Cece Masuk Koran

Cece: “Ma, tante baru saja WA, katanya Cece masuk koran.”

Mama: “Yang benar? Kok bisa? Harus beli korannya kalau gitu.”

Cece: “Oke. Nanti tak beli korannya.”

Mama: “Beli yang banyaklah ya…”

Cece: “Buat apa?”

Mama: “Buat dibagi-bagiin ke orang.”

Cece: “Astaga, nggak perlu lah, Ma.” *tepok jidat*

* * *

Cece: “Eh, aku masuk koran, lho! Kalian sudah baca koran hari ini belum?”

Alyka: “Masa sih? Koran apa?”

Cece: “Koran Sumeks halaman 12.”

Alyka: “Siplah, nanti aku beli koran itu.”

Meisya: “Emang kamu muat masuk koran?”

Cece: “Dimuat-muatinlah. Gitu aja kok repot.”

Meisya: “Iya juga, tinggal dilipat-lipat trus bungkus.”

Cece: “Yeeey, emangnya aku nasi bungkus??!”

Gun: “Ciye ciye… Yang masuk koran… Tambah terkenal aja, nih! Hahaha!”

Cece: “Iya nih! Kayaknya aku bakal butuh manajer.”

Sheira: “Baru masuk koran aja udah sombong!”

Cece: “Nggak apa-apalah. Aku belum terkenal kayak kamu, sih!”

Sheira: “Iya, sih. Kamu masih kalah jauh. Aku mah udah sering masuk koran dan majalah. Hahaha!”

Cece: “Begitulah… Fotomu di media cetak sudah banyak banget! Saking banyaknya sampai bisa dibikin jadi alat buat nakut-nakutin tikus. Hihihi!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s