Maraknya Penculikan Anak, Trus Harus Bagaimana?

Akhir-akhir ini di kantor heboh banget dengan cerita penculikan anak. Mama si ini, Mama si itu, Mama si anu, pokoknya hampir semua Mama-mama yang nungguin anaknya sekolah ceritanya nggak jauh-jauh dari penculikan anak. Beberapa ortu mulai sadar pentingnya memberitahu pihak sekolah saat mereka telat menjemput atau saat menyuruh orang lain yang menjemput.

Cerita-cerita itu sendiri entah benar terjadi atau nggak, saya nggak ngerti. Mereka juga dapatnya dari orang lain. Mereka bilang ada anak SD AAA mau diculik tapi untungnya anaknya cerdik. Si anak menggigit tangan penculik. Trus dia selamat. Ada juga cerita tentang anak yang diculik saat bermain bersama teman-temannya di area dekat rumah. Tapi akhirnya anak tersebut ditemukan warga. Yang lebih seram lagi adalah cerita tentang anak yang diambil organ tubuhnya.

Saya nggak percaya 100% tentang cerita anak yang diculik trus diambil organ tubuhnya untuk dijual. Setahu saya, nggak sembarang orang bisa membedah dan mengambil organ tubuh untuk digunakan sebagai organ transplantasi. Kalau bukan dokter bedah, nggak mungkin bisa dengan mudahnya mengambil organ manusia. Salah potong saja, organ tersebut nggak bakal bisa digunakan. Dokter bedah pun harus ada asistennya dan beberapa perawat untuk membantunya melakukan operasi. Lalu, untuk membawa organ tersebut ke pembeli, diperlukan wadah khusus dengan temperatur yang khusus juga. Nggak bisa sembarangan terantuk benda, lalu juga harus memperkirakan tahan berapa lama untuk sampai ke pembeli.

Saya ada teman yang sakit ginjal. Teman ini mencari donor ginjal ke mana-mana. Itu nggak mudah. Harus cocok darahnya dan apa-apalah gitu yang saya nggak ngerti. Setelah mencocokkan dengan beberapa orang, akhirnya si teman ini malah mendapat donor ginjal dari ayahnya sendiri. Karena dari beberapa pendonor itu nggak ada satupun yang cocok dengan tubuhnya. Setelah ngetes darah dll dari ayahnya, eh ternyata cocok.

Nah, jadi kalau ada berita tentang penculik anak yang mengambil organ untuk dijual, saya mikir lagi, itu beneran nggak sih? Masa dokter tega ngambilin organ orang hidup? Jangan-jangan berita hoax aja tuh! 

Tapi… Nggak ada salahnya untuk waspada kan? Caranya….

1. Jangan biarkan anak kecil bermain terlalu jauh di luar rumah tanpa pengawasan. Kalau nggak bisa mengawasi, setidaknya ortu harus tau anaknya main di mana dan dengan siapa saja.

2. Anak harus diajarkan menolak pemberian apapun dari orang tak dikenal. Ini berlaku juga untuk orang dewasa. Takutnya ada pelaku penghipnotis yang mau menguras hartamu. Memang sih nggak semua orang jahat, ada yang memang benar-benar baik menawarkan permen atau makanan. Tapi untuk berjaga-jaga lebih baik tolak saja daripada kenapa-kenapa.

3. Ajari anak untuk tidak tergiur bujuk-rayu dan kata-kata manis orang tak dikenal. Namanya juga orang jahat, segala cara digunakan. Teman saya cerita adiknya pernah ditawarin mau diajak audisi model karena adiknya itu cantik. Untunglah ditolak. Temannya si adik ada yang terbujuk lalu dibawa oleh orang jahat itu. Mau dijual katanya. Untungnya dia bisa melarikan diri saat mobil pelaku berhenti di resto. Serem banget, kan, kalau sampai diculik trus dijual! 

4. Kalau menyuruh orang lain untuk menjemput anak atau telat menjemput ya kasih tau ke pihak sekolah. Beri informasi nama si penjemput dan apa hubungannya dengan ortu. Anak juga harus diajarkan untuk tidak mengikuti siapapun yang mengaku menjemputnya kalau orang itu nggak dikenal. Beri tau anak juga jika tidak bisa menjemput, siapa yang akan menjemput, atau telat jemputnya berapa lama. Juga, jangan sembarang menyuruh orang menjemput anak. Kalau bukan orang yang benar-benar bisa dipercaya, lebih baik jangan menyuruh menjemput.

5. Ajari anak untuk menghindari tempat yang sepi. Berlaku juga untuk kita yang dewasa. Soalnya nenek bilang tempat sepi itu berbahaya! Kalau ada yang jahat, mau teriak nggak bakal ada yang tolong. Orang bisa dengan mudah melakukan kejahatan di tempat sepi. Yang nodonglah, yang perkosa, yang nipu, hipnotis, bahkan membunuh!!

