Jatuh Cinta Diam-diam, Berharap Kau Memiliki Rasa yang Sama

Now playing: Secret Admirer by Mocca

Lagu Mocca yang berjudul Secret Admirer ini pas banget sama buku berjudul Jatuh Cinta Diam-diam #2 karya Dwitasari and friends. Jatuh cinta diam-diam, menjadi pengagum rahasia, segala hal tentangnya sampai terbawa ke dalam mimpi, hingga berharap si dia memiliki perasaan yang sama. Uuuhhh…. sungguh berjuta rasanya!

Sukses dengan buku pertamanya, Dwitasari and friends pun membuat sekuel buku Jatuh Cinta Diam-diam yang ber-Tagline: Manis pahitnya memendam rasa. Saya sudah punya buku yang pertama. Bukunya oke banget. Makanya saya beli sekuelnya. Soalnya penasaran banget sama apa yang diceritakan oleh buku ini. Coba deh perhatiin teasernya:

Tak semua perasaan itu harus diungkapkan. Ada kalanya dia disimpan di hati. Diresapi sendiri.
Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya. Senyum terkembang saat melihat tawanya. Lutut melemas saat dia menyapa.
Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia. Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar. Dinikmati saat mekar.
Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas adalah saat dia tertawa bahagia karena orang lain, bukan karena dirimu? Saat rona merah pipinya bukan untukmu? Saat detak jantungnya yang berkejaran bukan karena berdekatan denganmu? Saat sosoknya tidak ada lagi untuk memuaskan matamu?
Saat itu tiba, mungkin waktunya kamu menyesal karena terlalu asyik menikmati cinta dalam diam.

Ada 10 cerpen di buku bersampul biru ini. Walaupun bertema sama, namun cerita-ceritanya dikemas dengan apik dan manis. Yuk langsung cek judul-judul yang ada di buku ini:
1. Angsana oleh Ikhsan
2. Sebatas Cukup oleh Sitta Nurazizah
3. Kopi oleh Ikhsan
4. Fuurin oleh Refa Annisa
5. Senja di Ujung Jalan oleh Rahardian Shandy
6. Bukan Hanya Tempatku Bercerita oleh Eni Ristiani
7. Kotak Kecil oleh Vidya Vivi
8. Teman Terbaik oleh Adysha Citra Ramadani
9. Drama oleh Sofy Nito Amalia
10. Menemukanmu di Udara oleh Dwitasari

Setiap tokoh utama dalam masing-masing cerpen di atas berkarakter unik, namun agak mirip. Sesuai judulnya, tokohnya sama-sama menyimpan rasa suka yang tak diungkapkan. Ada yang takut mengungkapkan, ada yang memang sengaja nggak pengen si dia tahu, ada yang telat menyatakan, … Pokok’e semua dirahasiakan. Bikin geregetan aja, kenapa nggak dikatakan sih kalau kamu suka sama si dia? *Tapi kalau diungkapkan nanti judul bukunya bukan JCDD lagi dong!* Terus, ceritanya ada yang lucu, sedih, nge-gemesin, juga bikin senyum-senyum sendiri. *ini pas keinget sama pengalaman yang zaman kapan ituuuu…* Saya jadi pengen bilang sama penulisnya, “Kok ceritanya aku banget, deh? Ini asli cerpen, kan? Bukan pengalaman pribadi, kan?? Kan…? Kan…?”

Okeh, lanjut… Dari 10 cerpen, yang pengennya saya semua berakhir dengan jadian tetapi ternyata nggak semuanya berakhir begitu, favorit saya adalah cerpen berjudul Angsana, Sebatas Cukup, dan Drama.

Angsana bercerita tentang Pranaja yang jatuh cinta diam-diam pada Angsana, sahabatnya. Sebelum ia sempat menyatakan perasaannya, Angsana dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pria kaya. Tapi cerita tak selesai sampai di situ. Ada beberapa masalah yang harus mereka hadapi. Masalahnya…. ada deh, no spoiler! Pastinya, saya suka kalimatnya tokoh Pranaja di cerpen beralur maju-mundur yang bunyinya begini: “Namaku Pranaja. Rasional adalah caraku mencintai wanita di hadapanku, meski tak pernah aku memberi tahu.

