Seminar Public Speaking

seminar public speaking

Pelatihan Public Speaking oleh Bapak Ponijan Liaw.
Waktu: 15 Mei 2015, jam 9.15.
Tempat: Wihara Dharmakirti.

Tips:
Kalau bicara di public harus hati-hati.
Perang akan terjadi jika Anda bicara di public mengatakan ‘Anda salah’.
Pembicara harus mengenali karakteristik orang: laki-laki, perempuan, golongan darah.
Contohnya bicara dengan perempuan bisa dengan kata-kata yang cepat karena ruang di otaknya lebih banyak, sedangkan laki-laki ruang di otaknya mono.
Dalam komunikasi harus menghargai pandangan yang berbeda.

Jika mengundang beberapa pembicara harus ditanyakan apakah pembicara tersebut bisa bergabung dengan pembicara yang lain.

Penguasaan public speaking harus ada:
Humor, penguasaan teknik, penguasaan materi, kapan berhenti bicara, pembukaan yang bagus.

Pembukaan yang bagus: bisa dengan cerita.
Isi: tidak perlu banyak.
Penutup bisa berupa: rangkuman, ringkasan, proyeksi, kritik, renungan.

Dalam public speaking:
Semakin pendek waktu bicaranya semakin sulit kita merangkumnya.

Introduksi:
Hasil survey 3 ribu orang dewasa di Amerika oleh Christine Stuart: “ketakutan terbesar adalah berbicara di depan umum, melebihi ketakutan akan kehancuran keuangan bahkan kematian.”

Apa yang membuat orang sukses? Menurut hasil survey di Singapore dari yang tertinggi:
People and communication skills, referrals from client, educational background, having ‘advance license’, keeping up with continuing education, specialisation.

Pada saat ceramah agama jangan pernah membandingan tradisi yang ada dalam agama. Pada saat ceramah juga harus melihat pendengarnya dari sekte mana. Jika materi tidak sesuai dengan sekte pendengar maka akan menimbulkan ketidak-sukaan. Carilah tema yang umum. Juga harus melihat tempat, misalnya jika di rumah duka jangan ceramah sambil tertawa.

Apa itu komunikasi?
1. Komunikasi verbal.
Artinya suaranya. Hati-hati jangan terlalu cepat bicara.

2. Komunikasi nonverbal.
Dengan gerakan, body language. Misalnya: gerakan tangan.

Pentingnya komunikasi, biasa dipakai dalam:
1. Class presentations.
2. Field research (Penelitian lapangan)
3. Business communications (komunikasi bisnis)
4. Public speaking.

Bgaimana komunikasi yang efektif:
1. Persiapan
Siapkan materi, joke-jokenya. Bawa kertas catatan, laptop, atau hp. Sebelum mulai acara, lihat dulu tempatnya. Visualisasikan bagaimana nanti mau ceramah.

2. Latihan
Dulu orang bilang sebelum presentasi latihan di depan kaca. Saya sarankan tidak usah karena nanti pecah konsentrasi saat melihat diri sendiri, nanti pasti Anda berpikir lucu, dll. Lebih bagus latihan menghadap ke hadap tembok. Untuk ceramah usahakan pakai pakaian yang bersih, rapi, pakai baju yang sesuai warna kulit, kalau bisa pakai baju lengan panjang, jangan pakaian yang bermotif ramai, kalau bisa warnanya terang. Untuk perempuan jangan pakai anting yang panjang. Penampilan ketika ceramah itu penting.

3. Presence (tampil)

Effective Communication:
Preparation:
– research – nonresearch
Usahakan temanya sesuai dengan trending, banyak dibicarakan
– format – speak out what you know
Bicarakan apa yang Anda ketahui
– notes-outline main points
– note cards vs full sized paper
Bawa catatan. Kalau ada pakai hp boleh atau pakai kertas.
Jangan berpikir kalau pakai kertas nanti kelihatan tidak pintar. Bawa kertas justru bisa membuat bicara jadi lebih terarah.

Practice:
– practice makes perfect
– revision
– get time right (waktu ceramah ada berapa menit itulah yang disiapkan)

Presence:
– nervousness – fright is common
– body language
* voice tone (intonasi suara tidak boleh datar saja)
* gesture
Bahasa tubuh jangan kaku.
* eye contact
– positive attitude
(Dalam ceramah tidak boleh tanya-tanya orang dengan menunjuk. Tanyakan secara umum. Jika jawaban salah jangan bilang salah. Gunakan sikap positif. Misal mengatakan: “Oh, luar biasa. Mungkin ada yang bisa menambahkan?”
Tidak boleh menjudge orang.

