Prompt #109 – Pertemuan Tak Terduga

sumber gambar: mondayflashfiction.com

Di dunia ini tak ada yang tak mungkin. Dulu, superhero hanya bisa ditonton di bioskop atau televisi. Tapi kini, para manusia super tersebut berkeliaran di mana-mana. Mereka membaur dengan manusia biasa yang tak punya kekuatan apa-apa. Oh, ya, tapi jangan menyangka mereka memakai kostum keren seperti dalam film Civil War, ya. Tidak! Mereka itu membumi, mereka berpakaian layaknya manusia biasa. Kita tak akan pernah tahu kapan akan bertemu mereka.

“Kepada para penumpang, harap bersiap-siap karena kereta api akan segera berhenti di stasiun Kertapati. Mohon periksa barang bawaan Anda, jangan sampai ada yang tertinggal,” kata suara dari microphone.

Aku bergegas memasukkan novel yang baru beberapa halaman kubaca ke dalam tas. Kulihat penumpang lainnya melakukan hal yang sama, membereskan barang bawaan mereka untuk bersiap-siap turun. Kuperhatikan wajah para penumpang yang berada dalam gerbong yang sama denganku. Tak ada tanda-tanda superhero di wajah mereka. Semuanya biasa saja. Padahal dalam hati aku berharap bisa bertemu dengan salah satu dari mereka.

Kenapa aku ingin bertemu mereka? Ya itu karena aksi heroik mereka yang kulihat di berita di televisi baru-baru ini. Salah satu superhero tersorot kamera CCTV sedang menyelamatkan ibu-ibu yang hampir tertabrak mobil. Maunya sih bisa wefie bareng sama mereka. Terus minta tanda tangan juga. Lumayan buat koleksi.

Ting! Terdengar suara bel kereta tanda kereta telah tiba di tujuan. Semua penumpang langsung menyerbu pintu keluar kereta. Melihat itu, kondektur kereta memperingatkan para penumpang untuk berhati-hati saat keluar.

“Permisi! Permisi!” sahut seorang penumpang yang nampaknya mau cepat.

Aku memberi jalan pada ibu-ibu yang tergesa-gesa itu. Saat minggir sedikit seseorang menabrakku. Aku terdorong ke depan dan hampir saja terjatuh jika saja aku tidak menjaga keseimbanganku.

“Duh! Hati-hati, dong!” seruku kesal pada orang yang menabrakku.

Orang berjas coklat tua itu tak menggubrisku. Ia malah cepat-cepat berlalu.

“Copet! Itu copet!” teriak seorang wanita di belakangku.

“Pria berjas coklat itu copet! Cepat kejar dia!” jerit wanita tadi. “Dompetku! Cepat tangkap dia!!” jeritnya lagi.

Orang itu copet? Pantas saja dia berjalan dengan cepat! Tanpa pikir panjang lagi aku berlari mengejar orang yang menabrakku tadi. Orang itu langsung berlari mendengar teriakan copet.

“Hei! Berhenti!!” teriakku pada pria yang juga mengenakan topi itu. Tapi pria itu mempercepat langkahnya. Aku pun tak mau kalah.

Setelah berkejaran beberapa meter, akhirnya aku berhasil menangkap si copet.

“Kena kau!!” seruku sambil membalikkan tubuh si pencopet.

“Ampun! Jangan bawa aku ke polisi!” mohon pria itu.

“Jangan banyak bicara! Kau harus diserahkan ke polisi!” ujarku sambil membuka topinya.

Detik berikutnya aku terpana menyaksikan sosok di hadapanku.

“Lho, bukankah kamu Batman??” tanyaku, tak percaya.

“Ya, ini aku, Wonderwoman! Krisis moneter bikin uangku habis!!” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s