6. Bekali anak dengan identitas seperti nomor hp ortu, kalau perlu suruh anak menghapal nomor hp ortunya. Biar kalau ada apa-apa dia tau harus menghubungi ke mana. Kita yang dewasa juga wajib hapal beberapa nomor hp yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu.

7. Kalau bawa anak jalan ke mal atau ke mana aja, jangan sampai lengah, tetap awasi anak. Jangan keenakan main hp atau ngobrol trus anaknya lari ke mana-mana. Kalau anak mau ke toilet sebaiknya ada yang menemani.

Waspadai penculikan anak

Ada yang mau menambahkan tips mewaspadai penculikan anak? Yuuuk, isi kolom komentar. 

 

Hujan dan Positive Thinking

Akhir-akhir ini hujan turun setiap hari. Suka-sukanya dia kapan mau turun. Bisa pagi-pagi, siang, atau malam hari. Dia datang tak diundang, pulang tak diantar.

Hujan yang datang semaunya ini kadang suka bikin sesak. Bukan sesak karena lari-lari mencari tempat berteduh, tapi yang kayak gini nih…

Pertama. Karena beberapa hari yang lalu Imlekan, mau tak mau saya sebagai cewek yang biar dibilang bersihan nyuci motor! Pagi-pagi udah basah-basahan sama Aaq tersayang. Maklumlah motornya udah berapa minggu nggak mandi air bersih, mandinya selalu mandi hujan bercampur tanah becek dan untung nggak jadi tukang ojek. Tampang si motor yang tadinya kayak sesuatu yang abis nyemplung ke sawah pun akhirnya jadi kinclong mengkilat sampe bisa ngaca. *ngaca di spion maksudnya.* 

Motor sudah ganteng nih ceritanya, siap berlaga di dunia persilatan. Tapi… Baru saja dibawa jalan beberapa menit. Eh… Hujan tiba-tiba datang. Kotor lagi deh. Dan seringnya begitu. Baru nyuci motor eh hujan. Tau begini nyucinya kapan-kapan aja. Biarin orang bilang ‘Ini cewek kok motornya nggak secantik yang bawa.’ Biarin!

Kedua. Namanya juga anak jalanan, ke mana-mana ya pasti melewati jalan, kan. Maksudnya ke mana-mana naik motor. Sebenarnya kalau hujan bisa stop dulu buat pakai jas hujan. Jadi nggak basah bajunya. Yang bikin nyesek ituuuu kalau sudah pakai jas hujan, sudah basah sampe ke mana-mana truuuusss…. Hujannya berhenti dan langit langsung panas. Begitu sampai di tujuan, tanahnya kering, pokoknya nggak ada tanda-tanda bekas hujan. Lalu, orang-orang pada ngeliatin semua. Mungkin dalam hati mereka bilang, “Ini alien dari mana, kok basah-basahan?” Rasanya pengen banget jawab dengan nyanyian, “Basahnya tuh di sini. Di dalam ….ku.” *isi sendiri titik-titiknya sesuai imajinasimu*

Ketiga. Janji-janji tinggal janji kalau hujan sudah datang. Biasanya orang-orang cenderung mengundurkan diri dari janji saat ada si hujan: bisa mundur waktu janjiannya, bisa juga batal. Bukan cuma soal janji aja sih. Kalau sudah hujan, rasanya sungkan mau pergi ke mana-mana. Apalagi kalau hujannya lama alias awet. *Hujan aja bisa awet ya, Sodara-sodara. Mudah-mudahan kamu sama si dia juga awet terus sampe kakek-nenek.* Tanda-tanda hujan awet tuh kalau langitnya putih, seputih wajahmu saat melihat mantanmu bergandengan tangan dengan pacar barunya. #eaaa… 

Tapi…. Orang-orang bijak selalu memberikan nasehat pada makhluk-makhluk yang sukanya ngeluh (baca: saya). Katanya, “Apapun itu harus dibawa positive thinking aja. Toh, hujan pasti berlalu. Bersyukurlah karena ada hujan.”

Gimana cara berpikir positifnya? Bersyukur yang bagaimana? Menurut kamus kepalanya saya kira-kira begini dan mudah-mudahan saya nggak cuma nulis tapi bisa selalu dipraktekkan…

1. Anggap saja hujan itu adalah berkah yang bikin suhu jadi adem.
Walaupun dalam hati dongkolnya setengah mati karena ulah si hujan, tapi hujan tuh bikin adem. Coba kalau panas terus, pasti ngomel-ngomelnya lain lagi kan. Kalau kehujanan di jalan? Anggap saja mandi gratis! Kapan lagi dapat kucuran air gratis, free, langsung dari langit!! Itu adalah berkah tak terkira!

2. Hujan bikin kamu nggak usah repot-repot menyiram tanaman.
Ini buat kamu yang punya tanaman di halaman rumah. Tapi perhatikan juga tanaman yang nggak boleh kena air terlalu banyak. Jangan mentang-mentang nggak perlu repot-repot menyiram tanaman, tanaman yang nggak boleh kena air banyak jadi mati karena dibiarin kehujanan.

