[Review Buku] Moon in the Spring

Teaser:

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian…

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik.
Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian.
Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu.
Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain.
Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal.
Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan.
Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi.
Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia…
meski ia merasa lelah.

Cerita Singkat:

Dal-Hee adalah seorang calon dewi yang tinggal di langit. Tadinya ia adalah manusia. Suatu ketika ia dan kakaknya dikejar harimau. Dewa-dewi dari langit merasa iba dengannya lalu menyelamatkan Dal-Hee dan kakaknya. Mereka pun akhirnya tinggal di langit. Kakak Dal-Hee telah lebih dahulu menjadi dewa. Namun Dal-Hee masih belum lulus ujian menjadi Dewi karena ia masih memiliki sifat-sifat manusia.

Suatu hari, Dal-Hee mendengar rintihan manusia yang meminta tolong agar nyawanya dicabut. Dal-Hee merasa heran kenapa ada manusia yang ingin mati. Ia pun turun ke bumi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya wanita itu sekarat. Wanita yang bernama Ji-Wan itu meminta pertolongan pada Dal-Hee agar ia bisa meninggalkan bumi secepatnya. Saat itu ada Malaikat Kematian juga di ruangan rumah sakit tempat wanita itu dirawat. Dal-Hee pun mengabulkan permintaan Ji-Wan. Ji-Wan meninggal.

Di ruangan tempat Ji-Wan dirawat, ada beberapa keluarganya dan tunangannya Kang Min-Hyuk. Namun orang-orang di ruangan itu tidak ada yang peduli dengan kematian Ji-Wan. Mereka bersikap dingin, apalagi sang tunangan. Melihat itu, Dal-Hee dan Malaikat Kematian menjadi geram. Dal-Hee memutuskan untuk masuk ke tubuh Ji-Wan untuk memberi pelajaran pada anggota keluarganya, terutama tunangan Ji-Wan. Ji-Wan pun hidup kembali. Di dalam tubuhnya ada roh Dal-Hee. Tapi semua orang melihatnya sebagai sosok Ji-Wan.

Masuknya roh Dal-Hee ke dalam tubuh Ji-Wan membuat gempar langit dan dunia bawah bumi tempat Malaikat Kematian. Setelah Malaikat Kematian menjelaskan pada Dewa Bumi bahwa Dal-Hee ingin memberi pelajaran pada Min-Hyuk yang berjiwa gelap, akhirnya Dewa Bumi membolehkan Dal-Hee melakukan aksinya. Dewa Bumi pun menyuruh Malaikat Kematian menjaga Dal-Hee. Malaikat Kematian menjelma menjadi sopir Ji-Wan dan memakai nama Lee I-Gu.

Rupanya tidak mudah untuk menundukkan Kang Min-Hyuk yang berhati dingin, sombong, dan sedikit kasar. Namun Ji-Wan juga tidak kehabisan akal. Ia melakukan berbagai cara di antaranya dengan mengubah penampilan Ji-Wan, mempelajari kehidupan Ji-Wan sebelumnya, mendekatkan diri dengan adik tirinya (Mi-Ra), memberi pelajaran juga pada Mi-Ra, dan mencari pekerjaan.

Review:

Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Satu lagi yang oke dari novel ini adalah…. Novel ini adalah karangan Hyun Go Wun, penulis skenario K-Drama 1% of Anything atau Something About 1%. Film 1% ini sudah saya tonton dan bagus! Buku ini juga bagus! Hahaha.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.

Soooo…., tiba saatnya untuk rating. Saya beri 3,8 dari skala 5 untuk buku ini.

* * *

Informasi Buku:

Judul buku: Moon in the Spring
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2014
Genre: drama, romance, fantasy, K-Iyagi
Penerjemah: Sitta Hapsari
Jumlah halaman: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0

[Review Buku] Single Ville

Judul buku: Single Ville
Pengarang: Choi Yun Kyo
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 308 halaman
Genre: Romance, mistery
ISBN: 978-602-7742-43-7

Sinopsis:
Ada 8 tokoh dalam buku ini dan di beberapa bab ada sudut pandang dari masing-masing tokoh tersebut. Namun tokoh utamanya hanya dua yaitu Choi Yun Seong dan Kang Hyeon Ah.

Ceritanya tentang 4 orang yang memenangkan undian tempat tinggal di sebuah kawasan bernama Single Ville. Pemilik kawasan itu adalah seorang wanita kaya bernama Jeong Mi In. Aturan utama di kawasan itu adalah para penghuninya harus single, nggak boleh ada cinta-cintaan di kawasan tersebut.

Choi Yun Seong, seorang penulis buku, awalnya merasa senang bisa terpilih untuk tinggal di Single Ville. Namun kenyataannya, ia harus melihat seorang gadis pengacau bernama Kang Min Ah.

Kang Hyeon Ah adalah seorang ilustrator yang menggantikan sahabatnya, Im Seo Yong, untuk tinggal di Single Ville. Awalnya ia senang tinggal di kawasan tersebut. Namun ada orang yang memata-matainya dan membuatnya harus berurusan dengan tetangganya yang aneh.

