Tas Keren Belum Tentu Baik untuk Kesehatan

sumber gambar: pinterest
sumber gambar: pinterest

Sekarang ini banyak sekali model tas yang dijual di pasaran. Selain model yang beragam, bahan tas pun banyak variasinya, mulai dari kulit, kanvas, suede, kain, dan lain-lain. Ukuran tas pun ada bermacam, begitu pula dengan fungsinya. Ada tas pesta, tas kerja, tas sekolah, tas untuk jalan-jalan – yang kalau dipikir-pikir cewek tuh ribet banget ya, tas aja punya bermacam-macam. Mau kondangan pakai tas yang kecil dan kalau bisa agak bling-bling biar matching sama baju pesta. Kalau mau kerja pakai tas kulit yang ukurannya agak besar biar bisa menyimpan laptop dan berkas-berkas plus biar terlihat gaya. Untuk jalan-jalan lain lagi tasnya, cukup yang ukurannya sedang asalkan bisa menyimpan dompet, ponsel, dan pernak-pernik+kosmetik berukuran kecil.

Kalau disuruh memilih tas, saya lebih memilih yang enteng, bahan kanvas atau kain. Alasannya karena saya tidak mau pundak, punggung, dan pinggang saya sakit karena membawa tas yang berat. Mau tas untuk kerja, tas untuk jalan-jalan enaknya pakai yang sama saja biar nggak repot memindahkan barang-barang wajib bawa (tisu, notes, minyak kayu putih, kosmetik). Kalau untuk kondangan lain lagi ceritanya, secara mesti gaya, dong! Biarpun pakai tas yang modelnya sederhana yang penting nggak malu-maluin amat pakainya.

Pernah suatu ketika beberapa teman mengatakan saya kuno karena saya jarang sekali memakai tas berbahan kulit. Mereka bilang nggak gaullah, nggak kerenlah,  nggak modis, de-es-be, de-es-te. Awalnya saya sempat minder. Tapi… ya sudah biarin saja orang bilang begitu. Selera orang masing-masing kan beda. Lagian tasnya saya yang bawa, bukan mereka. Yang merasa nyaman atau nggak pas bawanya kan saya. Memangnya mereka mau menggantikan uang berobat misalnya saya kena sakit pundak, punggung, dan pinggang gara-gara memakai tas yang berat. Nggak mungkin, kan? You know-lah ya, tas berbahan kulit tuh berat! Belum diisi barang aja sudah berat, apalagi kalau sudah diisi! Keren sih keren, tapi dampaknya itu, lho! Tas kulit yang bermerk terkenal memang lebih enteng, tapi harganya muuaaahalll! Akhirnya ya tetap berat juga, berat di kantong. 😀

Mungkin di sini ada yang komplain, “Tas kulit bermerk terkenal walaupun mahal tapi kan awet dan tahan lama!”
Trus saya juga punya alasan lainnya kalau ada yang bilang begitu, “Memangnya cuma tas berbahan kulit yang harganya mahal aja yang tahan lama? Tas berbahan lainnya ada juga kok yang keren dan tahan lama.”

Selain alasan di atas, saya mikirnya kalau pakai tas kulit, tuh, tasnya nggak bisa dimasukkan di bagasi motor. Kalau dimasukkan, tasnya bisa penyok dan rusak. Kan sayang banget, tuh! Mau bawa tas pas mengendarai motor juga nggak aman. Sekarang ini banyak banget jambret. Risikonya kalau dijambret pas lagi bawa motor ya bisa jatuh dari motor. Sudah tas hilang, nyawa bisa melayang. Ngeri banget, kan?

Tapi ada aja yang bilang, “Tasnya kan bisa ditutupi pakai jaket. Jadi nggak bakal mudah dijambret!”
Saya jawab lagi, “Iya, Jeng! Kamu aja yang bawa tasnya ditutupin jaket. Saya mah ogah! Nggak nyaman!”

Soooo….

Tas yang keren belum tentu baik untuk kesehatan, baik itu kesehatan pundak, punggung, dan pinggang maupun untuk kesehatan kantong!

Menurut kalian bagaimana? Pliss kemukakan pendapat kalian tentang tas di kolom komentar. Terima kasih.

* * *

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan menulis #10DaysKF oleh Kampus Fiksi. Tema hari keenam: Ceritakan tentang hal di mana kamu pernah membanggakan sesuatu sementara orang lain justru meremehkan.

Advertisements

11 thoughts on “Tas Keren Belum Tentu Baik untuk Kesehatan

  1. Saya nggak ngerti deh klo soal tas. Nurut saya sama aja yuh tas yg dipake cewek2. Bedainnya kayak gimana nyoba? Bagi saya semua terlihat sama saja.

  2. Kalo aku sih setuju sama tulisan ini. Karena, Tas yang nyaman dan bagus untuk kesehatan itu ga mesti tas mahal, atau tas kulit, atau tas branded.
    Lagian, semakin keliatan wah tasnya semakin bikin penasaran para pelaku kejahatan.
    Yang penting nyaman dan jd diri sendiri aja. Sudah cukup

  3. Astaga klo tas cewe gue pusing liatnya mba Grant, nyokap gue ada tas di dalam tas wakakak. Temen gue juga, tasnya kecil harganya cuman, gue rasa uangnya buat bayar itu klo dimasukin ke tas yang dibeli ga muat. Sedih gue liatnya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s