[Review Buku] The Girl on Paper

Sebelumnya, Tom Boyd adalah seorang penulis terkenal yang kaya raya. Namun setelah putus cinta dengan seorang pianis terkenal, Aurore, hidupnya berubah. Tom tenggelam dalam obat-obat terlarang dan alkohol. Ia mengalami writer’s block parah, padahal penggemarnya menunggu terbitnya novel ketiganya yang sangat terkenal, Trilogie des Anges.

Tom sempat memohon pada Aurore agar kembali kepadanya. Ia bahkan sampai mempermalukan dirinya di depan publik. Berita tentang kehancuran hubungan cintanya diekspos di media cetak. Kemudian Tom mengetahui bahwa dirinya bangkrut. Ia bahkan tidak dapat menggunakan ponselnya. Hal itu membuatnya semakin terpuruk. Ia pun mengurung diri dalam rumahnya.

Suatu ketika, saat badai terjadi di daerah pemukiman rumah Tom, Tom menemukan seorang gadis berambut pirang di dalam rumahnya. Gadis itu mengaku sebagai Billie Donely, tokoh dalam novel Tom. Tentu saja Tom tak mempercayai begitu saja kata-kata gadis itu. Ia mengetes gadis itu tentang apa saja mengenai tokoh cerita yang dibuat Tom, yang tidak pernah ia publikasikan karena data para tokoh novelnya tersimpan di laptopnya yang berpassword. Anehnya jawaban yang diberikan gadis itu benar semua.

Kemudian datanglah Milo dan Carole, sahabat baik Tom, ke rumahnya untuk mengajak Tom ke psikiater. Mereka bermaksud menyembuhkan Tom dengan terapi tidur. Di saat itu, Tom menceritakan perihal Billie kepada kedua sahabatnya dan tentu saja mereka tidak percaya. Malahan hal itu memperkuat mereka untuk membawa Tom ke psikiater.

Tom memberontak saat berada di klinik psikiater. Ia nekad menjatuhkan diri dari lantai dua klinik tersebut. Namun untunglah ia selamat. Billie datang menolongnya melarikan diri dari klinik tersebut. Kemudian mereka membuat kesepakatan. Billie meminta Tom menyelesaikan novelnya agar ia bisa kembali ke dunianya, sedangkan ia sendiri akan membantu Tom mendapatkan kembali Aurore. Melalui cerita-cerita Billie, mau tak mau Tom percaya bahwa gadis itu benar-benar jatuh dari novelnya karena kesalahan cetak.

Tom dan Billie melakukan perjalanan menuju Mexico, tempat Aurore dan pacar barunya berlibur. Mereka menggunakan mobil Milo yang sebenarnya saat itu seharusnya disita oleh bank. Di perjalanan, mereka dihentikan oleh polisi karena Billie mengendarai mobil terlalu kencang dan ia tidak punya SIM. Tapi mereka dapat meloloskan diri dengan berhenti di hutan.

Merasa kehilangan Tom, Milo dan Carole tidak tinggal diam. Carole yang seorang polisi melacak keberadaan Tom melalui kantor polisi. Setelah menemukan lokasinya, ia dan Milo menyusul Tom.

Petualangan Tom dan Billie serta Milo dan Carole pun dimulai. Tom akhirnya bertemu dengan Aurore. Namun di saat yang sama Billie mendadak sakit. Ia mengeluarkan cairan tinta dari mulutnya. Setelah melalui berbagai tes kesehatan, ditemukan kadar selulose dan jaringan pembuat kertas dalam tubuhnya. Ternyata novel Tom yang salah cetak telah dimusnahkan, jumlahnya 99.999 kopi. Beruntungnya, ada satu cetakan lagi yang belum dimusnahkan. Itu yang membuat Billie bertahan hidup.Β Tom, Milo, dan Carole pun akhirnya berusaha menyelamatkan Billie.

* * *

Novel ini sangat oke. Ceritanya mengalir cepat. Bikin penasaran. Bikin lupa waktu kalau sudah baca. Nggak bisa berhenti baca setelah setengah buku saking seru ceritanya. Satu hal lagi yang menarik dari novel ini adalah kata-kata bijak di setiap babnya, contohnya:

1. Teman-teman adalah para malaikat yang mengangkat kita ketika sayap kita tak ingat lagi cara untuk terbang. ~Anonim (Bab 11)

2. Cinta itu seperti air raksa di tangan. Jika tangan tetap terbuka, cinta akan tetap berada di sana; cengkeramlah, dan cinta akan tergelincir melalui jari-jarimu. ~Dorothy Parker (Bab 24)

3. Hari ketika kau bisa menunjukkan kelemahanmu tanpa orang lain memanfaatkannya untuk menunjukkan kekuatannya adalah hari ketika kau dicintai. ~Cesare Pavese (Bab 31)

Lalu ada juga kata-kata dari penulis novel ini yang sangat bagus menurut saya:

1. Aku tidak menginginkan terapi yang tidak melibatkan tanggung jawabku sendiri dalam kesembuhanku. Sekarang aku bertekad untuk menghadapi langsung realitaku sendiri, meskipun itu bisa membunuhku. ~Tom Boyd (hlm.109)

2. Kau harus berhenti berkubang dalam penderitaanmu! Kalau kau tidak segera keluar dari sana, kau akan tenggelam untuk selamanya. Memang lebih mudah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit daripada mengumpulkan keberanian untuk kembali berjuang, kan? ~Billie Donely (hlm.125)

3. Santailah sedikit. Untuk apa begitu cemas. Biarkan hidup memberimu hal-hal baik, dan jangan selalu takut kehidupan akan menyakitimu. ~Billie Donely (hlm.192)

4. Seiring berjalannya waktu, semua akan berakhir. ~nyanyian Leo Ferre (hlm.416)

Setelah baca cuku ini, saya berpikir: ‘Pasti keren banget kalau novel ini dijadikan film!’ Soalnya novel ini beneran keren! Lo semua harus baca! 5 bintang deh buat novel ini!

photogrid_1478081387379

Judul Buku: The Girl on Paper (La Fille de Papier)
Pengarang: Guillaume Musso
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun: 2016, September
Jumlah halaman: 448
ISBN: 978-602-74322-4-6

* * *

Buku ini adalah hadiah menang Giveaway yang diadakan oleh Kak Zulfy S. Rahendra dan Penerbit Spring bulan Oktober 2016. Terima kasih kak Zulfy dan Penerbit Spring atas kiriman bukunya. πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “[Review Buku] The Girl on Paper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s