#FFKamis – Kacamata

“Ah, ke mana lagi kacamataku itu ya?” gumamku sambil membongkar laci meja kerjaku. Sebelumnya aku sudah mencariya di kamar, ruang tamu, dan ruang makan. Tapi, kacamataku belum juga kutemukan.

Akhir-akhir ini aku memang sering kehilangan kacamataku.

“Papa sedang apa?” tanya anakku yang baru berumur lima tahun saat aku membongkar tasku.

“Cari kacamata, Nak. Kamu lihat, nggak?”

“Kacamata Papa ada di teras. Tadi nenek meminjamnya untuk baca koran,” jawabnya.

“Nenek? Nenek siapa?” tanyaku.

“Nenek yang tinggal di rumah ini, Pa. Dia sering pinjam kacamata Papa untuk baca koran,” jelas anakku.

Mendadak aku merinding. Tidak ada nenek yang tinggal di rumah ini..

Advertisements

#FFKamis – Cincin

“Di mana cincinku? Di mana? Kenapa tak ada di mana pun?”

“Dengar suara itu?”

“Sssttt…. Diam! Aku lagi mendengarkan!”

“Cincinku… Ke mana hilangnya? Siapa yang tega mengambilnya? Awas saja jika aku tahu orang yang mengambilnya. Tak akan kuampuni!”

Kau mendengarkannya, kan?”

“Ya. Ayo lihat siapa yang ada di dalam!”

“Ayo! Sudah seminggu ini selalu ada suara aneh di sini saat tengah malam! Aku benar-benar penasaran!”

Brak! Pintu kamar itu dibuka. Dari dalam nampak sesosok wanita sedang mengobrak-abrik laci meja rias.

“Aaagghh! Itu mantan istrimu yang meninggal minggu lalu, kan??”

“I-i-i-iya…”

“CINCINKU! DASAR WANITA PEREBUT SUAMI ORANG! KAU REBUT PULA CINCINKU!!!”

[Review Film] Chief Kim

sumber gambar: asianwiki.com

Judul Film: Chief Kim / Good Manager
Genre: Workplace, Drama, Comedy
Tahun: 2017
Jumlah Episode: 20
Pemain:
Namgung Min sebagai Chief Kim / Kim Sung Ryong
Nam Sang Mi sebagai Yoon Ha Kyung
Lee Joon Ho sebagai Seo Yul
Jung Hye Seong sebagai Hong Ga Eun
Kim Won Hae sebagai Choo Nam Ho
Park Young Gyu sebagai Park Hyun Do
Seo Jung Yeon sebagai Jo Min Young

Cerita Singkat:
Kim Sung Ryong adalah seorang akuntan yang kerjaannya memalsukan pembukuan kliennya agar terhindar dari pajak. Suatu ketika, pegawai satu-satunya, Oh Gwang Sook, sedang browsing lowongan pekerjaan. Gwang Sook mengatakan ada perusahaan besar, TQ Company, mencari seorang Manager. Kim Sung Ryong yang bercita-cita ingin tinggal di Denmark pun akhirnya mencoba peruntungannya melamar pekerjaan di TQ karena ia merasa pekerjaannya sebagai pemalsu pembukuan tidak menghasilkan banyak uang, malah dicari-cari polisi terus walaupun ia tidak pernah tertangkap.

Di TQ Company, ada seorang mantan jaksa yang menjadi Direktur Keuangan. Ia adalah Seo Yul. Seo Yul mengetahui bahwa Kim Sung Ryong adalah seorang pemalsu pembukuan. Ia menyarankan agar bosnya, Park Hyun Do, merekrut Kim Sung Ryong untuk kepentingan perusahaan.

Di saat perekrutan karyawan itu, ada kasus bunuh diri seorang karyawan, Manajer Lee. Posisi Manajer Lee inilah yang nantinya akan diisi oleh Kim Sung Ryong. Setelah Kim Sung Ryong diterima bekerja di TQ, ia menyadari bahwa pekerjaannya tidak mudah. Ia disuruh memalsukan pembukuan. Karena TQ adalah perusahaan besar, Kim Sung Ryong tidak mau melakukan apa yang diperintahkan bosnya, Seo Yul. Kim Sung Ryong pun lama-kelamaan menyadari bahwa kasus bunuh diri Manajer Lee adalah kasus palsu.
Kim Sung Ryong mati-matian tidak mau mengerjakan pekerjaan kotor lagi. Namun ia diancam oleh Seo Yul.

