Prompt #106 – Aku Ingin Hidup Normal

Sebelum ledakan

“Jangan berteman dengannya jika tak ingin celaka,” bisik seseorang siswa pada siswa lainnya.

Aku pura-pura tak mendengar bisik-bisik seperti itu walau sebenarnya aku tahu yang dibicarakn orang-orang tentangku sejak aku masuk ke sekolah ini. Oke, tepatnya sejak aku pindah ke kota kecil ini. Ini adalah kota dan sekolah yang ke sekian, entah sudah berapa puluh sekolah yang aku masuki. Alasan kepindahanku dari tiap sekolah dan kota selalu sama: Tak Ada yang Bisa Menerima Anak Spesial sepertiku.

Sejak kecil aku sering bertanya pada orangtuaku, kenapa aku berbeda dari anak lainnya? Kenapa harus aku yang spesial? Kenapa bukan anak-anak lain saja? Namun pada akhirnya tak seorangpun dapat menjawabnya. Ibuku dan ayahku bahkan bercerai karena seringnya kami berpindah tempat. Mereka saling menyalahkan karena memiliki buah hati yang berbeda. Ibu bilang semua salah ayah. Ayah bilang ibulah yang salah. Hingga akhirnya ibu pun mengalah dan merawatku.

* * *

Anak-anak di sekolahku kembali mengejekku. Aku tak bisa menahan emosiku. Benda-benda di sekitarku beterbangan dan memantul ke dinding. Dalam sekejab semua jadi berantakan. Seluruh penghuni sekolah lari ketakutan, kecuali ibu kepala sekolah.

“Tidak! Kurasa itu bukan Efek Geller. Aku yakin anak itu punya kemampuan lain. Cepatlah ke mari dan amankan dia! Aku khawatir emosinya yang meledak-ledak akan membahayakan kota!” kata ibu kepala sekolah di telepon saat aku melewati kantornya. Pastilah beliau sedang mengadu ke kantor polisi.

* * *

Pasca ledakan

Aku menatap sekelilingku. Polisi-polisi yang mengejarku semuanya roboh karena kekuatanku. Mereka semua tak bergerak. Aku memperhatikan keadaan sekitar, tak ada suara-suara orang mengejarku. Hutan kembali sunyi.

Kulangkahkan kakiku tak tentu arah. Aku ingin pulang ke rumah tapi ibuku pasti tak akan mau menerimaku karena ulahku di sekolah tadi. Beliau juga pasti akan terkejut jika tahu aku merobohkan beberapa orang polisi dengan kekuatanku. Ibuku pun pasti akan jadi bulan-bulanan warga.

“Dia mempunyai anak yang aneh! Pastilah dia juga aneh! Mereka monster!” begitulah umpatan warga yang sering kudengar saat mereka tahu aku tidak normal.

Lelah berjalan, aku duduk di bawah pohon besar. Pikiranku melayang. Aku bukan lagi syuting film Carrie. Aku juga bukan dia yang karena emosinya akhirnya menghancurkan seluruh kota dan pada akhirnya mati karena kebodohan sendiri. Aku berharap bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya. Jika tidak, kuharap semua orang punya kemampuan khusus sepertiku.

Tanpa terasa, air mataku mengalir. Kelelahan dan kesedihan membuat pandanganku gelap. Aku pun tak sadarkan diri.

Seberkas cahaya menyilaukan muncul di dekatku tanpa kusadari. Bersamaan dengan itu muncul benda seperti piring terbang dari balik cahaya. Dari dalamnya keluar tiga orang berbadan tinggi besar dan berkostum aneh. Salah satunya berkata, “Kita menemukan Pangeran Galaxy Andromeda yang telah lama hilang! Syukurlah ia mempunyai kemampuan telekinesis. Jadi kita tidak susah mencarinya! Ayo kita bawa ia kembali ke negeri kita. Raja dan Ratu pasti senang sekali!”

* * *

Keterangan:
Efek Geller = kemampuan telekinesis palsu. (Baca di Wikipedia)
Carrie = film tahun 2013 tentang wanita berkemampuan telekinesis, berdasarkan novel berjudul sama oleh Stephen King

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam tantangan Monday FlashFiction Prompt #106 Titanium

Advertisements

6 thoughts on “Prompt #106 – Aku Ingin Hidup Normal

  1. “Kita menemukan Pangeran Galaxy Andromeda yang telah lama hilang! Syukurlah ia mempunyai kemampuan telekinesis. Jadi kita tidak susah mencarinya!

    Ada kontradiksi yang kentara pada kalimat di atas. ‘Telah lama hilang’ dan ‘Jadi kita tidak susah mencarinya.’
    Dan, yah, penjelasan bahwa si anak ternyata adalah ‘makhluk asing dari galaksi lain’ rasanya adalah penyelesaian yang paling mudah. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s