[Review Buku] The Dinner

Kisah di Belakang Buku:

MENU
Minuman Pembuka:
Pink champagne dengan salam hangat pertemuan.

Hidangan Pembuka:
Lobster saus tarragon dan jamur, dihidangkan bersama sepotong tanya tentang kabar.

Hidangan Utama:
Filet ayam guinea, dengan hidangan samping sekerat keju ricotta, dan seiris kasus pembunuhan.

Hidangan Penutup:
Parfait cokelat dengan berry pilihan dan sebuah kejutan penuh darah.

Ketika Paul dan Claire menerima undangan makan malam dari Serge dan Babette, perjumpaan mereka yang menyenangkan perlahan berubah menyeramkan. Semua bermula ketika kedua anak mereka terlibat dalam kasus pembunuhan. Di antara denting garpu dan pisau, mereka mencari cara untuk mengubur kasus tersebut dalam-dalam.

Akan tetapi, alih-alih menemukan solusi, mereka justru menyingkap konflik keluarga, membongkar rahasia masa lalu, dan menguak aib busuk di balik topeng mereka sebagai manusia yang beradab. Sekarang, yang ada di benak mereka adalah mencari cara untuk menyelamatkan diri masing-masing. Lantas, sejauh mana mereka akan berbuat untuk melindungi orang-orang yang mereka sayangi?

Review:

Jika membaca kisah di belakang buku, sepertinya buku ini sangat menarik, bukan? Iya, saya membeli buku ini karena baca kisah yang di belakang buku itu. Tetapi setelah baca… kenyataan tidak sesuai harapan, Sodara-sodara. *menurut saya

Sesuai judulnya, The Dinner, buku ini banyak bercerita tentang makanan. Tetapi ceritanya tidak hanya tentang makanan. Jika melihat kisah yang di belakang buku, saya mengira buku ini pasti bercerita tentang pembunuhan, mulai dari siapa korban, bagaimana terjadi pembunuhan, apa yang dilakukan polisi, siapa pelakunya, bagaimana proses sidangnya, dan hukuman apa yang akan diterima pelaku. Rupanya di buku ini ada juga kisah keluarga dan bagaimana kehidupan masyarakat Belanda. Dan kisah lainnya, dan lain sebagainya. Yang saking banyaknya kisah, sampai pusing sendiri. Memang sih ceritanya tetap tentang keempat tokoh utama: Paul, Claire, Serge, dan Babette. Tapi, menurut saya, ceritanya ke mana-mana sehingga terkesan tidak fokus.

Tidak hanya kisahnya saja yang bikin ribet. Alurnya yang maju-mundur-maju-mundur chantiq… chantiq… juga bikin puyeng. Bikin pucing pala kuching. Iughh…

Betewe, buku ini ada juga plusnya. Yang oke dari buku ini adalah kita jadi bisa tahu tentang kebudayaan Belanda, cara mengasuh anak, dan ada pengetahuan tentang makanan: hidangan pembuka, utama, penutup. Dijelaskan secara rinci. Selain itu, pembagian bab-nya berdasarkan urutan menu: Minuman Pembuka, Hidangan Pembuka, Hidangan Utama, dan Hidangan Penutup.

Rating:
Untuk novel yang diganjar International Best Seller ini, saya beri rating 2,8 dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul Buku: The Dinner
Pengarang: Herman Koch
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: 350 halaman
ISBN: 978-602-291-240-8

Advertisements

[Review Film] Meloholic

sumber gambar: asianwiki.com

Sinopsis:
Suatu malam Yoo Eun Ho, seorang mahasiswa jurusan psikologi, hendak memberi kejutan untuk pacarnya yang berulang tahun. Ia membawa kue ultah ke rumah pacarnya. Tetapi ternyata pacarnya pura-pura tidak ada di rumah. Eun Ho pun menitipkan kue itu pada tetangga pacarnya. Di perjalanan pulang, Eun Ho mendapat sms dari pacarnya. Ia diputuskan. Saat sedang terkejut, tiba-tiba Eun Ho dipukul seseorang sampai terjatuh. Saat itu hari hujan, petir menyambar dan Eun Ho pun pingsan.

Saat siuman di rumah sakit, polisi menanyakan apakah ia mengingat wajah orang yang memukulnya. Tetapi Eun Ho tidak ingat. Ia diberitahu polisi bahwa ada kasus pembunuhan di daerah dekat ia dipukul. Polisi mencurigai orang yang memukul itu adalah si pembunuh.

