#FFKamis – Wajik, Cermin, dan Sisir

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh. Juragan Alung bangun kesiangan, sesuatu yang tak biasa.

‘Ah, faktor “u”. Tak apalah,’ batinnya.  Saat ia bangkit dari tempat tidur, ia melihat cermin di kamarnya ditutupi kain. Lalu saat akan menyisir rambutnya, ia menemukan sisirnya patah.

“Heee?? Kerjaan siapa ini??” tanyanya.

Ia bergegas keluar kamar dan menemukan ruang makan dan dapur dekat kamarnya sepi. Lalu dilihatnya meja makannya penuh dengan kue wajik.

“Apa-apaan ini??” serunya sambil berjalan ke ruang tamu. Terdengar suara ramai di sana.

“Suamiku… kenapa kau begitu cepat pergi??” tangis istrinya di depan sebuah kotak kayu. Di dalamnya ia melihat dirinya terbujur kaku.

———

FF 100 kata dari tantangan MondayFlasFiction 

Keterangan:
1. Faktor “u” = faktor umur.
2. Menurut tradisi Tionghoa, kalau ada anggota keluarga yang meninggal, keluarga mendiang akan menyediakan kue wajik di rumah duka, semua cermin di rumah orang yang meninggal itu ditutupi kain dan sisir milik orang yang meninggal akan dipatahkan. Dipercaya bahwa orang yang sudah meninggal itu arwahnya masih berada di dekat keluarganya. Dengan adanya kue wajik, cermin tertutup dan sisir patah itu akan mengingatkan orang yang meninggal bahwa dunianya sudah bukan di sini lagi.

Advertisements

6 thoughts on “#FFKamis – Wajik, Cermin, dan Sisir

  1. Haduh, gue bacanya berasa banget kecolongan mba. Miris parah hahaha. Kaya melewatkan satu momen paling penting rasanya *aneh gue, kok gue yang merasa miris ya padahal dia yang kecolongan momen* hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s