Cerpen Sebatas Cukup adalah kisah tentang seorang mahasiswa perempuan yang terpesona dengan mahasiswa magang bernama Fito. Namun ia hanya bisa mengaguminya dari jauh dengan cara melihat akun media sosialnya si Fito itu. Tokoh aku di cerpen ini ceritanya semacam stalker gitulah, ia nggak pernah absen memantau kegiatan gebetannya dari medsos dan dari sahabatnya, Kiran yang juga magang di perusahaan yang sama. Namun, suatu ketika masa magang sang gebetan berakhir. Sahabatnya berusaha keras membujuk supaya si tokoh aku ini bisa berkenalan dengan Fito. Tapi saran baik itu ditolak. Walaupun sudah nggak sekantor lagi dengan si gebetan, tokoh aku tetap saja setia menjadi pengamat kegiatan gebetannya.

Nah, kalau cerpen Drama mengisahkan tentang Manda, siswa SMA yang diam-diam suka dengan Farhan, siswa klub drama yang keren. Manda sendiri adalah siswa klub jurnalistik yang suka membuat puisi dan tulisan-tulisan. Suatu ketika Manda melihat seorang perempuan menangis di pundak Farhan. Seketika ia terbakar api cemburu. Manda menyesali keakrabannya dengan Farhan selama ini. Ia berharap Farhan memiliki rasa yang sama dengannya. Tapi apa yang dilihatnya di sore hari itu sungguh menyakitkan! Manda pun membuat sebuah puisi tentang perasaannya dan ditempelkannya ke mading sekolah. Ia sudah tak peduli lagi dengan Farhan dan tak ingin lagi melihat akting sahabatnya yang tengil itu. Puisinya Manda itu keren banget! Tapi nggak akan saya post di sini biar kalian penasaran. Hohoho!

Selain cerita-ceritanya yang keren, quotes yang ada di buku ini juga bakal sukses bikin kamu baper habis-habisan. Simak nih beberapa quotes pilihan saya:

1. Asalkan kami dalam satu dimensi ruang dan waktu, aku mensyukuri semua itu. Tanpa banyak bersungut-sungut. ~Pranaja dalam cerpen Angsana (hlm. 4)

2. Biarlah aku mencintainya dengan caraku sendiri, yang membiarkan dia hidup dalam ruang-ruang yang tidak pernah orang lain ketahui…. Aku tak mengharuskan dia tahu, bahkan mengharuskan ia untuk membalasnya. Untuk saat ini, cukuplah perasaan ini, bahagia dengan caraku yang teramat sederhana. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 19)

3. Seredup apa pun harapan, ia tetaplah harapan. Aku ingin menggapai harapan itu, sebelum akhirnya ia redup, bahkan menjadi harapan manusia lain. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 23)

4. Aku tak ingin memaksa Tuhan untuk menentukan ending-nya seperti yang aku inginkan. Biar saja, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk setiap umat-Nya, begitu pun untukku. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 27)

5. Dalam hitungan waktu, ketidakpastian sebenarnya memandu kita ke sebuah jalan, dan kamu tidak perlu tahu apa jalan itu, tugasmu hanya harus berjalan melaluinya untuk mendapatkan jalan keluar. ~Ree dalam cerpen Kopi (hlm. 36)

6. Cinta memang tak selalu bisa diucapkan, tapi cinta selalu bisa ditunjukkan. Cinta memang tak selalu bisa dimiliki, tapi cinta selalu bisa diperjuangkan. ~Kem dalam cerpen Senja di Ujung Jalan (hlm. 75)

7. Telah kubangun duniaku di sisimu, dan aku ingin kau percaya bahwa aku membutuhkanmu seperti tak membutuhkan yang lainnya. ~cerpen Bukan Hanya Tempatku Bercerita (hlm. 77)

8. Kesalahanku adalah mencintainya. Dan, kenyataannya semakin salah karena aku menyimpannya dalam diam. ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 140)

