[Review Buku] Sharp Objects

Judul buku: Sharp Objects
Pengarang: Gillian Flynn
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2006
Jumlah halaman: 336
Genre: thriller, mistery

Jpeg

Komentar:
Lagi-lagi buku bergenre thriller ya pemirsaaah! Yoi, maklum lagi suka. Walopun ini buku tergolong terbitan sudah lama banget, 10 tahun yang lalu! Iya! Apa nggak ada buku yang lebih jadul?? Gapapa deh yang penting eikeh senang bisa baca buku yang sangat bagus ini. Mari bercerita tentang kita

Buku ini mengisahkan tentang Camille Preaker, seorang reporter dari Daily Post Chicago, yang mendapat tugas meliput berita pembunuhan di kota kelahirannya, Wind Gap. Bosnya, Curry, ingin agar koran mereka bisa jadi terkenal dengan liputan berita pembunuhan di kota kecil tersebut. Camille yang sudah bertahun-tahun tidak pulang kampung merasa enggan untuk kembali ke Wind Gap, bukan hanya karena ibunya yang jarang berkomunikasi dengannya, tapi juga adik tirinya yang berumur tiga belas tahun, kematian adik tirinya yang sudah bertahun-tahun lewat, dan kesan yang tidak ingin dirasakannya.

Benar saja apa yang dipikirnya, setelah kembali tinggal di rumah besarnya yang bergaya Victoria, ia mendapati adik tirinya, Amma, bersikap sangat aneh; kadang sangat menyebalkan kadang menyenangkan. Adiknya yang populer di Wind Gap ternyata berteman dengan kedua korban pembunuhan berantai. Ann dan Natalie, kedua korban pembunuhan ditemukan kehilangan gigi mereka.

Camille berusaha keras mencari-tahu tentang pembunuhan tersebut, baik dari polisi maupun keluarga korban. Namun usahanya tidak berjalan mulus. Ada polisi dari daerah lain, Richard Willis, yang sedikit sekali memberi informasi. Keluarga korbanpun tidak terlalu banyak memberi informasi. Saat mencari data tentang pembunuhan tersebut, Camille berhadapan dengan fakta bahwa adik tirinya sedikit mirip dengan mendiang adiknya, Marian.

Penyelidikan Camille mengenai pembunuh berantai mendorongnya menggali dan membongkar masa kecilnya yang suram. Ia banyak menemukan hal-hal aneh di kota kelahirannya itu.

Penulis novel yang juga menulis best-seller Gone Girl yang sudah difilmkan begitu tajam menggambarkan suasana kota Wind Gap yang sedikit kelam, suasana khas pedesaan yang didominasi peternakan, anak-anak remaja yang bertingkah dewasa dan kehidupan para orang-orang dunia barat. Banyak sekali gambaran tentang anak-anak remaja yang terlibat kehidupan seks bebas, rokok, obat terlarang, minuman beralkohol, dan pesta ala barat. Biarpun novelnya ala Barat yang tak sesuai dengan budaya Indo, ya tetep seru aja bacanya.

Alurnya maju-mundur, menceritakan tentang masa lalu Camille dan masa sekarang saat ia bertugas menjadi reporter. Penggambaran tentang tokohnya juga sangat oke: Camille yang menutupi masa lalunya, Amma yang menyebalkan, Adora yang sok ngebos, Allan yang terlalu santai, sampai Ricahrd si polisi yang katanya ganteng tapi nyebelin karena pelit info. Endingnya sangat tak terduga. Dari awal, pembaca diajak menerka-nerka siapa pembunuh kedua gadis kecil itu. Dan ternyata… Ah, sungguh di luar dugaan! *Saya sampe teriak dalam hatiWhatttt?? Si itu adalah pembunuhnya? Ya ampun…!!*

Baca buku ini dari halaman pertama sampai akhir rasanya pengen nggak ada jeda ini-itu, maunya lanjutkan terus bacanya. Biasanya saya bisa baca buku sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tapi untuk buku yang satu ini… NO! Seru banget! *Dalam hati bertanya, kira-kira novel yang satu ini bakal dijadikan film juga nggak ya? Soalnya ceritanya benar-benar bikin penasaran, sih!*

Okeiii pemirsah, saya kasih rating tinggi deh untuk buku ini, 4,8 dari skala 5!

Oh, ya, bukunya yang bercover warna pink nggak bikin para cowok yang bacanya jadi pinky boy, kok! *ini apa sih?? abaikan saja!

Advertisements

12 thoughts on “[Review Buku] Sharp Objects

  1. Aku stres pas baca buku ini. Haha. Gak suka sama semua tokoh yg ada di dalamnya. Sebel bgt juga sama si Camille. Pas ngebacanya ngilu gak mbak? Adegan silet menyilet aku bacanya jd ngilu.
    Btw, dark places filmnya bagus lho.
    Flynn jago bikin twist yg bikin kecele pembaca ya 😃

    1. Nggak ngilu sih mbak. Tapi kalo difilmkan mungkin ngilu. Hehehe. Aku sebel sama Amma dan Adora, sama Richard jg. Kalo sama Camille lebih ke kasihan. Dark places bagus ya, ntar nonton ah. 😃 makasih udah rekomendasikan film itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s