Sunshine Blogger Award

Eh, aku dapat nominasi dari Nekochan. Terima kasih ya sudah kasih aku nominasi ini. Sebenarnya bingung Sunshine Bogger Award ini apa. Ini bagaikan surat berantai yang harus diteruskan ke mana-mana. Tapi kalau cuma buat seru-seruan aja nggak apa-apalah. Mari kita ikuti saja aturan mainnya. Check it out, guys!

Aturan:

  1. Terimalah orang yang menominasikan Anda dalam posting blog dan link kembali ke blognya.
  2. Jawablah 11 pertanyaan yang diberikan oleh orang yang menominasikan Anda.
  3. Nominasikan 11 blog baru untuk menerima penghargaan dan tuliskan 11 pertanyaan baru.
  4. Cantumkan peraturan dan tampilkan logo Sunshine Blogger Award di post Anda (bisa copas gambar di atas).

Berikut ini 11 pertanyaan yang diberikan untuk kujawab:

1. Apa suka duka jadi blogger?
>> Sukanya: bisa dapat banyak teman dan info-info yang menarik.
>> Dukanya: kalau lagi mentok ide dan nggak tau mau nulis apa, rasanya sedih sekali kalau blog ini terbengkalai.

2. Apa saja pencapaian kalian selama ngeblog (misalnya jumlah viewers, atau award semacam ini)?
>> Jumlah viewer nambah itu sudah pasti. Dapat award semacam ini juga pernah. Tapi sudah lupa nama awardnya apa dan kapan. Kalau nggak salah tahun lalu. Pencapaian lainnya, review bukuku pernah menang hadiah giveaway, dapat buku berjudul The Girl on Paper.

3. Bagaimana awal mula terciptanya blog kalian (alasan kalian ingin mengelola blog)?
>> Awalnya blog ini isinya kumpulan artikel yang aku copas dari bc yang aku dapat di BBM dan grup WA. Trus aku lihat follower yang aku follback bikin artikel sendiri. Jadi aku ikut-ikutan bikin artikel juga. Biasanya cerpen. Soalnya teman-temanku dulu rata-rata bikinnya cerpen, mereka join grup MondayFlashfiction. Aku juga ikut-ikutan join grup itu. 😀

4. Siapa idola/sosok yang menginspirasi kalian?
>> Nggak ada nama spesifik. Bagiku semua yang bisa bikin artikel bagus adalah seorang idola.

5. Apa saja hal-hal yang menjadi favorit kalian (misalnya buku, hewan, makanan, kegiatan, apa saja)?
>> Buku: novel bergenre misteri atau thriller atau petualangan
>> Hewan: anjing
>> Makanan: keripik kentang
>> Kegiatan: blogging, crochetting, nonton K-Drama yang lucu, baca buku fiksi dan webtoon

6. Adakah keinginan yang belum tercapai/ingin dicapai?
>> Pengen jadi orang kaya. Hahaha.

7. Adakah hal yang telah dicapai dan menjadi suatu kebanggaan?
>> Aku bangga punya blog ini. 😉

8. Bagi kalian, sebenarnya apa itu blog?
>> Blog adalah tempat berbagi cerita dan kisah, sarana untuk mengeluarkan isi hati, tempat curhat, juga tempat berbagi inspirasi.

9. Adakah harapan untuk blog kalian ke depannya?
>> Harapanku semoga bisa makin banyak yang mampir ke blogku. Semoga tulisan di blog ini bermanfaat bagi siapa pun yang baca.

10. Bagaimana pendapat kalian tentang blog Watashi no Sekai ini?
>> Blognya rame. Maksudku rame gambar background-nya. Kalau boleh saran gambar backgroundnya jangan terlalu rame, soalnya bingung lihat tulisan yang di bagian pinggirnya. Ketutup sama background. Untuk isinya oke menurutku. Mungkin karena baru, jadi artikelnya belum terlalu banyak. Keep writing ya, Nekochan! Semangat terus nulisnya! 🙂

11. Pesan untuk para blogger pemula?
>> Tulislah apa saja. Nggak usah pedulikan aturan. Nanti akan ketemu sendiri ciri khasmu. Banyak baca juga. Tetap semangat nulisnya!