3. Hujan bikin tidur jadi nyenyak.
Ini berlaku di malam hari, di jam tidur. Bukan saat jam kerja atau jam sekolah. Dan hanya untuk kamu yang tinggal di daerah bebas banjir. Karena ada Saudara-saudara kita yang malah nggak bisa tidur nyenyak kalau hujan di malam hari-takut rumahnya kebanjiran.

4. Karena hujan kamu jadi punya waktu untuk melakukan sesuatu. Hujan bikin kamu menetap di sebuah tempat, bisa itu di rumah, di kantor, di sekolah, di mal, atau di mana saja. Yang artinyaaaa kamu bisa melakukan apa saja disaat itu. Manfaatkan waktumu! Yang lagi di rumah bisa santai. Yang lagi di tempat kerja ya selesaikan pekerjaanmu. Kalau sudah selesai dan tiba waktunya pulang tapi masih hujan, ya bisa ngobrol dulu dengan rekan kerja. Lagi berteduh di pinggir jalan? Ya enjoy aja sambil nungguin hujan reda. Yang sabar nungguin hujan reda tuh adalah orang yang setia, lho! Kok bisa? Ya iyalah, hujan aja ditungguin apalagi kamu! #aseeek!!

5. Hujan bikin kamu kreatif.
Hujan itu bisa memberi inspirasi untuk menulis. Kamu bisa bikin cerita fiksi, puisi, opini, sampai cerita kehidupan kamu. Hujan juga bikin kamu mencari sesuatu untuk dilakukan untuk membunuh waktu saat menunggu. Masih ada kaitannya dengan yang nomor 4 di atas tapi ini lebih ke kreatifnya. Contoh kegiatan kreatifnya: membaca (apa saja mulai dari baca buku beneran, status teman di medsos sampai tulisan di papan iklan di dekatmu), chatting, nyobain resep baru, atau… hunting gebetan baru. Jangan cuma motor doang yang bisa jadi ojek. Payung juga bisa tuh! Coba deh pura-pura jadi tukang ojek payung trus tawarin payung sama adek cantik di sebelahmu: “Dek, hujan nih. Sini abang anterin.” Yang cewek-cewek mendadak kreatif minta dianterin pulang sama cowok incerannya. Hujan membawa berkah, kan? 

Terakhir… Buat kamu yang naik motor ke mana-mana, BERSYUKURLAH. Ada slogan unik yang saya baca entah dari motornya siapa di parkiran di mal. Bunyinya begini:

Enaknya naik motor tuh kalo panas nggak kehujanan dan kalo hujan nggak kepanasan!

Cucok banget buat menghibur diri. Dan kalau diingat-ingat bikin senyum-senyum sendiri.

Kamu punya cara berpikir positif saat hujan? Apa yang kamu kerjakan saat hujan? Yuuuk berbagi ide tentang hujan di kolom komentar.

Meriahkan Imlek dengan Merah

Sejak saya kecil sampai sudah segede gaban begini Ibu saya selalu bilang, “Ayo pakai baju merah waktu Sincia nanti.” Teman-teman pun kalau mau bersilaturahmi saat Hari Raya Imlek rata-rata memakai baju merah. Kalau janjian dengan mereka biasanya pakaian merah menjadi dress codenya. Bukan hanya untuk silaturahmi saja, saat menjadi panitia atau pengisi acara Pesta Hari Raya Imlek pun seragamnya berwarna merah!

Saya sempat berpikir, ‘Memangnya kenapa kalau tidak pakai baju merah? Apakah memakai pakaian berwarna merah itu wajib?’ Lalu saya juga sempat pengin memakai pakaian warna lain saat Hari Raya Imlek atau Sincia. Biar beda sendiri maksudnya. Biar nggak pasaran. Tapi saya mengurungkan niat saya. Rasanya kok aneh memakai pakaian yang warnanya selain merah. Sepertinya doktrin Imlek-Harus-Merah sudah mendarah daging dalam diri saya.

Dulu, mendiang nenek saya juga sangat senang melihat orang berpakaian merah atau cerah. Beliau bahkan tidak menyarankan kami, anak-cucunya, untuk memakai pakaian dengan warna sendu seperti biru atau hitam. “Suram,” kata beliau. “Baju biru atau warna gelap, tuh, hanya untuk pergi melayat,” itu kata beliau dulu. Sedangkan Ibu saya mengatakan, “Merah itu hoki! Merah itu terang dan cerah!”

Tak hanya pakaian saja yang berwarna merah di Tahun Baru Imlek. Hal-hal lainnya juga berwarna merah. Sebut saja: lampion, bunga-bungan Mei Hua, hiasan pohon Mei Hua, hiasan dinding, dan hiasan di pintu rumah. Bahkan tempat tisu atau wadah makanan untuk menyambut tamu saat Imlek pun kalau bisa berwarna merah semua.

