[Review Buku] Attachments

Lincoln masih belum percaya bahwa pekerjaannya sekarang adalah membaca E-mail orang lain. Saat ia melamar pekerjaa sebagai petugas keamanan internet, pemuda itu mengira ia akan membangun firewall dan melawan hacker, bukannya memberi peringatan pada karyawan yang mengirim E-mail berisi lelucon jorok seperti sekarang.

Beth dan Jennifer tahu bahwa ada seseorang di kantor yang memonitor E-mail mereka. Hal itu adalah kebijakan kantor. Namun, mereka tidak menganggapnya serius. Mereka bertukar E-mail tentang hal-hal paling pribadi.

Saat Lincoln menemukan E-mail Beth dan Jennifer, pemuda itu tahu ia harus melaporkan mereka berdua. Namun ia tidak bisa. E-mail mereka terlalu menarik untuk dilewatkan.

Hanya saja, saat Lincoln sadar ia mulai jatuh hati pada salah satunya, sudah terlalu terlambat untuk memulai perkenalan.

Lagi pula, apa yang bisa ia katakan…?

* * *

Yang di atas itu adalah sinopsis yang ada di bagian belakang buku. Buku ini aku beli karena penasaran sama ending ceritanya. Semenarik apa sih E-mailnya Beth dan Jennifer sampai-sampai Lincoln nggak bisa melaporkannya? Lalu, bagaimana kisah cinta Lincoln? Jatuh cinta sama siapa? Beth atau Jennifer?

Cerita di buku ini ternyata semenarik sinopsisnya. Buku yang beralur maju mundur ini mengisahkan tentang kehidupan Lincoln; bagaimana pekerjaannya, kesehariannya, dan tentang kisah cintanya di masa lalu maupun masa kini.

Lincoln adalah pemuda biasa-biasa saja. Ia cenderung nggak percaya diri. Kisah cinta masa lalunya membuatnya sulit untuk menemukan kekasih baru. Ia lebih suka berkumpul dengan beberapa sahabat lamanya untuk bermain game di akhir pekan.

Di usianya yang sudah matang ini seharusnya Lincoln tinggal di apartemen sendiri seperti semua orang pada umumnya. Namun ia masih tinggal bersama ibunya yang pandai memasak. Kakak perempuan Lincoln selalu berusaha memotivasi Lincoln agar menentukan jalan hidupnya yang menurutnya agak membosankan. Tetapi Lincoln merasa hidupnya cukup menyenangkan hingga suatu saat ia menyadari bahwa membaca E-mail orang di kantornya adalah pekerjaan yang ‘berdosa.’

Tokoh lain di buku ini adalah Beth dan Jennifer. Mereka berdua adalah teman sekantor Lincoln. Masing-masing punya kisah hidup sendiri. Beth mempunyai seorang kekasih yang tampan yang berprofesi sebagai gitaris sebuah band. Sebenarnya itu bisa dibilang bukan pekerjaan. Beth dan kekasihnya sudah lama tinggal bersama. Namun mereka belum juga menikah. Beth merasa frustrasi karena satu per satu sanak keluarganya menikah tetapi ia sendiri belum juga dilamar sang kekasih. Beth sendiri bukannya wanita yang menggantungkan hidup pada pacar. Ia malah adalah seorang yang mandiri, menarik, enerjik, dan berkarir cemerlang. Tetapi nasibnya bisa dibilang belum beruntung dalam urusan percintaan.

Jennifer, sahabat Beth, sudah menikah cukup lama. Tetapi ia belum dikaruniai anak. Jennifer merasa takut untuk memiliki anak. Padahal suaminya selalu berharap memiliki anak. Suatu hari, Jennifer merasa ada yang aneh dengan perutnya. Ia pun tiba-tiba membeli pakaian anak-anak yang cantik di sebuah toko. Jennifer hamil. Awalnya ia merasa ada monster dalam perutnya. Namun lambat laun, ia mulai menyukai apa yang terjadi pada dirinya. Ia memberitahukannya pada ibunya dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri. Hubungannya dengan suaminya pun menjadi semakin mesra.

Obrolan Beth dan Jennifer tentang curhatan sehari-hari melalui E-mail tak pernah dilewatkan Lincoln. Ia pun lalu jatuh cinta pada salah satu dari mereka. Walaupun sekantor, Lincoln tidak pernah bertemu dengan kedua orang tersebut karena kantor mereka terdiri dari banyak divisi dan jam kerja mereka berbeda. Lincoln pun diam-diam berusaha mencari tahu tentang wanita yang disukainya.

Intinya, buku ini menceritakan tentang kekepoan Lincoln terhadap Beth dan Jennifer. Kalian tahu, kepo tuh nggak baik kan? Makanya… don’t do it at home!! *ups, salah… maksudnya jangan suka terlalu kepo kalau nggak mau kena batunya, walaupun sebagian orang berkata kepo is care.