* * *

Karena sekarang lagi musim liburan, jadi aku mau nanya tentang liburan. Berikut ini 11 pertanyaan yang kuberikan untuk nominasi baru:
1. Liburan tuh enaknya berapa lama?
2. Kalian biasanya ngapain aja kalau liburan?
3. Adakah kota yang ingin kalian kunjungi di liburan kali ini?
4. Kalau bisa ke luar negeri, kalian ingin ke mana dan apa alasannya?
5. Siapa saja orang-orang yang akan kalian ajak pergi liburan?
6. Barang apa saja yang wajib dibawa saat berlibur? (selain uang dan kartu pengenal/ATM)
7. Biasanya pesan tiket pesawat/kereta api/kapal/bus/travel di mana?
8. Naik apa untuk jalan-jalan di kota tujuan liburan?
9. Wajibkah membelikan oleh-oleh untuk keluarga, teman dekat, atau rekan kerja/sekolah?
10. Biasanya oleh-oleh apa yang kalian belikan untuk keluarga, teman dekat, rekan kerja/sekolah?
11. Tips untuk teman-teman yang ingin berlibur?

Berikut adalah nominasi baru yang kupilih:
1. kunudhani
2. winnymarlina
3. Suci Su
4. fiberti
5. Crystal
6. ice_tea
7. jejakandi
8. @nurulrahma
9.  hepykusumawijaya
10. Susleni
11. justpipit

Selamat buat yang terpilih. Buat yang namanya nggak tercantum di atas, kalau mau ikut untuk seru-seruan aja dipersilakan, kok. Siapa tau pertanyaan-pertanyaan di atas bisa jadi ide untuk menulis. 🙂

Advertisements

Benarkah Kerang Nggak Baik untuk Dikonsumsi?

Benar –> kalau dikonsumsi oleh ibu hamil

Benar –> kalau cara memasaknya tidak tepat

Benar –> kalau kerangnya dibeli dari tempat yang tidak terpercaya

* * *

Beberapa hari yang lalu ada orangtua siswa bercerita tentang anak-anak autis. Ibu ini bercerita suatu waktu ia sedang di tempat terapi anak-anak autis. Terapis di sana mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan anak jadi autis adalah jika si ibu mengkonsumsi kerang saat hamil.

Seorang guru sekolah tempat saya kerja, Ms. Liana, juga mengatakan hal yang sama. Alasannya adalah kerang bisa hidup di daerah terpolusi. Kerang bisa menyerap apa saja termasuk polutan. Jadi kalau ibu hamil memakan kerang yang diambil dari tempat terkena polusi, maka zat polutan akan ikut diserap tubuhnya. Ini yang menyebabkan anaknya bisa menjadi autis.

Sumber di internet yang bisa dibaca tentang resiko dan manfaat kerang ada di sini: http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/nutrisi-resiko-dan-manfaat-kerang.html

Boleh sih makan kerang untuk yang nggak hamil, asal belinya di tempat terpercaya, yang bisa menjamin kerangnya berasal dari tempat yang bersih. Cara masak kerang juga perlu diperhatikan, harus direbus terlebih dahulu baru diolah. Jangan membeli kerang yang berbau dan bersihkan dahulu sebelum diolah.

* * *

Kamu…. Suka nggak makan kerang?

 

Bertemu Hantu

Malam itu… Bukan tengah malam beneran, sih. Tapi waktu itu hujan deras. Kilat menyambar-nyambar. Suara guntur bergemuruh. Cuacanya dingin.

Semua orang di rumah sudah tidur. Mungkin karena cuaca yang dingin, membuat mereka tidur dengan nyenyak. Aku keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Entah kenapa tiba-tiba aku terbangun dan merasa haus.

