Prompt #107 – Pada Suatu Hari yang Cerah

sumber gambar: mondayflashfiction.com

Malam Minggu yang cerah, namun cuacanya cukup gerah. Apalagi di kantor tadi bos maunya marah-marah, lenyaplah sudah senyum semringah. Untuk menenangkan sakit hati yang cukup parah, kuputuskan untuk keluar rumah.

Baru berjalan beberapa tapak, kulihat sebuah dompet tergeletak di trotoar dengan batu yang berbentuk kotak-kotak. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tak seorangpun yang nampak. Jadi, kalau kuambil dompet itu, aku tak akan kena kapak.

Dompet itu kupungut. Dalam hati aku berdoa semoga pemiliknya tidak bersungut-sungut karena dompetnya kupungut. Kuamati dompet yang berwarna hijau lumut itu. Lumayan imut!

Kubuka dompet itu, berharap menemukan sesuatu. Maklumlah, akhir bulan biasanya sudah buntu. Sedikit rezeki tentunya akan membantu. Yah, sekaligus menghibur hati yang sedang pilu lantaran di kantor tadi dimarahi bosku.

Tiba-tiba kudengar orang berteriak, “Maling!!” Aku terkejut dan langsung lari pontang-panting. Aku tak berani berpaling dan terus berlari bagai dikejar anjing. Di belakangku makin banyak saja orang yang berteriak maling.

Aku berbelok ke gang yang sempit. “Oh, ini gang buntu!” Aku menjerit. Sungguh ini situasi yang sulit! Dan kurasa aku akan mati terjepit.

Kulihat rimbunan pohon bambu. Segera saja aku bersembunyi di belakang pohon itu. Tak lama kemudian kulihat rombongan yang berteriak maling melewati gang tempat persembunyianku. Beberapa saat terdengar suara baku hantam yang cukup seru. Dengan ragu, kuintip aksi warga yang tak pandang bulu itu. Ternyata mereka bukan mengejarku.

Aku berjalan keluar dari gang. Sambil menghela napas panjang, saku celana belakangku kupegang. Lho? Mana dompet yang kusayang? Ke mana pula dompet hijau lumut yang tadi kumasukkan juga di saku belakang? Jangan-jangan keduanya melayang saat aku lari tunggang-langgang!

“Oh, tidak!!” Aku berteriak. Padahal tadi kuberharap uangku beranak dengan ditemukannya dompet di jalan setapak. Nyatanya…. Alamak!!

Advertisements

15 thoughts on “Prompt #107 – Pada Suatu Hari yang Cerah

  1. Sial sekali ha ha ha…… Jadi keinget pengalaman kehilangan dompet. Bukan masalah uangnya tapi masalahnya ada ktp dan sim. Harusnya sih ada yang nemu dan harusnya dikembalikan ke saya. Uangnya gak papa deh buat upah yg nemu. Soalnya males kalo harus ngurus sim dan ktp lagi. Tapi sepertinya orang sekarang menganggap uang temuan itu rejeki dan hak mereka untuj mengambil. Makanya klo saya nemu dompet pasti saya kenbalikan ke pemiliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s