9. Cinta dalam diam saja indah. Apalagi cinta yang diungkapkan, bukankah begitu? ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 136)

Keren banget kan quotes-nya? Ya… buku ini ngajarin kita untuk nggak memendam rasa terlalu lama. Kalau suka ya ngomong aja. Walaupun secara teori itu mudah banget dan saya tahu untuk mengungkapkan rasa suka tuh butuh usaha dan nggak segampang membalikkan piring dari atas meja, tapi… apa salahnya dicoba? Ditolak ya udah. Sakit memang. Sedih pasti. Namun kalau diterima, kan pasti hepi. Yang perlu diingat adalah kata sok bijak karangan saya ini:

Jatuh cinta diam-diam tuh tak selamanya berakhir dengan bertepuk sebelah tangan.

Oke sip! Dan…. karena itulah saya kasih rating 4 dari skala 5 untuk buku yang sangat menghibur ini.

 

Info Buku:
Judul: Jatuh Cinta Diam-diam #2
Pengarang: Dwitasari & friends
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 174 halaman
ISBN: 978-602-1383-44-5

Advertisements

[Review Buku] Minaudiere

 

Minaudiere…
Aku telah lama menunggumu
Hingga akhirnya
Suatu ketika kau tiba di hadapanku
Penampilanmu begitu sederhana
Namun seperti yang dikatakan orang bijak:
Don’t judge a book by its cover
Karena itulah kucoba mengenalmu lebih jauh
Tak butuh waktu lama
Sebentar saja kaubuat aku terpikat
Bahasamu mengalir lancar
Kisahmu seru, sedih, juga menyenangkan
Memang…
Di dunia ini tak ada yang sempurna
Namun kau sempurna di mataku
Dan ingin kukatakan padaku
Sungguh kujatuh hati padamu

* * *

 

Begitulah kesan yang saya dapat setelah membaca novel Minaudiere ini.

Sinopsis Singkat

Novel ini menceritakan tentang Adia Putri, seorang mahasiswi Pasca Sarjana sekaligus editor naskah novel, yang ingin melupakan masa lalunya. Namun mimpi-mimpi buruk itu selalu hadir. Suatu ketika ia menerima sebuah hadiah ulang tahun, berisi sebuah gaun, sepatu, dan Minaudiere. Di dalam dompet pesta cantik itu terdapat pesan dari si pengirim kado misterius, Mr. May, yang sudah empat tahun terakhir mengirimkan kado untuknya. Ia meminta Adia mengenakan hadiah pemberiannya dan bertemu dengannya di suatu tempat.

Tyas Miranti, sahabat Adia menawarkan diri untuk bertukar tempat dengan Adia. Ia akan menjadi Adia dan Adia menjadi dirinya. Mereka bersama-sama menemui Mr. May di tempat yang telah ditentukan oleh pria tersebut. Pada pertemuan itu, Mr. May menyerahkan sebuah naskah novel untuk diperiksa oleh Adia. Adia kemudian membacanya setelah tiba di rumah. Namun apa yang tertulis dalam naskah itu sungguh mengejutkan Adia.

Mr. May atau Troy Myraz awalnya tak menyangka akan permainan sandiwara antara Adia dan Tyas. Sejak pertemuan pertama, ia telah melihat bahwa Tyas palsu sungguh menarik. Benar saja dugaanya, Tyas palsu adalah Adia. Ia pun mencoba mendekati wanita itu.

Di sisi lain, ada sorang pria bernama Jaden. Ia kuliah di luar negeri sekaligus bekerja menjadi seorang penulis novel. Walaupun ia sudah tinggal jauh dari Tanah Air, ia masih mengingat kejadian yang membuatnya menyesal dan mengutuk dirinya. Suatu ketika pihak penerbit bukunya memintanya pulang ke Indonesia karena ada proyek pembuatan film. Mau tak mau ia harus pulang walaupun ragu-ragu. Ia bertekad untuk menghadapi rasa takutnya akan bertemu kembali dengan orang dari masa lalunya. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan orang tersebut.