Ceritanya tidak hanya tentang kekepoan Lincoln sih, tapi juga tentang kegalauan Lincoln terhadap hidupnya. Haruskan ia bertahan bekerja atau keluar saja, haruskah ia tinggal terpisah dari ibunya seperti orang-orang pada umumnya, haruskah ia berterus terang pada orang yang disukainya? Dan dari buku ini aku belajar bahwa dalam hidup ini ada banyak pilihan dan semua ada risikonya, baik atau buruk. Walaupun teman-teman dan keluarga memberikan saran ini-itu, tetap saja keputusan ada di tangan kita karena kehidupan kita ini kita sendiri yang menjalaninya. Bukan mereka.

Nah, untuk ending dari buku ini….  Bikin greget banget! Aku mengharapkan endingnya bisa diperpanjang, bisa lebih detail menceritakan bagaimana pertemuan Lincoln dengan wanita yang disukainya, lalu bagaimana kisah cinta mereka berlanjut. Tapi yang dibahas di endingnya hanya sekilas. Penonton agak kecewa. Kalau aku ketemu sama pengarangnya, pengen banget minta beliau bikin sesi keduanya. Tapi ini kan bukan film yang bisa dibikin sampai sesi ketiga dan seterusnya. Jadi… ya sudahlah…. sakit terobati dengan kisah-kisah Lincoln, Beth, dan Jennifer yang bikin penasaran banget. Kalian pasti penasaran juga kan dengan siapa yang disukai Lincoln?

Untuk buku ini aku beri rating 3,8 dari skala 5. Buat kalian yang suka novel bergenre romance dan drama, baca deh buku ini. Bukunya lumayan menghibur, lho!

Informasi Buku:
Judul Buku: Attachments
Pengarang: Rainbow Rowell
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: 2015
Jumlah halaman: 436 halaman
Genre: drama, romance
ISBN: 978-602-71505-5-3

Advertisements

[Review Buku] Moon in the Spring

Teaser:

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian…

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik.
Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian.
Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu.
Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain.
Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal.
Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan.
Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi.
Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia…
meski ia merasa lelah.

Cerita Singkat:

Dal-Hee adalah seorang calon dewi yang tinggal di langit. Tadinya ia adalah manusia. Suatu ketika ia dan kakaknya dikejar harimau. Dewa-dewi dari langit merasa iba dengannya lalu menyelamatkan Dal-Hee dan kakaknya. Mereka pun akhirnya tinggal di langit. Kakak Dal-Hee telah lebih dahulu menjadi dewa. Namun Dal-Hee masih belum lulus ujian menjadi Dewi karena ia masih memiliki sifat-sifat manusia.

Suatu hari, Dal-Hee mendengar rintihan manusia yang meminta tolong agar nyawanya dicabut. Dal-Hee merasa heran kenapa ada manusia yang ingin mati. Ia pun turun ke bumi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya wanita itu sekarat. Wanita yang bernama Ji-Wan itu meminta pertolongan pada Dal-Hee agar ia bisa meninggalkan bumi secepatnya. Saat itu ada Malaikat Kematian juga di ruangan rumah sakit tempat wanita itu dirawat. Dal-Hee pun mengabulkan permintaan Ji-Wan. Ji-Wan meninggal.

Di ruangan tempat Ji-Wan dirawat, ada beberapa keluarganya dan tunangannya Kang Min-Hyuk. Namun orang-orang di ruangan itu tidak ada yang peduli dengan kematian Ji-Wan. Mereka bersikap dingin, apalagi sang tunangan. Melihat itu, Dal-Hee dan Malaikat Kematian menjadi geram. Dal-Hee memutuskan untuk masuk ke tubuh Ji-Wan untuk memberi pelajaran pada anggota keluarganya, terutama tunangan Ji-Wan. Ji-Wan pun hidup kembali. Di dalam tubuhnya ada roh Dal-Hee. Tapi semua orang melihatnya sebagai sosok Ji-Wan.

Masuknya roh Dal-Hee ke dalam tubuh Ji-Wan membuat gempar langit dan dunia bawah bumi tempat Malaikat Kematian. Setelah Malaikat Kematian menjelaskan pada Dewa Bumi bahwa Dal-Hee ingin memberi pelajaran pada Min-Hyuk yang berjiwa gelap, akhirnya Dewa Bumi membolehkan Dal-Hee melakukan aksinya. Dewa Bumi pun menyuruh Malaikat Kematian menjaga Dal-Hee. Malaikat Kematian menjelma menjadi sopir Ji-Wan dan memakai nama Lee I-Gu.

Rupanya tidak mudah untuk menundukkan Kang Min-Hyuk yang berhati dingin, sombong, dan sedikit kasar. Namun Ji-Wan juga tidak kehabisan akal. Ia melakukan berbagai cara di antaranya dengan mengubah penampilan Ji-Wan, mempelajari kehidupan Ji-Wan sebelumnya, mendekatkan diri dengan adik tirinya (Mi-Ra), memberi pelajaran juga pada Mi-Ra, dan mencari pekerjaan.

Review:

Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Satu lagi yang oke dari novel ini adalah…. Novel ini adalah karangan Hyun Go Wun, penulis skenario K-Drama 1% of Anything atau Something About 1%. Film 1% ini sudah saya tonton dan bagus! Buku ini juga bagus! Hahaha.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.

