Kamis Histeris

Tidak seperti beberapa hari yang lalu, pagi ini cuaca cerah. Nggak ada hujan deras dan nggak ada gerimis. Benar-benar Kamis yang manis. Bangun pagi pun jadi tersenyum manis. Dalam hati kuberdoa supaya nggak ada yang bikin meringis.  

Namun, pagi yang manis tak bertahan selamanya. Ada sedikit keributan di seputaran rumah. Rasanya bete banget deh kalau pagi-pagi mendengar sesuatu yang berisik – suatu keributan yang bikin polusi suara.

Sing sabar toh, nduk,” kata Bunda sebelum aku berangkat kerja.

Aku sih cuma bisa bilang iya walau dalam hati masih dongkol. Untung nggak sampai melempari orang pakai ikan tongkol.

Taulah ya… Bete itu bikin emosi naik. Jadilah di jalan naik motor ngegasnya agak dalem sedikit. Tapi…. Saat kulihat jarum spidometerku…. Alamak!!! Jarumnya nggak berfungsi! ‘Aaaaggrrhhh!! Gimana ini?? Kok bisa!’ jeritku. Dan tentu saja nggak ada yang mendengar jeritan hati anak manusia bermasker yang lagi bete dan dongkol di tengah jalan. Mendapati masalah saat berkendaraan tuh selalu bikin histeris.

Yaudah kepalang nggak ada penunjuk kecepatan, tarik gas sampe polll!! Yuhuuuu!! *maunya…

Cap cis cus sampai di kantor, suasana kembali adem. Maklum… Di ruangan kerja ada AC. Tapi bukan yang Angin Cepoi-cepoi. Ini beneran AC, lho! Aer kondisioner! Nyam… Nyam… Asyik…

Sekali lagi… Keademan pun tak bertahan lama. Tiba-tiba si AC mati sendiri trus nyala sendiri juga. Kejadiannya nggak cukup sekali tapi sampai berulang kali. Bukan si AC aja yang tiba-tiba bertingkah aneh. Mesin fingerprint yang ada di ruanganku juga tiba-tiba ngomong sendiri.

“Silakan coba lagi!” begitu kata si mesin fingerprint. Beberapa kali pula. Mana di suatu waktu, di ruangan itu cuma ada aku sendiri. Trus sebelumnya ada teman yang bercanda tentang Kamis malam Jumat Kliwon. Itu hari ini!! Katanya mungkin ada hant* atau yang ‘tak tampak’, sebutan lainnya si ‘halus’, tapi ‘dia’ tentu saja lebih halus dari kulitku yang tak pernah absen pakai losion yang ‘itu’. Gimana nggak histeris coba!! Horor banget, kannnn!! Untungnya nggak beneran lihat ‘sesuatu.’ Kalau nggak, pastilah sudah jejeritan kayak orang ***a.

Ting! Tong! Jam menunjukkan pukul sekian sore. Waktu pulang pun tiba. Hore! Hore! Akhirnya…. Bisa bernapas lega.

Di jalan pulang, banyak banget mobil truk besar. Jalan jadi macet, ditambah pula jalan rusak karena pembangunan LRT dan fly over. Trus disalip motor dan diklakson mobil. Dan… Di kejauhan kulihat dia yang bikin histeris. Ow mai gad!! Langsung deh teriak.

“Aaaggrrh!! Fortuner!! Aaaggrrh!! Pajerooooo!! Gilaaakk keren bangetttt!!” seruku. Dan sekali lagi… tentu saja tak ada yang peduli dengan teriakan umat manusia bermasker dan berhelm tertutup di jalan raya.


* * *

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan #10DaysKF oleh Kampus Fiksi. Tema hari kedua: Sebutkan 3 hal yang kemungkinan besar akan membuatmu histeris.

* * *

Hai kamu… Iya, kamu yang baru aja baca… Apa yang bikin kamu histeris? Cerita dong di kolom komentar.

Advertisements

4 thoughts on “Kamis Histeris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s