Setelah pertemuan Adia, Tyas, dan Troy, Adia juga bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Satu per satu masalah muncul. Kisah hidupnya terbongkar. Ia pun harus menghadapi semuanya.

* * *

Quotes Buku

Ada beberapa kalimat yang saya suka dari novel ini:
1. Sebagai perempuan yang dianugerahi banyak kelebihan, seharusnya Adia menikmati saja hidupnya. (hlm.7). Seharusnya, Adia mensyukuri semua itu! (hlm.8)
2. Kehidupan nyata seringkali tak seindah naskah novel… (hlm.22)
3. Mungkin sudah saatnya ia meninggalkan masa lalunya yang kelam. … Pemuda itu bahkan bersedia menerima dirinya apa adanya. Itulah yang ia butuhkan saat ini. Seseorang yang menuntunnya keluar dari kepahitan. Memberinya perasaan tenang yang melegakan. Ia harus memberi dirinya sendiri kesempatan. (hlm.93)
4. Berkatmu aku mengerti, cinta harus diperjuangkan. (hlm.175)
5. Setelah kepahitan, akan ada hal-hal membahagiakan yang menantiku. Saat ini, esok, hari, pun di masa depan. (hlm.175)

Rating

Walaupun ada beberapa typo, namun novel ini tetap asyik dibaca. Ceritanya mengalir. Bahasanya ringan dan enak dibaca. Drama kehidupan tapi tetap oke dan keren. Rating dari saya untuk buku adalah 4 dari skala 5.

* * *

Informasi buku

Pengarang: Fitri Manalu
Penerbit: Kobar-sa Media
Tahun terbit: 2017
Jumlah halaman: 177
Genre: romance, drama
ISBN: 978-602-72874-4-0

[Review Buku] Flower Boys at Apartment Origin

foto dokumen pribadi
foto dokumen pribadi

Judul Buku: Flower Boys at Apartment Origin
Pengarang: Ruree
Penerbit: PING!!!
Tahun Terbit: 2013
Genre: Teenlit

Review:
Novel ini menceritakan tentang seorang anak SMA bernama Vennil yang terpaksa tinggal di kost bernama Apartment Origin karena ibunya bekerja di Kyoto. Vennil yang ditinggalkan dengan adiknya, Bagas, harus kucing-kucingan dengan penagih hutang yang menagih hutang ayahnya yang sudah meninggal.

Suatu hari tanpa sengaja, Vennil bertemu dengan Arial, cowok aneh yang akhirnya menjadi tetangganya di Apartment Origin. Setelah kedatangan Arial, Vennil harus menghadapi para personel grup band raVion, Mavin dan Ziyon, yang mendadak pindah pula ke Apartment Origin.

Pertama kali melihat buku ini, saya pikir ini buku cerita Korea, soalnya di judulnya ada kata-kata Flower Boys. Mirip dengan film drakor yang berjudul Boys Over Flower. Ternyata ini novel Indonesia. Cuma ceritanya mirip-mirip drakor.

Anak SMA mengasuh adiknya yang masih kecil dan tinggal di kost lalu bertemu cowok-cowok ganteng anggota boyband?? Trus, si cewek SMA ini berurusan dengan kehidupannya para Flower Boy. Si cewek yang biasa pun jatuh cinta pada salah satu personel boyband. Oh, jangan lupa ada oknum yang cemburu juga pada si cewek dan mengejar-ngejar si cowok bunga-bunga. Sangat Korea sekali kan, Saudara-saudara?

Btw, ceritanya lumayan menghibur di kala nggak ada kerjaan. Yaaa… lumayan baguslah untuk sebuah teenlit. (*ini teenlit, lho!) And then… Baca novel ini serasa balik lagi jadi anak SMA. Ha-ha-ha.

Ratingnya? 3 dari skala 5.