Soooo…., tiba saatnya untuk rating. Saya beri 3,8 dari skala 5 untuk buku ini.

* * *

Informasi Buku:

Judul buku: Moon in the Spring
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2014
Genre: drama, romance, fantasy, K-Iyagi
Penerjemah: Sitta Hapsari
Jumlah halaman: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0

[Review Buku] Girls in the Dark

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

* * *

Novel J-Lit atau novel Jepang ini menceritakan tentang Shiraishi Itsumi, seorang gadis cantik-kaya-berkarisma yang ayahnya adalah pengelola sekolah. Itsumi mendirikan kembali Klub Sastra yang telah lama vakum. Bersama dengan Sumikawa Sayuri, Klub Sastra dibangunnya kembali. Kemudian dua orang gadis yang bersekolah di sekolah putri tersebut mencari anggota. Orang-orang yang diajak masuk Klub Sastra adalah orang-orang terpilih. Mereka adalah:

1. Takaoka Shiyo (murid kelas 2-C)
Shiyo adalah penulis berbakat. Ia menulis sebuah novel berjudul Kimi-kage Sou. Debut novelnya ini ditulis saat ia masih berusia 15 tahun.

2. Kominami Akane (murid kelas 2-B)
Akane bermimpi mempunyai restoran ala Barat. Awalnya ia tak menyukai sastra. Namun setelah melihat dapur di gedung Klub Sastra, ia akhirnya jatuh cinta. Ia membuatkan kudapan manis untuk para anggota klub dan membahas tulisan-tulisan mengenai makanan.

3. Koga Sonoko (murid kelas 3-B)
Sonoko adalah salah satu murid pandai di sekolah. Ia bercita-cita menjadi dokter. Sama seperti Itsumi. Sonoko adalah saingan Itsumi dalam hal pelajaran IPA.

4. Nitani Mirei (Kelas 1-A)
Ia adalah siswa penerima beasiswa dari sekolah. Ia bukan berasal dari keluarga kaya. Ayah dan ibunya bercerai dan ibunyalah yang menghidupinya beserta adik-adiknya. Nitani memiliki otak yang encer, karena itulah ia bisa menjadi satu-satunya penerima beasiswa sekolah.

5. Diana Detcheva (Murid Internasional)
Diana berasal dari Bulgaria. Ia adalah siswa pertukaran pelajar yang sebelumnya telah kenal dengan Itsumi saat Itsumi menjadi siswa internasional di Bulgaria. Diana banyak mengetahui tentang Jepang dari Itsumi.

Kelima orang anggota Klub Sastra tersebut berkumpul di suatu malam, seminggu setelah kematian Itsumi, untuk mengenang mantan ketua mereka. Sumikawa Sayuri, sahabat terdekat Itsumi, menggantikan Itsumi menjadi ketua. Mereka mengadakan malam yami-nabe., yaitu tradisi membawa bahan makanan yang dirahasiakan. Di malam yang gelap tanpa penerangan, masing-masing anggota akan memasukkan bahan makanan rahasia mereka ke dalam panci. Yang boleh mengaduk panci dan menuangkan isinya ke mangkok-mangkok untuk masing-masing anggota hanyalah ketua. Sambil memakan bahan makanan tersebut, para anggota maju satu per satu ke tempat pembacaan naskah untuk membacakan cerpen mengenang Itsumi yang mereka buat.

Namun ternyata cerpen yang dibuat masing-masing anggota Klub Sastra tersebut bukan cuma cerita untuk mengenang mantan Ketua mereka, tetapi juga analisis tentang kematian sang ketua. Ada yang membuat hipotesis tentang kematian sang ketua dan ada pula yang menunjuk salah satu anggota sebagai tersangka pembunuh. Malam perenungan pun akhirnya menjadi malam yang penuh ketegangan.

* * *

Novel ini oke banget. Sesuai judulnya, Girls in the Dark, setting tempatnya memang beneran di tempat yang gelap: para cewek murid SMA anggota Klub Sastra berkumpul di sebuah ruangan gelap untuk membacakan cerita pendek karangan mereka. Ceritanya mengalir dan seru. Bacanya nggak ngebosenin. Bikin penasaran akan siapa sebenarnya pembunuh Itsumi. Dan yang pasti endingnya nge-twist banget! Benar-benar keren! Saking kerennya pengen banget pinjam jempol teman-teman buat ngasih jempol ke novel ini.

Sebelumnya saya sudah baca novelnya Akiyoshi Rikako yang berjudul Scheduled Suicide Day. Karena novel tersebut seru, saya pun baca novel yang satu ini. Ternyata beneran, novel ini keren pake banget!! Saya kasih rating 5 bintang (skala 5) untuk novel berjudul Girls in the Dark ini. Ntar selanjutnya pengen baca juga novelnya Akiyoshi Rikako yang berjudul The Dead Returns.

Pssstt… kabarnya, novel ini akan dibuat filmnya, lho! Wah, pasti bakalan seru kalau ada filmnya!