Setelah kejadian pemukulan itu, Eun Ho menyadari bahwa ia mendapat kekuatan supranatural. Ia bisa membaca pikiran orang dengan cara menyentuh tangan orang tersebut. Tetapi kekuatan itu hanya berjalan untuk perempuan saja. Kekuatannya itu akhirnya dimanfaatkan teman-teman kuliahnya yang laki-laki untuk menyelamatkan hubungan pacaran mereka.

Suatu ketika ada seorang wanita aneh di kampus tempat Eun Ho kuliah. Wanita yang bernama Han Ye Ri itu ternyata adalah mahasiswa yang menyamar menggunakan nama orang lain dan membuat teman Eun Ho jatuh cinta. Tetapi Han Ye Ri tidak merasa ia membuat seseorang jatuh cinta. Lalu Eun Ho mengejar wanita itu dan mencoba mencari tahu apakah benar yang dikatakannya. Saat ia memegang tangan Han Ye Ri, ternyata wanita itu jujur. Lalu di malam hari Eun Ho bertemu dengan Han Ye Ri dengan sosok yang berbeda. Dandanannya berbeda 180 derajat dan wanita itu seperti tidak mengenal Eun Ho.

Han Ye Ri yang ingin berkuliah di universitas tempat Eun Ho kuliah akhirnya dipekerjakan oleh dosen sekaligus kakak angkat Eun Ho, Kom Joo Seung. Lalu lama kelamaan, Eun Ho jadi jatuh cinta pada Han Ye Ri. Tetapi perjalan cinta mereka tidak berjalan dengan baik. Ternyata Han Ye Ri berkepribadian ganda. Kepribadian satunya yang bernama Han Ju Ri sangat aneh dan mencoba memutuskan Eun Ho dan Han Ye Ri. Kemudian hubungan mereka juga diganggu oleh penguntit. Eun Ho bahkan hampir celaka karena ulah penguntit itu. Ia pun mencari tahu siapa sebenarnya penguntit yang dicurigainya sebagai pembunuh yang juga memukul kepalanya.

Review:
Saya nonton film ini karena baca sinopsisnya di Asianwiki. Memang ada beberapa komentar negatif tentang film ini. Tapi tetap saja saya nonton karena ceritanya tentang kasus psikologi. Ternyata setelah nonton dua episode, komentar negatif di asianwiki ada benarnya.

Filmnya sebenarnya menarik. Di bagian awal cenderung membosankan dan nggak jelas. Tetapi di bagian akhir, mulai dari episode 5 sampai tamat, filmnya jadi sangat seru.

Beberapa hal yang nggak oke dari film ini adalah terlalu banyak sound yang tidak perlu. Kesannya alay dan mengganggu. Komedinya juga agak sedikit memaksa. Walaupun demikian, ada beberapa bagian yang memang benar-benar lucu. Lalu, film ini maksa banget dengan adegan pacaran ala film Barat. Banyak banget menampilkan hal-hal yang seksi dan kiss yang menurut saya nggak berguna dan nggak perlu. Kalau nonton film ini di ruang tamu/ruang keluarga dan orangtuamu termasuk tipe yang kolot, lebih baik nggak usah nonton! Nanti mereka bisa jantungan. Serius! Saya pikir, kalau saja sutradaranya mengurangi bagian yang XXX itu, filmnya tentu akan lebih oke.

Untuk akting pemainnya… Akting untuk tokoh Han Ye Ri dan Han Ju Ri yang diperankan Kyung Soo Jin, sangat oke sekali! Top banget karena si mbak ini bisa memerankan orang berkepribadian ganda dengan sangat oke! Untuk pemain lainnya, lumayanlah.

Rating:
Untuk film yang yaah..begitulah ini, saya beri rating 2,5 dari skala 5.

