[FanFiction] I’m Sorry I Make You Fall in Love With Me (part 1)

Starring:
1. Minah
2. Kung Min
3. Mr. Joo
Base on K-Drama Beautiful Gong Shim

Minah

Dulu, dari sekian banyak orang yang bersekolah di SMAku, mungkin hanya satu atau dua orang yang mengenalku. Aku bukan siswi populer yang cantik, pintar, dan kaya. Aku biasa-biasa saja, boleh dibilang tak ada apa-apanya. Aku tahu aku jelek, tak begitu pintar, dan tidak kaya. Aku tidak tinggi, putih, atau bening, seperti yang sering dikatakan oleh teman-teman cowok di kelasku ketika ada cewek cantik lewat.

“Hei, lihat si Yumi lewat!” teriak seorang cowok saat ada anak kelas sebelah lewat.

“Wow, beningnya!” sahut cowok lainnya menanggapi lewatnya salah satu siswi cantik populer di sekolah.

Begitulah cowok-cowok, yang beninglah yang selalu dilihat. Kalau orang seperti aku yang lewat, jangankan bersorak, melirik sedikitpun tidak. Yang ada malah membuang muka atau cepat-cepat pergi. Mungkin wajahku bikin mereka alergi, ya.

Dari SMA, kuliah, hingga aku bekerja, semua perlakuan cowok terhadapku sama. Aku bagaikan butiran debu, tak menarik dan tak patut dilihat. Aku ini perempuan biasa yang punya hati. Tentu saja aku juga pernah jatuh cinta. Aku pernah suka dengan makhluk bernama cowok. Tapi kisah cintaku tak ada yang berjalan mulus. Oke, belum ada, karena kuharap suatu saat aku menemukan Prince Charmingku. Entah kapan itu akan tiba. Sungguh menyedihkan sekali hidup seperti ini. Apalagi ditambah dengan karirku yang tak ada kemajuan. Rasanya kalau aku mati, tak akan ada orang yang datang untuk memberi rasa belasungkawa.

Kehidupanku yang menyedihkan itu suatu hari berubah dengan hadirnya seorang pria baik hati dan cukup bernama Kung Min. Kung Min adalah tetangga baruku. Tadinya aku tak tahu ia adalah pengacara. Tapi saat aku tertimpa musibah yang membutuhkan bantuan seorang pengacara, aku secara kebetulan bertemu dengannya. Seorang teman menyarankan aku datang ke sebuah kantor pengacara. Di sanalah aku bertemu Kung Min, tetangga baruku yang menyebalkan. Tadinya aku tak mau dibantu olehnya karena ia terus-terusan mengolok-olokku. Tapi… akhirnya aku dibantu olehnya secara cuma-cuma.

“Karena kita bertetangga, tak ada salahnya aku membantu. Lagipula aku mengerti kondisimu,” katanya waktu itu.

Siapa yang tidak senang dibantu, kan? Apalagi saat itu kondisi keuanganku sedang tidak bagus. Mendapat bantuan secara gratis tentulah menjadi berkah bagiku. Kung Min sangat ramah dan lucu. Aku akhirnya tahu bahwa ia juga bisa bela diri. Ia sangat hebat saat mengalahkan para gangster yang memporak-porandakan kantornya. Dan yang pasti, ia kagum padaku karena aku bisa menggambar, memasak, dan membetulkan peralatan.

Semakin hari aku dan Kung Min makin akrab. Dia berteman baik dengan bosku, Mr. Joo. Mr. Joo usianya tak jauh beda denganku. Dia seorang eksekutif muda yang tampan dan pintar. Dia juga baik hati dan sangat ramah. Walaupun kaya-raya, ia tidak sombong. Aku suka padanya? Hmmmm… aku tak berani. Aku tahu siapa diriku.