Pada awalnya Kim Sung Ryong atau Chief Kim sangat tidak peduli dengan orang-orang sekitarnya. Namun karena suatu ketidaksengajaan, ia terpilih menjadi Pria Berbudi di kantornya karena ia menyelamatkan istri Manajer Lee yang akan ditabrak mobil. Chief Kim pun juga tak sengaja menyelamatkan karyawan di TQ Delivery yang sedang berdemo.

Karena kasus-kasus ketidaksengajaan, ia pun akhirnya bertekad untuk membongkar kejahatan Direktur Utama TQ, Park Hyun Do. Sebagai langkah awal, ia memulai dari Direktur Keuangan, Seo Yul. Ulah Chie Kim tentu saja diketahui oleh Seo Yul. ‘Perang’ di kantor pun dihelat. Chief Kim yang mengepalai Bagian Operasional Bisnis lalu dibantu oleh rekan kerjanya, Yoon Ha Kyung dan Choo Nam Ho. Lalu seorang detektif yang menyamar menjadi pegawai magang di TQ, Hong Ga Eun, juga ikut membantunya.

Namanya film bergenre workplace, selain perseteruan antara Chief Kim dan Seo Yul, ada juga ‘musuh-musuhan’ antara tim Operasional Bisnis dengan tim Akuntansi. Seo Yul sendiri juga saling iri-irian dengan Direktur bidang lainnya, mereka saling memperebutkan kekuasaan dan saling cari muka plus saling menjatuhkan di depan Direktur Utama.

Review:
Film ini sangat oke dan menghibur banget, soalnya filmnya lucu. Aktingnya Namgung Min keren banget! Sebelumnya saya pernah nonton film yang dibintangi Namgung Min Oppa, yaitu film My Secret Hotel, The Girl Who Sees Smells, dan Beautiful Gong Shim. Namgung Min ini bisa jadi apa aja. Dia jadi orang jahat di The Girl Who Sees Smells, trus jadi orang yang cool di My Secret Hotel, pas di Beautiful Gong Shim, dia jadi cucu baik-baik. Pokok’e Namgung Min Oppa keren banget. Ini juga salah satu alasan saya nonton film ini.

Selain Namgung Min yang keren, pemeran Seo Yul, Lee Joon Ho juga imut banget! Walaupun Lee Joon Ho memerankan tokoh yang suka semaunya, tidak punya hati, tapi suka makan, akting doi keren juga di film ini. Pas dia lagi makan tuh rasanya kok enak banget! Makanan-makanan yang berseliweran di film ini asli bikin lapar, apalagi pas Seo Yul yang makan. Wah!!

Selain akting yang bagus, alur cerita yang menarik, dan makanan-makanan yang menggugah selera di film ada ada minusnya juga. Minusnya adalah make upnya! Iya, make up pemeran cowoknya. Soalnya lebih tebal dari make up pemeran cewek. Aneh banget menurut saya karena kok malah tokoh cowoknya yang pake bedak tebal. Yang ceweknya malah oke banget make upnya, natural dan terlihat alami tapi cantik banget.

Oke, the last… rating film ini 4 dari skala 5. Saya berharap ada session 2 untuk film ini. Soalnya di film ini romance-nya minim banget. Cuma flirting antara Seo Yul dan Yoon Ha Kyung serta Sun Sang Tae dan Oh Gwang Sook. Kalau ada session 2 nya, saya harap Seo Yul bisa jadian dengan Yoon Ha Kyung. Mereka cute banget soalnya.

[Review Buku] Moon in the Spring

Teaser:

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian…

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik.
Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian.
Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu.
Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain.
Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal.
Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan.
Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi.
Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia…
meski ia merasa lelah.