Informasi Film:
Judul Film: Meloholic
Genre: Fantasi, misteri, komedi, romance
Jumlah episode: 10
Rilis: November 2017
Stasiun TV: OCN
Pemain:
U-Know Yunho sebagai Yoo Eun Ho
Kyung Soo Jin sebagai Han Ye Ri dan Han Ju Ri
Choi Dae Chul sebagai Kim Joo Seung, dosennya Eun Ho sekaligus kakak angkatnya
Ahn Sol Bin sebagai Kim Min Jung, adik Kim Joo Seung
Go Min Si sebagai Joo Yeo Jin, sahabat Han Ye Ri
Han Joo Wan sebagai penjahat

[Review Buku] Holy Mother

Cerita di Halaman Belakang Buku:

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Sinopsis:
Honami adalah seorang ibu yang bekerja sebagai penerjemah. Ia sangat menyayangi putrinya dan selalu berusaha melindungi anak satu-satunya itu. Suati hari ada kasus pembunuhan di kota tempat ia tinggal. Padahal ia mengira kota kecil tempat ia tinggal itu sudah aman. Tetapi bisa terjadi pembunuhan, terhadap anak kecil pula. Honami pun sangat khawatir. Ia mencoba mencari tahu tentang pembunuh tersebut.

Suatu malam, Honami melihat ada seseorang yang mencurigakan. Ia melaporkannya pada polisi. Polisi yang bertugas dalam kasus pembunuhan tersebut adalah Tanizaki dan Sakaguchi. Kedua detektif ini bertugas bertanya pada penduduk yang rumahnya dekat dengan rumah korban. Mendengar info dari Honami, kedua detektif tersebut mengatakan akan membantu. Tetapi Honami tidak percaya begitu saja dengan perkataan detektif tersebut.

Di satu sisi, ada seorang anak SMA bernama Makoto. Ia bekerja sambilan di sebuah minimarket. Minimarket tempat ia bekerja juga diperiksa polisi karena korban pembunuhan terakhir kali terlihat di minimarket tersebut. Makoto juga ikut diperiksa.

Setelah kasus pembunuhan tersebut, ternyata ada lagi kasus pembunuhan dengan cara yang sama. Korbannya juga seorang anak kecil. Baik polisi maupun Honami berusaha mencari tahu siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Review:
Jika melihat teaser di halaman belakang buku, jujur saya tidak tertarik. Kayaknya biasa saja dan nggak greget. Tapi saya tetap beli buku ini karena pengarangnya adalah Akiyoshi Rikako. Beliau adalah salah satu pengarang buku yang endingnya nge-twist, nggak tertebak. Lalu, karena beberapa teman yang sudah baca buku ini mengatakan buku ini sangat keren.

Buku ini banyak menceritakan tentang proses terjadi embrio. Banyak pengetahuan kedokteran tentang kehamilan. Bab awalnya agak berat, karena seperti membaca buku biologi. Lalu, tentang kasus pembunuhan terhadap anak kecil, digambarkan sangat jelas juga. Jadi berasa nonton film pembunuhan. Penggambarannya mendetil sekali. Jadinya ngeri dan agak jijik.

Walaupun bab awalnya agak bikin ngantuk, setelah baca seperempat bagian, ternyata sangat seru. Endingnya pun nggak tertebak. Benar-benar keren!

Ada tiga tokoh utama di buku ini: Honami, detektif (Tanizaki dan Sakaguchi), dan Makoto. Masing-masing tokoh diceritakan dalam bab terpisah. Misahnya di bab 1 tentang Honami. Lalu bab berikutnya tentang Makoto dan bab selanjutnya tentang detektif. Kalau nggak terbiasa membaca buku yang sudut pandang tokohnya berbeda-beda mungkin agak pusing. Tapi tenang saja, buku ini sangat oke, kok!

Rating:
Saya beri 4,8 bintang dari skala 5.

Informasi Buku:
Judul: Holy Mother
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2016
Jumlah halaman: 284 halaman
ISBN: 978-602-7742-96-3

[Review Film] The Exclusive: Beat The Devil’s Tattoo

sumber gambar: asianwiki.com

Sinopsis:
Mo Hyuk adalah seorang reporter dari sebuah stasiun televisi. Karena sesuatu dan lain hal, ia terancam dipecat. Tidak hanya masalah pekerjaan saja yang membuatnya pusing. Ia juga bermasalah dalam keluarganya. Istrinya meminta cerai karena merasa pekerjaan Mo Hyuk tidak punya prospek bagus. Padahal sang istri tengah mengandung. Mo Hyuk pun berusaha mencari cara agar ia tidak dipecat supaya ia bisa tetap bersama istrinya.

Suatu hari ada kejadian pembunuhan. Polisi menduga pembunuhan itu adalah pembunuhan berantai karena ada kasus yang mirip. Para wartawan ramai mendatangi polisi untuk meminta keterangan. Mo Hyuk termasuk dalam rombongan wartawan itu. Tidak hanya mencari info di kepolisian. Mo Hyuk mencoba mencari tahu sendiri motif pembunuhan itu.

