya beri rating 2,8 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: The Dinner
Pengarang: Herman Koch
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: 350 halaman
ISBN: 978-602-291-240-8

[Review Buku] Holy Mother

Cerita di Halaman Belakang Buku:

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Sinopsis:
Honami adalah seorang ibu yang bekerja sebagai penerjemah. Ia sangat menyayangi putrinya dan selalu berusaha melindungi anak satu-satunya itu. Suati hari ada kasus pembunuhan di kota tempat ia tinggal. Padahal ia mengira kota kecil tempat ia tinggal itu sudah aman. Tetapi bisa terjadi pembunuhan, terhadap anak kecil pula. Honami pun sangat khawatir. Ia mencoba mencari tahu tentang pembunuh tersebut.

Suatu malam, Honami melihat ada seseorang yang mencurigakan. Ia melaporkannya pada polisi. Polisi yang bertugas dalam kasus pembunuhan tersebut adalah Tanizaki dan Sakaguchi. Kedua detektif ini bertugas bertanya pada penduduk yang rumahnya dekat dengan rumah korban. Mendengar info dari Honami, kedua detektif tersebut mengatakan akan membantu. Tetapi Honami tidak percaya begitu saja dengan perkataan detektif tersebut.

Di satu sisi, ada seorang anak SMA bernama Makoto. Ia bekerja sambilan di sebuah minimarket. Minimarket tempat ia bekerja juga diperiksa polisi karena korban pembunuhan terakhir kali terlihat di minimarket tersebut. Makoto juga ikut diperiksa.

Setelah kasus pembunuhan tersebut, ternyata ada lagi kasus pembunuhan dengan cara yang sama. Korbannya juga seorang anak kecil. Baik polisi maupun Honami berusaha mencari tahu siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Review:
Jika melihat teaser di halaman belakang buku, jujur saya tidak tertarik. Kayaknya biasa saja dan nggak greget. Tapi saya tetap beli buku ini karena pengarangnya adalah Akiyoshi Rikako. Beliau adalah salah satu pengarang buku yang endingnya nge-twist, nggak tertebak. Lalu, karena beberapa teman yang sudah baca buku ini mengatakan buku ini sangat keren.

Buku ini banyak menceritakan tentang proses terjadi embrio. Banyak pengetahuan kedokteran tentang kehamilan. Bab awalnya agak berat, karena seperti membaca buku biologi. Lalu, tentang kasus pembunuhan terhadap anak kecil, digambarkan sangat jelas juga. Jadi berasa nonton film pembunuhan. Penggambarannya mendetil sekali. Jadinya ngeri dan agak jijik.

Walaupun bab awalnya agak bikin ngantuk, setelah baca seperempat bagian, ternyata sangat seru. Endingnya pun nggak tertebak. Benar-benar keren!

Ada tiga tokoh utama di buku ini: Honami, detektif (Tanizaki dan Sakaguchi), dan Makoto. Masing-masing tokoh diceritakan dalam bab terpisah. Misahnya di bab 1 tentang Honami. Lalu bab berikutnya tentang Makoto dan bab selanjutnya tentang detektif. Kalau nggak terbiasa membaca buku yang sudut pandang tokohnya berbeda-beda mungkin agak pusing. Tapi tenang saja, buku ini sangat oke, kok!

Rating:
Saya beri 4,8 bintang dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul: Holy Mother
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2016
Jumlah halaman: 284 halaman
ISBN: 978-602-7742-96-3

[Review Buku] Attachments

Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaa sebagai petugas keamanan internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.

Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.

Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.

Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlalu terlambat untuk memulai perkenalan.

Lagi pula, apa yang bisa ia katakan…?

* * *

Yang di atas itu adalah sinopsis yang ada di bagian belakang buku. Buku ini aku beli karena penasaran sama ending ceritanya. Semenarik apa sih E-mailnya Beth dan Jennifer sampai-sampai Lincoln nggak bisa melaporkannya? Lalu, bagaimana kisah cinta Lincoln? Jatuh cinta sama siapa? Beth atau Jennifer?

Cerita di buku ini ternyata semenarik sinopsisnya. Buku yang beralur maju mundur ini mengisahkan tentang kehidupan Lincoln; bagaimana pekerjaannya, kesehariannya, dan tentang kisah cintanya di masa lalu maupun masa kini.