Nah, saat perayaan Imlek ada yang namanya angpao. Anak-anak kecil senang sekali kalau berkunjung ke rumah orang yang merayakan Imlek karena mereka bisa dapat angpao. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun kalau dapat angpao rasanya pasti senang. Senyum semringah langsung terpancar di wajah. Wajah jadi merah merona seperti warna angpao. Namanya juga angpao, warnanya pasti merah seperti asal katanya: ang berarti merah. Kalau amplopnya nggak merah berarti bukan angpao namanya.

Masyarakat Tionghoa menganggap merah sebagai warna keberuntungan dan membawa kebahagiaan. Seperti yang Ibu saya bilang bahwa merah itu hoki, masyarakat Tionghoa menganggap jika memakai warna merah saat Imlek, keberuntungan atau hoki akan mengikuti sepanjang tahun.

Tradisi memakai warna merah ini sudah ada sejak zaman dahulu. Dahulu kala, masyarakat di Cina beranggapan bahwa adalah makhluk jahat atau raksasa bernama Nian yang akan datang ke desa menjelang Tahun Baru. Nian tidak akan bisa mengganggu penduduk jika para penduduk menghiasi rumah mereka dengan hiasan berwarna merah. Hiasan berwarna merah tersebut digantung di pintu rumah atau di dinding rumah untuk menghalau Nian.

Menurut ilmu psikologi yang dikutip dari www.si-pedia.com, warna merah berarti bersemangat, enerjik, dinamis, aktif, kegembiraan, dan mewah. Merah juga sering dimaknai cinta, kekuatan, percaya diri, perjuangan, dan berani. Dari arti secara psikologinya saja kita tahu bahwa warna merah itu semangat. Jadi dengan memakai atribut berwarna merah saat Imlek diharapkan pemakainya jadi bersemangat dan bergembira.

Pagoda Wihara Dharmakirti tampak cantik dengan hiasan lampion merah
Pagoda Wihara Dharmakirti tampak cantik dengan hiasan lampion merah

Untuk perayaan Imlek yang pernah saya datangi, di Wihara Dharmakirti Palembang, spanduk ucapan Selamat Tahun Baru Imlek didominasi warna merah. Halaman wihara dihiasi dengan lampion-lampion berwarna merah. Lampion-lampion tersebut digantung dipelataran wihara, di plafon, dan di pagoda. Dan karena tahun 2017 ini adalah Tahun Ayam, di depan wihara ada replika ayam berwarna merah yang cantik sekali. Wihara ini jadi cantik sekali dengan hiasan-hiasan berwarna merah tersebut. Suasananya jadi semarak.

Setiap tahunnya, Wihara Dharmakirti selalu mengadakan acara Imlek Bersama. Acara Imlek Bersama biasanya diadakan satu minggu sesudah Hari Raya Imlek dan dipilih hari Minggu karena hari tersebut adalah hari libur. Siapa pun boleh datang ke acara ini. Kegiatan dalam acara Imlek Bersama itu meliputi Tarian Barongsai; kata sambutan dari ketua panitia, ketua majelis dan pengurus wihara; kesenian oleh muda-mudi wihara dan undangan, karaoke, dan makan bersama. Di acara ini biasanya pengisi acara memakai pakaian merah. Lalu ada barongsai yang berwarna merah. Jika ada Liong atau naga, Liongnya juga didominasi warna merah. Para pemain Liong pun tak ketinggalan memakai atribut berwarna merah.

cny-6
Pengisi acara Imlek Bersama di Wihara Dharmakirti memakai pakaian merah

Selain acara yang pernah saya ikuti di atas, acara Imlek lainnya yang tak kalah menarik adalah Festival Imlek Indonesia yang akan diadakan di PSCC Palembang tanggal 11 dan 12 Februari 2017. Di acara ini nanti bakal ada Pawai Budaya, Festival Budaya, dan Festival Kuliner. Lalu ada Drama Kolosal Legenda Pulau Kemaro, Tari 1000 Tangan yang keren abis, Festival Barongsai, berbagai macam lomba mulai dari lomba grafiti, chef battle, story telling, tari kreasi, sampai ke lomba Instagram. Buat kamu yang hobi foto-foto cocok banget nih ikut lombanya! Acara menarik lainnya juga banyak banget, misalnya Wayang Wong, Mie Festival, Donor Darah, dan sebagainya. Duh, pasti seru banget acaranya! Apalagi kalau yang datang pakai baju merah. Merah… merah… merah… Merah ada di mana-mana membuat penglihatan jadi cerah. Merah membuat semua orang jadi ceria. Suasana pun jadi meriah.