Informasi Buku:
Judul Buku: Girls in the Dark
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2016 (cetakan kesembilan)
Genre: J-Lit, School life, Mistery
Jumlah halaman: 289 halaman
ISBN: 978-602-7742-31-4

[Review Buku] Scheduled Suicide Day

Teaser:
Ruri yakin ibu tirinya telah membunuh ayahnya. Tak sanggup hidup bersama ibu tirinya, Ruri bertekad bunuh diri untuk menyusul ayahnya.
Ruri akhirnya pergi ke desa yang terkenal sebagai tempat bunuh diri. Tapi dia malah bertemu dengan hantu seorang pemuda yang menghentikan niatnya. Hantu itu berjanji akan membantu Ruri menemukan bukti yang disembunyikan oleh ibu tirinya, dengan janji ia akan membiarkan Ruri mencabut nyawanya seminggu kemudian jika bukti tersebut tidak ditemukan.
Itulah jadwal bunuh diri Ruri: satu minggu, terhitung dari hari itu.

Review:
Satu lagi novel dari Penerbit Haru yang bergenre misteri. Ceritanya tentang Ruri, siswa SMA yang tak punya teman. Sebelum ayahnya meninggal, ibu Ruri terlebih dahulu meninggal. Dua tahun sesudahnya, ayahnya mempekerjakan seorang wanita muda bernama Reiko. Mengaku sebagai penggemar berat Tuan Watanabe, Reiko pun dapat mengambil hati ayah Ruri tersebut, hingga akhirnya mereka menikah.

Namun Ruri tentu saja tidak suka dengan ibu tirinya ini. Ia merasa ada yang aneh dengan wanita modis tersebut. Suatu hari Ruri melihat Reiko sedang berada di ruang kerja ayahnya. Yang terjadi saat itu ternyata ayah Ruri tak bernapas. Ayah Ruri dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit. Namun Ruri tidak percaya begitu saja omongan dari dokter. Ia pun mencari Paman Tanabe, sahabat ayahnya yang berprofesi sebagai dokter. Setelah mendengar penjelasan Paman Tanabe, Ruri masih tak percaya. Ia yakin ibu tirinyalah yang membunuh ayahnya. Karena di saat ayahnya meninggal di ruang kerjanya, Ruri melihat Reiko memegang sebuah botol kecil. Tetapi setelah kematian ayahnya, botol itu tidak dia temukan di mana pun, bahkan jurnal harian milik ayahnya ikut hilang.

Ruri tak tahan dengan tingkah Reiko yang semakin lama semakin jadi. Reiko bahkan bisa dengan mudah tersenyum dan mengisi acara di televisi menggunakan bisnis ayahnya. Uang asuransi ayahnyapun entah ke mana walaupun Reiko mengatakan uang tersebut masuk ke perusahanaan. Akhirnya Ruri memutuskan untuk bunuh diri di sebuah desa. Sebelum pergi ke desa itu, ia telah browsing di internet tentang apa saja yang dibutuhkannya untuk bunuh diri dan di mana letak hutan yang terkenal sebagai tempat bunuh diri itu.

Suatu hari saat liburan musim panas, tibalah Ruri di Desa Sagamino, tempat ia akan melakukan bunuh diri. Ruri menginap di sebuah penginapan tradisional yang nyaman. Setelah meninggalkan surat wasiat, ia pun menuju hutan pada malam hari. Di hutang, ia mulai melancarkan aksinya, melilitkan tali ke sebuah dahan pohon, membuat simpul untuk dikalungkan di lehernya, lalu berdiri di sebuah bangku kecil.

Ruri menendang bangku kecilnya. Lehernya terjerat tali. Tak lama kemudian, ia merasa sekelilingnya putih. Tapi… ternyata rencananya gagal. Ia tidak mati melainkan terjatuh ke tanah. Di hadapannya ada hantu pemuda. Hantu yang mengaku telah meninggal dua tahun yang lalu karena bunuh diri itu membujuknya untuk tidak bunuh diri. Ia bercerita bahwa ia menyesal karena telah bunuh diri. Bunuh diri menyebabkannya menjadi hantu gentayangan yang tidak bisa apa-apa dan terikat di tanah desa itu selamanya. Karena itulah hantu itu tidak ingin Ruri bernasib sama dengannya. Tapi Ruri masih bersikeras untuk bunuh diri.

Akhirnya Ruri dan hantu itu membuat kesepakatan. Jika Ruri tidak berhasil menemukan bukti bahwa Reiko membunuh ayahnya maka ia boleh bunuh diri. Waktunya seminggu.

Ruri yang percaya pada ramalan fengshui melakukan segala cara untuk menemukan bukti bahwa ibu tirinya benar-benar jahat dan telah membunuh ayahnya. Sambil melihat perhitungan hari baik dan hari sial, Ruri bolak-balik dari Desa Sagamino-Tokyo untuk mencari bukti. Ia mengatakan pada ibu tirinya bahwa ia menginap di rumah teman agar ibunya itu tidak curiga.

Tetapi, mendekati hari terakhir, aksi Ruri ketahuan oleh ibu tirinya. Saat Ruri sedang mencari bukti di rumahnya, ibu tirinya pulang ke rumah. Mereka bertemu. Ruri tak dapat mengelak lagi.