Kawasan Single Ville tadinya diharapkan menjadi sebuah kawasan tempat tinggal yang nyaman. Namun beberapa kasus bermunculan, mulai dari mata-mata penghuni salah satu rumah, kisah pembunuh berantai, teror di rumah salah satu penghuni, sampai kisah cinta lama yang tragis.

* * *

Review:
Beberapa bab awal buku ini bikin pusing karena tokoh ceritanya terlalu banyak. Barulah di bagian pertengahan muncul tokoh utamanya. Di awal-awal, saya sampai bolak-balik ke halaman pertama untuk melihat daftar nama tokoh cerita. Untunglah di pertengahan buku ceritanya sudah bisa dimengerti.

Novelnya cukup seru karena banyak kisah dari tokoh cerita di buku ini. Ada kisah cinta tragisnya Kang Hyeon Ah. Ia batal menikah dengan tunangannya karena masalah pekerjaan. Juga ada Yeon Seong yang tidak bisa lupa pada cinta pertamanya. Lalu ada Geon Woo, keponakan pemilik Single Ville, yang jatuh cinta pada wanita yang lebih tua darinya yang ternyata adalah sahabat Kang Hyeon Ah. Trus kisah cinta yang aneh antara Lee Jeong Hyeok dan seseorang misterius yang nantinya akan berkaitan dengan hidup penghuni SIngle Ville lainnya.

Baca buku ini serasa nonton K-Drama. *Ya iyalah namanya juga K-Novel*

* * *

Kutipan
Ada beberapa kutipan dari buku ini yang menurut saya bagus:
1. Karena dunia begitu luas dan takdirku begitu jauh, mungkin aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya selama aku hidup. Tapi kalau memang benar begitu, maka sebagai ganti orang itu, aku akan mencintai diriku sendiri. (hlm.141)

2. Kerja keras dan hambatan merupakan dua hal yang pasti kita lalui, karena pilihan apa pun yang kita ambil pasti punya kelebihan dan kekurangan di saat yang bersamaan. (hlm.146)

3. Cinta yang spesial biasanya memang seperti itu. Dimulai dari kebetulan sepele yang terjadi berkali-kali, hingga akhirnya semua berubah menjadi kebetulan yang dinamakan lingkaran takdir raksasa. Inilah yang nantinya akan menimbulkan benih-benih cinta antara seorang laki-laki dan wanita. (hlm.190)

4. Jika ingin mencintai dengan sepenuhnya, seseorang harus menerima kelebihan maupun kekurangan orang yang dicintai. (hlm.243)

* * *

Rating
Novel Korea ini saya beri rating 4 dari skala 5.

[Review Buku] Love with a Witch

image
foto: dok.pribadi

Judul buku: Love with a Witch
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun: 2015
Jumlah halaman: 320 halaman
Genre: romance, Korean novel

Teaser:
Kau tidak percaya penyihir?
Sayang sekali.

Jangan terlalu serius dalam segala hal dan cobalah untuk bermimpi, sesekali.
Siapa tahu saja, suatu hari nanti seorang penyihir akan membuat keinginanmu jadi nyata hanya dengan mengayunkan tongkat sihirnya.

Jun Hwi bertemu dengan seorang perempuan yang menyelamatkan keponakannya – Eun Yoo – dari kecelakaan.

Mata perempuan itu… Seperti mata kucing yang bersinar. Bagian putihnya terlihat transparan karena sangat putih. Tatapan mata yang tajam itu membuatnya tidak berbeda dengan tatap mata penyihir yang sering muncul di buku bergambar milik Eun Yoo.

Tidak salah lagi. Perempuan itu adalah penyihir. Kalau ia bukan penyihir, tidak mungkin Jun Hwi bisa begitu mudah menitipkan keponakan kesayangannya pada perempuan yang baru dikenalnya. Padahal anak itu sedang diincar-incar orang jahat. Belum lagi, kenapa Jun Hwi jadi ingin mencium penyihir itu?

Sihir apa yang perempuan itu rapalkan pada Jun Hwi?

Komentar:
Yup! Novel Korea ini bercerita tentang Han Jun Hwi yang keponakannya diincar orang-orang yang menginginkan harta warisan. Eun Yoo, keponakannya, adalah anak yatim piatu yang memiliki warisan besar dari ayahnya. Kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan. Karena itulah Jun Hwi merawatnya atas permintaan adik perempuannya.

Suatu ketika Eun Yoo hampir ditabrak mobil karena ia berlari dari kejaran pengincarnya. Namun untunglah ia diselamatkan oleh Yoon Soo An, seorang wanita yang dianggap Jun Hwi sebagai penyihir. Melihat karakter Soo An yang kuat, Jun Hwi dengan mantap menitipkan keponakannya pada wanita itu. Ia berharap akan segera menemukan siapa pengincar keponakannya saat keponakannya itu diungsikan ke tempat aman.