Informasi tentang Festival Imlek Indonesia bisa dilihat di http://www.festivalimlekindonesia.com

Tas Keren Belum Tentu Baik untuk Kesehatan

sumber gambar: pinterest
sumber gambar: pinterest

Sekarang ini banyak sekali model tas yang dijual di pasaran. Selain model yang beragam, bahan tas pun banyak variasinya, mulai dari kulit, kanvas, suede, kain, dan lain-lain. Ukuran tas pun ada bermacam, begitu pula dengan fungsinya. Ada tas pesta, tas kerja, tas sekolah, tas untuk jalan-jalan – yang kalau dipikir-pikir cewek tuh ribet banget ya, tas aja punya bermacam-macam. Mau kondangan pakai tas yang kecil dan kalau bisa agak bling-bling biar matching sama baju pesta. Kalau mau kerja pakai tas kulit yang ukurannya agak besar biar bisa menyimpan laptop dan berkas-berkas plus biar terlihat gaya. Untuk jalan-jalan lain lagi tasnya, cukup yang ukurannya sedang asalkan bisa menyimpan dompet, ponsel, dan pernak-pernik+kosmetik berukuran kecil.

Kalau disuruh memilih tas, saya lebih memilih yang enteng, bahan kanvas atau kain. Alasannya karena saya tidak mau pundak, punggung, dan pinggang saya sakit karena membawa tas yang berat. Mau tas untuk kerja, tas untuk jalan-jalan enaknya pakai yang sama saja biar nggak repot memindahkan barang-barang wajib bawa (tisu, notes, minyak kayu putih, kosmetik). Kalau untuk kondangan lain lagi ceritanya, secara mesti gaya, dong! Biarpun pakai tas yang modelnya sederhana yang penting nggak malu-maluin amat pakainya.

Pernah suatu ketika beberapa teman mengatakan saya kuno karena saya jarang sekali memakai tas berbahan kulit. Mereka bilang nggak gaullah, nggak kerenlah,  nggak modis, de-es-be, de-es-te. Awalnya saya sempat minder. Tapi… ya sudah biarin saja orang bilang begitu. Selera orang masing-masing kan beda. Lagian tasnya saya yang bawa, bukan mereka. Yang merasa nyaman atau nggak pas bawanya kan saya. Memangnya mereka mau menggantikan uang berobat misalnya saya kena sakit pundak, punggung, dan pinggang gara-gara memakai tas yang berat. Nggak mungkin, kan? You know-lah ya, tas berbahan kulit tuh berat! Belum diisi barang aja sudah berat, apalagi kalau sudah diisi! Keren sih keren, tapi dampaknya itu, lho! Tas kulit yang bermerk terkenal memang lebih enteng, tapi harganya muuaaahalll! Akhirnya ya tetap berat juga, berat di kantong. 😀

Mungkin di sini ada yang komplain, “Tas kulit bermerk terkenal walaupun mahal tapi kan awet dan tahan lama!”
Trus saya juga punya alasan lainnya kalau ada yang bilang begitu, “Memangnya cuma tas berbahan kulit yang harganya mahal aja yang tahan lama? Tas berbahan lainnya ada juga kok yang keren dan tahan lama.”

Selain alasan di atas, saya mikirnya kalau pakai tas kulit, tuh, tasnya nggak bisa dimasukkan di bagasi motor. Kalau dimasukkan, tasnya bisa penyok dan rusak. Kan sayang banget, tuh! Mau bawa tas pas mengendarai motor juga nggak aman. Sekarang ini banyak banget jambret. Risikonya kalau dijambret pas lagi bawa motor ya bisa jatuh dari motor. Sudah tas hilang, nyawa bisa melayang. Ngeri banget, kan?

Tapi ada aja yang bilang, “Tasnya kan bisa ditutupi pakai jaket. Jadi nggak bakal mudah dijambret!”
Saya jawab lagi, “Iya, Jeng! Kamu aja yang bawa tasnya ditutupin jaket. Saya mah ogah! Nggak nyaman!”

Soooo….

Tas yang keren belum tentu baik untuk kesehatan, baik itu kesehatan pundak, punggung, dan pinggang maupun untuk kesehatan kantong!

Menurut kalian bagaimana? Pliss kemukakan pendapat kalian tentang tas di kolom komentar. Terima kasih.

* * *

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan menulis #10DaysKF oleh Kampus Fiksi. Tema hari keenam: Ceritakan tentang hal di mana kamu pernah membanggakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan.

Tipe Pacar Ideal tuh yang Bagaimana, Sih?

Ada yang bilang pacar ideal tuh harus yang setia, bertanggung jawab, rajin, keren, cantik/cakep, seiman, suka menolong, rajin menabung, dan lain-lain sebagainya. Ada juga yang bilang tipe pacar ideal adalah anggota komunitas kemanusiaan, atau anak band, atau anggota pecinta alam, atau si kutu buku, atau party-lover, de-el-el. Well, apapun yang orang bilang, menurut saya tipe pacar ideal tuh cuma satu: BAIK.