JRENG! JRENG!

Selanjutnya baca sendiri bukunya ya…. Pokoknya ceritanya sangat seru!

Dari buku ini kita bisa belajar kata-kata dalam bahasa Jepang, dan macam-macam jenis masakan yang enak. Bacanya bikin baper (bawaan laper) karena deskripsi makanannya yang oke banget. Selain itu buku ini juga mengajarkan kita agar menghargai kehidupan, jangan terlalu percaya pada ramalan, lebih baik percaya diri saja, dan jangan berpikir buruk tentang orang lain.

Rating dari saya untuk novel remaja ini adalah 4 dari skala 5 bintang.

Informasi Buku
Judul Buku: Scheduled Suicide Day
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Kategori Buku: J-Lit
Genre: Misteri
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 280
ISBN: 978-602-6383-19-8

[Review Buku] Golden

Hai semua, jumpa lagi dengan saya di sesi Review Buku. Kali ini buku yang akan saya review berjudul Golden. Pertama kali saya lihat buku ini di Twitter dan IG. Beberapa teman gencar banget membagikan foto buku ini dengan berbagai gaya. Bikin penasaran banget, tuh! Makanya saya cari bukunya di toko buku. Trus baca teasernya:

Parker Frost belum pernah mengambil risiko. Dia akan lulus dari SMA sebelum sempat mencium cowok yang dia sukai. Jadi, saat nasib menjatuhkan buku catatan Julianna Farnetti ke pangkuannya – buku catatan yang mungkin bisa membongkar misteri kota tempat tinggalnya- Parker memutuskan untuk mengambil kesempatan itu.

Julianna Farnetti dan Shane Cruz dikenang sebagai pasangan ideal di SMA Summit Lakes, sempurna dalam segala hal. Mereka meninggal dalam kecelakaan di malam bersalju, meninggalkan hanya sebuah kalung, dan tanpa jenazah. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Hanya saja, tidak semua kebenaran ingin ditemukan….

Wow banget, kan? Setelah baca teasernya, makin penasaran sama isinya. Deg-degan banget sama misteri hilangnya Julianna Farnetti, dan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi dengan sang Ratu tersebut. Buku ini mesti dibeli banget dan…. Kebetulan ada program diskon 10% + 6% di Gramed. Yeayyy!! Harga aslinya Rp 87.000. Setelah didiskon jadinya Rp 73.602. Lumayan bingits atuh….

Buku beralur maju-mundur ini sangat membuat penasaran. Ceritanya tentang Parker, siswi SMA tingkat akhir yang otaknya lumayan pintar. Hidupnya datar-datar saja. Jadi, sahabatnya, Kat, menyuruhnya melakukan sesuatu yang lain dari biasanya sebelum kelulusan mereka. Tentu saja Parker yang ‘anak baik’ menolak. Awalnya…. Lalu, saat ia mengerjakan tugas menempel alamat di buku harian siswa-siswa lama dari gurunya, Mr. Kinney, Parker mendapati buku harian Julianna Farnetti. Yang ia ketahui saat itu adalah Julianna telah meninggal. Ia merasa bingung mau diapakan buku tersebut. Tapi… Ia juga penasaran dengan apa yang ditulis Julianna dalam bukunya. Lalu Parker teringat kata-kata sahabatnya: “Carpe Diem!” yang berarti manfaatkan waktumu hari ini, lakukan hari ini karena kita tidak tahu hari esok. Akhirnya ia membawa buku itu pulang dan mulai membacanya.

Halaman demi halaman dibacanya. Sedikit demi sedikit, Parker mengetahui rahasia hidup Julianna. Karena membaca buku harian itu, Parker ingin sekali mengunjungi tempat-tempat yang pernah didatangi Julianna. Ia pun dibantu Kat dan cowok yang disukainya, Trevor, yang diajak dengan sengaja oleh Kat agar Parker bisa dekat dengan cowok itu.

Masa-masa di mana Parker ingin ‘menemukan’ Julianna adalah masa-masa di mana ia juga harus membuat pidato penerimaan beasiswa. Ibu Parker yang keras dan over-protective menginginkan Parker membuat pidato sebagus mungkin agar Parker bisa mendapatkan beasiswa kedokteran di Stanford. Parker pun harus menghadapi ketatnya jadwal yang diberikan ibunya ditambah ia ingin ‘membuktikan’ hal-hal dari rasa penasarannya akan misteri hilangnya Julianna Farnetti dan pacarnya Shane Cruz. Dalam pencariannya, seseorang dari cafe yang biasa dikunjungi Parker dan Kat rupanya membuatnya penasaran juga. Cowok yang aneh dari cafe itu nampak menyimpan sebuah rahasia. Nah, lho!

Nggak butuh waktu lama untuk baca buku ini saking serunya, cukup 3 hari! Ini benar-benar rekor dalam dunia persilatan, Sodara-sodara! Aselik bikin nggak pengen ngelepasin buku ini dari tangan begitu baca dari halaman pertama. Walaupun ceritanya tentang tokoh yang berusia SMA, saya pikir pembaca dari segala umur bakal suka sama buku ini. Penulisnya hebat banget bikin ceritanya. “Daebakk, Ms Kirby! Buku ini keren banget!!”

