Prompt #132 – Dendam Si Ketty

Entah kenapa setiap kali aku melihat tikus, rasanya darahku mendidih, kepalaku rasanya terbakar dan emosiku meledak-ledak. Kalau kata legenda zodiak Cina, pada zaman dulu Kaisar Langit mengadakan sayembara untuk mengangkat 12 hewan yang tercepat tiba di istananya pada tanggal 1 Januari menjadi jendral. Nah, saat itu kucing dan tikus berteman. Tetapi, tikus sangat licik. Ia mengelabui kucing yang telat info dengan mengatakan bahwa sayembara Kaisar berlaku untuk tanggal 2 Januari. Jelas saja kucing terlambat tiba di istana. Sejak saat itulah kucing benci pada tikus.

Ya, seperti itulah diriku. Aku benci hewan pengerat itu. Rasanya ingin kutangkap mereka dan kucabik-cabik sampai hancur tak bersisa. Aku benci setengah mati sampai ingin membunuhnya hingga mati!

KLONTANG!! Kulihat makhluk kecil jelek itu berlari ke lubang got. Langsung saja kukejar dia.

“Hoii!! Awas kau ya!! Akan kutangkap kau!” teriakku.

Namun Dewi Fortuna masih berpihak padanya. Si tikus got itu lolos dari tangkapanku. Ia masuk ke sebuah lubang sempit dan hilang dari pandangan. Apesnya diriku!

“Kau menemukan tikus got lagi ya, Ketty?” tanya ibuku.

“Iya, Mami. Tapi sayangnya dia lolos. Nasibnya sedang baik hari ini. Awas saja kalau aku melihatnya lagi,” kataku.

Setelah itu aku kembali duduk santai di teras rumah. Angin sepoi-sepoi membuatku terbuai hingga jatuh tertidur. Dalam tidur aku bermimpi bertemu makhluk yang kubenci.

“Hai Ketty, ini aku! Ayo tangkap aku kalau kau bisa!” seru si tikus sambil menari-nari mengejekku.

Kontan saja aku marah dan berlari mengejarnya. Aku melompat dan menerjang si tikus. Cakarku mengenai badannya. Badannya terbelah dua. Namun si tikus bukannya mati malah menjadi semakin banyak. Mereka menari-nari di hadapanku, membuatku pusing dan geregetan. Aku berlari-lari dan melompat-lompat mengejar si tikus sampai kelelahan. Gigitan nyamuk membuatku terbangun dari tidur siangku.

Saat kubuka mataku, samar-samar kulihat makhluk yang kubenci itu berdiri tak jauh dariku. Aha! Si tikus kembali datang tak diundang! Terhuyung-huyung aku berlari ke arah hewan bermoncong panjang itu. Aku melompat untuk menerkamnya. Tinggi. Dan jauh. Mungkin aku sudah pantas menjadi atlet lompat jauh.

HAP!! Si tikus terperangkap di kedua cakar depanku. Aku berhasil!! Setelah itu, tanpa ampun kugigit tengkuknya. “NYITT!! NYIIITT!!” jerit si tikus. Tapi… tunggu dulu! Ada yang aneh…

“Eleuh! Eleuh! Si Ketty mah nggak bisa lihat tikus, ya? Tikus karet aja dimakan!! Duh, mainannya si adek jadi rusak, deh!!” Tiba-tiba Bibi Ranti, manusia yang memeliharaku, berseru. Sontak kujatuhkan si tikus dari moncongku. Lalu kutinggalkan benda karet yang berlumuran air liurku itu terkapar di lantai. Selama bangsaku belum masuk ke dalam jajaran zodiak, dendam belum selesai, Kawan!

 

sumber gambar: whycatruletheworld.wordpress.com
sumber gambar: whycatruletheworld.wordpress.com
Advertisements

8 thoughts on “Prompt #132 – Dendam Si Ketty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s