Hujan dan Positive Thinking

Akhir-akhir ini hujan turun setiap hari. Suka-sukanya dia kapan mau turun. Bisa pagi-pagi, siang, atau malam hari. Dia datang tak diundang, pulang tak diantar.

Hujan yang datang semaunya ini kadang suka bikin sesak. Bukan sesak karena lari-lari mencari tempat berteduh, tapi yang kayak gini nih…

Pertama. Karena beberapa hari yang lalu Imlekan, mau tak mau saya sebagai cewek yang biar dibilang bersihan nyuci motor! Pagi-pagi udah basah-basahan sama Aaq tersayang. Maklumlah motornya udah berapa minggu nggak mandi air bersih, mandinya selalu mandi hujan bercampur tanah becek dan untung nggak jadi tukang ojek. Tampang si motor yang tadinya kayak sesuatu yang abis nyemplung ke sawah pun akhirnya jadi kinclong mengkilat sampe bisa ngaca. *ngaca di spion maksudnya.* 

Motor sudah ganteng nih ceritanya, siap berlaga di dunia persilatan. Tapi… Baru saja dibawa jalan beberapa menit. Eh… Hujan tiba-tiba datang. Kotor lagi deh. Dan seringnya begitu. Baru nyuci motor eh hujan. Tau begini nyucinya kapan-kapan aja. Biarin orang bilang ‘Ini cewek kok motornya nggak secantik yang bawa.’ Biarin!

Kedua. Namanya juga anak jalanan, ke mana-mana ya pasti melewati jalan, kan. Maksudnya ke mana-mana naik motor. Sebenarnya kalau hujan bisa stop dulu buat pakai jas hujan. Jadi nggak basah bajunya. Yang bikin nyesek ituuuu kalau sudah pakai jas hujan, sudah basah sampe ke mana-mana truuuusss…. Hujannya berhenti dan langit langsung panas. Begitu sampai di tujuan, tanahnya kering, pokoknya nggak ada tanda-tanda bekas hujan. Lalu, orang-orang pada ngeliatin semua. Mungkin dalam hati mereka bilang, “Ini alien dari mana, kok basah-basahan?” Rasanya pengen banget jawab dengan nyanyian, “Basahnya tuh di sini. Di dalam ….ku.” *isi sendiri titik-titiknya sesuai imajinasimu*

Ketiga. Janji-janji tinggal janji kalau hujan sudah datang. Biasanya orang-orang cenderung mengundurkan diri dari janji saat ada si hujan: bisa mundur waktu janjiannya, bisa juga batal. Bukan cuma soal janji aja sih. Kalau sudah hujan, rasanya sungkan mau pergi ke mana-mana. Apalagi kalau hujannya lama alias awet. *Hujan aja bisa awet ya, Sodara-sodara. Mudah-mudahan kamu sama si dia juga awet terus sampe kakek-nenek.* Tanda-tanda hujan awet tuh kalau langitnya putih, seputih wajahmu saat melihat mantanmu bergandengan tangan dengan pacar barunya. #eaaa… 

Tapi…. Orang-orang bijak selalu memberikan nasehat pada makhluk-makhluk yang sukanya ngeluh (baca: saya). Katanya, “Apapun itu harus dibawa positive thinking aja. Toh, hujan pasti berlalu. Bersyukurlah karena ada hujan.”

Gimana cara berpikir positifnya? Bersyukur yang bagaimana? Menurut kamus kepalanya saya kira-kira begini dan mudah-mudahan saya nggak cuma nulis tapi bisa selalu dipraktekkan…

1. Anggap saja hujan itu adalah berkah yang bikin suhu jadi adem.
Walaupun dalam hati dongkolnya setengah mati karena ulah si hujan, tapi hujan tuh bikin adem. Coba kalau panas terus, pasti ngomel-ngomelnya lain lagi kan. Kalau kehujanan di jalan? Anggap saja mandi gratis! Kapan lagi dapat kucuran air gratis, free, langsung dari langit!! Itu adalah berkah tak terkira!

