Prompt #121 – Kutu-kutu Hendak Menjadi Kupu-kupu

Seperti biasa, suasana pasar di pagi hari begitu ramai. Keadaan bertambah ramai ketika para pengawal kerajaan menempelkan secarik pengumuman di papan pengumuman yang letaknya di tengah-tengah pasar. Semua orang berdesak-desakan ingin membaca apa yang diumumkan oleh kerajaan.

“Wah, raja akan mengadakan pesta dansa! Putriku harus ikut itu!” seru seorang ibu.

“Rupanya putra mahkota akan memilih seorang gadis di pesta dansa itu untuk dijadikan istrinya! Pasti menarik, nih!” kata seorang pedagang sayur.

“Ayo bersiap! Pestanya tak lama lagi, lho!” seru seorang lainnya.

Di tengah desak-desakan para pengunjung pasar itu aku bergumam, ‘Hmmm… Siapa yang tak ingin jadi istri seorang pangeran? Semua gadis di seluruh penjuru negeri ini pasti mau! Aku pun juga begitu!’

 Kulihat beberapa gadis yang tadi membaca pengumuman itu langsung membeli beberapa gaun di toko. Ada juga yang berkerumun di toko kosmetik untuk membeli bedak, perona mata, perona pipi, dan gincu merah menyala. Yang lainnya mengerubungi toko sepatu di sudut jalan untuk memilih high heels yang paling tinggi. ‘Sebegitu hebohnya!’ kataku dalam hati.

Aku kembali ke rumah setelah puas melihat-lihat kehebohan di pasar. Di rumah, aku bergegas masuk ke kamarku untuk melihat barang apa saja yang kupunya yang layak kupakai ke pesta dansa nanti. Aku mulai dari lemari pakaianku. Namun, tak kutemukan pakaian menarik. Setelah itu, kubongkar laci meja riasku. Hasilnya sama saja – tak ada yang cantik dn imut.

“Kamu ngapain pulang-pulang langsung bongkar lemari dan laci?” tanya ibuku. Kemunculan beliau di kamarku benar-benar tak kusadari. “Apa yang kamu cari, Nak?” lanjut beliau.

“Eh, ibu. Ini, lho… Tadi di pasar aku baca pengumuman tentang pesta dansa yang akan diadakan minggu depan. Pangeran akan mencari calon istri, lho, Bu! Makanya aku mau cari semua hal yang bisa membuatku jadi cantik. Kalau perlu aku akan berdoa dan berpuasa selama tujuh hari tujuh malam supaya ibu peri datang dan menyihirku menjadi Cinderella!” kataku dengan berapi-api.

“Nak, nak… Kamu itu kutu! Mana bisa menjadi kupu-kupu!” seru ibuku. “Lagian pesta itu kan untuk manusia, bukan untuk kita bangsa hewan. Lain kali jangan kebanyakan baca dongeng, ya.”

Advertisements

6 thoughts on “Prompt #121 – Kutu-kutu Hendak Menjadi Kupu-kupu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s