[Review Buku] Lovhobia

image

Judul Buku: Lovhobia
Pengarang: Elsa Puspita
Penerbit: Bentang Belia (PT. Bentang Pustaka)
Genre: Teenlit
Tahun: 2013
Jumlah halaman: 195 halaman

Review:
Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda bernama Gefan. Gefan adalah mahasiswa yang sangat tertutup, misterius, dan tidak percaya pada cinta. Hal itu disebabkan oleh keluarganya yang amburadul. Ayahnya seorang wartawan travelling yang terkenal namun sangat jarang pulang ke rumah. Ibunya seorang istri yang selalu menantikan suaminya sehingga menyebabkan kelainan pada akal sehatnya. Keluarganya yang berantakan menyebabkan Gefan takut jatuh cinta. Ia juga menutup diri untuk bercerita pada siapapun termasuk pada sahabatnya sendiri, Lana, yang berpacaran dengan anak SMA.

Suatu ketika Lanna mengajak Gefan ke acara amal di kampus mereka. Lalu Lanna memperkenalkan Gefan pada sahabat-sahabat wanitanya. Gefan yang berambut gondrong dan mempunyai tatto di lehernya membuat sahabat-sahabat Lanna merasa ngeri berteman dengannya. Tetapi tidak berlaku untuk seorang gadis bernama Aura. Aura malah kagum pada tatto Gefan.

Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya Gefan dan Aura menjadi dekat. Namun, Gefan menemui banyak masalah saat dekat dengan Aura. Ada masalah ibunya, ayahnya, dan masalah dengan Devita, perempuan yang ngefans banget dengan Gefan dan terobsesi padanya.

Menurut saya buku ini menarik. Ceritanya mengalir kayak air. Alurnya nggak ribet. Penyajiannya sederhana dan mudah dipahami. Baca buku ini jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Ceritanya sih standar, tapi tetap menarik dibaca di waktu senggang.

Saya beri rating 4 dari 5 bintang untuk buku ini.

* * *

#NulisRandom2015 #day23

[Review Buku] Madre

image

Judul Buku: Madre
Pengarang: Dee
Penerbit: PT. Bentang Pustaka
Tahun: 2012
Jumlah halaman: 160

Review:
Buku yang berjudul Madre ini berisi kumpulan cerita dan puisi. Ada 13 judul dalam buku ini. Karya-karya Dee dari tahun 2006 – 2011 dibukukan dalam buku ini.

Cerita utama dalam buku ini sama dengan judul bukunya, Madre. Madre mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Tansen yang tiba-tiba mendapat warisan dari leluhur yang kurang dikenalnya. Warisan itu berupa biang roti. Tansen yang tak tahu apa-apa akhirnya berusaha mengembangkan usaha roti warisan leluhurnya.

Selain cerita Madre, ada puisi yang menurut saya keren. Puisinya berjudul Tanyaku pada Bambu. Puisi ini berkisah tentang kelahiran. Sepertinya pengarang mendapatkan ilham tentang Kelahiran melalui bambu. Jantung mendegupkan kelahiran, perubahan, kematian. Manusia layaknya bambu mengalami kelahiran dan kematian.

Puisi-puisi dalam buku ini bermakna sangat dalam. Sedangkan cerpen-cerpennya dikemas dalam untaian kata-kata yang apik. Ceritanya mengalir, bikin penasaran dan ingin melanjutkan sampai habis. Wajar saja jika dalam rentang 1 tahun buku ini sudah dicetak sampai lima kali.

Saya beri rating 4,5 dari 5 bintang untuk buku ini.

* * *

#NulisRandom2015 #day16

[Review Buku] The Deep Web

the deep web

Judul: The Deep Web
Pengarang: Indri Hapsari
Genre: Thriller
Penerbit: Self Published
Tahun: 2015
Jumlah halaman: 122
ISBN: 9789-7976-232-89

Review:
Laks adalah seorang penyidik dari Badan Pengawas Narkotika. Suatu ketika ia menghadapi sebuaah kasus narkoba yang bandarnya sangat susah ditangkap. Dalam penyelidikannya, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Oly yang sedang mencari suaminya. Pertemuan Laks dan Oly tidak terjadi satu kali saja. Mereka digiring ke kasus yang sangat berbahaya. Kasus tersebut ternyata kasus peredaran narkoba di dunia maya melalui jaringan The Deep Web.