Tak lama kemudian Mo Hyuk mendapat telepon dari seorang ibu-ibu. Ibu itu mengatakan bahwa ia mencurigai tetangganya sebagai pembunuh berantai karena tetangganya itu aneh. Mo Hyuk pun mendatangi kompleks perumahan ibu itu. Lalu ia dan ibu itu diam-diam masuk ke rumah tetangga yang aneh itu. Di rumah tersebut, Mo Hyuk melihat banyak darah dan guntingan koran tentang berita pembunuhan. Lalu ada sebuah catatan yang sepertinya adalah pesan pembunuhan, pesan yang melukiskan untuk membunuh. Mo Hyuk pun membawa catatan itu.

Catatan yang dibawa Mo Hyuk itu pun diserahkannya pada bosnya di stasiun televisi. Bosnya langsung percaya dan menyuruh Mo Hyuk menyiarkan berita tersebut. Berita tersebut tentu saja menjadi heboh. Namun polisi mempertanyakan kebenaran catatan tersebut. Mo Hyuk pun akhirnya mencari tahu tentang orang yang menulis catatan tersebut. Ia membuntuti si tetangga aneh dan melaporkannya pada bosnya. Namun… ternyata dugaannya salah. Catatan tersebut rupanya syair sebuah novel. Dan tetangga aneh itu adalah seorang aktor yang memerankan peran pembunuh.

Berita terlanjur disiarkan. Hal itu memancing pembunuh asli untuk membunuh lagi. Kejadian jadi bertambah heboh. Mo Hyuk jadi terlibat dengan si pembunuh, apalagi si pembunuh menemukan bahwa istri Mo Hyuk sedang hamil. Kredibilitas pekerjaan Mo Hyuk dipertanyakan, istrinya pun terancam dibunuh.

Review:
Film berdurasi 125 menit ini sangat seru. Walaupun genrenya suspense-thriller tapi ada komedinya juga. Ceritanya bikin geregetan karena tokoh Mo Hyuk lugu banget, percaya saja sama si ibu-ibu dan tidak mencari tahu dulu kebenaran info yang didapatnya.

Akting dari para pemainnya juga sangat oke. Bosnya Mo Hyuk yang diperankan oleh Lee Mi Sok tuh keren banget. Tipe bos yang tegas tapi juga tahu kapan harus menyelamatkan anak buahnya.

Untuk film yang tayang di tahun 2015 ini saya beri rating 3,8 dari skala 5.

Informasi Film:
Judul : The Exclusive: Beat The Devil’s Tattoo
Rilis: Oktober 2015
Durasi: 125 menit
Genre: Jurnalis, suspense-thriller, komedi
Pemain:
Cho Jung Seok sebagai Heo Mo Hyuk
Lee Ha Na sebagai Soo Jin, istri Mo Hyuk
Lee Mi Sok sebagai Direktur Bae, bosnya Mo Hyuk
Bae Sung Woo sebagai Detektif Oh

[Review Film] Because This is My First Life

sumber gambar: asianwiki.com

Beberapa hari yang lalu, aku nonton film yang bergenre drama-komedi ini karena melihat ada postingan di ig yang menyatakan bahwa film ini bagus banget. Awalnya nggak pengen nonton karena genrenya drama dan tentang pernikahan. Tapi setelah nonton 2 episode pertama, film ini ternyata “Wah!!”

Ceritanya tentang apa?
Ceritanya tentang Yoon Ji Ho, seorang wanita yang bercita-cita ingin menjadi penulis terkenal. Ia bekerja sebagai asisten penulis drama TV selama 5 tahun. Suatu hari saat pulang ke rumah setelah sekian lama tinggal di asrama, ia mendapati ternyata adiknya sudah punya istri, mereka sudah menikah selama 6 bulan. Keluarganya tidak ada yang memberitahukan hal itu dengan alasan takut mengganggu kesibukan Ji Ho. Karena adiknya sudah menikah dan istri adiknya sedang hamil, maka keluarga Ji Ho secara halus mengatakan ia harus tinggal di tempat lain. Tentu saja Ji Ho kesal karena rumah yang ditinggali adinya itu menggunakan namanya. Tapi malah dia yang diusir secara tak langsung.