Lincoln adalah pemuda biasa-biasa saja. Ia cenderung nggak percaya diri. Kisah cinta masa lalunya membuatnya sulit untuk menemukan kekasih baru. Ia lebih suka berkumpul dengan beberapa sahabat lamanya untuk bermain game di akhir pekan.

Di usianya yang sudah matang ini seharusnya Lincoln tinggal di apartemen sendiri seperti semua orang pada umumnya. Namun ia masih tinggal bersama ibunya yang pandai memasak. Kakak perempuan Lincoln selalu berusaha memotivasi Lincoln agar menentukan jalan hidupnya yang menurutnya agak membosankan. Tetapi Lincoln merasa hidupnya cukup menyenangkan hingga suatu saat ia menyadari bahwa membaca E-mail orang di kantornya adalah pekerjaan yang ‘berdosa.’

Tokoh lain di buku ini adalah Beth dan Jennifer. Mereka berdua adalah teman sekantor Lincoln. Masing-masing punya kisah hidup sendiri. Beth mempunyai seorang kekasih yang tampan yang berprofesi sebagai gitaris sebuah band. Sebenarnya itu bisa dibilang bukan pekerjaan. Beth dan kekasihnya sudah lama tinggal bersama. Namun mereka belum juga menikah. Beth merasa frustrasi karena satu per satu sanak keluarganya menikah tetapi ia sendiri belum juga dilamar sang kekasih. Beth sendiri bukannya wanita yang menggantungkan hidup pada pacar. Ia malah adalah seorang yang mandiri, menarik, enerjik, dan berkarir cemerlang. Tetapi nasibnya bisa dibilang belum beruntung dalam urusan percintaan.

Jennifer, sahabat Beth, sudah menikah cukup lama. Tetapi ia belum dikaruniai anak. Jennifer merasa takut untuk memiliki anak. Padahal suaminya selalu berharap memiliki anak. Suatu hari, Jennifer merasa ada yang aneh dengan perutnya. Ia pun tiba-tiba membeli pakaian anak-anak yang cantik di sebuah toko. Jennifer hamil. Awalnya ia merasa ada monster dalam perutnya. Namun lambat laun, ia mulai menyukai apa yang terjadi pada dirinya. Ia memberitahukannya pada ibunya dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri. Hubungannya dengan suaminya pun menjadi semakin mesra.

Obrolan Beth dan Jennifer tentang curhatan sehari-hari melalui E-mail tak pernah dilewatkan Lincoln. Ia pun lalu jatuh cinta pada salah satu dari mereka. Walaupun sekantor, Lincoln tidak pernah bertemu dengan kedua orang tersebut karena kantor mereka terdiri dari banyak divisi dan jam kerja mereka berbeda. Lincoln pun diam-diam berusaha mencari tahu tentang wanita yang disukainya.

Intinya, buku ini menceritakan tentang kekepoan Lincoln terhadap Beth dan Jennifer. Kalian tahu, kepo tuh nggak baik kan? Makanya… don’t do it at home!! *ups, salah… maksudnya jangan suka terlalu kepo kalau nggak mau kena batunya, walaupun sebagian orang berkata kepo is care.

Ceritanya tidak hanya tentang kekepoan Lincoln sih, tapi juga tentang kegalauan Lincoln terhadap hidupnya. Haruskan ia bertahan bekerja atau keluar saja, haruskah ia tinggal terpisah dari ibunya seperti orang-orang pada umumnya, haruskah ia berterus terang pada orang yang disukainya? Dan dari buku ini aku belajar bahwa dalam hidup ini ada banyak pilihan dan semua ada risikonya, baik atau buruk. Walaupun teman-teman dan keluarga memberikan saran ini-itu, tetap saja keputusan ada di tangan kita karena kehidupan kita ini kita sendiri yang menjalaninya. Bukan mereka.

Nah, untuk ending dari buku ini…. ┬áBikin greget banget! Aku mengharapkan endingnya bisa diperpanjang, bisa lebih detail menceritakan bagaimana pertemuan Lincoln dengan wanita yang disukainya, lalu bagaimana kisah cinta mereka berlanjut. Tapi yang dibahas di endingnya hanya sekilas. Penonton agak kecewa. Kalau aku ketemu sama pengarangnya, pengen banget minta beliau bikin sesi keduanya. Tapi ini kan bukan film yang bisa dibikin sampai sesi ketiga dan seterusnya. Jadi… ya sudahlah…. sakit terobati dengan kisah-kisah Lincoln, Beth, dan Jennifer yang bikin penasaran banget. Kalian pasti penasaran juga kan dengan siapa yang disukai Lincoln?

