[FanFiction] I’m Sorry I Make You Fall In Love With Me (part 3)

Starring:
1. Minah
2. Kung Min
3. Mr. Joo

Base on K-Drama Beautiful Gong Shim

Kung Min:

Gadis berambut pendek yang sedang berdiri di hadapanku ini bernama Minah. Dia tidak begitu cantik, tapi dia lucu dan manis. Orangnya lumayan seru dan baik hati.

Aku terkejut kala dia menyatakan cintanya padaku. Bagaimana mungkin cewek yang nggak pede ini bisa dengan berani mengatakan hal tersebut. Bagi sebagian cewek tipe seperti dia, biasanya menembak cowok adalah hal yang tabu. Hanya cewek-cewek pede-lah yang bisa dengan lantang mengatakan suka kepada cowok gebetannya. Jujur saja aku shock mendengar pernyataannya.

Maaf aku tak bisa menerima cintamu. Berhentilah mencintaiku. Janganlah menyukaiku. Tolong jangan berikan hatimu padaku.

Minah menangis. Ia berlari, pulang ke rumahnya. Aku tahu ia pasti sangat sedih. Ia kecewa. Aku menyakiti hatinya. Tapi bukankah lebih baik begitu daripada aku menerimanya tapi hatiku tidak ada padanya.

“Kung Min!” seseorang berseru memanggilku. 

Aku menoleh dan melihat Joo. Dia… sepertinya telah mendengar percakapanku dan Minah.

“Maaf jika aku kepo. Tapi, aku sangat penasaran,” katanya.

Aku menunggunya menyelesaikan kalimatnya.

“Aku tahu selama ini kau mengikuti Minah, ke manapun dia pergi selalu ada kau. Kau sering memanggil-manggilnya. Kau mengajaknya pergi jalan-jalan dan makan. Kau membantunya ini-itu. Kurasa kau menyukainya. Tapi… kenapa kau menolaknya?” tanya Joo.

“Hmmmm… Entahlah,” jawabku. Aku ragu apakah harus mengatakannya pada pria yang juga baik pada Minah ini.

“Kau membuatnya kecewa,” katanya lagi.

“Aku tahu,” kataku. “Tapi… perasaan itu bisa berubah. Bisa jadi beberapa bulan yang lalu aku suka padanya. Aku memang mengejar-ngejarnya. Aku selalu berusaha agar bisa berada di dekatnya. Lalu… entah kenapa sekarang perasaan suka itu hilang. Aku tak merasa perlu untuk memanggil-manggilnya lagi. Aku tak merasa wajib untuk membantunya ataupun berada di dekatnya.”

“Kau ini… segampang itukah? Begitu mudahnya kau mengatakan hal itu??” Joo nampak tak senang dengan ucapanku.

“Begitulah, Joo. Aku berusaha jujur. Untuk apa aku berbohong? Jika aku bilang aku menyukainya padahal tak ada lagi perasaan itu, bukankah itu akan lebih menyakitkan baginya?” tanyaku.

“Tapi… kau seolah-olah mempermainkan perasaannya!”

“Tidak! Aku tidak main-main. Beberapa bulan yang lalu aku menyukainya. Tapi sekarang tidak lagi!” jawabku.

* * *

Beberapa hari kemudian aku melihat Minah menungguku di depan rumahku. Aku baru pulang kerja. 

“Kung Min! Bisa kita bicara sebentar?” tanyanya.

“Apa yang mau dibicarakan? Aku sibuk sekali,” jawabku.

“Sebentar saja,” pintanya.

Aku menatapnya. Dia menunjukkan tampang memelas.

“Plisss…,” katanya.

“Baiklah. Bicaralah,” kataku, tanpa memintanya duduk di bangku taman yang tak jauh dari tempat kami berdiri. Aku tak ingin memberi harapan padanya.

“Aku hanya ingin bertanya… apa yang membuatmu berhenti menyukaiku. Apakah karena aku tidak cantik? Apakah karena aku tidak bekerja? Apakah kau masih teringat akan mantanmu? Apakah mantanmu kembali padamu? Kau kembali padanya? Apakah aku pernah menyakiti hatimu? Kalau memang aku pernah menyakitimu… aku minta maaf,” katanya, bertubi-tubi, tanpa jeda untukku menjawab.

Aku tak ingin menjawab pertanyaannya. Jadi aku hanya tersenyum.

“Aah… membingungkan,” katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Kau tidak ada salah apapun. Jadi, tak perlu minta maaf,” kataku.

“Benarkah? Baiklah kalau begitu!” serunya dengan antusias. “Eh, Kung Min, aku tidak apa-apa kalau kau tidak ada perasaan padaku. Tapi izinkan aku agar bisa terus berteman denganmu. Biarkan aku tetap baik padamu hingga aku bisa melupakanmu.” 

Rasanya aku ingin menyuruhnya pergi. Namun aku tak sanggup melakukannya. Aku tak ingin dia menangis dan bersedih. Jadi aku hanya bisa menjawabnya dengan senyuman.

Malamnya, Minah mengirimkan pesan singkat ke ponselku. Tapi… sengaja tak membalasnya. Aku juga sengaja tak membuka pesannya. Tentu saja, aku tak ingin ia salah paham. 

* * *

Hari itu… aku melihat Minah dan Joo baru pulang. Joo mengantar Minah pulang, malam-malam. Sepertinya mereka habis jalan-jalan bersama. Mereka nampak akrab. Minah tertawa riang. Begitu pula dengan Joo. Kurasa pria itu menyukainya. Dan memang begitulah kenyataannya.

“Aku suka padanya,” kata Joo suatu waktu.

“Aku tak ingin dia bersedih. Dan kuharap aku bisa terus membuatnya tersenyum. Kau lihat, kan? Sekarang dia tak lagi bersedih karena dirimu. Kupastikan dia akan berpaling padaku,” kata Joo padaku saat kami bertemu di lain waktu. Kami sedang bermain basket saat dia mengatakan hal itu. Dan… entah kenapa hatiku terasa bagai diiris-iris. Tiba-tiba saja aku merasa emosi.

… to be continued

* * *

Episode sebelumnya:

Part 1

Part 2

Advertisements

One thought on “[FanFiction] I’m Sorry I Make You Fall In Love With Me (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s