Cerita Singkat:

Dal-Hee adalah seorang calon dewi yang tinggal di langit. Tadinya ia adalah manusia. Suatu ketika ia dan kakaknya dikejar harimau. Dewa-dewi dari langit merasa iba dengannya lalu menyelamatkan Dal-Hee dan kakaknya. Mereka pun akhirnya tinggal di langit. Kakak Dal-Hee telah lebih dahulu menjadi dewa. Namun Dal-Hee masih belum lulus ujian menjadi Dewi karena ia masih memiliki sifat-sifat manusia.

Suatu hari, Dal-Hee mendengar rintihan manusia yang meminta tolong agar nyawanya dicabut. Dal-Hee merasa heran kenapa ada manusia yang ingin mati. Ia pun turun ke bumi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya wanita itu sekarat. Wanita yang bernama Ji-Wan itu meminta pertolongan pada Dal-Hee agar ia bisa meninggalkan bumi secepatnya. Saat itu ada Malaikat Kematian juga di ruangan rumah sakit tempat wanita itu dirawat. Dal-Hee pun mengabulkan permintaan Ji-Wan. Ji-Wan meninggal.

Di ruangan tempat Ji-Wan dirawat, ada beberapa keluarganya dan tunangannya Kang Min-Hyuk. Namun orang-orang di ruangan itu tidak ada yang peduli dengan kematian Ji-Wan. Mereka bersikap dingin, apalagi sang tunangan. Melihat itu, Dal-Hee dan Malaikat Kematian menjadi geram. Dal-Hee memutuskan untuk masuk ke tubuh Ji-Wan untuk memberi pelajaran pada anggota keluarganya, terutama tunangan Ji-Wan. Ji-Wan pun hidup kembali. Di dalam tubuhnya ada roh Dal-Hee. Tapi semua orang melihatnya sebagai sosok Ji-Wan.

Masuknya roh Dal-Hee ke dalam tubuh Ji-Wan membuat gempar langit dan dunia bawah bumi tempat Malaikat Kematian. Setelah Malaikat Kematian menjelaskan pada Dewa Bumi bahwa Dal-Hee ingin memberi pelajaran pada Min-Hyuk yang berjiwa gelap, akhirnya Dewa Bumi membolehkan Dal-Hee melakukan aksinya. Dewa Bumi pun menyuruh Malaikat Kematian menjaga Dal-Hee. Malaikat Kematian menjelma menjadi sopir Ji-Wan dan memakai nama Lee I-Gu.

Rupanya tidak mudah untuk menundukkan Kang Min-Hyuk yang berhati dingin, sombong, dan sedikit kasar. Namun Ji-Wan juga tidak kehabisan akal. Ia melakukan berbagai cara di antaranya dengan mengubah penampilan Ji-Wan, mempelajari kehidupan Ji-Wan sebelumnya, mendekatkan diri dengan adik tirinya (Mi-Ra), memberi pelajaran juga pada Mi-Ra, dan mencari pekerjaan.

Review:

Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Satu lagi yang oke dari novel ini adalah…. Novel ini adalah karangan Hyun Go Wun, penulis skenario K-Drama 1% of Anything atau Something About 1%. Film 1% ini sudah saya tonton dan bagus! Buku ini juga bagus! Hahaha.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.

Soooo…., tiba saatnya untuk rating. Saya beri 3,8 dari skala 5 untuk buku ini.

* * *

Informasi Buku:

Judul buku: Moon in the Spring
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2014
Genre: drama, romance, fantasy, K-Iyagi
Penerjemah: Sitta Hapsari
Jumlah halaman: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0

Sebuah Pilihan

Sumber gambar: dramabean. Film Birth of a Beauty.

Sara mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ada pesan di BBM. Dari Joon. 

“Hai, apa kabar? Ketemuan yuk!”

Sesaat Sara menahan napas. ‘Ketemuan? Dia ngajak aku ketemuan? Ada angin apa?’ pikirnya.

“Tumben ngajak ketemuan. Ada apa nih?” balas Sara.