Dari Jakarta, Laks harus terbang ke Surabaya lalu ke Denpasar. Ia harus menghadapi para mafia yang licin bagai belut. Selain itu, ia juga merasa harus membantu Oly yang menyelamatkannya untuk menemukan suaminya yang hilang.

Menurut saya buku ini tergolong kategori novelet atau novel pendek. Tapi walaupun berkategori novelet, kisah di dalamnya sangat seru. Membaca buku ini berasa kayak nonton film action. Nggak bisa berhenti sampai halaman terakhir! Bahasa yang dipakai mudah dicerna. Alurnya rapi dan teratur. Penggambaran tokohnya juga asyik.

Satu lagi yang saya suka dari buku ini, buku ini menambah pengetahuan tentang bahasa. Ya, bahasa Bali. Misalnya panggilan untuk seseorang: Bli, terima kasih: matur suksma, dan lain-lain. Bali juga digambarkan sebagai tempat yang indah, bikin jadi pengen ke sana. Lalu ada juga pengetahuan tentang narkoba dan bagaimana ciri-ciri orang sakaw. Semuanya tergambar dengan sangat jelas.

Saya beri rating 4.5 dari skala 5 untuk buku ini. Buat yang suka novel thriller, buku ini wajib baca! Keren! Dan nggak bakal nyesel!

Oh, ya, karena buku ini self-published, untuk memesannya silakan menghubungi pengarangnnya, Mbak Indri Hapsari di www.indrihapsariw.com

* * *

#NulisRandom2015 #day9

Review Novel Cermin: Hujan Kata-kata Indah

Review #NovelCermin

novel cermin

Judul Buku: Cermin

Pengarang: Anggrek Lestari

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 122 + vi

Tokoh Cerita:  Kiara (tokoh utama), Rio, Rendra, Indra, Gilang, Viola, Ivan, Reni

 

Sinopsis versi saya:

Suatu ketika, Kiara melihat pacarnya, Ivan, berjalan bergandengan tangan dengan perempuan lain bernama Reni. Kiara sangat sakit hati, apalagi scarf pemberiannya dibuang begitu saja dan digantikan dengan scarf milik Reni. Setelah memergoki pacarnya yang sedang berselingkuh, Kiara minta putus. Di lain pihak, sahabat Kiara, Rio juga sedang sakit hati karena cintanya ditolak. Viola, perempuan yang disukai Rio ternyata menyukai laki-laki lain.

Nasib yang sama kemudian membuat Kiara dan Rio menjadi dekat hingga akhirnya jadian. Beberapa hal membuat mereka dekat. Contohnya, mereka sama-sama suka membaca. Namun, kebahagiaan Rio dan Kiara tidak berlangsung lama. Viola kembali hadir dalam hidup Rio. Hal itu membuat Rio menjadi gamang dan menggoyahkan hubungannya dengan Kiara.

Di saat-saat sulitnya, Kiara dikenalkan oleh abangnya, Indra, dengan temannya yang bernama Rendra. Rendra mempunyai hobi di bidang fotografi. Ia juga menyukai puisi, sama halnya dengan Kiara. Diam-diam, Rendra menyukai Kiara. Ia sering memotret Kiara tanpa disadari oleh Kiara.

Akankah Rio dan Kiara berbaikan? Ataukan mereka akan menyudahi hubungan mereka? Akankah Kiara memilih Rendra? Bagaimana kelanjutan kisah Kiara? Pokoknya, baca aja bukunya. Ceritanya seru abissss!!

 

Kesimpulan dari saya mengenai novel Cermin:

Baca novel ini, saya belajar bahasa Medan. Misalnya kereta yang artinya sepeda motor. Lalu ada istilah: Bah!, kali, pun, dan kalimat-kalimat lainnya. Baca novel yang menggunakan bahasa Medan ini bikin saya jadi ingat teman-teman saya yang berasal dari Medan. Seru banget pokoknya!