Saya juga suka kata-kata yang ada di buku ini: Beberapa di antaranya sebagai berikut:

Hidup terdiri atas banyak momen, dan pilihan. Tidak semuanya penting, atau memiliki dampak yang kekal. Tapi ada jenis momen yang berbeda. Momen yang membuat segalanya berubah karena pilihan yang kita ambil. Terkadang dunia kita bergantung kepada pilihan-pilihan yang kita ambil….. (halaman 5-6)

Seringkali seseorang bertemu takdirnya di jalan yang ia lalui untuk menghindarinya. ~Petuah Kue Keberuntungan (halaman 96)

Seandainya tiada arah di dalam dirimu, Tiada jalan selain berjalan lurus. ~Untuk Seorang Pemikir, 1936 (halaman 263)

Dalam tiga kata, aku bisa menyimpulkan semua yang telah kupelajari tentang hidup: Hidup terus berjalan. ~Robert Frost (halaman 305)

Sooo.…. Untuk buku yang endingnya oke banget ini, saya beri rating 4,8 dari skala 5. Iyesss…. buku ini wajib kamu baca, terutama buat kamu yang suka genre misteri!

Info buku:
Judul Buku: Golden
Pengarang: Jessi Kirby
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 308
ISBN: 978-602-74322-7-7

Jatuh Cinta Diam-diam, Berharap Kau Memiliki Rasa yang Sama

Now playing: Secret Admirer by Mocca

Lagu Mocca yang berjudul Secret Admirer ini pas banget sama buku berjudul Jatuh Cinta Diam-diam #2 karya Dwitasari and friends. Jatuh cinta diam-diam, menjadi pengagum rahasia, segala hal tentangnya sampai terbawa ke dalam mimpi, hingga berharap si dia memiliki perasaan yang sama. Uuuhhh…. sungguh berjuta rasanya!

Sukses dengan buku pertamanya, Dwitasari and friends pun membuat sekuel buku Jatuh Cinta Diam-diam yang ber-Tagline: Manis pahitnya memendam rasa. Saya sudah punya buku yang pertama. Bukunya oke banget. Makanya saya beli sekuelnya. Soalnya penasaran banget sama apa yang diceritakan oleh buku ini. Coba deh perhatiin teasernya:

Tak semua perasaan itu harus diungkapkan. Ada kalanya dia disimpan di hati. Diresapi sendiri.
Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya. Senyum terkembang saat melihat tawanya. Lutut melemas saat dia menyapa.
Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia. Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar. Dinikmati saat mekar.
Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas adalah saat dia tertawa bahagia karena orang lain, bukan karena dirimu? Saat rona merah pipinya bukan untukmu? Saat detak jantungnya yang berkejaran bukan karena berdekatan denganmu? Saat sosoknya tidak ada lagi untuk memuaskan matamu?
Saat itu tiba, mungkin waktunya kamu menyesal karena terlalu asyik menikmati cinta dalam diam.

Ada 10 cerpen di buku bersampul biru ini. Walaupun bertema sama, namun cerita-ceritanya dikemas dengan apik dan manis. Yuk langsung cek judul-judul yang ada di buku ini:
1. Angsana oleh Ikhsan
2. Sebatas Cukup oleh Sitta Nurazizah
3. Kopi oleh Ikhsan
4. Fuurin oleh Refa Annisa
5. Senja di Ujung Jalan oleh Rahardian Shandy
6. Bukan Hanya Tempatku Bercerita oleh Eni Ristiani
7. Kotak Kecil oleh Vidya Vivi
8. Teman Terbaik oleh Adysha Citra Ramadani
9. Drama oleh Sofy Nito Amalia
10. Menemukanmu di Udara oleh Dwitasari

Setiap tokoh utama dalam masing-masing cerpen di atas berkarakter unik, namun agak mirip. Sesuai judulnya, tokohnya sama-sama menyimpan rasa suka yang tak diungkapkan. Ada yang takut mengungkapkan, ada yang memang sengaja nggak pengen si dia tahu, ada yang telat menyatakan, … Pokok’e semua dirahasiakan. Bikin geregetan aja, kenapa nggak dikatakan sih kalau kamu suka sama si dia? *Tapi kalau diungkapkan nanti judul bukunya bukan JCDD lagi dong!* Terus, ceritanya ada yang lucu, sedih, nge-gemesin, juga bikin senyum-senyum sendiri. *ini pas keinget sama pengalaman yang zaman kapan ituuuu…* Saya jadi pengen bilang sama penulisnya, “Kok ceritanya aku banget, deh? Ini asli cerpen, kan? Bukan pengalaman pribadi, kan?? Kan…? Kan…?”

Okeh, lanjut… Dari 10 cerpen, yang pengennya saya semua berakhir dengan jadian tetapi ternyata nggak semuanya berakhir begitu, favorit saya adalah cerpen berjudul Angsana, Sebatas Cukup, dan Drama.

