Jatuh Cinta Diam-diam, Berharap Kau Memiliki Rasa yang Sama

Now playing: Secret Admirer by Mocca

Lagu Mocca yang berjudul Secret Admirer ini pas banget sama buku berjudul Jatuh Cinta Diam-diam #2 karya Dwitasari and friends. Jatuh cinta diam-diam, menjadi pengagum rahasia, segala hal tentangnya sampai terbawa ke dalam mimpi, hingga berharap si dia memiliki perasaan yang sama. Uuuhhh…. sungguh berjuta rasanya!

Sukses dengan buku pertamanya, Dwitasari and friends pun membuat sekuel buku Jatuh Cinta Diam-diam yang ber-Tagline: Manis pahitnya memendam rasa. Saya sudah punya buku yang pertama. Bukunya oke banget. Makanya saya beli sekuelnya. Soalnya penasaran banget sama apa yang diceritakan oleh buku ini. Coba deh perhatiin teasernya:

Tak semua perasaan itu harus diungkapkan. Ada kalanya dia disimpan di hati. Diresapi sendiri.
Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya. Senyum terkembang saat melihat tawanya. Lutut melemas saat dia menyapa.
Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia. Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar. Dinikmati saat mekar.
Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas adalah saat dia tertawa bahagia karena orang lain, bukan karena dirimu? Saat rona merah pipinya bukan untukmu? Saat detak jantungnya yang berkejaran bukan karena berdekatan denganmu? Saat sosoknya tidak ada lagi untuk memuaskan matamu?
Saat itu tiba, mungkin waktunya kamu menyesal karena terlalu asyik menikmati cinta dalam diam.

Ada 10 cerpen di buku bersampul biru ini. Walaupun bertema sama, namun cerita-ceritanya dikemas dengan apik dan manis. Yuk langsung cek judul-judul yang ada di buku ini:
1. Angsana oleh Ikhsan
2. Sebatas Cukup oleh Sitta Nurazizah
3. Kopi oleh Ikhsan
4. Fuurin oleh Refa Annisa
5. Senja di Ujung Jalan oleh Rahardian Shandy
6. Bukan Hanya Tempatku Bercerita oleh Eni Ristiani
7. Kotak Kecil oleh Vidya Vivi
8. Teman Terbaik oleh Adysha Citra Ramadani
9. Drama oleh Sofy Nito Amalia
10. Menemukanmu di Udara oleh Dwitasari

Setiap tokoh utama dalam masing-masing cerpen di atas berkarakter unik, namun agak mirip. Sesuai judulnya, tokohnya sama-sama menyimpan rasa suka yang tak diungkapkan. Ada yang takut mengungkapkan, ada yang memang sengaja nggak pengen si dia tahu, ada yang telat menyatakan, … Pokok’e semua dirahasiakan. Bikin geregetan aja, kenapa nggak dikatakan sih kalau kamu suka sama si dia? *Tapi kalau diungkapkan nanti judul bukunya bukan JCDD lagi dong!* Terus, ceritanya ada yang lucu, sedih, nge-gemesin, juga bikin senyum-senyum sendiri. *ini pas keinget sama pengalaman yang zaman kapan ituuuu…* Saya jadi pengen bilang sama penulisnya, “Kok ceritanya aku banget, deh? Ini asli cerpen, kan? Bukan pengalaman pribadi, kan?? Kan…? Kan…?”

Okeh, lanjut… Dari 10 cerpen, yang pengennya saya semua berakhir dengan jadian tetapi ternyata nggak semuanya berakhir begitu, favorit saya adalah cerpen berjudul Angsana, Sebatas Cukup, dan Drama.

Angsana bercerita tentang Pranaja yang jatuh cinta diam-diam pada Angsana, sahabatnya. Sebelum ia sempat menyatakan perasaannya, Angsana dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pria kaya. Tapi cerita tak selesai sampai di situ. Ada beberapa masalah yang harus mereka hadapi. Masalahnya…. ada deh, no spoiler! Pastinya, saya suka kalimatnya tokoh Pranaja di cerpen beralur maju-mundur yang bunyinya begini: “Namaku Pranaja. Rasional adalah caraku mencintai wanita di hadapanku, meski tak pernah aku memberi tahu.

Cerpen Sebatas Cukup adalah kisah tentang seorang mahasiswa perempuan yang terpesona dengan mahasiswa magang bernama Fito. Namun ia hanya bisa mengaguminya dari jauh dengan cara melihat akun media sosialnya si Fito itu. Tokoh aku di cerpen ini ceritanya semacam stalker gitulah, ia nggak pernah absen memantau kegiatan gebetannya dari medsos dan dari sahabatnya, Kiran yang juga magang di perusahaan yang sama. Namun, suatu ketika masa magang sang gebetan berakhir. Sahabatnya berusaha keras membujuk supaya si tokoh aku ini bisa berkenalan dengan Fito. Tapi saran baik itu ditolak. Walaupun sudah nggak sekantor lagi dengan si gebetan, tokoh aku tetap saja setia menjadi pengamat kegiatan gebetannya.

