Prompt #115 – Surat Buatmu

Dear you,
Seandainya dulu aku tidak turun dari kahyangan, mungkin aku tidak akan bertemu denganmu.
Hari itu, cuaca sangat buruk. Aku memberanikan diri turun ke bumi untuk melihat situasi. Aku berharap bisa menyelamatkan manusia-manusia yang sedang tertimpa kesusahan dalam cuaca buruk seperti itu. Namun, aku tak bisa mengatasi situasi yang baru pertama kalinya kuhadapi itu. Sayap-sayap malaikatku patah. Aku tak bisa kembali ke kahyangan untuk meminta pertolongan pada malaikat-malaikat lain. Dan, aku tak tahu bagaimana caranya meminta mereka datang.

Dalam keadaan putus asa, aku bertemu denganmu. Kau juga sedang dalam keadaan yang tak baik saat itu. Tetapi kau malah menolongku. Kau tidak takut pada wujudku yang aneh dengan sayap yang patah. Kau menatapku dengan iba dan membawaku ke tempat yang aman.

Saat itu aku berpikir ini mungkin takdir di antara kita. Lama-kelamaan, aku melupakan tujuan utamaku turun ke bumi. Semakin hari perasaan dalam hati ini semakin bertumbuh. Benih-benih cinta bersemai di dalam dada. Perasaan ini tak terbendung lagi. Tumpah-ruah melayang ke udara.

Aku, malaikat, telah jatuh cinta pada manusia. Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang telah berusia ratusan tahun, aku memiliki perasaan suka terhadap anak manusia yang berusia seumur jagung. Aku tahu ini tak benar. Namun apa dayaku? Aku bertanya-tanya… Salahkah aku jika jatuh cinta padamu?

Jawabannya, tentu saja salah! Dan karenanya, kutuliskan surat ini untukmu. Agar bisa kaubaca di waktu luangmu… di antara jadwal padatmu.

Dear you… Aku tak berharap kau memiliki perasaan yang sama denganmu. Oke, itu bohong. Aku sangat berharap! Tentu saja aku ingin kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, walau kutahu ada seseorang di hatimu yang tentu saja bukan aku.

Aku berterima kasih atas pertolonganmu. Juga, sangat bersyukur dalam waktu beberapa bulan ini kita bisa menjadi sahabat. Aku menyukai saat-saat kebersamaan kita. Aku merasa senang dan sangat berbahagia.

Dear you… Setelah kau membaca surat ini… Aku tak akan ada di sampingmu lagi. Hatiku akan terbelah. Jiwaku akan menghilang. Dan ragaku akan berubah wujud menjadi batu, hingga suatu waktu akan ada laba-laba yang menyulam jaring-jaring perak di sudut mataku. Begitulah hukum bagi malaikat yang jatuh cinta pada manusia. Janganlah bersedih dengan keadaanku. Kuharap kau berbahagia. Aku ingin kau berbahagia bersama dengan siapapun yang kaupilih.

Dear you… I’m sorry I have to say this: “I love you with all my heart.”

Sincerely yours,

The Angel of your life

sumber gambar: MondayFlashFiction.com
Advertisements

2 thoughts on “Prompt #115 – Surat Buatmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s