Writing Quotes

bcoz everyone has stories to tell

Write the kind of story you would like to read. People will give you all sorts of advice about writing, but if you are not writing something you like, no one else will like it either. ~Meg Cabot

 

Write what disturb you, what you fear, what you have not been willing to speak about. Be willing to be split open. ~Natalie Goldberg

 

A story is a letter that the author writes to himself, to tell himself things that he would be unable to discover otherwise. ~Carlos Ruiz Zafon, The Shadow of The Wind

 

We write to taste life twice, in the moment and in retrospect. ~Anais Nin

 

Writing isn’t about making money, getting famous, getting dates, getting laid, or making friends. In the end, it’s about enriching the lives of those who will read your work, enriching your own life, as well. It’s about getting up, getting well, and getting over. Getting happy, okay? Getting happy. ~Stephen King

 

Concentrate on what you want to say to yourself and your friends. Follow your inner moonlight; don’t hide the madness. You say what you want to say when you don’t care who’s listening. ~Allen Ginsberg

 

Writing is a struggle against silence. ~Carlos Fuentes

Advertisements

Pertanyaan Garing

– 10 pertanyaan mudah, namun sulit dijawab dengan benar –

1. Lampu-lampu apa yang ada di persimpangan jalan?
Jawab : lampu merah!!
Benar : lampu merah kuning hijau

2. Ban Becak Ada Berapa hayoo?
Jawab : 3
Benar : 6 (3 ban dalam + 3 ban luar)

3. Kenapa mobil berhenti di lampu merah?
Jawab : takut ditilang, takut polisi, takut ketabrak.
Benar : karena direm. (kalo nggak direm mau lampu apa juga pasti nyelonong aje)

4. Rem itu gunanya buat apa?
Jawab : yah buat berhenti lha….
Benar : buat ngebut! (coba kalo nggak ada rem.. Rossi juga nggak berani ngebut)

5. Ayam sama telur duluan yang mana?
Jawab : rancuh dan alasannya aneh-aneh dah…
Benar : AYAM! karena ayam mengenal telur tapi telur tidak mengenal ayam seperti ibu kita yang mengenal bayi mereka, sedangkan bayi belum tentu mengenal mana ibunya.

6. Minuman apa yang paling murah di warteg?
Jawab : air putih
Benar : air bening. Kalo putih masih mahal (susu).

7. Sebutkan 10 hewan buas dalam waktu 10 detik!!!
Jawab : Macan, ular, buaya, nenek-nenek, beruang, komodo, kamprettt…
Benar : 5 macan, 5 singa!

8. Ruang apa yang paling di takutin di RS?
Jawab : Ruang mayaaaaat, ruang operasi…..
Benar : ruang administrasi…
hehehe..

9. Binatang apa yang jago berenang ?
Jawab : ikan!!!!
Benar : bebek (ikan mah menyelam, nggak ngambang…)

10. Apa bahasa Inggrisnya papan tulis???
Jawab : blackboard!
Benar : chalkboard (tes aja di google translate)

Hahaha…
Semoga terhibur! 🙂

Sumber: BC dari teman

Bahaya Mengajarkan Calistung pada Balita

PENTING UTK ORTU YG PUNYA BALITA

Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena ‘Mental Hectic’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tidak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa anak akan terkena ‘Mental Hectic’.

”Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,” ujar Sudjarwo, Direktur PAUD Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh krn itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada ‘fitrah’-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.
 
Saat ini banyak ortu yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ”Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,” jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung. Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ”Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,” cetusnya.

Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ”Jadi tidak main-main itu, ada namanya ‘mental hectic’, anak bisa menjadi pemberontak,” tegas dia.

Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/200.

Mohon disebarkan untuk masa depan anak-anak kita tercinta.

Pertimbangan dalam Memilih Sekolah

Faktor2 lain yg perlu diperhatikan dlm memilih sekolah, yg jarang dipertimbangkan oleh parents:

1. Apakah sekolah tsb “asal terima” murid. Yg penting ada yg daftar dulu, walaupun usia blm mencukupi, tetap diterima. Taukah anda, misal usia anak 3th, ortu minta masuk TK, walaupun sekolah tetap menerima. Pada saat si anak lulus TK B, ia tidak bisa masuk SD krn usia blm cukup.
Akhirnya end up mengulang TK.

2. Apakah sekolah menseleksi calon murid?
Anak2 yg perlu “perhatian khusus” sebaiknya tidak diterima di sekolah umum. Apabila sekolah anda melakukan hal ini, maka ini akan merugikan putra/putri anda, serta si anak berkebutuhan khusus tsb.
Krn umumnya anak2 akan meniru tingkah laku temannya. Maukah anda, apabila anak anda begitu?

3. Jangan tergiur dengan embel2 Sekolah dengan internasional standard atau internasional curriculum.
Banyak ortu yg mengira sekolah tsb adl sekolah internasional, pdhl bukan.
Caritau dgn jelas program2 yg dijalankan.
Ciri2 umum sekolah internasional: 1. Tidak mengajarkan Bahasa Indonesia, serta mata pelajaran asal Indonesia, sprt Kewarganegaraan, dll.
2. Seluruh pelajaran diajarkan dgn Bahasa Inggris.
3. Sertifikat internationally recognized.

Pastikan sekolah yg anda pilih adl sekolah yg benar2 berkualitas, bukan abal2.

Regards,
Liana

Cukup Itu Berapa?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan
sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah
target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

 

Sumber: email grup