Nah, kalau cerpen Drama mengisahkan tentang Manda, siswa SMA yang diam-diam suka dengan Farhan, siswa klub drama yang keren. Manda sendiri adalah siswa klub jurnalistik yang suka membuat puisi dan tulisan-tulisan. Suatu ketika Manda melihat seorang perempuan menangis di pundak Farhan. Seketika ia terbakar api cemburu. Manda menyesali keakrabannya dengan Farhan selama ini. Ia berharap Farhan memiliki rasa yang sama dengannya. Tapi apa yang dilihatnya di sore hari itu sungguh menyakitkan! Manda pun membuat sebuah puisi tentang perasaannya dan ditempelkannya ke mading sekolah. Ia sudah tak peduli lagi dengan Farhan dan tak ingin lagi melihat akting sahabatnya yang tengil itu. Puisinya Manda itu keren banget! Tapi nggak akan saya post di sini biar kalian penasaran. Hohoho!

Selain cerita-ceritanya yang keren, quotes yang ada di buku ini juga bakal sukses bikin kamu baper habis-habisan. Simak nih beberapa quotes pilihan saya:

1. Asalkan kami dalam satu dimensi ruang dan waktu, aku mensyukuri semua itu. Tanpa banyak bersungut-sungut. ~Pranaja dalam cerpen Angsana (hlm. 4)

2. Biarlah aku mencintainya dengan caraku sendiri, yang membiarkan dia hidup dalam ruang-ruang yang tidak pernah orang lain ketahui…. Aku tak mengharuskan dia tahu, bahkan mengharuskan ia untuk membalasnya. Untuk saat ini, cukuplah perasaan ini, bahagia dengan caraku yang teramat sederhana. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 19)

3. Seredup apa pun harapan, ia tetaplah harapan. Aku ingin menggapai harapan itu, sebelum akhirnya ia redup, bahkan menjadi harapan manusia lain. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 23)

4. Aku tak ingin memaksa Tuhan untuk menentukan ending-nya seperti yang aku inginkan. Biar saja, Tuhan tahu apa yang terbaik untuk setiap umat-Nya, begitu pun untukku. ~cerpen Sebatas Cukup (hlm. 27)

5. Dalam hitungan waktu, ketidakpastian sebenarnya memandu kita ke sebuah jalan, dan kamu tidak perlu tahu apa jalan itu, tugasmu hanya harus berjalan melaluinya untuk mendapatkan jalan keluar. ~Ree dalam cerpen Kopi (hlm. 36)

6. Cinta memang tak selalu bisa diucapkan, tapi cinta selalu bisa ditunjukkan. Cinta memang tak selalu bisa dimiliki, tapi cinta selalu bisa diperjuangkan. ~Kem dalam cerpen Senja di Ujung Jalan (hlm. 75)

7. Telah kubangun duniaku di sisimu, dan aku ingin kau percaya bahwa aku membutuhkanmu seperti tak membutuhkan yang lainnya. ~cerpen Bukan Hanya Tempatku Bercerita (hlm. 77)

8. Kesalahanku adalah mencintainya. Dan, kenyataannya semakin salah karena aku menyimpannya dalam diam. ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 140)

9. Cinta dalam diam saja indah. Apalagi cinta yang diungkapkan, bukankah begitu? ~Manda dalam cerpen Drama (hlm. 136)

Keren banget kan quotes-nya? Ya… buku ini ngajarin kita untuk nggak memendam rasa terlalu lama. Kalau suka ya ngomong aja. Walaupun secara teori itu mudah banget dan saya tahu untuk mengungkapkan rasa suka tuh butuh usaha dan nggak segampang membalikkan piring dari atas meja, tapi… apa salahnya dicoba? Ditolak ya udah. Sakit memang. Sedih pasti. Namun kalau diterima, kan pasti hepi. Yang perlu diingat adalah kata sok bijak karangan saya ini:

Jatuh cinta diam-diam tuh tak selamanya berakhir dengan bertepuk sebelah tangan.

Oke sip! Dan…. karena itulah saya kasih rating 4 dari skala 5 untuk buku yang sangat menghibur ini.

 

Info Buku:
Judul: Jatuh Cinta Diam-diam #2
Pengarang: Dwitasari & friends
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tahun Terbit: 2017
Jumlah halaman: 174 halaman
ISBN: 978-602-1383-44-5

Advertisements

4 thoughts on “Jatuh Cinta Diam-diam, Berharap Kau Memiliki Rasa yang Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s