Tak lama Joon membalas, “Pengen aja. Ke tempat biasa kamu nongkrong yuk!”

‘Jadi dia masih ingat tempat nongkrongku?’ Sara bergumam dalam hati. 

Ia ingat, dulu ia pernah suka sama Joon. Joon adalah teman SMAnya. Tapi karena di saat itu murid seangkatannya banyak jumlahnya, Sara tidak bisa mengingat satu per satu nama mereka. Hanya teman sekelasnya saja yang ia hapal namanya, ditambah beberapa siswa dari kelas lain yang pernah sekelas dengannya di tahun pertama dan kedua. 

Sara tahu Joon dari Annie, sahabat Sara. Annie memberikan nomor PIN BBM Sara pada Joon. Joon dan Sara jadi sering BBMan dan bertemu beberapa kali. Sara suka pada Joon. Tapi kemudian Joon ‘menghilang’. Ia tak pernah lagi mengajak chatting dan bertemu. Sara pun akhirnya mengubur rasa sukanya pada Joon setelah suatu ketika ia melihat Joon mengganti display picturenya dengan foto seorang perempuan.

Sekarang Joon tiba-tiba mengajak bertemu. Sara tentu saja bingung. Ada perasaan galau di hatinya. Ia mengingat masa-masa saat ia masih suka sama Joon. Ia berpikir mungkin masih ada rasa suka pada Joon. Lalu ia membalas pesan Joon.

“Boleh. Kapan dan jam berapa?”

Joon membalas, “Minggu jam 10. Oke?”

“Oke sip!” balas Sara.

* * *

Minggu jam 10. Sara dan Joon bertemu di cafe tempat Sara dan teman-temannya nongkrong. Tapi kali ini hanya dia dan Joon yang bertemu. Teman-teman mereka tidak ikut.

“Kamu nggak sibuk? Nggak pergi sama cewekmu?” tanya Sara pada Joon senatural mungkin supaya tidak disangka kepo. Padahal ia memang ingin mengorek informasi dari cowok yang wajahnya lumayan cakep itu.

“Nggaklah… Kalau sibuk aku nggak mungkin ngajak kamu ketemuan. Lagian aku nggak ada pacar kok. Single nih!” jawab Joon dengan santai.

“Okelah kalau begitu. Mari pesan makanan dulu,” kata Sara.

Mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, mereka mengobrol.

“Oh, ya. Kamu ulang tahun, kan, beberapa hari yang lalu. Ini kado buatmu,” kata Joon.

Sara bengong. Tumben cowok tengil ini kasih kado. Biasanya dia cuma ngasih pesan di timeline Facebook saat ulang tahunnya, seperti yang dilakukan Joon beberapa hari yang lalu. Tapi ini… Ada tambahan… Kado?

“Hei, kok bengong? Kalau nggak mau kadonya ya udah! Nanti aku kasih ke panti asuhan saja,” ujar Joon.

“Hah? Panti asuhan? Sejak kapan kamu jadi dermawan gitu? Lagian, baru kali ini kamu kasih kado buatku,” sahut Sara.

“Kebetulan lagi ada rezeki. Kantorku menang tender. Jadi kami semua dapat bonus dari bos,” jelas Joon.

“Oh, aku merasa aneh aja kamu kasih kado. Tapi… Makasih ya, Joon,” kata Sara.

“Sama-sama. Eh, itu makanannya datang. Makan dulu, yuk!” ajak Joon.

Mereka pun makan. Setelah itu Joon mengajak Sara pergi nonton. Sara sangat senang karena bisa pergi bareng dengan Joon. Rasa sukanya muncul kembali. Saat Joon mengantar Sara pulang, Sara bertanya padanya, “Tumben kamu baik hari ini. Ada angin apa, Joon?”

“Aku lagi bingung aja…,” jawab Joon. Ia memang terlihat bingung.

“Bingung kenapa?” tanya Sara.

Joon menghentak-hentakkan sepatunya. Menendang-nendang angin. Kelihatan sekali ia gugup.

“Hmmm…,” katanya. Joon nampak berpikir keras.

“Aku suka sama cewek…,” lanjutnya.