Udah? Segitu aja? Cuma BAIK aja?? Nggak juga, sih! Kalian tahu kan yang namanya baik tuh ada rentetannya. Hayuuk disimak dulu dan jangan ke mana-mana kalau belum selesai baca. Yang mau ambil camilan, mari silaken…

BAIK menurut kamusnya Miss Grant yang cantik adalah singkatan dari:
B = Bebas dari hal-hal yang negative. Contohnya narkoba, minuman keras, judi, pergaulan nggak bener, dan termasuk hutang. Hutang?? Betul! Punya pacar yang tukang ngutang tuh nggak banget! Masih pacaran aja dia hobii ngutang? Gimana entar kalo udah merid? Yang suka ngutang tuh biasanya kurang bisa mengatur keuangannya. Oh, ya, bedakan sama ngutang atau kredit rumah, ya. Kalau untuk kredit rumah sih okelah ya, itu kan buat masa depan. Dengan catatan kredit rumahnya nggak mengganggu keuangannya. Untuk yang narkoba, minuman keras, judi, dan pergaulan nggak bener (baca: main cewek atau main cowok) ini nggak ada toleransi sama sekali! A BIG NO!!

A = Akhlak luhur, maksudnya berbudi pekerti yang luhur; tak tercela. Termasuk di sini adalah sifat-sifat sabar, penyayang, setia, bertanggung-jawab, jujur, nggak pernah berlaku kasar baik dalam tindakan maupun ucapan. Yang ini saya pikir nggak usah dijelaskan. Silakan ditambahkan sendiri perilaku terpuji lainnya.

I = Intelegensi yang (minimal) normal. Intelegensi menurut saya dalam kasus ini tuh nggak cuma IQ. Okelah lo nggak pinter, minimal lo asyik diajak ngobrol. Biar nggak pinter-pinter amat, minimal ada satu nilai plusnya dia. Misalnya si dia bisa masak, atau bisa benerin alat elektronik yang rusak, atau pintar ngelawak, atau pandai bergaul dan ramah, asalkan jangan ramah yang bikin lawan jenis kege-eran. Bisa-bisa makan ati deh karena kelakuan pacar yang ramah bikin cemburu. Nah, kalau keahliannya nyolong? Kalau keahliannya nyolong hatimu sih no problem. #eaaa

K = Kerjaan yang jelas. Yang mahasiswa ya mahasiswa yang rajin, bukan mahasiswa yang nggak tamat-tamat sampai dideadline bakal kena DO. Yang masih pelajar ya pelajar yang oke, bukan yang tukang bolos dan bikin masalah. Yang kerja ya jelas kerjaannya apa. Namanya pacaran kan butuh modal, tuh! Ngajak pacar nge-date butuh modal. Ngajak pacar nonton, perlu duit. Bahkan cuma ngajak nongkrong-tanpa-makan-tanpa-minum pun butuh modal!! Apalagi kalau bukan modal ongkos. Ingat: mau chatting-nelpon-sms tuh perlu pulsa yang artinya duit itu perlu! Pas pacaran perlu duit, apalagi setelah merid! Lo mau makan cinta doang? Yaudah kalo mau makan sana, gih!

Mungkin kalian ada yang bertanya: “Soal tampang gimana nih?” Akan saya jawab. Tampang itu perlu! Walaupun orang bilang “Don’t judge a book from its cover”, omong kosong banget kalau lo nggak liat tampang orang! Lihat tampang tuh perlu. Kalau si dia nggak cantik atau nggak ganteng, minimal enak dilihat. Tapi… kadang cinta itu buta ya pemirsaaahh! Yang cantik pacaran sama yang biasa-biasa atau yang ganteng pacaran sama yang kurang cantik tuuuuhhhh ADA! Trusss… yang bodinya gede pacaran sama yang imut-imut juga A-D-A!! Dan menurut saya lagi nih…

Percuma lo cantik or cakep, punya bodi yahud bin aduhai mempesona kalau kelakuan lo nggak secakep-secantik-sekeren-seaduhai wajah dan bodi lo!

Itu dia tipe pacar ideal menurut saya. Kalau menurut kamu bagaimana? Komentarnya, pliss… Thank you!

* * *

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tantangan 10 Days Writing Challenge oleh Kampus Fiksi. Info bisa dilihat di sini. Tema Hari Pertama: Jelaskan bagaimana tipe kekasih yang kamu dambakan.

Dan…. untuk menghibur kamu yang lagi bingung mikirin tipe pacar ideal, yuk dengerin suara kecenya mbak Meghan Trainor dalam lagunya: Dear Future Husband.

Apa yang Mama Pikir Lucu Belum Tentu Baik Buat Si Kecil

Beberapa waktu yang lalu, saya mengobrol dengan psikolog anak dari Universal Megabrain Center, Palembang, Bu Ani. Beliau datang ke tempat kerja saya karena ada undangan. Nah, kami pun ngobrolin tentang hubungan gadget dan anak-anak usia Taman Kanak-kanak.

