Maraknya Penculikan Anak, Trus Harus Bagaimana?

Akhir-akhir ini di kantor heboh banget dengan cerita penculikan anak. Mama si ini, Mama si itu, Mama si anu, pokoknya hampir semua Mama-mama yang nungguin anaknya sekolah ceritanya nggak jauh-jauh dari penculikan anak. Beberapa ortu mulai sadar pentingnya memberitahu pihak sekolah saat mereka telat menjemput atau saat menyuruh orang lain yang menjemput.

Cerita-cerita itu sendiri entah benar terjadi atau nggak, saya nggak ngerti. Mereka juga dapatnya dari orang lain. Mereka bilang ada anak SD AAA mau diculik tapi untungnya anaknya cerdik. Si anak menggigit tangan penculik. Trus dia selamat. Ada juga cerita tentang anak yang diculik saat bermain bersama teman-temannya di area dekat rumah. Tapi akhirnya anak tersebut ditemukan warga. Yang lebih seram lagi adalah cerita tentang anak yang diambil organ tubuhnya.

Saya nggak percaya 100% tentang cerita anak yang diculik trus diambil organ tubuhnya untuk dijual. Setahu saya, nggak sembarang orang bisa membedah dan mengambil organ tubuh untuk digunakan sebagai organ transplantasi. Kalau bukan dokter bedah, nggak mungkin bisa dengan mudahnya mengambil organ manusia. Salah potong saja, organ tersebut nggak bakal bisa digunakan. Dokter bedah pun harus ada asistennya dan beberapa perawat untuk membantunya melakukan operasi. Lalu, untuk membawa organ tersebut ke pembeli, diperlukan wadah khusus dengan temperatur yang khusus juga. Nggak bisa sembarangan terantuk benda, lalu juga harus memperkirakan tahan berapa lama untuk sampai ke pembeli.

Saya ada teman yang sakit ginjal. Teman ini mencari donor ginjal ke mana-mana. Itu nggak mudah. Harus cocok darahnya dan apa-apalah gitu yang saya nggak ngerti. Setelah mencocokkan dengan beberapa orang, akhirnya si teman ini malah mendapat donor ginjal dari ayahnya sendiri. Karena dari beberapa pendonor itu nggak ada satupun yang cocok dengan tubuhnya. Setelah ngetes darah dll dari ayahnya, eh ternyata cocok.

Nah, jadi kalau ada berita tentang penculik anak yang mengambil organ untuk dijual, saya mikir lagi, itu beneran nggak sih? Masa dokter tega ngambilin organ orang hidup? Jangan-jangan berita hoax aja tuh! 

Tapi… Nggak ada salahnya untuk waspada kan? Caranya….

1. Jangan biarkan anak kecil bermain terlalu jauh di luar rumah tanpa pengawasan. Kalau nggak bisa mengawasi, setidaknya ortu harus tau anaknya main di mana dan dengan siapa saja.

2. Anak harus diajarkan menolak pemberian apapun dari orang tak dikenal. Ini berlaku juga untuk orang dewasa. Takutnya ada pelaku penghipnotis yang mau menguras hartamu. Memang sih nggak semua orang jahat, ada yang memang benar-benar baik menawarkan permen atau makanan. Tapi untuk berjaga-jaga lebih baik tolak saja daripada kenapa-kenapa.

3. Ajari anak untuk tidak tergiur bujuk-rayu dan kata-kata manis orang tak dikenal. Namanya juga orang jahat, segala cara digunakan. Teman saya cerita adiknya pernah ditawarin mau diajak audisi model karena adiknya itu cantik. Untunglah ditolak. Temannya si adik ada yang terbujuk lalu dibawa oleh orang jahat itu. Mau dijual katanya. Untungnya dia bisa melarikan diri saat mobil pelaku berhenti di resto. Serem banget, kan, kalau sampai diculik trus dijual! 

4. Kalau menyuruh orang lain untuk menjemput anak atau telat menjemput ya kasih tau ke pihak sekolah. Beri informasi nama si penjemput dan apa hubungannya dengan ortu. Anak juga harus diajarkan untuk tidak mengikuti siapapun yang mengaku menjemputnya kalau orang itu nggak dikenal. Beri tau anak juga jika tidak bisa menjemput, siapa yang akan menjemput, atau telat jemputnya berapa lama. Juga, jangan sembarang menyuruh orang menjemput anak. Kalau bukan orang yang benar-benar bisa dipercaya, lebih baik jangan menyuruh menjemput.

5. Ajari anak untuk menghindari tempat yang sepi. Berlaku juga untuk kita yang dewasa. Soalnya nenek bilang tempat sepi itu berbahaya! Kalau ada yang jahat, mau teriak nggak bakal ada yang tolong. Orang bisa dengan mudah melakukan kejahatan di tempat sepi. Yang nodonglah, yang perkosa, yang nipu, hipnotis, bahkan membunuh!!

6. Bekali anak dengan identitas seperti nomor hp ortu, kalau perlu suruh anak menghapal nomor hp ortunya. Biar kalau ada apa-apa dia tau harus menghubungi ke mana. Kita yang dewasa juga wajib hapal beberapa nomor hp yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu.

7. Kalau bawa anak jalan ke mal atau ke mana aja, jangan sampai lengah, tetap awasi anak. Jangan keenakan main hp atau ngobrol trus anaknya lari ke mana-mana. Kalau anak mau ke toilet sebaiknya ada yang menemani.

Waspadai penculikan anak

Ada yang mau menambahkan tips mewaspadai penculikan anak? Yuuuk, isi kolom komentar. 

 

Advertisements

10 thoughts on “Maraknya Penculikan Anak, Trus Harus Bagaimana?

  1. Wah iya akhir-akhir ini heboh dengan kasus penculikkan. Kenapa ya ada orang2 jahat kayak gitu? Korbannya ituloh kok anak2. Untunglah di tempat saya gak ada penculikan sampai detik ini dan nggak terlelu heboh juga. Maklum masih di desa hua ha ha…..

    1. Iya shiq, gak tau kenapa ada orang yg sampe sejahat itu. Sekarang memang susah cari duit tapi jangan gitulah caranya. Nggak takut dosa apa ya. Mudah2an ketangkep semua para penculik itu, jd semuanya aman

  2. jadi inget waktu sd temenku juga pernah diculik, ngakunya temen ibunya, perhiasannya diambil terus ditinggalin di pinggir jalan, kasian 😢

  3. Bener banget.. adekku pernah diculik jg Grant. dulu wkt SD dia naik sepeda, dan tiba2 ada pemuda yg ngancam dan ngajak dia beserta sepedanya.. untung hanya sepeda yg diambil, dia nggak diapa2-in. sorenya adekku pulang Alhamdulillah.. tp 6 jam paling horor dlm hidup keluarga kami tuh..
    .
    akhir thn 90-an belum ada smartphone apalagi sosmed loh.. makanya aku sangat berhati2.. dan apalagi sbg ortu bener2 hati2 nampilin anak di sosmed.. org2 jahat bisa nekad.

    1. untung adeknya mbak nggak apa2. tapi serem banget itu.
      utk yg nampilin anak di sosmed, setuju banget mbak. apalagi kalo sosmednya disetting public, semua orang bisa lihat. jangan sampe deh nulis info mendetil tentang anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s