Deg! Jantung Sara berdegup kencang. Cewek? Siapa? Kuharap kamu suka sama aku! Jangan bilang kamu suka cewek lain, Joon!

“Siapa?” tanya Sara.

Joon mengambil ponselnya. Ia membuka galeri foto di ponselnya. Lalu ditunjukkannya foto seorang perempuan.

“Ini,” katanya sambil menunjukkan foto perempuan berambut panjang. Wajahnya manis. Imut. Bibirnya merah. Matanya sipit. Kulitnya putih mulus.

‘Ah ya, aku tak mungkin bisa menandingi kecantikan cewek itu. Apalah aku? Nggak cantik, nggak putih, nggak mulus. Huft! Wajar kalau Joon memilih cewek itu…,’ pikir Sara. Kecewa.

“Tapi… Aku juga sebenarnya merasa lebih nyaman ngobrol dan jalan dengan cewek yang satu ini,” kata Joon sambil menunjukkan foto orang lain.

Foto Sara!

Sara terkejut. Matanya terbelalak. Jantungnya seakan berhenti berdetak.

“Apa?? Aku??” tanya Sara tak percaya.

“Iya… Makanya aku bingung. Ada dua pilihan. Entah harus bagaimana….,” katanya.

“Oooh… Jadi pilihanmu ada dua. Aku dan cewek putih itu? Ya terserah kamu saja Joon…,” kata Sara. Ia merasa kesal. Sedikit kecewa. Juga marah. Tapi sekaligus senang. Sara merasa aneh. Temannya ini aneh!

“Kalau begitu… Kamu baik-baiklah sama aku, ya? Biar aku lebih milih kamu…,”kata Joon.

“OMG! Joon! Joon! Dasar aneh!” seru Sara.

Cece Masuk Koran

Cece: “Ma, tante baru saja WA, katanya Cece masuk koran.”

Mama: “Yang benar? Kok bisa? Harus beli korannya kalau gitu.”

Cece: “Oke. Nanti tak beli korannya.”

Mama: “Beli yang banyaklah ya…”

Cece: “Buat apa?”

Mama: “Buat dibagi-bagiin ke orang.”

Cece: “Astaga, nggak perlu lah, Ma.” *tepok jidat*

* * *

Cece: “Eh, aku masuk koran, lho! Kalian sudah baca koran hari ini belum?”

Alyka: “Masa sih? Koran apa?”

Cece: “Koran Sumeks halaman 12.”

Alyka: “Siplah, nanti aku beli koran itu.”

Meisya: “Emang kamu muat masuk koran?”

Cece: “Dimuat-muatinlah. Gitu aja kok repot.”

Meisya: “Iya juga, tinggal dilipat-lipat trus bungkus.”

Cece: “Yeeey, emangnya aku nasi bungkus??!”

Gun: “Ciye ciye… Yang masuk koran… Tambah terkenal aja, nih! Hahaha!”

Cece: “Iya nih! Kayaknya aku bakal butuh manajer.”

Sheira: “Baru masuk koran aja udah sombong!”

Cece: “Nggak apa-apalah. Aku belum terkenal kayak kamu, sih!”

Sheira: “Iya, sih. Kamu masih kalah jauh. Aku mah udah sering masuk koran dan majalah. Hahaha!”

Cece: “Begitulah… Fotomu di media cetak sudah banyak banget! Saking banyaknya sampai bisa dibikin jadi alat buat nakut-nakutin tikus. Hihihi!”

[Review Film] Hyde, Jekyll, Me

Yaelah, lagi-lagi postingan tentang drakor?? Maaf pemirsa, saya penuh-penuhin timeline kalian dengan postingan tentang Drakor. Maklum lagi liburan, jadi hajar terus nonton Drakor. Tapi sesudah yang satu ini rehat dulu karena sudah mau kembali beraktivitas seperti biasa.