Angsana bercerita tentang Pranaja yang jatuh cinta diam-diam pada Angsana, sahabatnya. Sebelum ia sempat menyatakan perasaannya, Angsana dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pria kaya. Tapi cerita tak selesai sampai di situ. Ada beberapa masalah yang harus mereka hadapi. Masalahnya…. ada deh, no spoiler! Pastinya, saya suka kalimatnya tokoh Pranaja di cerpen beralur maju-mundur yang bunyinya begini: “Namaku Pranaja. Rasional adalah caraku mencintai wanita di hadapanku, meski tak pernah aku memberi tahu.

Cerpen Sebatas Cukup adalah kisah tentang seorang mahasiswa perempuan yang terpesona dengan mahasiswa magang bernama Fito. Namun ia hanya bisa mengaguminya dari jauh dengan cara melihat akun media sosialnya si Fito itu. Tokoh aku di cerpen ini ceritanya semacam stalker gitulah, ia nggak pernah absen memantau kegiatan gebetannya dari medsos dan dari sahabatnya, Kiran yang juga magang di perusahaan yang sama. Namun, suatu ketika masa magang sang gebetan berakhir. Sahabatnya berusaha keras membujuk supaya si tokoh aku ini bisa berkenalan dengan Fito. Tapi saran baik itu ditolak. Walaupun sudah nggak sekantor lagi dengan si gebetan, tokoh aku tetap saja setia menjadi pengamat kegiatan gebetannya.

Nah, kalau cerpen Drama mengisahkan tentang Manda, siswa SMA yang diam-diam suka dengan Farhan, siswa klub drama yang keren. Manda sendiri adalah siswa klub jurnalistik yang suka membuat puisi dan tulisan-tulisan. Suatu ketika Manda melihat seorang perempuan menangis di pundak Farhan. Seketika ia terbakar api cemburu. Manda menyesali keakrabannya dengan Farhan selama ini. Ia berharap Farhan memiliki rasa yang sama dengannya. Tapi apa yang dilihatnya di sore hari itu sungguh menyakitkan! Manda pun membuat sebuah puisi tentang perasaannya dan ditempelkannya ke mading sekolah. Ia sudah tak peduli lagi dengan Farhan dan tak ingin lagi melihat akting sahabatnya yang tengil itu. Puisinya Manda itu keren banget! Tapi nggak akan saya post di sini biar kalian penasaran. Hohoho!

Selain cerita-ceritanya yang keren, quotes yang ada di buku ini juga bakal sukses bikin kamu baper habis-habisan. Simak nih beberapa quotes pilihan saya:

1. Asalkan kami dalam satu dimensi ruang dan waktu, aku mensyukuri semua itu. Tanpa banyak bersungut-sungut. ~Pranaja dalam cerpen Angsana (hlm. 4)

2. Biarlah aku mencintainya dengan caraku sendiri, yang membiarkan dia hidup dalam ruang-ruang yang tidak pernah orang lain ketahui…. Aku tak mengharuskan dia tahu, bahkan mengharuskan ia untuk membalasnya. Untuk saat ini, cukuplah perasaan ini, bahagia dengan caraku yang teramat sederhana. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 19)

3. Seredup apa pun harapan, ia tetaplah harapan. Aku ingin menggapai harapan itu, sebelum akhirnya ia redup, bahkan menjadi harapan manusia lain. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 23)

4. Aku tak ingin memaksa Tuhan untuk menentukan ending-nya seperti yang aku inginkan. Biar saja, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk setiap umat-Nya, begitu pun untukku. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 27)

5. Dalam hitungan waktu, ketidakpastian sebenarnya memandu kita ke sebuah jalan, dan kamu tidak perlu tahu apa jalan itu, tugasmu hanya harus berjalan melaluinya untuk mendapatkan jalan keluar. ~Ree dalam cerpen Kopi (hlm. 36)

6. Cinta memang tak selalu bisa diucapkan, tapi cinta selalu bisa ditunjukkan. Cinta memang tak selalu bisa dimiliki, tapi cinta selalu bisa diperjuangkan. ~Kem dalam cerpen Senja di Ujung Jalan (hlm. 75)

7. Telah kubangun duniaku di sisimu, dan aku ingin kau percaya bahwa aku membutuhkanmu seperti tak membutuhkan yang lainnya. ~cerpen Bukan Hanya Tempatku Bercerita (hlm. 77)

8. Kesalahanku adalah mencintainya. Dan, kenyataannya semakin salah karena aku menyimpannya dalam diam. ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 140)

9. Cinta dalam diam saja indah. Apalagi cinta yang diungkapkan, bukankah begitu? ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 136)

Keren banget kan quotes-nya? Ya… buku ini ngajarin kita untuk nggak memendam rasa terlalu lama. Kalau suka ya ngomong aja. Walaupun secara teori itu mudah banget dan saya tahu untuk mengungkapkan rasa suka tuh butuh usaha dan nggak segampang membalikkan piring dari atas meja, tapi… apa salahnya dicoba? Ditolak ya udah. Sakit memang. Sedih pasti. Namun kalau diterima, kan pasti hepi. Yang perlu diingat adalah kata sok bijak karangan saya ini:

Jatuh cinta diam-diam tuh tak selamanya berakhir dengan bertepuk sebelah tangan.