Bu Ani bercerita tentang seorang mama yang mempunyai anak usia 2 tahun. Mama ini sebenarnya hanya iseng menyuruh anaknya memegang hp. Eh ternyata si anak pintar sekali, ia bisa langsung mengerti cara membuka hp. Lama-kelamaan bisa buka ini-itu: lihat video dan main game. Awalnya mama si anak ini menganggap anaknya lucu sekali bisa main hp. Ia merasa anaknya pintar bisa main hp tanpa diajari. Tapi lama kelamaan anaknya jadi kecanduan main hp. Kalau tidak dikasih hp ia akan mengamuk. Lalu, anaknya yang tadinya ceria dan bisa mengajak ngobrol orangtuanya sekarang jadi pendiam, bahkan sulit komunikasi. Akhirnya mama ini mendatangi tempat kerja Bu Ani untuk berkonsultasi, menanyakan apa yang terjadi dengan anaknya.

Setelah melewati serangkaian tes, ditemukan bahwa si anak mengalami autis ringan. Akhirnya si anak harus mengikuti terapi. Kasihan banget kan anak yang tadinya normal malah jadi harus diterapi cuma gara-gara kecanduan main hp. Sayang ke psikologis anaknya, juga sayang uangnya. Biaya terapi anak tuh nggak murah, lho!

Bu Ani mengatakan gadget sebenarnya bagus asal tahu cara pemakaiannya. Aplikasi di gadget banyak yang bagus untuk belajar, misalnya belajar alfabet.

Sebaiknya orangtua mendampingi anak saat mau mengajari anak menggunakan gadget. Jangan sering-sering memberikan gadget ke anak, harus dibatasi pemakaiannya.

Efek negatif dari gadget terhadap anak balita adalah sebagai berikut:

1. Anak terlambat bicara. Ini jika diberikan ke anak yang usianya di bawah 2 tahun, yaitu usia di mana anak seharusnya belajar bicara. Karena keseringan melihat gadget, anak bisa malas untuk berkomunikasi. Akibatnya ia jadi telat bicara. Kalau anak telat bicara, kasihan kan nanti dia tidak bisa memberitahukan apa yang diinginkannya. Anak yang telat bicara biasanya juga nggak mengerti apa yang dikatakan orang lain padanya.

2. Anak sulit bersosialisasi. Karena terbiasa fokus ke gadget, maka anak jadi tidak bisa berteman dengan anak lain. Ia bisa jadi penyendiri dan punya dunianya sendiri. Untuk tingkat kecanduan gadget yang parah, anak bisa ngomong sendiri. Biasanya yang diomonginya adalah suara atau bunyi-bunyian yang didengarnya dari gadget. Nah, anak yang tidak bisa bersosialisasi ini bisa jadi egois lho. Soalnya dia tidak mengerti cara berbagi dengan teman, ia bisa jadi seenaknya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungannya.

3. Mata rusak atau rabun. Kebanyakan main gadget bisa membuat anak jadi rabun. Di tempat kerja saya, ada beberapa anak TK yang pakai kacamata. Minus 2, lho! Duh, kasihan banget kan masih kecil sudah pakai kacamata. Kalau tidak pakai kacamata, mereka sulit melihat, apalagi melihat tulisan di papan tulis di kelas. Kalau melihat tulisan saja nggak bisa otomatis mereka jadi sulit mengikuti pelajaran. Akhirnya nilainya berpengaruh juga kan.

4. Mempengaruhi perilaku anak. Di dalam gadget, ada konten-konten yang tidak sesuai untuk anak-anak, misalnya game tembak-tembakan atau game kekerasan. Kalau orangtua tidak mendampingi anak saat anak memakai gadget, anak bisa membuka konten-konten yang tidak sesuai umurnya. Anak sekarang kan canggih, secanggih hp. Mereka bisa buka Youtube, lho! Di Youtube ada apa? Banyak kan yang nggak sesuai untuk anak? Anak yang melihat film atau game tentang kekerasan, perilakunya akan terpengaruh dari apa yang dilihatnya itu. Apalagi kalau orangtua tidak mengajarinya, mereka bisa jadi anak yang suka memukul atau suka berteriak atau memanjat ke sana-ke mari, seperti apa yang mereka lihat. Nggak mau kan punya anak yang dicap sebagai anak nakal yang suka memukul?

Nah itulah efek negatif dari gadget. So, apa yang Mama anggap lucu tuh nggak semua baik untuk anak. Harus pandai-pandai dan bijak memberikan sesuatu untuk anak.

Menurut saya, daripada memberikan gadget untuk anak lebih baik memberikan mainan asli untuk anak yang bisa mengasah kreativitasnya. Contohnya:
1. Mainan blocks atau balok-balok kayu atau plastik. Anak bisa membuat rumah-rumahan dari kayu. Untuk yang dari plastik, bisa dibentuk jadi robot-robotan.
2. Mainan lego.
3. Mainan masak-masakan. Siapa tahu nanti anak bisa jadi chef handal.
4. Mainan dokter-dokteran.
5. Mainan pertukangan.
6. Boneka. Dari boneka, anak bisa belajar tentang warna juga, yaitu dari warna-warna bonekanya.