Untuk mengambil air, aku melewati jendela dapur yang tak bertirai. Seperti ada magnet, kepalaku kutolehkan ke jendela yang menghadap ke belakang rumahku. Padahal, biasanya aku langsung ke meja makan untuk mengambil gelas. Tapi kali ini….

Dan saat itulah aku melihat sosok itu. Sosok bergaun putih panjang yang melambai-lambai. ‘Huhuhuhuhuhu….’ Suara itu… Antara suara angin atau suara sosok itu. Ditambah kilat yang tiba-tiba menyambar disusul dengan bunyi geledek. Blarr!! Sosok itu kembali melambai-lambai….

HANTUUU!!! 

Detik berikutnya lewatlah anjingku di depan jendela dapurku yang ukurannya besar itu. 

Tunggu dulu! Si Doggy nggak menggonggong. Itu artinya….

BUKAN HANTU TAPI JEMURAN!!

Ya, itu baju ibuku yang belum kering. Bajunya kebetulan warnanya putih dan digantung di plafon teras belakang. Angin membuatnya seolah melambai-lambai. Suasana gelap, membuatnya nampak seperti hantu. 

Huft… Efek kebanyakan nonton, Pemirsah! 😅

 

Kamis Histeris

Tidak seperti beberapa hari yang lalu, pagi ini cuaca cerah. Nggak ada hujan deras dan nggak ada gerimis. Benar-benar Kamis yang manis. Bangun pagi pun jadi tersenyum manis. Dalam hati kuberdoa supaya nggak ada yang bikin meringis.  

Namun, pagi yang manis tak bertahan selamanya. Ada sedikit keributan di seputaran rumah. Rasanya bete banget deh kalau pagi-pagi mendengar sesuatu yang berisik – suatu keributan yang bikin polusi suara.

Sing sabar toh, nduk,” kata Bunda sebelum aku berangkat kerja.

Aku sih cuma bisa bilang iya walau dalam hati masih dongkol. Untung nggak sampai melempari orang pakai ikan tongkol.

Taulah ya… Bete itu bikin emosi naik. Jadilah di jalan naik motor ngegasnya agak dalem sedikit. Tapi…. Saat kulihat jarum spidometerku…. Alamak!!! Jarumnya nggak berfungsi! ‘Aaaaggrrhhh!! Gimana ini?? Kok bisa!’ jeritku. Dan tentu saja nggak ada yang mendengar jeritan hati anak manusia bermasker yang lagi bete dan dongkol di tengah jalan. Mendapati masalah saat berkendaraan tuh selalu bikin histeris.

Yaudah kepalang nggak ada penunjuk kecepatan, tarik gas sampe polll!! Yuhuuuu!! *maunya…

Cap cis cus sampai di kantor, suasana kembali adem. Maklum… Di ruangan kerja ada AC. Tapi bukan yang Angin Cepoi-cepoi. Ini beneran AC, lho! Aer kondisioner! Nyam… Nyam… Asyik…

Sekali lagi… Keademan pun tak bertahan lama. Tiba-tiba si AC mati sendiri trus nyala sendiri juga. Kejadiannya nggak cukup sekali tapi sampai berulang kali. Bukan si AC aja yang tiba-tiba bertingkah aneh. Mesin fingerprint yang ada di ruanganku juga tiba-tiba ngomong sendiri.

“Silakan coba lagi!” begitu kata si mesin fingerprint. Beberapa kali pula. Mana di suatu waktu, di ruangan itu cuma ada aku sendiri. Trus sebelumnya ada teman yang bercanda tentang Kamis malam Jumat Kliwon. Itu hari ini!! Katanya mungkin ada hant* atau yang ‘tak tampak’, sebutan lainnya si ‘halus’, tapi ‘dia’ tentu saja lebih halus dari kulitku yang tak pernah absen pakai losion yang ‘itu’. Gimana nggak histeris coba!! Horor banget, kannnn!! Untungnya nggak beneran lihat ‘sesuatu.’ Kalau nggak, pastilah sudah jejeritan kayak orang ***a.

Ting! Tong! Jam menunjukkan pukul sekian sore. Waktu pulang pun tiba. Hore! Hore! Akhirnya…. Bisa bernapas lega.

