Serba-serbi Hari Onde

Onde buatan saya

Onde, Monday, Tuesday, Wednesday…. Apa kabar semuanya? Tak terasa sudah tanggal 21 Desember. Sebentar lagi mau Tahun Baru.

Hari ini adalah hari yang cukup spesial bagi orang-orang keturunan Tionghoa karena di hari ini mereka merayakan Hari Onde. Tradisi ini disebut dengan Tradisi TANG CIE – biasanya jatuh di tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun kabisat jatuh pada tanggal 21 Desember.

Apa sih Hari Onde itu? Berikut sekelumit tentang Hari Onde yang saya copas dari grup WA: 

——–

Tang Cie berarti musim dingin tiba (Merupakan hari yg paling dingin). Tang Cie mempunyai makna yg khusus bagi masyarakat Tionghua. Seperti cerita ‘dulu’ dikatakan hikayat Tang Cie:

Ada seseorang pemuda berprofesi sebagai tabib. Ia sangat berbakat. Pada suatu ketika ia mencari ramuan obat di hutan. Karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, racun tanaman menyebabkan kedua matanya buta.

Seseorang menemukannya terlantar di hutan dan mengantarkannya kembali ke rumah. Ibunya yang sudah tua sangat mengasihi anaknya. Pada saat anaknya tidur, ia rela mencongkel kedua matanya untuk diberikan pada anaknya yang telah buta. 

Setelah anaknya bangun dari tidur, ia bisa melihat. Ia mengetahui bahwa matanya adalah pemberian ibunya. Ia ingin mengembalikan mata tersebut kepada ibunya, tapi ibunya menolak.

Ibunya mengatakan agar anaknya cukup membuat onde dari ketan dan dimasukan ke kelopak matanya. Ternyata suatu keajaiban terjadi. Karena mata yang dibuat dari ketan, ibunya dapat melihat kembali.

Makna dari Onde adalah menunjukkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Kemudian tradisi ini dicanangkan sebagai Mother’s Day atau Hari Ibu. Dari hikayat ini, kalangan warga Tionghua membuat suatu kebiasaan/adat-istiadat membuat kue onde-onde. Pada malam hari sebelum hari Tang Cie, para ibu membuat onde-onde yang terbuat dari tepung beras ketan dan diberi warna merah, putih, hijau, dan berbentuk bulat. Esok harinya, pagi-pagi onde-onde tersebut direbus dan dimasukan ke dalam air gula dan jahe. Setelah masak pertama-tama diberikan kepada Ibu sebanyak dua Onde.

——–

Kalender hari ini

Itu sekilas tentang Hari Onde. Ada dua hal yang menarik dari Hari Onde ini, yaitu mitosnya.
1. Makan onde  harus sesuai umur.
Ada yang bilang makan onde, tuh, harus sesuai umur. Kalau berumur 12 tahun, harus makan sebanyak 12 butir onde. Saya pikir nggak mungkinlah kan kalau sudah jadi oma-oma atau opa-opa berumur 70 tahun trus harus makan onde 70 butir. Bisa-bisa opname di RS karena kebanyakan makan tepung ketan. 
Beteweh, terlalu banyak makan ketan bisa menyebabkan sakit maag kambuh, lho. Kasihanilah perut opa-opa dan oma-oma kalo disuruh makan onde banyak-banyak. 😥

2. Cuaca di Hari Onde sama dengan cuaca di Hari Tahun Baru Imlek.
Apa benar demikian? Maybe yes maybe no, soalnya musim di Indonesia cuma ada dua: hujan dan panas. Peluangnya fifty-fifty, sih, ya. Truuusss… Memangnya ada yang ingat bagaimana cuaca bulan lalu? Well, kecuali ada yang rajin mencatat keadaan  cuaca, ya. BMKG kali iya. Dan saya juga karena saya nulis ini. Hohoho. Hari ini cuaca di tempat saya panas. So, kita lihat saja Tahun Baru Imlek bulan depan cuacanya bagaimana. Catet tanggal mainnya, Pemirsah!

Tidak seperti tahun sebelumnya, di mana keluarga kami nggak pernah bikin onde, tahun ini saya mencoba bikin sendiri onde yang resepnya mirip dengan resep Wedang Ronde khas Jogja. Ini pertamax, lho! *trus jingkrak-jingkrak karena hasilnya oke* 

Onde yang saya buat nggak ada isinya seperti Wedang Ronde yang berisi kacang tanah dan gula. Bapak saya bilang onde-onde tradisi nggak perlu diberi isi. Jadi ya bikinnya cuma tepung ketan aja.

Yaudah langsung cuuuuss aja yuk baca resepnya. Siapa tahu Anda-anda sejagad raya mau buat onde/wedang ronde juga. FYI, resep ini saya modif sedikit dari yang dikasih tahu oleh Mbah Google.

Bahan Onde:
150 gr tepung ketan
2 sdm tepung sagu
1/2 sdt garam
150 ml air panas
Pewarna merah dan hijau
Air untuk merebus onde

Cara membuat onde:
1. Campur tepung ketan, tepung sagu, dan garam. Aduk rata. Kemudian tuang air panas sambil diuleni hingga kalis.
2. Bagi adonan onde jadi tiga bagian. Satu bagian diberi beberapa tetes pewarna merah. Satu bagian lagi diberi beberapa tetes pewarna hijau. Aduk tiap adonan hingga rata dan warna bercampur rata.
3. Bentuk bulat-bulat ondenya. Jangan terlalu besar. Lalu rebus dalam air mendidih. Setelah onde mengapung di air mendidih dan tampak besar, angkat.

Bahan kuah:
3 lbr daun jeruk purut (buang tulangnya)
1 ruas jahe, memarkan
3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
100 gr gula merah, disisir halus
500 ml air bersih

Cara membuat kuah:
1. Rebus semua bahan.
2. Tunggu sampai mendidih sambil diaduk-aduk hingga rata.
3. Sajikan onde di dalam mangkuk lalu tuang kuah gula merah.

Bikinnya nggak susah-susah amat, kok. Yang penting sabar membulat-bulatkan adonannya. Trus, resep di atas disajikan hangat lebih wueenakk-sedap-mantap-maknyusss-jooss-luar biasa!

So, gaeess…. kalau diberi pilihan, kamu lebih suka bikin sendiri ondenya atau lebih baik beli?