Oh ya, yang perlu diperhatikan dalam membelikan mainan ini adalah bahan dan usia anak. Biasanya di box mainan tertera usia yang dianjurkan. Jadi jangan asal membeli mainan, ya. Jangan belikan playdough untuk anak usia 2 tahun, kalau dimakannya bisa bahaya, tuh! Berikanlah mainan yang sesuai dengan usia anak.

Sekian tips dari saya. Ada yang mau menambahkan tentang gadget dan mainan anak? Mari silakan isi kolom komentar. Thank you!

4 Manfaat Mewarnai yang Wajib Kamu Ketahui

Mewarnai cuma buat anak kecil saja? Awalnya saya pikir begitu. Tapi kemudian ada anak teman saya, Ching-ching, bercerita tentang kegiatan mewarnainya di sekolah. Ching-ching ini suka sekali bercerita dengan saya di saat mamanya sibuk bekerja dan dia ‘dititipkan’ ke saya. Tadinya saya suka mengajakya mengambar tapi lama-kelamaan bosan juga cuma menggambar. Akhirnya, saya belikan dia dua buku mewarnai. Dia tidak mengambil kedua buku tersebut. Katanya waktu itu, “Satu buat Miss Grant, satu buat aku. Nanti kita gantian ya mewarnai bukunya.” Kegiatan mewarnai ini ternyata menyenangkan! Dan secara kebetulan, saya melihat postingan 8fact.com di Instagram tentang manfaat mewarnai…. trus langsung manggut-manggut sambil bilang, “Oh, itu toh manfaat mewarnai. Bener juga!”

sumber gambar: 8fact.com
sumber gambar: 8fact.com

Inilah 4 manfaat mewarnai yang wajib kamu ketahui:

1. Memberi efek menenangkan
Ini saya kutip dari wolipop.detik.com. Psikiater Carl Jung seperti dikutip dari Fox News kerap memberikan terapi mewarnai untuk menenangkan dan membuat pikiran para pasiennya lebih terfokus. Aktivitas mewarnai juga bisa mengurasi rasa takut dan cemas. Sekarang ini, teknik Carl masih direkomendasikan oleh para dokter untuk mengatasi kegelisahan. See? Aktivitas mewarnai ternyata dipakai untuk mengatasi kegelisahan! Kamu yang suka cemas, takut, dan gelisah, cobain deh mewarnai.

2. Mengurangi stress
Seperti yang sudah saya coba bersama si kecil Ching-ching, mewarnai cukup efektif mengurangi stress. Saat kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya dan masalah datang silih-berganti, rasanya kepala mau pecah. Di saat itu, malam-malam saya ambil buku mewarnai dan mulai mewarnai. Saya nggak terlalu suka sama buku mewarnai khusus untuk orang dewasa. Saya pikir gambarnya terlalu ribet dan malah bikin tambah stress. Saya lebih suka buku mewarnai seperti yang saya belikan untuk Ching-ching: buku-buku bergambar Princess.

Coba tebak ini gambar Princess apa?

3. Meningkatkan kreativitas
Saat melihat gambar yang belum diwarnai, kita pasti berpikir mau dikasih warna apa gambar tersebut supaya terlihat menarik. Mewarnai, tuh, sebenarnya bebas, tapi kalau asal, jadinya jelek dong hasil mewarnainya. Hasil yang jelek malah bikin stress. Saya pernah beberapa kali melihat lomba mewarnai untuk anak-anak di mal, mereka mewarnainya kreatif sekali. Sebuah rumah yang polos bisa dibuat jadi bermotif. Bagi saya itu sangat keren! Dari hasil ‘menonton’ lomba mewarnai itu saya terapkan di buku mewarnai saya. Walaupun hasilnya nggak sebagus anak-anak tersebut, saya cukup senang bisa membuat sebuah gambar jadi ‘lebih bermotif.’

Mewarnai sekaligus memberi motif
Mewarnai sekaligus memberi motif

4. Membuat jadi rileks dan bahagia
Setelah melihat hasil kerja, rasanya senang sekali. “Oh, ternyata kerjaan mewarnaiku sudah selesai! Gambarnya jadi bagus, ya, setelah diwarnai!” Begitulah yang saya katakan pada diri sendiri setiap kali selesai mewarnai sebuah gambar sampai selesai. Ada perasaan bahagia melihat hasil mewarnainya.

gambar yang sudah saya warnai
gambar yang sudah saya warnai

Satu hal lagi nih tentang mewarnai… Ternyata mewarnai adalah salah satu alternatif meditasi. Hal ini disebutkan dalam situs National Geographic. Menurut para peneliti dari Johns Hopkins University dan editor di jurnal Yoga, kegiatan mewarnai disarankan sebagai alternatif meditasi. Tahu, kan, meditasi? Duduk diam yang katanya bisa menenangkan pikiran. So, meditasi nggak hanya duduk diam saja, dong – bisa dilakukan dengan cara mewarnai.

Nah, itu tadi manfaat mewarnai.  Ada yang mau menambahkan? Kalian suka nggak mewarnai?