Di jalan pulang, banyak banget mobil truk besar. Jalan jadi macet, ditambah pula jalan rusak karena pembangunan LRT dan fly over. Trus disalip motor dan diklakson mobil. Dan… Di kejauhan kulihat dia yang bikin histeris. Ow mai gad!! Langsung deh teriak.

“Aaaggrrh!! Fortuner!! Aaaggrrh!! Pajerooooo!! Gilaaakk keren bangetttt!!” seruku. Dan sekali lagi… tentu saja tak ada yang peduli dengan teriakan umat manusia bermasker dan berhelm tertutup di jalan raya.


* * *

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan #10DaysKF oleh Kampus Fiksi. Tema hari kedua: Sebutkan 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris.

* * *

Hai kamu… Iya, kamu yang baru aja baca… Apa yang bikin kamu histeris? Cerita dong di kolom komentar.

Serba-serbi Hari Onde

Onde buatan saya

Onde, Monday, Tuesday, Wednesday…. Apa kabar semuanya? Tak terasa sudah tanggal 21 Desember. Sebentar lagi mau Tahun Baru.

Hari ini adalah hari yang cukup spesial bagi orang-orang keturunan Tionghoa karena di hari ini mereka merayakan Hari Onde. Tradisi ini disebut dengan Tradisi TANG CIE – biasanya jatuh di tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun kabisat jatuh pada tanggal 21 Desember.

Apa sih Hari Onde itu? Berikut sekelumit tentang Hari Onde yang saya copas dari grup WA: 

——–

Tang Cie berarti musim dingin tiba (Merupakan hari yg paling dingin). Tang Cie mempunyai makna yg khusus bagi masyarakat Tionghua. Seperti cerita ‘dulu’ dikatakan hikayat Tang Cie:

Ada seseorang pemuda berprofesi sebagai tabib. Ia sangat berbakat. Pada suatu ketika ia mencari ramuan obat di hutan. Karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, racun tanaman menyebabkan kedua matanya buta.

Seseorang menemukannya terlantar di hutan dan mengantarkannya kembali ke rumah. Ibunya yang sudah tua sangat mengasihi anaknya. Pada saat anaknya tidur, ia rela mencongkel kedua matanya untuk diberikan pada anaknya yang telah buta. 

Setelah anaknya bangun dari tidur, ia bisa melihat. Ia mengetahui bahwa matanya adalah pemberian ibunya. Ia ingin mengembalikan mata tersebut kepada ibunya, tapi ibunya menolak.

Ibunya mengatakan agar anaknya cukup membuat onde dari ketan dan dimasukan ke kelopak matanya. Ternyata suatu keajaiban terjadi. Karena mata yang dibuat dari ketan, ibunya dapat melihat kembali.

Makna dari Onde adalah menunjukkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Kemudian tradisi ini dicanangkan sebagai Mother’s Day atau Hari Ibu. Dari hikayat ini, kalangan warga Tionghua membuat suatu kebiasaan/adat-istiadat membuat kue onde-onde. Pada malam hari sebelum hari Tang Cie, para ibu membuat onde-onde yang terbuat dari tepung beras ketan dan diberi warna merah, putih, hijau, dan berbentuk bulat. Esok harinya, pagi-pagi onde-onde tersebut direbus dan dimasukan ke dalam air gula dan jahe. Setelah masak pertama-tama diberikan kepada Ibu sebanyak dua Onde.