Saat putus asa, seorang temannya menawarkan rumah kos yang biayanya murah tetapi pemilik kos itu mengajukan syarat agar penyewa mengurus kucingnya dan mengurus rumah. Ji Ho menyetujui persyaratan dari pemilik rumah dan pindah ke rumah kos itu. Pemilik rumah yang bernama Nam Se Hee bekerja sebagai programmer. Ia sangat sibuk bekerja sehingga tidak pernah bertatap muka langsung dengan Ji Ho.

Awalnya Ji Ho mengira pemilik rumah adalah perempuan dan Se Hee mengira penyewa rumahnya adalah laki-laki. Ternyata mereka sudah bertemu sebelumnya tapi tidak menyadarinya. Pertemuan mereka pun sangat aneh karena saat itu Ji Ho sedang patah hati lalu Se Hee memberikan kata-kata omong kosong yang anehnya membuat Ji Ho terhibur. Lalu Ji Ho yang putus asa mencium Se Hee. Saat mengetahui Se Hee adalah pemilik rumah, keadaan menjadi canggung.

Ibu Se Hee menyuruh Se Hee untuk menikah karena usianya sudah 38 tahun. Lalu ia terpikir untuk mengajak Ji Ho nikah kontrak karena ia merasa Ji Ho adalah penyewa terbaik dari semua penyewa yang pernah tinggal di rumahnya. Beberapa waktu kemudian, Ji Ho menerima tawaran Se Hee untuk nikah kontrak gara-gara ia tidak punya tempat tinggal. Mereka pun menandatangani kontrak nikah untuk 2 tahun.

Awalnya Ji Ho dan Se Hee merasa menikah itu mudah. Mereka hanya perlu mempertemukan kedua orangtua mereka dan memberitahu teman-teman dekat, dan tidak perlu pesta karena hanya akan menghabiskan uang. Tapi keluarga mereka tidak setuju. Pesta pernikahan sederhana yang minim budget pun dilangsungkan.

Setelah pernikahan mereka, ternyata banyak masalah yang muncul mulai dari permintaan aneh-aneh kedua mertua, juga omongan dari teman-teman mereka dan rekan-rekan kerja.

Apa yang aku suka dari film ini?
1. Film banyak mengajarkan tentang kehidupan, tidak hanya tentang percintaan, pernikahan, dan keluarga, tapi juga tentang persahabatan. Ada tentang perencanaan pernikahan juga, dan tentu saja tentang keuangan karena tokoh utama film ini, Se Hee, adalah tipe perencana keuangan yang cermat.
2. Berwarna. Kisah utamanya memang tentang Se Hee dan Ji Ho, tapi ada juga kisah antara sahabat-sabat mereka, yaitu Woo Soo Ji (sahabat Ji Ho) dan Ma Sang Ho (bosnya Se Hee), serta Yang Ho Rang (sahabat Ji Ho) dan Shim Won Seok (sahabat bosnya Se Hee). Filmnya jadi berwarna banget.
3. Unik. Uniknya, film ini membahasnya seperti kita membaca diary seseorang. Di setiap episodenya ada judul-judul yang ada kaitannya dengan ‘pertama kali’, misalnya: Karena ini adalah pernikahan pertamaku, Karena ini adalah ciuman pertamaku, Karena ini adalah cinta pertamaku, dll.
4. Akting pemainnya oke banget. Pemeran utamanya Lee Min Ki sebagai Nam Se Hee dan Jung So Min sebagai Yoon Ji Ho berakting sebagai pasangan yang kaku karena mereka menikah tanpa adanya cinta. Lalu cinta mulai tumbuh seiring berjalannya waktu. Menurutku pasangan ini super cute banget! Trus aku juga suka sama Esom yang berperan sebagai Woo Soo Ji. Soo Ji ini adalah sosok cewek yang cerdas, cuek, teguh, agak nyeleneh, kadang menyebalkan, tapi penyayang banget. Aku juga suka gaya pakaiannya. Soo Ji ini tipe cewek yang keren banget menurutku.
5. Filmnya lucu! Lucu-lucuan di film ini bukan lucu-lucuan yang dibuat-buat atau lucu-lucuan yang kebangetan. Nggak gitu. Lucunya mengalir dan pas. Apa adanya, sesuatu yang memang benar-benar lucu. Pokoknya komedinya oke banget.
6. Bukan drama biasa. Kalau drama Korea tuh identik dengan kisah Cinderella, yaitu si miskin dan si kaya saling jatuh cinta lalu antara keluarga terjadi konflik dan ditambah dengan kisah mantan yang jealous abis. Tapi film ini bukan seperti itu. Nam Se Hee dan Yoon Ji Ho sama-sama dari keluarga biasa. Mereka dan juga teman-teman pemeran utama adalah keluarga sederhana, seperti yang kita temui di kehidupan nyata. Trus kisah mantannya juga bukan mantan yang jahat. Jadi nggak bakal bikin kesal. Tokoh Yoon Ji Ho bijak banget dalam menghadapi mantan. Begitupun dengan Nam Se Hee.
7. Banyak kata-kata bijak yang hadir di film ini. Contohnya:

Masih ada harapan. Jika seseorang berusaha keras, mereka bisa bangkit kembali. ~Yoon Ji Ho

Aku percaya, jika aku berusaha keras, aku bisa mewujudkan mimpiku jadi kenyataan. ~Yoon Ji Ho

Hanya karena kalian menikah, tidak berarti kamu harus membuatnya bahagia. Siapa yang bisa membuat orang lain bahagia? Sulit untuk bahagia belakangan ini. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tidak menghalangi kebahagiaan orang lain. Itu jauh lebih baik daripada mengatakan janji palsu. ~Ibunya Ji Ho

Hanya karena kamu sudah hidup dari kemarin dan punya pengalaman lebih, tidak berarti kamu mengetahui semua yang bakal terjadi hari ini. ~Yoon Ji Ho

Ada sifat yang tidak ingin kita tunjukkan kepada orang lain, tidak peduli sedekat apa kita dengan mereka. Kadang, keluarga kita adalah orang yang paling tidak dekat dengan kita. ~Yoon Ji Ho

Lebih mudah menjadi gila daripada menjelaskan sesuatu yang tidak dipahami orang lain. Lebih mudah menjadi gila daripada menyedihkan. ~Woo Soo Ji

Terkadang, kita ingin menjadi seperti orang lain. Terkadang, kita membutuhkan sandaran dalam hidup. ~Woo So Ji

Bukankah cinta bertepuk sebelah tangan itu sulit? Jangan terlalu menyukainya. Kamu akan lelah dan sedih. Cinta itu timbal balik. Tidak bisa hanya memberi. ~Yeon Bok Nam

Kata-kata terlahir dari mulut seseorang dan hilang di telinga yang mendengarnya. Tetapi, beberapa kalimat ada yang tidak akan mati. Kata-kata itu masuk ke hati yang mendengarnya. Bertahan di sana. ~Nam Se Hee 

 

Adakah yang aku nggak suka?
Sebenarnya secara keseluruhan film ini oke banget. Hampir nggak ada cacatnya. Tapi kalau ditanya yang nggak okenya apa… yang akan kujawab mungkin tentang hubungan bebas. Memang nggak bisa dipungkiri sih kalau itu adalah trend zaman now yang sebenarnya sudah umum. Tetapi di kalangan tertentu, tinggal bersama dengan lawan jenis dan tidur bersama adalah hal yang tak lazim. Mungkin buat beberapa orang, itu bukanlah sesuatu yang bisa dibilang alasan untuk tidak suka sama film ini.

Ratingnya berapa?
Aku kasih 4,8 dari skala 5 untuk film ini.

Kalau disuruh nonton lagi film ini, maukah?
Untuk film-film lainya, aku pernah bilang sama teman-temanku bahwa aku nggak akan nonton film yang sama sampai 2 kali. Tapi untuk film yang satu ini, mungkin aku akan melakukannya: Nonton lagi saat aku lagi suntuk. Atau nonton pas liburan tahun baru nanti. Soalnya lucu banget filmnya. Aku nonton ini cuma butuh waktu 4 hari. Nggak pake lama saking serunya film ini. Mungkin kalau aku nggak mikirin nanti sakit kepala dan kurang tidur, aku akan langsung nonton ke-16 episodenya dalam sehari.