Drakor kali ini ceritanya mirip dengan Kill Me Heal Me, yaitu tentang seorang cowok yang menderita D.I.D (Dissociative Identity Disorder) yang bahasa kerennya gangguan kepribadian atau kepribadian ganda. Penderitanya adalah Goo Seo Jin, putra tunggal Wonder Group, sekaligus direktur taman bermain Wonderland. Goo Seo Jin ini punya dua kepribadian. Saat ia menjadi Seo Jin, ia adalah seorang yang sangat serius, tidak mau menolong orang lain, dingin, tidak ada toleransi, susah bergaul, tak pernah senyum/tertawa, dan tidak bisa menyetir mobil. Kepribadian satunya lagi bernama Robin. Kebalikan dari Seo Jin, Robin adalah kepribadian yang ramah, murah senyum, suka tertawa, berseni karena ia suka menggambar, suka menolong, baik hati, tidak sombong, gemar menabung, dan bisa menyetir mobil.

Suatu ketika, Go Seo Jin sedang berada di Wonderland. Tiba-tiba ada gorila lepas dari kandangnya dan membuat keributan. Saat itu, datanglah seorang pahlawan… Jreng! Jreng! Ia adalah Jang Ha Na, yang akan bekerja sebagai Ketua Tim di Wonderland.

Kepribadian Seo Jin yang baik (Robin) tadinya tidak pernah muncul-muncul selama 5 tahun. Tapi begitu ada Jang Ha Na, Robin muncul kembali. Apalagi setelah dokternya Seo Jin, dr. Kang, diculik orang jahat saat Seo Jin hendak berkonsultasi tentang penyakitnya. Robin jadi semakin sering muncul.

Petualangan pun dimulai. Ha Na rupanya bertemu dengan penculik dr. Kang. Tapi ia tidak ingat bagaimana wajah si penculik itu. Akhirnya Seo Jin menyuruhnya pergi ke hipnoterapis, dr Yoon Tae Joo, muridnya dr. Kang. Selama masa-masa pengobatan itu, Jang Ha Na jadi sering bertemu Robin yang ternyata pernah menyelamatkannya saat mereka masih kecil.

Dulu Ha Na pernah ingin menyelamatkan Robin (Seo Jin) yang ingin loncat bunuh dari dari jembatan. Tapi ternyata malah Ha Na sendiri yang terjatuh dari jembatan. Saat itulah kepribadian Seo Jin yang lain muncul menyelamatkan Ha Na. Waktu itu mereka tidak saling kenal. Barulah setelah kejadian penculikan, Ha Na bisa mengetahui nama Robin. Tapi Ha Na tidak tahu bahwa Robin dan Seo Jin adalah orang yang sama karena Robin mengaku bahwa ia adalah kembarannya Seo Jin.

Seo Jin tidak menyukai Ha Na. Namun Robin sangat suka pada Ha Na, bahkan ia mengusulkan agar Ha Na bisa tinggal di rumah mereka supaya lebih terlindung dan jauh dari ancaman penculik yang belum tertangkap. Seo Jin yang tadinya mati-matian menyingkirkan Ha Na akhirnya harus menerima wanita tersebut tinggal di rumahnya akibat ulah Robin.

Kedekatan Ha Na dan Robin membuat mereka saling jatuh cinta. Akhirnya mereka pacaran. Tapi Ha Na tetap tidak tahu bahwa pacarnya sebenarnya mengidap penyakit kepribadian ganda. Saat sudah mengetahuinya pun ia hanya cinta pada Robin dan tidak dengan Seo Jin. Ha Na tetap menganggap Seo Jin sebagai saudara Robin, bukannya satu orang dengan dua kepribadian.

Pencarian dr. Kang terus dilakukan. Akhirnya tertangkaplah seorang tersangka yang ketahuan ingin mencelakai Ha Na. Orang tersebut bernama Ahn Seung Geun, seorang teknisi di rumah sakit tempat dr. Kang bekerja. Namun ia mengaku sebagai Lee Soo Hyun, teman kecil Seo Jin yang hilang. Lee Soo Hyun dan Go Seo Jin pernah diculik saat mereka masih kecil. Waktu itu penculik meminta uang tebusan pada ayah Seo Jin. Tapi ayah Seo Jin tidak mau membayar uang tebusan. Akhirnya ayah Lee Soo Hyun yang merupakan sopir keluarga Seo Jin mencuri uang ayah Seo Jin untuk diberikan ke penculik. Sayangnya ayah Lee Soo Hyun kecelakaan dan meninggal. Saat itu Seo Jin berhasil meloloskan diri dari tempat penculik. Sedangakn nasib Lee Soo Hyun tidak diketahui.