2. Hujan bikin kamu nggak usah repot-repot menyiram tanaman.
Ini buat kamu yang punya tanaman di halaman rumah. Tapi perhatikan juga tanaman yang nggak boleh kena air terlalu banyak. Jangan mentang-mentang nggak perlu repot-repot menyiram tanaman, tanaman yang nggak boleh kena air banyak jadi mati karena dibiarin kehujanan.

3. Hujan bikin tidur jadi nyenyak.
Ini berlaku di malam hari, di jam tidur. Bukan saat jam kerja atau jam sekolah. Dan hanya untuk kamu yang tinggal di daerah bebas banjir. Karena ada Saudara-saudara kita yang malah nggak bisa tidur nyenyak kalau hujan di malam hari-takut rumahnya kebanjiran.

4. Karena hujan kamu jadi punya waktu untuk melakukan sesuatu. Hujan bikin kamu menetap di sebuah tempat, bisa itu di rumah, di kantor, di sekolah, di mal, atau di mana saja. Yang artinyaaaa kamu bisa melakukan apa saja disaat itu. Manfaatkan waktumu! Yang lagi di rumah bisa santai. Yang lagi di tempat kerja ya selesaikan pekerjaanmu. Kalau sudah selesai dan tiba waktunya pulang tapi masih hujan, ya bisa ngobrol dulu dengan rekan kerja. Lagi berteduh di pinggir jalan? Ya enjoy aja sambil nungguin hujan reda. Yang sabar nungguin hujan reda tuh adalah orang yang setia, lho! Kok bisa? Ya iyalah, hujan aja ditungguin apalagi kamu! #aseeek!!

5. Hujan bikin kamu kreatif.
Hujan itu bisa memberi inspirasi untuk menulis. Kamu bisa bikin cerita fiksi, puisi, opini, sampai cerita kehidupan kamu. Hujan juga bikin kamu mencari sesuatu untuk dilakukan untuk membunuh waktu saat menunggu. Masih ada kaitannya dengan yang nomor 4 di atas tapi ini lebih ke kreatifnya. Contoh kegiatan kreatifnya: membaca (apa saja mulai dari baca buku beneran, status teman di medsos sampai tulisan di papan iklan di dekatmu), chatting, nyobain resep baru, atau… hunting gebetan baru. Jangan cuma motor doang yang bisa jadi ojek. Payung juga bisa tuh! Coba deh pura-pura jadi tukang ojek payung trus tawarin payung sama adek cantik di sebelahmu: “Dek, hujan nih. Sini abang anterin.” Yang cewek-cewek mendadak kreatif minta dianterin pulang sama cowok incerannya. Hujan membawa berkah, kan? 

Terakhir… Buat kamu yang naik motor ke mana-mana, BERSYUKURLAH. Ada slogan unik yang saya baca entah dari motornya siapa di parkiran di mal. Bunyinya begini:

Enaknya naik motor tuh kalo panas nggak kehujanan dan kalo hujan nggak kepanasan!

Cucok banget buat menghibur diri. Dan kalau diingat-ingat bikin senyum-senyum sendiri.

Kamu punya cara berpikir positif saat hujan? Apa yang kamu kerjakan saat hujan? Yuuuk berbagi ide tentang hujan di kolom komentar.

Advertisements

12 thoughts on “Hujan dan Positive Thinking

  1. Klo hujan dteng waktu ada perlu yg masih bisa ditunda atau masih bsa d buat alasan, aku brfikir postifinya “mngkiin d sruh istrahat dlu”, dn gk lm tdr biasanny 😝

  2. Kalau aku selalu punya prinsip begini : Tadi sudah makan, eh sekarang laper lagi. Ya sudah makan lagi. Tadi sudah tak cuci, eh kotor lagi, ya sudah cuci lagi. πŸ˜€

  3. kl hujan…enaknya bkin puisi ttg cinta dan masa lalu…tp brhubung skr mau move on, skip dulu aja…

    aku tak mau lagi menunggu hujan, aku sedang menikmati kisah setelahnya, “pelangi” *eaaakkkkk 😁

  4. suka sih sama hujan kalau saat dirumah, apalagi istri lagi fit *ups…
    tapi kalau hujan-hujan saat berangkat kerja, itu bikis mood kerja jadi hilang..
    lihat kasur begitu indah saat hujan2 gini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s