Things you shouldn’t do:
1. Read directly from notes
2. Read directly from screen
3. Turn back on audience
4. Slouch, hands in pocket
5. No um, ah, you know’s
6. No nervous gestures
Untuk pembukaan tidak boleh minta maaf di depan pendengar tentang kejadian yang dialami pembicara kemarin (misalnya: “Maaf kalau materi yang dibawakan tidak maksimal karena semalam saya begadang”), tentang bukan jadwalnya memberikan ceramah, tentang materi tidak dikuasai, dll.
7. Talk to fast
8. Talk too quietly

Pada saat bicara, kalau kita tegang para audience juga ikut tegang. Boleh sesekali senyum.

Persiapan materi untuk ceramah bisa dengan Mind Map (pemetaan pikiran) yang terdiri dari:
1. Pembukaan
Bisa dengan cerita/kisah, kutipan, fakta/data, pertanyaan, pernyataan, dll.
2. Isi
Isi disesuaikan dengan tema.
3. Penutup
Bisa dengan rangkuman, kesimpulan, saran, proyeksi, renungan, dll.

Tipe-tipe pembicara ada konseptor dan orator. Konseptor adalah orang yang sesuai konseptor. Orator adalah orang yang pembicara/pidato.

Liputan Perlombaan STKN 2013

Mojokerto – Sarasehan dan Temu Karya Nasional 2013 merupakan wadah pertemuan pemuda Buddhis se-Indonesia. Salah satu kegiatan dalam STKN ini adalah perlombaan. Ada berbagai lomba yang diadakan dalam STKN 2013, yaitu lomba cepat tepat Buddhis, lomba cerita GABI, lomba baca Dhammapada, lomba Media Informasi dan Komunikasi, lomba catur, lomba futsal, lomba tenis meja, lomba menyanyi (Buddhayana Idol), lomba flash news, dan lomba i-blog.

Pada hari Minggu, 29 Desember 2013 ada 2 perlombaan yang dilaksanakan, yaitu lomba cerita GABI dan lomba cepat tepat Buddhis babak penyisihan sesi 1.

Lomba cerita GABI diikuti oleh 16 peserta. Masing-masing peserta lomba menampilkn cerita yang dibuat sendiri. Peserta juga membawa berbagai alat bantu untuk mendukung dalam bercerita. Dengan adanya alat bantu ini diharapkan agar penonton yang mendengarkan cerita dapat lebih mengerti jalan cerita dan agar cerita yang dipaparkan menjadi semakin menarik.

Untuk lomba Cepat Tepat, ada 17 peserta yang ikut. Oleh karena itu, dipakai sistem bye untuk mendapatkan 4 regu peserta pada saat final. Regu yang masuk dalam regu bye adalah regu yang berasal dari Lampung, yang akan bertanding melawan Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Pemenangnya akan bertanding melawan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah pada babak final yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Desember 2013.

Senin, 30 Desember 2013 diadakan lomba Media Informasi dan Komunikasi (lomba membuat mading), lomba baca Dhammapada, lomba tenis meja, lomba catur, lomba futsal, lomba Dhammaduta babak penyisihan, dan lomba Buddhayana Idol.

Lomba MIK atau membuat mading diikuti oleh 17 regu dan setiap regu terdiri dari dua orang. Dalam lomba ini, banyak karya peserta yang unik. Setiap peserta membuat karya dari bahan daur ulang atau barang bekas dan mading yang dibuat adalah mading 3 dimensi.

Lomba baca Dhammapada diikuti oleh 16 peserta. Lomba catur diikuti oleh 14 peserta. Namun satu peserta mengundurkan diri sehingga regu yang bertanding menjadi 13 peserta. Lomba tenis meja diikuti oleh 16 peserta, tapi karena satu peserta mengundurkan diri, maka sisanya tinggal 15 peserta.

Untuk lomba Dhammaduta, ada 17 peserta. Dan, peserta yang lolos seleksi untuk masuk ke babak final dipilih 5 peserta terbaik. Mereka adalah peserta yang berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau. Babak final diadakan tanggal 31 Desember 2013.