* * *

Informasi Film:
Judul Film: Because This is My First Life / This Life is Our First
Genre: Comedy, Romance
Jumlah Episode: 16
Stasiun Televisi: tvN
Rilis: Oktober – November 2017
Pemain:
Lee Min Ki sebagai Nam Se Hee
Jung So Min sebagai Yoon Ji Ho
Esom sebagai Woo Soo Ji
Park Byung Eun sebagai Ma Sang Go
Kim Ga Eun sebagai Yang Ho Rang
Kim Min Suk sebagai Sim Won Seok

[Review Film] W

sumber gambar: asianwiki.com

Sinopsis:
W adalah serial webtoon ternama di Korea sejak 7 tahun yang lalu. Pengarangnya adalah Oh Sung Moo, seorang ayah yang mempunyai putri tunggal bernama Oh Yeon Joo. Oh Yeon Joo berprofesi sebagai dokter magang. Ketua tim dokter di tempatnya bekerja, Profesor Park, adalah penggemar berat webtoon karangan ayah Oh Yeon Joo.

Suatu hari Profesor Park meminta bocoran cerita pada Oh Yeon Joo. Ia menjanjikan akan mengajak Oh Yeon Joo ikut ke ruang operasi jika Oh Yeon Joo bisa memberikan bocoran tentang akhir kisah W. Oh Yeon Joo tentunya sangat senang karena tidak semua dokter magang diizinkan berpartisipasi di ruang operasi. Oh Yeon Joo yang kedua orangtuanya sudah bercerai akhirnya pulang ke rumah ayahnya untuk menanyakan akhir cerita W.

Sampai di rumah ayahnya, ternyata hanya ada pegawai ayahnya saja. Ayahnya menghilang tanpa jejak. Asisten ayahnya, Soo Bong, mengatakan tidak melihat ayahnya keluar dari rumah. Tetapi saat masuk ke ruang kerjanya, ayah Oh Yeon Joo sudah tidak ada. Oh Yeon Joo lama sekali berpikir di ruang kerja ayahnya. Saat ia sedang mencari petunjuk di meja kerja ayahnya, tiba-tiba ada tangan yang menariknya.

Oh Yeon Joo berpindah ke dunia webtoon. Ia bertemu dengan Kang Chul, tokoh utama webtoon W yang dibuat ayahnya. Kang Chul saat itu sedang sekarat. Oh Yeon Joo berusaha menyelamatkan Kang Chul. Petualangan pun dimulai.

Oh Yeon Joo sering sekali bolak-balik dunia nyata – dunia webtoon. Di dunia webtoon, ia dan Kang Chul berusaha menemukan siapa sebenarnya pembunuh keluarga Kang Chul. Namun Oh Yeon Joo tidak bisa memberitahukan identitas aslinya pada Kang Chul. Jika Kang Chul mengetahuinya, dunia webtoon akan kacau.

Tetapi, karena Oh Yeon Joo pernah menyelamatkan Kang Chul, polisi di dunia webtoon mencarinya untuk meminta keterangan. Oh Yeon Joo pun nantinya ditangkap polisi dan dimasukkan ke penjara. Saat di penjara itulah identitas aslinya terbongkar karena desakan Kang Chul. Tak lama kemudian dunia webtoon terhenti. Kang Chul pun kemudian bisa masuk ke dunia nyata. Di satu sisi, tanpa sepengetahuan siapa pun, pembunuh misterius juga ikut masuk ke dunia nyata.

Review:
1. Yang Oke dari Film W
Film ini dibintangi oleh Lee Jong Suk, salah satu idol di Korea. Pemain lainnya juga cakep dan cantik. Lumayan buat cuci mata. Akting mereka keren! Lalu film ini juga lucu. Dan karena film ini adalah film fantasi, bikin yang nonton jadi berandai-andai bagaimana seandainya dunia webtoon benar-benar ada. Trus, ayahnya Oh Yeon Joo memiliki tablet untuk menggambar yang keren banget. Apa yang digambarnya bisa menjadi benda asli (tentunya di dunia webtoon, ya). Itu yang bikin seru banget!

2. Yang Nggak Oke dari Film W
Film ini cenderung kayak sinetron. Ada aja masalah yang sepertinya dibuat-buat. Misalnya saat penjahatnya sudah berhasil dikalahkan, eh tiba-tiba penjahat itu jadi semakin kuat dan mengancam lagi. Begitu terus diulang-ulang. Tokoh utamanya dibikin menderita terus. Walaupun sudah diberi tahu bahwa memang nasib tokoh utamanya harus menderita terus. Tapi, jadinya di pertengahan serial, ceritanya sedikit membosankan. Satu hal lagi, menurut saya, nggak ada hal yang bikin terharu dari film ini. Nggak kayak serial Korea lainnya yang ada bagian bikin terharunya. Memang di film W ini ada bagian tokohnya nangis-nangis. Tapi biasa aja, tuh!

