Tumis Daging Cincang ala Cafe Latte

Sore itu, seperti biasa aku dan ketiga temanku berkumpul di Cafe Latte. Obrolan hari itu masih sama seperti obrolan beberapa hari sebelumnya dan beberapa minggu yang lalu. Ya, masih tentang si Wippie, teman sekampus kami.

“Kalian tahu, kemarin si Wippie bilang suaraku bagus. Dia minta tolong aku bantuin EOnya. Katanya salah satu singer yang biasa kerja sama dengannya lagi sakit,” ujar Jolly membuka pembicaraan hari ini.

“Terus, kamu terima tawaran dia?” tanya Tessa.

“Ya nggaklah. Aku nggak mau nanti kejadian yang sama terulang kembali. Bukannya nggak mau bantuin dia. Tapi, kita kan harus belajar dari pengalaman,” jawab Jolly.

“Baguslah kalau kamu nggak terbujuk rayuannya,” kataku.

“Iya, kenapa sih ada orang nyebelin kayak si Wippie itu? Kalau lagi ada maunya, dia manis banget. Begitu sudah nggak ada perlu sama kita, jangankan nyapa, noleh aja nggak!” seru Mita.

“Bener banget! Dulu aku pikir dia itu baik banget. Dia aktif hampir di semua kegiatan kampus. Suka jadi pembicara. Motivator kampus yang oke banget. Tapi ternyata sifatnya nggak sesuai sama ….. Ah, nyebelin banget!!” ujar Tessa.

“Kalian masih ingat dia pernah janji sama kita untuk datang ke acara konser kalau kita bisa bantuin dia ngerjain tugas EOnya?” tanyaku.

“Ah, betul! Waktu itu kita semua bantuin dia. Katanya dia bakal kasih kita tiket konser EXO!” jawab Mita.

“Bukannya konser EXO tuh malam ini?” tanya Jolly.

“Iya. Hari ini. Malam ini,” jawabku.

“Tapi kita nggak dikasih tiketnya. Bohong banget si Wippie ini! Sudah berapa kali dia kayak gini. Bikin kesel aja!” ujar Tessa.

“Aku sih nggak ngarepin tiket itu atau apapun janji-janjinya. Tapi caranya si Wippie tuh nggak bagus banget. Minta bantuan sama orang. Trus janji bakalan begini-begitu sama yang bantuin dia. Eh, tapi satu pun janjinya nggak ada yang ditepati. Capedeh,” keluh Mita.

“Serius nyebelin banget tuh anak! Dia kayak gitu bukan sama kita aja. Tapi sama anak-anak lain di kampus juga begitu. Huh!” seru Jolly.

Kemudian ketiga temanku berbarengan menatapku. Tatapan penuh harap. Aku balas menatap mereka. Lalu kuanggukkan kepalaku.

* * *

Hari ini, kami berkumpul lagi di Cafe Latte. Cafe milik keluargaku yang sudah diserahkan pengelolaannya padaku begitu aku lulus SMA.

“Menu spesial hari ini! Tumis daging cincang ala Cafe Latte! Untuk menghibur kalian atas semua perlakuan si Wippie!” seruku sambil menunjukkan sepiring besar masakan yang sudah kusiapkan di meja.

“Kamu yang masak?” tanya Mita dengan mata berbinar.

“Yup! Pokoknya mulai dari persiapan bahannya sampai penyelesaiannya semua aku yang kerjakan,” jawabku.

“Ini adalah….,” gumam Jolly. Ia berdecak kagum.

“Benar sekali!!” jawabku.

“Wuahhh! Aku nggak percaya ini!” ujar Tessa. Antusias melihat masakan yang ada di hadapannya.

Aku tersenyum melihat reaksi ketiga temanku. 

“So… Jangan khawatir lagi mulai hari ini. Nggak bakal ada lagi orang bernama Wippie yang bikin kesal kalian dan anak-anak kampus lainnya,” kataku.

* * *
Dan, jika ada orang yang sangat menyebalkan di sekitar kalian, yang saking menyebalkannya bikin kalian ingin mencekiknya… Jangan sungkan untuk menceritakannya padaku. Karena… Aku akan membantu kalian. Menghapus jejak orang itu dari muka bumi ini. Agar kalian tak lagi tersakiti. 

Tak perlu memberi imbalan padaku. Karena aku ikhlas. Akan kubuat manusia menyebalkan itu menjadi masakan paling unik yang pernah disajikan di Cafe Latte.

Advertisements

#FFKamis – Pantang Menyerah

“Lagi, Bang! Terus! Terus! Yak! Ayo! Sedikit lagi!” seru si pemilik bibir seksi merah marun.

“Iya, Dek… Ini aku lagi coba. Yang sabar sedikit, dong!” jawabku pada wanita cantik itu. Keringat membasahi sekujur tubuhku. Tanganku bergetar. Sementara itu pacarku terus menyemangatiku.

“Geser sedikit, Bang! Ke kanan sedikit. Maju! Mundur! Iya… Begitu… Goyang!” celotehnya makin membuatku panas.

“Oke! Baiklah!” seruku. Pinggangku mulai pegal.

Satu hentakan lagi dan kuharap ini akan membuatnya senang.

“Aaaaww!!” serunya.

Aku tersenyum puas melihat binar di mata pacarku.

“Akhirnya kamu berhasil, Bang! Makasih ya!” katanya sambil mengambil boneka dari kotak mesin permainan yang sudah berkali-kali kami datangi.

Sumber gambar: IG koreandramafanss – Weightlifting Fairy Kim Bok Joo