Dalam mengurus keponakan Jun Hwi, Soo An dibantu saudara kembarnya (Ian), adik laki-lakinya (Gyu An) dan kedua orangtuanya. Keluarga Yoon lama kelamaan jatuh cinta pada si kecil Eun Yoo. Dan tentu saja paman Eun Yoo, Jun Hwi, pun lama-kelamaan jatuh hati pada si penyihir cantik, Yoon Soo An.

Baca novel ini berasa kayak nonton drakor. Ada anak keluarga kaya yang jatuh cinta pada anak keluarga biasa. Namun karena karakter yang kuat dari si perempuan biasa, si kaya mati-matian membelanya. Ada bumbu intrik antara perusahaan besar yang saling bersaing, juga drama keluarga Korea.

Yang menarik dari novel ini adalah mantra-mantra yang mengawali setiap babnya. Contohnya di bab 1 ada Ramuan Keberanian. Resepnya:
Satu gelas keberanian.
Tiga sendok semangat.
Kemauan yang kuat, secukupnya.
Satu sendok kecekatan.
Catatan:
Kekuatan fisik sehari-hari itu penting.

Lalu ada Ramuan Malaikat di bab 4 tentang Cinta. Disebutkan di sini bahwa cinta adalah hal paling jujur di dunia ini.

Di bab 5 ada Ramuan Hangat untuk mengisi kekosongan hati yang isinya:
Kehangatan yang maksimal.
Satu sendok teh kepercayaan.
Satu lembar daun pansy yang penuh cinta.
Empat lembar daun bunga krisan.
Mantra yang berbunyi: “Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.”

Dan satu lagi ramuan keren ada di bab 16, yaitu Ramuan Kehidupan yang isinya:
Banyak kesadaran.
Keberanian tak terbatas.
Sekepal kebebasan.
Kemampuan berpikir cermat, secukupnya.
Empat lembar daun pohon larch yang berani.
Tiga lembar daun plum.

Nah, karena saya suka sama novel ini dan sangat mengidolakan Yoon Soo An, si penyihir yang berkarakter kuat, maka novel ini saya beri rating 4,8 dari skala 5.

[Review Buku] My Name is Kim Sam Soon

image

Judul Buku: My Name is Kim Sam Soon
Pengarang: Ji Su-Hyun
Genre: romance
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 384 halaman

Review:
Alasan saya beli buku ini yaitu judulnya yang unik dan cover bukunya lucu. Sinopsis singkat di belakang buku juga menarik.

“Bagi wanita berusia 30 tahun, lebih mungkin terkena ledakan bom atom daripada menemukan pria yang tepat.”

Kim Sam Soon:
Meski beratku naik 12 kg setelah pacarku memutuskanku malam Natal tahun lalu, namun wajahku tidak jelek. Pekerjaanku juga cukup baik. Dan yang terpenting, aku masih berumur 29 tahun! Aku harus semakin banyak mengikuti acara perjodohan. Sore ini aku akan bertemu seorang pria di sebuah kedai kopi hotel. Benar, jika sudah 30 tahun, putus sudah harapan untuk mendapat kekasih!

Jang Do Young:
Wanita itu benar-benar jorok. Ia juga tampak sangat menyedihkan. Dan coba tebak apa yang ia lakukan sejak ditinggal teman kencannya sore tadi? Wanita itu berjalan tak tentu arah selama tiga jam – memakai sepatu hak tingginya dengan terpincang-pincang, lalu duduk sendirian di pojangmacha dan memakan apa saja seperti binatang kelaparan.

Ceritanya? Sesuai dengan sinopsis di atas, seru abis!!

Tokoh utama ceritanya adalah seorang wanita 29 tahun yang bekerja sebagai Patissier, Kim Sam Soon. Sam Soon tidak menyukai namanya karena terkesan kampungan. Dia juga menyalahkan namanya karena diputuskan oleh pacarnya. Karena usianya yang hampir berkepala tiga, ia gencar mengikuti acara perjodohan. Saat ia mengikuti acara perjodohan, ia bertemu dengan Jang Do Young, pria yang sebenarnya tampan tapi menyebalkan dan sangat sombong.

Jang Do Young, seorang pemilik restoran yang terkenal, sedang mencari patissier karena patissier di restonya tiba-tiba berhenti. Secara kebetulan ia mendapatkan nomor Kim Sam Soon. Akhirnya ia berhasil mengajak kim Sam Soon bekerja di tempatnya.

Hubungan antara Kim Sam Soon dan bosnya banyak diwarnai dengan konflik adu mulut. Sam Soon juga masih dibayang-bayangi oleh mantannya yang ternyata tidak bahagia setelah bertunangan dengan gadis yang ternyata ada teman SMA Kim Sam Soon.

Novel ini enak dibaca, ceritanya mengalir. Ada sisi humornya juga. Selain itu, ada catatan kaki yang menerangkan arti kata dalam bahasa Korea. Jadi bisa sekalian belajar tentang Korea. Dan karena di novel ini tokoh utamanya berprofesi sebagai tukang bikin kue, siap-siap perut jadi lapar dan pengen makan makanan yang disebutkan dalam buku.

Rating dari saya: 4 bintang dari skala 5.