——–

Kalender hari ini

Itu sekilas tentang Hari Onde. Ada dua hal yang menarik dari Hari Onde ini, yaitu mitosnya.
1. Makan onde  harus sesuai umur.
Ada yang bilang makan onde, tuh, harus sesuai umur. Kalau berumur 12 tahun, harus makan sebanyak 12 butir onde. Saya pikir nggak mungkinlah kan kalau sudah jadi oma-oma atau opa-opa berumur 70 tahun trus harus makan onde 70 butir. Bisa-bisa opname di RS karena kebanyakan makan tepung ketan. 
Beteweh, terlalu banyak makan ketan bisa menyebabkan sakit maag kambuh, lho. Kasihanilah perut opa-opa dan oma-oma kalo disuruh makan onde banyak-banyak. 😥

2. Cuaca di Hari Onde sama dengan cuaca di Hari Tahun Baru Imlek.
Apa benar demikian? Maybe yes maybe no, soalnya musim di Indonesia cuma ada dua: hujan dan panas. Peluangnya fifty-fifty, sih, ya. Truuusss… Memangnya ada yang ingat bagaimana cuaca bulan lalu? Well, kecuali ada yang rajin mencatat keadaan  cuaca, ya. BMKG kali iya. Dan saya juga karena saya nulis ini. Hohoho. Hari ini cuaca di tempat saya panas. So, kita lihat saja Tahun Baru Imlek bulan depan cuacanya bagaimana. Catet tanggal mainnya, Pemirsah!

Tidak seperti tahun sebelumnya, di mana keluarga kami nggak pernah bikin onde, tahun ini saya mencoba bikin sendiri onde yang resepnya mirip dengan resep Wedang Ronde khas Jogja. Ini pertamax, lho! *trus jingkrak-jingkrak karena hasilnya oke* 

Onde yang saya buat nggak ada isinya seperti Wedang Ronde yang berisi kacang tanah dan gula. Bapak saya bilang onde-onde tradisi nggak perlu diberi isi. Jadi ya bikinnya cuma tepung ketan aja.

Yaudah langsung cuuuuss aja yuk baca resepnya. Siapa tahu Anda-anda sejagad raya mau buat onde/wedang ronde juga. FYI, resep ini saya modif sedikit dari yang dikasih tahu oleh Mbah Google.

Bahan Onde:
150 gr tepung ketan
2 sdm tepung sagu
1/2 sdt garam
150 ml air panas
Pewarna merah dan hijau
Air untuk merebus onde

Cara membuat onde:
1. Campur tepung ketan, tepung sagu, dan garam. Aduk rata. Kemudian tuang air panas sambil diuleni hingga kalis.
2. Bagi adonan onde jadi tiga bagian. Satu bagian diberi beberapa tetes pewarna merah. Satu bagian lagi diberi beberapa tetes pewarna hijau. Aduk tiap adonan hingga rata dan warna bercampur rata.
3. Bentuk bulat-bulat ondenya. Jangan terlalu besar. Lalu rebus dalam air mendidih. Setelah onde mengapung di air mendidih dan tampak besar, angkat.

Bahan kuah:
3 lbr daun jeruk purut (buang tulangnya)
1 ruas jahe, memarkan
3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
100 gr gula merah, disisir halus
500 ml air bersih

Cara membuat kuah:
1. Rebus semua bahan.
2. Tunggu sampai mendidih sambil diaduk-aduk hingga rata.
3. Sajikan onde di dalam mangkuk lalu tuang kuah gula merah.

Bikinnya nggak susah-susah amat, kok. Yang penting sabar membulat-bulatkan adonannya. Trus, resep di atas disajikan hangat lebih wueenakk-sedap-mantap-maknyusss-jooss-luar biasa!

So, gaeess…. kalau diberi pilihan, kamu lebih suka bikin sendiri ondenya atau lebih baik beli?

Timbang-timbang Pilih Transportasi

Eh, sudah hari Minggu lagi, ya. Pa kabar, nih, teman-teman? Mudah-mudahan weekend-nya menyenangkan, semua sehat, aman, lancar, dan sejahtera!