Selain belajar bahasa Medan, dari novel ini saya jadi banyak tahu puisi-puisi kerennya Chairil Anwar. Jga, kita akan dihujani kalimat-kalimat manis dan apik. Nggak percaya? Baca aja, deh, novelnya! Banyak banget kalimat-kalimat putis dalam novel ini. Lalu, ada juga pesan-pesan moral yang sangat bagus. Berikut ini saya berikan contoh kalimat-kalimat bagus dan penggalan puisi Chairil Anwar yang saya suka.

Berhati-hatilah kau. Setiap saat bisa saja kau terjebak dalam kebohongan itu. Tiba-tiba saja kau merasa menemukan cinta, namun pada akhirnya kau akan seperti aku. Kau akan merasakan itu hanya cinta imitasi. Sebuah FATAMORGANA. ~Kiara (halaman 23)

Kalau dihitung menggunakan perhitungan matematika, jumlah keempat sayap capung itu mampu membuat capung terbang lebih tinggi dari yang saat ini dilakukan capung, tapi capung tetap terbang rendah, tak ingin jauh-jauh dari tanah. Itulah filosofi capung. Mengajarkanku untuk selalu rendah hati meskipun nanti sudah menjadi orang yang hebat. Intinya, janganlah sombong. ~ Rio (halaman 29)

Kini senja telah kita lewat, marilah kita bergegas menyeberang ke waktu malam. Janganlah kita lupa masih ada malam yang juga menghangatkan kita meski gelap selalu menghantui kita. Senja mengantarkan kita menuju waktu lain, dunia lain yang harus kita jalani. ~Kiara (halaman 31)

 

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedang itu

 Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(kutipan dari puisi Aku karya Chairil Anwar)

 

Cinta itu hadir karena dijalani, bukan hadir karena pandangan pertama saja. Cinta itu adalah proses, bukan hasil. Setiap proses akan mengalami perubahan. Di situlah hati kita diuji apa kita bisa bertahan pada perubahan itu, atau justru kita menjalani proses yang lain untuk mendapatkan hasil yang lain. ~Gilang (halaman 63)

Siapa yang menyangkal bahwa menjadi pusat perhatian bukan kebahagiaan? Banyak orang yang ingin menjadi pusat perhatian. Ya, itulah suatu kebanggaan yang tak bisa dijelaskan secara nyata. ~Kiara (halaman 80)

Gugur bukan berarti sedih. Bagi angsana, gugur adalah kebahagiaan. Bahagia guguran bunganya menjadi berarti. Setidaknya bagi angin yang menghirup harum bunganya. ~Rendra (halaman 80)

Menggugurkan sesuatu untuk orang lain adalah awal kebahagiaan jika didasari dengan ketulusan. Seperti pohon angsana yang tulus menggugurkan bunganya untuk dinikmati manusia. Bagi manusia, menikmati guguran bunga angsana merupakan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena memang banyak hal di dunia ini yang tak dapat dijelaskan. Hanya bisa dirasakan. ~Rendra (halaman 81)

Terkadang, kita harus rela terluka untuk membahagiakan orang lain.~Rendra (halaman 81)

 

Kalau kau mau kuterima kau kembali

Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

(kutipan dari puisi Penerimaan karya Chairil Anwar)

 

Cinta itu sama seperti sebuah pohon. Menanam benihnya butuh kesiapsediaan media penanamnya. Butuh jarak penanaman kembali agar benih itu tumbuh dengan sempurna. Bila media penanamnya belum siap, sia-sialah benih yang ditanam. Akan tumbuh menjadi cinta dan pohon yang kekurangan nutrisi. ~Kiara (halaman 103)

 

Nah, itu dia kutipan-kutipan keren yang ada di buku ini. Masih banyak yang lainnya, lho. Intinya, buku ini mengajarkan banyak hal. Buat yang belum baca, buruan beli dan baca bukunya. Nggak bakal rugi dan nggak bakal nyesel, deh! Apalagi buat kamu pecinta puisi dan kata-kata mutiara, bisa termimpi-mimpi sehabis baca buku ini! *Tentunya mimpi dihujani kata-kata keren, ya. 🙂