Oke sip! Dan…. karena itulah saya kasih rating 4 dari skala 5 untuk buku yang sangat menghibur ini.

 

Info Buku:
Judul: Jatuh Cinta Diam-diam #2
Pengarang: Dwitasari & friends
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 174 halaman
ISBN: 978-602-1383-44-5

[Review Buku] Minaudiere

 

Minaudiere…
Aku telah lama menunggumu
Hingga akhirnya
Suatu ketika kau tiba di hadapanku
Penampilanmu begitu sederhana
Namun seperti yang dikatakan orang bijak:
Don’t judge a book by its cover
Karena itulah kucoba mengenalmu lebih jauh
Tak butuh waktu lama
Sebentar saja kaubuat aku terpikat
Bahasamu mengalir lancar
Kisahmu seru, sedih, juga menyenangkan
Memang…
Di dunia ini tak ada yang sempurna
Namun kau sempurna di mataku
Dan ingin kukatakan padaku
Sungguh kujatuh hati padamu

* * *

 

Begitulah kesan yang saya dapat setelah membaca novel Minaudiere ini.

Sinopsis Singkat

Novel ini menceritakan tentang Adia Putri, seorang mahasiswi Pasca Sarjana sekaligus editor naskah novel, yang ingin melupakan masa lalunya. Namun mimpi-mimpi buruk itu selalu hadir. Suatu ketika ia menerima sebuah hadiah ulang tahun, berisi sebuah gaun, sepatu, dan Minaudiere. Di dalam dompet pesta cantik itu terdapat pesan dari si pengirim kado misterius, Mr. May, yang sudah empat tahun terakhir mengirimkan kado untuknya. Ia meminta Adia mengenakan hadiah pemberiannya dan bertemu dengannya di suatu tempat.

Tyas Miranti, sahabat Adia menawarkan diri untuk bertukar tempat dengan Adia. Ia akan menjadi Adia dan Adia menjadi dirinya. Mereka bersama-sama menemui Mr. May di tempat yang telah ditentukan oleh pria tersebut. Pada pertemuan itu, Mr. May menyerahkan sebuah naskah novel untuk diperiksa oleh Adia. Adia kemudian membacanya setelah tiba di rumah. Namun apa yang tertulis dalam naskah itu sungguh mengejutkan Adia.

Mr. May atau Troy Myraz awalnya tak menyangka akan permainan sandiwara antara Adia dan Tyas. Sejak pertemuan pertama, ia telah melihat bahwa Tyas palsu sungguh menarik. Benar saja dugaanya, Tyas palsu adalah Adia. Ia pun mencoba mendekati wanita itu.

Di sisi lain, ada sorang pria bernama Jaden. Ia kuliah di luar negeri sekaligus bekerja menjadi seorang penulis novel. Walaupun ia sudah tinggal jauh dari Tanah Air, ia masih mengingat kejadian yang membuatnya menyesal dan mengutuk dirinya. Suatu ketika pihak penerbit bukunya memintanya pulang ke Indonesia karena ada proyek pembuatan film. Mau tak mau ia harus pulang walaupun ragu-ragu. Ia bertekad untuk menghadapi rasa takutnya akan bertemu kembali dengan orang dari masa lalunya. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan orang tersebut.

Setelah pertemuan Adia, Tyas, dan Troy, Adia juga bertemu kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Satu per satu masalah muncul. Kisah hidupnya terbongkar. Ia pun harus menghadapi semuanya.

* * *

Quotes Buku

Ada beberapa kalimat yang saya suka dari novel ini:
1. Sebagai perempuan yang dianugerahi banyak kelebihan, seharusnya Adia menikmati saja hidupnya. (hlm.7). Seharusnya, Adia mensyukuri semua itu! (hlm.8)
2. Kehidupan nyata seringkali tak seindah naskah novel… (hlm.22)
3. Mungkin sudah saatnya ia meninggalkan masa lalunya yang kelam. … Pemuda itu bahkan bersedia menerima dirinya apa adanya. Itulah yang ia butuhkan saat ini. Seseorang yang menuntunnya keluar dari kepahitan. Memberinya perasaan tenang yang melegakan. Ia harus memberi dirinya sendiri kesempatan. (hlm.93)
4. Berkatmu aku mengerti, cinta harus diperjuangkan. (hlm.175)
5. Setelah kepahitan, akan ada hal-hal membahagiakan yang menantiku. Saat ini, esok, hari, pun di masa depan. (hlm.175)

Rating

Walaupun ada beberapa typo, namun novel ini tetap asyik dibaca. Ceritanya mengalir. Bahasanya ringan dan enak dibaca. Drama kehidupan tapi tetap oke dan keren. Rating dari saya untuk buku adalah 4 dari skala 5.

* * *

Informasi buku

Pengarang: Fitri Manalu
Penerbit: Kobar-sa Media
Tahun terbit: 2017
Jumlah halaman: 177
Genre: romance, drama
ISBN: 978-602-72874-4-0