Lee Soo Hyun tidak terima dirinya ditinggalkan Seo Jin waktu mereka diculik dulu. Ia ingin balas dendam pada Seo Jin. Tapi ternyata Lee Soo Hyun yang sudah ditangkap polisi adalah palsu. Sepupu Seo Jin, Ryoo Seung Yeon yang kepo dan ingin merebut posisi Seo Jin, yang menemukan bahwa Ahn Seung Geun adalah Lee Soo Hyun palsu. Polisi pun menyelidiki di mana Lee So Hyun yang asli. Walaupun sudah ada polisi yang bertugas mencari penculik dr. Kang dan Lee So Hyun asli, teror terus terjadi. Jang Ha Na pun membantu Seo Jin dan Robin mencari siapa sebenarnya Lee So Hyun yang asli.

Petualangan mereka juga dibumbui dengan perebutan kekuasaan oleh Ryoo Seung Yeon yang bekerja sama dengan pacarnya. Lalu ada Min Woo Jung, fans berat Robin yang mengaku pernah berpacaran dengan Robin, tapi akhirnya menyerah setelah tahu bahwa Robin pacaran dengan Ha Na. Robin adalah seorang komikus Webtoon yang dibantu oleh ayah Woo Jung untuk menerbitkan komiknya karena Robin tidak punya kartu identitas. Lalu ada juga perebutan identitas antara Robin dan Seo Jin dimana Robin ingin keberadaannya diakui dan ia tidak ingin dihilangkan.

* * *

Film ini sebenarnya biasa saja. Kebanyakan ngomongnya menurut saya. Bagian komedinya pun tidak terlalu banyak. Settingnya juga di situ-situ aja. Nggak banyak tempat. Tapi tetep seru karena ada petualangan mencari si penculik dan proses pengobatan/penyembuhan Seo Jin. Yang pasti, film ini sukses bikin saya sakit leher karena dua hari berturut-turut nonton langsung 20 episode.

Walaupun film ini ceritanya tentang keluarga si kaya dan si biasa-biasa saja, tapi tidak seperti film Korea lainnya yang ada perjodohan dari ortu si kaya dengan cewek cantik nan sombong-trus sainganlah si cewek kaya dengan si cewek biasa. Nggak ada yang seperti itu, Sodara-sodara! Di film ini fokus pada Jang Ha Na, Robin, dan Seo Jin, disusul dengan dr. Yoon Tae Jo, sekretaris Kwon, dan detektif Na.. Yang lain cuma figuran. Lalu… yang bikin film ini oke ditonton adalah adanya si aktor ganteng Hyun Bin Oppa!! Ya ampun doi keren banget pas jadi Seo Jin. Gayanya cool! Trus pas jadi Robin, dia cute banget soalnya ada lesung pipitnya pas lagi senyum/tertawa. Tapi sayangnya Hyun Bin Oppa sudah punya pacar. Huhu…. Moga langgeng aja ya oppa, jangan lupa undang saya kalo kalian merried.

Nah… sampailah kita pada penghujung artikel…. Akhir kata, saya kasih rating 3,5 dari skala 5 untuk film ini.

sumber gambar: asianwiki.com

Informasi Film:
Judul: Hyde, Jekyll, Me
Tahun: 2015
Genre: Romance, Drama
Jumlah episode: 20
Pemain:
Hyun Bin as Goo Seo Jin/Robin
Han Ji Min as Jang Ha Na
Sung Joon as dr. Yoon Tae Joo
Lee Seung Joon as sekretary Kwon Young Chan
Lee Deok Hwa as Seo Jin’s father
Shin Eun Jun as dr. Kang
Lee Joon Hyuk as Detective Na