Untuk buku ini aku beri rating 3,8 dari skala 5. Buat kalian yang suka novel bergenre romance dan drama, baca deh buku ini. Bukunya lumayan menghibur, lho!

Informasi Buku:
Judul Buku: Attachments
Pengarang: Rainbow Rowell
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: 2015
Jumlah halaman: 436 halaman
Genre: drama, romance
ISBN: 978-602-71505-5-3

[Review Buku] Moon in the Spring

Teaser:

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian…

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik.
Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian.
Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu.
Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain.
Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal.
Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan.
Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi.
Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia…
meski ia merasa lelah.

Cerita Singkat:

Dal-Hee adalah seorang calon dewi yang tinggal di langit. Tadinya ia adalah manusia. Suatu ketika ia dan kakaknya dikejar harimau. Dewa-dewi dari langit merasa iba dengannya lalu menyelamatkan Dal-Hee dan kakaknya. Mereka pun akhirnya tinggal di langit. Kakak Dal-Hee telah lebih dahulu menjadi dewa. Namun Dal-Hee masih belum lulus ujian menjadi Dewi karena ia masih memiliki sifat-sifat manusia.

Suatu hari, Dal-Hee mendengar rintihan manusia yang meminta tolong agar nyawanya dicabut. Dal-Hee merasa heran kenapa ada manusia yang ingin mati. Ia pun turun ke bumi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya wanita itu sekarat. Wanita yang bernama Ji-Wan itu meminta pertolongan pada Dal-Hee agar ia bisa meninggalkan bumi secepatnya. Saat itu ada Malaikat Kematian juga di ruangan rumah sakit tempat wanita itu dirawat. Dal-Hee pun mengabulkan permintaan Ji-Wan. Ji-Wan meninggal.

Di ruangan tempat Ji-Wan dirawat, ada beberapa keluarganya dan tunangannya Kang Min-Hyuk. Namun orang-orang di ruangan itu tidak ada yang peduli dengan kematian Ji-Wan. Mereka bersikap dingin, apalagi sang tunangan. Melihat itu, Dal-Hee dan Malaikat Kematian menjadi geram. Dal-Hee memutuskan untuk masuk ke tubuh Ji-Wan untuk memberi pelajaran pada anggota keluarganya, terutama tunangan Ji-Wan. Ji-Wan pun hidup kembali. Di dalam tubuhnya ada roh Dal-Hee. Tapi semua orang melihatnya sebagai sosok Ji-Wan.

Masuknya roh Dal-Hee ke dalam tubuh Ji-Wan membuat gempar langit dan dunia bawah bumi tempat Malaikat Kematian. Setelah Malaikat Kematian menjelaskan pada Dewa Bumi bahwa Dal-Hee ingin memberi pelajaran pada Min-Hyuk yang berjiwa gelap, akhirnya Dewa Bumi membolehkan Dal-Hee melakukan aksinya. Dewa Bumi pun menyuruh Malaikat Kematian menjaga Dal-Hee. Malaikat Kematian menjelma menjadi sopir Ji-Wan dan memakai nama Lee I-Gu.

Rupanya tidak mudah untuk menundukkan Kang Min-Hyuk yang berhati dingin, sombong, dan sedikit kasar. Namun Ji-Wan juga tidak kehabisan akal. Ia melakukan berbagai cara di antaranya dengan mengubah penampilan Ji-Wan, mempelajari kehidupan Ji-Wan sebelumnya, mendekatkan diri dengan adik tirinya (Mi-Ra), memberi pelajaran juga pada Mi-Ra, dan mencari pekerjaan.

Review:

Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Satu lagi yang oke dari novel ini adalah…. Novel ini adalah karangan Hyun Go Wun, penulis skenario K-Drama 1% of Anything atau Something About 1%. Film 1% ini sudah saya tonton dan bagus! Buku ini juga bagus! Hahaha.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.

Soooo…., tiba saatnya untuk rating. Saya beri 3,8 dari skala 5 untuk buku ini.

* * *

Informasi Buku:

Judul buku: Moon in the Spring
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2014
Genre: drama, romance, fantasy, K-Iyagi
Penerjemah: Sitta Hapsari
Jumlah halaman: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0