Antara Kung Min dan Mr. Joo ada persaingan terselubung. Aku tahu itu. Aku bisa merasakannya. Mereka berdua sepertinya suka padaku, karena mereka berdua sangat perhatian terhadapku. Yah, tentu saja aku memilih orang yang selalu ada untukku, orang yang selalu mendengar setiap curhatku, dan orang yang selalu mau diajak ke mana-mana denganku. Ya, dialah Kung Min, orang yang baru beberapa bulan akrab denganku namun sudah tahu semua rahasiaku. Aku memilihnya dibandingkan Mr. Joo yang eksekutif muda itu.

Hari itu… awal bulan. Bulan baru. Aku mengikuti sebuah lomba dan ternyata aku menang. Aku ingin Kung Min menjadi orang pertama yang mendengar berita baik tersebut. Aku ingin berterima kasih padanya karena dukungannya selama ini padaku sekaligus menyatakan rasa cintaku padanya. Aku tak sabar menunggunya pulang. Lalu, saat aku melihatnya, langsung saja kupanggil dia.

“Kung Min, kemari!” panggilku.

Ia menoleh dan menghampiriku. “Oh, Minah! Kau ada di sini?” tanyanya.

“Iya,” jawabku sambil menyerahkan selembar kertas penghargaan aku menang lomba padanya.

“Wah, kau menang lomba? Juara pertama?” serunya dengan mata terbelalak.

“Iya. Aku menang lomba! Senang sekali rasanya! Baru kali ini aku merasa dihargai. Selama ini… kau tahulah sendiri. Tak ada yang benar-benar menyukaiku. Tak ada yang peduli padaku. Orang-orang hanya ada ketika mereka butuh aku. Tapi jika mereka tak butuh, aku dibuang begitu saja. Namun sejak mengenalmu, aku merasa duniaku berubah. Kau sangat baik padaku. Kau memberikan semangat padaku. Kau menolongku ini dan itu. Aku sangat berterima kasih. Karena itu, aku ingin kau menjadi orang pertama yang mengetahui keberhasilanku!” kataku.

“Ah, sudah sepatutnya seorang teman memberikan semangat pada temannya,” kata Kung Min.

“Tidak begitu yang kurasa pada teman lainnya. Kau berbeda,” kataku. “Kau pernah mengatakan untuk terus berada di dekatmu. Kau berkata kau ingin selalu melihatku. Kau juga pernah mengatakan kau suka padaku. Sekarang adalah giliranku mengatakan isi hatiku, Kung Min.”

Aku diam sejenak untuk mengambil napas. “Kung Min, aku juga suka padamu. Iya, aku suka sama kamu,” lanjutku.

Kung Min terdiam. Aku menunggunya. Lalu ia berkata, “Maaf, tapi aku tak bisa mencintaimu. Tolong jangan jatuh cinta padaku. Maaf juga telah membuatmu jatuh cinta.”

“Apa? Apa maksudmu? Kenapa begitu? Jadi… apa maksud sikapmu yang baik padaku selama ini? Mengapa kau bersikap seolah-olah kau mengejar-ngejarku? Mengapa kau memintaku selalu mengirimkan pesan padamu? Kau bilang kau suka padaku, tapi sekarang… Apa artinya ini??” kataku tak percaya. Wajahku memanas. Mataku terasa perih. Rasanya sebentar lagi air mata akan jatuh.

“Maaf,” katanya. “Jangan jatuh cinta padaku. Itu saja. Pulanglah.”

Aku tak dapat berkata apa-apa. Air mataku telah membasahi pipiku. Aku merasa malu. Seharusnya aku memprediksi bahwa ini akan terjadi. Seharusnya aku sadar diri bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku tak akan pernah menjadi siapa-siapa baginya. Ia hanya berbuat baik padaku. Itu saja. Aku hanya teman. Tak akan pernah lebih dari itu. Itu semua hanya karena rasa kasihan. Ia kasihan padaku. Kasihan. K-A-S-I-H-A-N.
…to be continued

Part 2

Advertisements

5 thoughts on “[FanFiction] I’m Sorry I Make You Fall in Love With Me (part 1)

  1. Wa ha ha…. Ini gagal paham. Dipermainkan gitu si cewek intinya? Hadeeh…. Klo ada cewek yg menyatakan suka kepadaku pasti akan lansung kuterima. Asalkan bening he he he…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s