Lomba Buddhayana Idol diikuti oleh 16 peserta. Pagi hari tanggal 30 Desember 2013, para peserta diaudisi terlebih dahulu. Mereka diminta menyanyikan lagu Mars Buddhayana dan Mars Sekber PMVBI. Setelah itu pada malam harinya mereka mengikuti babak penyisihan dengan menyanyikan sebuah lagu pilihan. Pada babak penyisihan ini, ada peserta yang menyanyi dengan diiringi musik dari CD. Ada pula peserta yang menyanyi dengan diiringi band. Pada akhir lomba, juri memilih 6 peserta terbaik yang akan masuk ke babak final. Mereka adalah peserta dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Di hari terakhir, Selasa, 31 Desember 2013, diadakan final lomba Dhammaduta, final lomba Buddhayana Idol, final lomba tenis meja, babak penyisihan sesi 2 dan final lomba cepat tepat Buddhis, serta lomba catur manusia. Pada malam harinya, acara yang dihelat adalah penutupan STKN 2013.

Pembukaan Sarasehan dan Temu Karya 2013

Mojokerto – Pembukaan Sarasehan dan Temu Karya Nasional 2013 dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2013 pukul 9.40.
Acara dibuka oleh Tarian Bedoyo Pujisusanti, yaitu tarian yang diambil dari kerajaan Mojopohit untuk menyambut anggota sangha. Tarian ini bersumber pada cerita panji pada masa kejayaan Mojopahit yang ada di Trowulan. Tarian ini mengarah pada artefak candi-candi di Mojopahit, menyatunya harmoni semesta yang terkoneksi antara Tuhan Yang Maha Esa, gusti dan alam. Ilustrasi pada kitab Negarakertagama bercorak seni etnik india karena masyarakat pada saat itu menganut ajaran Syiwa Buddha. Tarian ini adalah tari tolak bala dan penyambutan tamu agung, serta pengobatan. Tarian tersebut ditarikan oleh 5 orang.

Acara pembukaan dihadiri oleh 13 anggota sangha, di antaranya adalah Y.A Mahatera Viryanadi, Y.A. Mahathera Nyana Suryanadi, Y.A. Mahastavira Aryamaitri, Sangha perwakilan Jawa Timur Y.A. Vijjananda. Hadir pula Ketua Umum MBI (Bapak Piandi), Ketua pengurus MBI daerah Jawa Timur (Bapak Sunartono), Sekjen PMVBI (Upa. Suryanto), Ketua Sekber Jawa Timur (Desandito Mulyo).

STKN ini merupakan wadah bagi pemuda-pemudi se-Indonesia untuk berkumpul dan berkarya bersama. Ada 11 lomba yang diperlombakan dalam acara ini, yaitu Dharmaduta Buddhist, Media Informasi dan Komunikasi, Buddhayana Idol, Cepat Tepat Dharma, Seni Baca Dhammapada, Tenis Meja, Catur, STKN Flash News, i-Blogz, Bercerita GABI, dan Futsal.

Setelah tarian pembuka, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Y.A. Nyanamaitri. Kemudian disusul dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Buddhayana, dan Mars Sekber PMVBI oleh seluruh peserta STKN.

Acara berikutnya adalah Laporan Ketua Pelaksana STKN 2013, Saudara Harley; sambutan dari Sekjen Sekber PMVBI, Saudara Suriyanto; sambutan dari Ketua Majelis Buddhayana Indonesia, Bapak Piandi; sambutan Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Y.A. Mahathera Suryanadi; dan sambutan dari bapak Didik Usnul mewakili gubernur Jawa Timur.

STKN kali ini dihadiri oleh kurang lebih 600 orang dari 23 propinsi. Jumlah kontingen terbanyak berasal dari Papua dengan jumlah kontingen sebanyak 36 orang.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Y.A. Bhante Suryanadi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada Bapak Didik dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Jawa Timur, yang diserahkan oleh Bhante Vijjananda. Lalu, ada sesi foto bersama.

Acara yang sangat menarik pada pembukaan ini adalah Parade de Ville dari seluruh kontingen. Pada saat parade, setiap propinsi diwakili oleh dua orang, masing-masing putra dan putri yang mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Setiap pasangan perwakilan propinsi tersebut akan berjalan dari belakang ruangan menuju ke panggung sambil melambaikan tangan.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama anggota Sangha. Kemudian serah terima piala juara, diiringi lagu The Power is In You. Lagu tersebut dinyanyikan oleh Buddhist Idol 2013.

Foto bersama dengan umat Hindu dari Bali.

Untuk meresmikan pembukaan acara, maka dilaksanakan pemasangan tanda peserta kepada dua orang wakil peserta. Perwakilan peserta diwakili oleh tuan rumah sendiri, yaitu dari Jawa Timur, Metta dan William. Dan pembacaan janji peserta dipandu oleh Saudara Edi Jhonson.

Berikutnya adalah penyalaan api pembukaan oleh Ketua Sekber PMVBI.

Di akhir acara, setiap propinsi berfoto bersama.