[Review Buku] Girls in the Dark

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

* * *

Novel J-Lit atau novel Jepang ini menceritakan tentang Shiraishi Itsumi, seorang gadis cantik-kaya-berkarisma yang ayahnya adalah pengelola sekolah. Itsumi mendirikan kembali Klub Sastra yang telah lama vakum. Bersama dengan Sumikawa Sayuri, Klub Sastra dibangunnya kembali. Kemudian dua orang gadis yang bersekolah di sekolah putri tersebut mencari anggota. Orang-orang yang diajak masuk Klub Sastra adalah orang-orang terpilih. Mereka adalah:

1. Takaoka Shiyo (murid kelas 2-C)
Shiyo adalah penulis berbakat. Ia menulis sebuah novel berjudul Kimi-kage Sou. Debut novelnya ini ditulis saat ia masih berusia 15 tahun.

2. Kominami Akane (murid kelas 2-B)
Akane bermimpi mempunyai restoran ala Barat. Awalnya ia tak menyukai sastra. Namun setelah melihat dapur di gedung Klub Sastra, ia akhirnya jatuh cinta. Ia membuatkan kudapan manis untuk para anggota klub dan membahas tulisan-tulisan mengenai makanan.

3. Koga Sonoko (murid kelas 3-B)
Sonoko adalah salah satu murid pandai di sekolah. Ia bercita-cita menjadi dokter. Sama seperti Itsumi. Sonoko adalah saingan Itsumi dalam hal pelajaran IPA.

4. Nitani Mirei (Kelas 1-A)
Ia adalah siswa penerima beasiswa dari sekolah. Ia bukan berasal dari keluarga kaya. Ayah dan ibunya bercerai dan ibunyalah yang menghidupinya beserta adik-adiknya. Nitani memiliki otak yang encer, karena itulah ia bisa menjadi satu-satunya penerima beasiswa sekolah.

5. Diana Detcheva (Murid Internasional)
Diana berasal dari Bulgaria. Ia adalah siswa pertukaran pelajar yang sebelumnya telah kenal dengan Itsumi saat Itsumi menjadi siswa internasional di Bulgaria. Diana banyak mengetahui tentang Jepang dari Itsumi.

Kelima orang anggota Klub Sastra tersebut berkumpul di suatu malam, seminggu setelah kematian Itsumi, untuk mengenang mantan ketua mereka. Sumikawa Sayuri, sahabat terdekat Itsumi, menggantikan Itsumi menjadi ketua. Mereka mengadakan malam yami-nabe., yaitu tradisi membawa bahan makanan yang dirahasiakan. Di malam yang gelap tanpa penerangan, masing-masing anggota akan memasukkan bahan makanan rahasia mereka ke dalam panci. Yang boleh mengaduk panci dan menuangkan isinya ke mangkok-mangkok untuk masing-masing anggota hanyalah ketua. Sambil memakan bahan makanan tersebut, para anggota maju satu per satu ke tempat pembacaan naskah untuk membacakan cerpen mengenang Itsumi yang mereka buat.

Namun ternyata cerpen yang dibuat masing-masing anggota Klub Sastra tersebut bukan cuma cerita untuk mengenang mantan Ketua mereka, tetapi juga analisis tentang kematian sang ketua. Ada yang membuat hipotesis tentang kematian sang ketua dan ada pula yang menunjuk salah satu anggota sebagai tersangka pembunuh. Malam perenungan pun akhirnya menjadi malam yang penuh ketegangan.

* * *

Novel ini oke banget. Sesuai judulnya, Girls in the Dark, setting tempatnya memang beneran di tempat yang gelap: para cewek murid SMA anggota Klub Sastra berkumpul di sebuah ruangan gelap untuk membacakan cerita pendek karangan mereka. Ceritanya mengalir dan seru. Bacanya nggak ngebosenin. Bikin penasaran akan siapa sebenarnya pembunuh Itsumi. Dan yang pasti endingnya nge-twist banget! Benar-benar keren! Saking kerennya pengen banget pinjam jempol teman-teman buat ngasih jempol ke novel ini.

Sebelumnya saya sudah baca novelnya Akiyoshi Rikako yang berjudul Scheduled Suicide Day. Karena novel tersebut seru, saya pun baca novel yang satu ini. Ternyata beneran, novel ini keren pake banget!! Saya kasih rating 5 bintang (skala 5) untuk novel berjudul Girls in the Dark ini. Ntar selanjutnya pengen baca juga novelnya Akiyoshi Rikako yang berjudul The Dead Returns.

Pssstt… kabarnya, novel ini akan dibuat filmnya, lho! Wah, pasti bakalan seru kalau ada filmnya!

Informasi Buku:
Judul Buku: Girls in the Dark
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2016 (cetakan kesembilan)
Genre: J-Lit, School life, Mistery
Jumlah halaman: 289 halaman
ISBN: 978-602-7742-31-4

Advertisements

16 thoughts on “[Review Buku] Girls in the Dark

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s