Sebuah Catatan Perjalanan ke Puncak Sikunir

image

Eh, emang siapa, sih, lo? Mau ikut mendaki lereng Dieng menuju Puncak Sikunir? Lo pikir lo kuat? Dulu, lari-lari cantik keliling stadion sepak bola aja lo nggak kuat. Inget, kan, waktu zamannya SMP saat lo disuruh lari 4 putaran mengelilingi stadion? Trus berbagai olahraga sejak SD sampai SMA, lo nggak bisa ngikutin hampir semuanya. Lha sekarang mau mendaki lereng di hari yang masih gelap pula. Yakin bisa??

Well, baby, everything change. Semua bisa berubah. Mungkin saja dulu gw penakut. Olahraga apa aja nggak bisa. Jangankan disuruh ikut Mapala, main voli aja nggak becus. So, masbuloh?? Hidup itu pilihan. Gw sudah di Dieng. Gw memutuskan untuk ikut ke sini. Masa seh gw cuma duduk bengong nongkrong di penginapan atau menunggu di bawah bukit sementara teman-teman yang lain naik ke puncak untuk melihat sunrise? Rugi banget, dong! Pokok’e gw maubikut naik, nggak peduli ntar capek ato gimana.

So, here I am. This is me. Berbekal jaket, topi, syal, sarung tangan,dan yang terpenting hp beraplikasi senter, jadilah gw si bolang mapala dadakan. Ngebolang di subuh-subuh bukan hal mudah. Udara begitu dingin dan suasana gelap gulita. Ditambah lagi jalanan yang didaki terjal. Napas tersengal-sengal itu pasti. But, I know I can do it. Once, I start, I must finish it till the end.

Sekitar pukul 5. Rombongan kami yang terdiri dari 6 orang tiba di Puncak Sikunir. Di atas ada beberapa rombongan lain yang sudah tiba duluan. Ada juga bule-bule dari luar negeri. Waktu itu tour guide mereka bilang bule-bule tersebut berasal dari Germany. Nah, lho! Orang bule aja bela-belain mendaki lereng ke Puncak Sikunir! Di puncak, udaranya makin dingin! Namun semua kegalauan terobati dengan pemandangan yang indah dari atas. Dan begitu matahari terlihat, rasanya senang sekali bisa berada di puncak sini. Sungguh agung ciptaan Yang Kuasa!

image

Pengalaman seru lainnya yaitu ketika mau turun dari puncak setelah berfoto-foto di beberapa spot. Eh, ternyata turunnya lebih sulit daripada mendaki! Memang sih jalur turun dan jalur naiknya beda, cuma ya tetap aja nggak disangka! Terjalnya itu, lho! Wow banget!! Kalau terpeleset jatuh ke bawah, nggak tau lagi deh bentuknya bakal kayak apa.

By the way, anyway, busway…. perjalanan ini sungguh fantastis! Dan kalau ada lagi yang ngajak naik ke atas… hmmm mikir dulu kali ye. 😀

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s