Hari Minggu itu biasanya digunakan untuk istirahat. Kalau saya, sih, pengen istirahatnya termasuk nggak bawa kendaraan ke mana-mana. Maunya naik angkot atau ojek aja biar nggak capek di perjalanan. Mana sekarang jalanan di Palembang macet terus karena proyek LRT, bikin males aja bawa kendaraan.

sumber gambar: Perum DAMRI on Twitter

Pemikiran itulah yang jadi bahan timbang-timbang pagi ini. Ceritanya nih saya mau pergi, trus mikir mau naik angkot aja atau bawa motor. Beberapa waktu yang lalu pas saya naik bus Trans Musi, saya lihat stiker yang ditempel di bus. Bunyinya: “Ayo naik bus biar nggak bikin macet.” Jadinya mikir, kalau semua orang naik bus dan kendaraan lainnya cuma sedikit, jalanan pasti nggak macet. Bagus banget tuh slogan busnya. Trus enaknya naik bus tuh nyantai nggak usah mikir nanti di jalan ada kendaraan yang minta disenggol atau kitanya yang kesenggol. Juga nggak khawatir pas jalanan macet, nggak capek ngerem dan berpanas-ria atau berhujan-basah-gembira di jalan. Di bus juga ada ACnya, dingin sejuk bikin adem pengen tidur.

Tapi… akhirnya saya mikir lagi. Rumah saya kan jauh, pergi ke mana-mana nggak cukup cuma naik bus, harus naik ojek juga buat nyampe ke terminal. Dari terminal ke rumah harus naik ojek karena jaraknya cukup bikin napas tersengal-sengal dan keringat mengucur sampai seember penuh. Harga ojek sekali jalan Rp.10.000,- dan harga naik bus Rp.5.000,- sekali jalan. Hitung-hitung bolak-baliknya jadi 2 x Rp.15.000,- = Rp.30.000,- Bandingkan dengan naik motor sendiri: Rp.30.000,- itu bisa untuk isi bahan bakar selama seminggu! Sedangkan naik angkot Rp.30.000,- cuma untuk sehari. So, lebih hemat bawa motor sendiri, kan, ya? Hiks! Gimana mau bikin jalanan nggak macet, nih??

Roti India ala Webtoon

Hae! Hae! Hae gaes, siapa di sini yang demen banget baca Webtoon? Yang cuma baca sesekali juga boleh angkat jari setinggi-tingginya. Eikeh mau liat siapa yang paling tinggi di sini. Eh, salah! Maksudnya pengen tau berapa banyak yang suka baca Webtoon.

Atau… jangan-jangan ada yang belom tau sama Webtoon? Wah, lo kudu donlot aplikasinya dari Playstore ya kalo nggak tau. Webtoon itu aplikasi komik online. Ada berbagai macam genre komik di sana. Contohnya: fantasi, komedi, horor, drama, slice of life, de-el-el.

Nah, yang mau saya bahas di sini bukan sejarah Webtoon dan cara donlot-nya, ya. Tapi, tentang masak-memasak! Lha, apa hubungannya sama Webtoon? Ada, dong!

Jadi gini ceritanya… Suatu hari saya lagi pengen cari suasana baru dalam hal bacaan. Kalo biasanya saya baca komik Webtoon yang genrenya fantasi, sekarang pengen pindah jalur sebentar aja ke genre yang lain. Dan pilihan pun jatuh pada genre Slice of Life. Awalnya saya baca The Normies. Lalu saya beralih ke Lazy Cooking setelah baca ringkasan ceritanya.

Yang bikin tertarik tuh kata-kata ‘cara masak yang simpel dan enak’! Yipee yayyeyy!! Bagai menemukan sebongkah berlian, saya pun baca komik ini.

Ada satu episode yang menceritakan tentang Roti India. Bahannya mudah didapat, kok, yaitu: roti tawar yang digiling tipis, telur, pisang, dan minyak goreng. Di akhir cerita ada catatan tambahan bahwa bahan pisang bisa diganti dengan keju, kornet, dll. So, saya coba ganti bahannya dengan smoked beef dan keju. Trus saya pakai mentega juga untuk diolesi ke roti. Resep lengkapnya silakan baca sendiri di Webtoon, ya. Nggak seru, ah, kalo dibabarkan semua di sini.

Hasilnya? Taa-daaa!! Ini dia Roti India ala Webtoon yang rasanya yummy banget!

Baca Webtoon nggak cuma menghibur, tapi juga bikin pengetahuan jadi bertambah, lho!!