Kesimpulan:
Film ini cukup menghibur buat kalian yang suka genre fantasi – romance plus adegan tembak-tembakan juga. Apalagi buat para penggemar Lee Jong Suk. Filmnya lumayan serulah.

Rating:
Saya beri nilai 3,5 dari skala 5 untuk film ini.

Informasi Film:
Judul Film: W
Genre: Fantasy, Romance, Suspence
Jumlah episode: 16
Rilis: Juli – September 2016
Network: MBC
Pemain:
Lee Jong Suk sebagai Kang Chul
Han Hyo Joo sebagai Oh Yeon Joo
Kim Eui Sung sebagai Oh Sung Moo, ayah Oh Yeon Joo
Lee Si Un sebagai Park Soo Bong, asisten Oh Sung Moo
Heo Jung Do sebagai Profesor Park
Jeong Eu Gene sebagai Yoon So Hee, sekretaris Kang Chul
Lee Tae Hwan sebagai Seo Do Yoon, asisten Kang Chul
Park Won Sang sebagai Han Chul Ho, pemeran antagonis di webtoon W yang ingin menghancurkan Kang Chul

Mati Lampu

Hari Sabtu. Akhir pekan. Artinya waktu untuk beristirahat. Tapi di Sabtu yang satu itu aku sibuk banget. Alhasil, aku pulang kesorean, di saat matahari nyaris tenggelam.

Tiba di rumah, hal yang pertama kulakukan adalah menyalakan lampu kamar mandi. Soalnya kamar mandi di rumahku tak ada jendelanya. Jadi pasti selalu gelap kalau lampunya tidak dinyalakan.

Klik! Kutekan tombol saklar. Tapi… Lampunya tidak menyala. Aku pikir mungkin lampunya rusak. Jadi aku menuju kamar tidurku dan menyalakan lampunya.

“O..ow…. Lampunya nggak menyala juga!”

Aku lari ke dapur untuk memastikan lagi. Namun ternyata sama saja. Lampu di mana-mana tidak menyala.

“PLN sialan! Masa akhir pekan malah memadamkan listrik, sih? Nggak boleh lihat orang senang, ya??”

Huft! Padahal di perjalanan tadi aku sudah berencana mau masak ini-itu, lalu makan, mandi, kemudian nonton televisi. Tapi rencana tinggal rencana. Di rumah kontrakan yang aku tempati saat ini…. Listrik mati berarti air juga mati. Entah kenapa keduanya nyambung gitu. Sedihnya, aku nggak punya bak penampungan air yang besar. Adanya cuma bak kamar mandi berukuran seadanya. Plastik besar berwarna oranye untuk nampung air juga tak punya.. Hanya mengandalkan air yang mengalir dari kran.

Karena cuaca sore itu sangat panas, aku keluar dari rumah dan duduk-duduk di teras. Saat sedang duduk santai sambil ditemani nyamuk-nyamuk yang bernyanyi riang, mataku tertuju pada meteran listrik. Lampu meterannya nyala! Dan warna lampunya merah!

“Astaga, meteran! Kenapa kamu nggak bilang kalau pulsamu habis? Maafkan aku PLN. Tadi aku menghardikmu. Rupanya pulsa listrikku habis. Duh, malunya aku.”

Akupun pergi ke minimarket dekat rumah untuk membeli pulsa listrik. Setelah dapat nomornya, langsung kuisi pulsanya di meteran.

“Hore!! Listriknya nyala lagi!”

Airpun kembali mengalir. Masih ada waktu sebelum makan malam. Cepat-cepat kusiapkan bahan-bahan untuk memasak. Dalam hitungan menit, masakanku jadi. Lalu aku cepat-cepat mencuci semua peralatan masakku dan setelah itu langsung mandi. Pokoknya rencanaku nggak boleh batal! Setelah mandi aku mau makan lalu nonton televisi!

Namun…. takdir berkehendak lain. Setelah aku selesai makan. Listrik padam. Kali ini bukan karena pulsa habis. Ini beneran mati dari sononya! Mati lampu!

“Aaaaggrrhhh Pe-eL-eNNNNN!!!!! Kok, lo tega banget, sih??”