Prompt #110 – Mengunjungi Ibu

Aku memeriksa barang bawaanku yang kuletakkan di atas meja. Semua siap. Tinggal berangkat saja.

“Sudah siap semua?” tanya Papaku.

“Sudah, Pa!” jawabku.

“Ayo kita berangkat!” ajak beliau.

Aku mengangkat semua barang dan memasukkannya di bagasi mobil. Sungguh bersemangat sekali rasanya karena hari ini kami akan mengunjungi Mama. Papa bahkan sengaja mengirim surat izin ke sekolahku agar aku bisa pergi bersama beliau mengunjungi Mama.

Ini tahun keempat sejak kepergian Mama karena sakitnya. Jika mengingat peristiwa itu, rasanya sedih sekali. Papa selalu mengingatkanku untuk tidak bersedih. “Jangan menangis. Jangan biarkan Mamamu melihatmu bersedih. Itu akan memberatkan jalannya menuju surga. Jika engkau melepaskannya, beliau akan berbahagia di surga sana.”

Aku tahu aku tak boleh menangis. Aku tahu tangisanku akan memberatkan jalan Mama ke surga. Tapi tetap saja aku menangis. Diam-diam. Tanpa sepengetahuan Papa.

“Kita sudah sampai!” ujar Papa setelah satu jam perjalanan.

Kami bergegas menuju nisan Mama. Di sana kami mengatur barang-barang bawaan kami agar tersusun rapi. Ada buah-buahan, kue, dan berbagai makanan. Setelah itu kami berdoa.

“Kenapa kita harus berdoa agar Mama berbahagia di surga? Bukankah di surga sana beliau sudah berbahagia?” tanyaku.

“Agar Mamamu lebih berbahagia lagi,” jawab Papa.

Aku memandang foto Mama di nisan. Beliau nampak tersenyum. Mama pasti berbahagia di surga. Saat itu, seekor cicak tiba-tiba muncul dan menjilati kue yang kuletakkan di depan nisan Mama.

“Ah, kuenya dijilat cicak!” teriakku. “Dasar cicak tidak tahu diri! Itu kue persembahan buat Mamaku, tahu! Pergi sana!” seruku lagi sambil melemparinya dengan batu kerikil.

* * *

Tanggal 4 bulan 4, perayaan Cheng Beng. Seekor cicak dengan setia menunggu kedatangan keluarganya. Tak banyak yang diharapkannya, ia hanya ingin mencicipi kue kesukaannya. Tanpa diusir.

————

271 kata. Fiksi untuk tantangan Monday FlashFiction: Liburan Bersama Ayah.

Catatan: Perayaan Cheng Beng adalah tradisi Tionghoa yang dilaksanakan setiap tanggal 4 April atau 10 hari sebelum tanggal tersebut. Perayaan ini dilakukan dengan cara berziarah ke kuburan keluarga untuk mengingat dan menghormati keluarga yang telah meninggal. Biasanya ada buah-buahan, kue-kue, dan makanan kesukaan keluarga yang telah meninggal tersebut di nisannya sebagai persembahan.

Advertisements

5 thoughts on “Prompt #110 – Mengunjungi Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s