Prompt #103 – Tolong Aku!

Hari ini hari pertama aku bekerja sebagai staf penjaga sekolah. Sekolah ini baru selesai dibangun dan aku menjadi karyawan pertama yang menginjakkan kaki di gedung yang masih bau cat ini. Oke, mungkin bukan yang pertama karena yang pertama pastilah para pekerja bangunan.

Pukul 6 pagi. Sekolah masih sepi. Aku berjalan menyusuri lorong kelas yang gelap untuk membuka satu per satu pintu kelas. TSaat aku sedang membuka pintu salah satu kelas, tiba-tiba… Saaatttt! Aku merasa ada sekelebat bayangan lewat di sampingku. Aku terdiam. Apa itu tadi? Aku menoleh ke kanan-kiri. Sepi. Lalu aku melanjutkan tugasku ke kelas berikutnya.

Saaatttt! Sekelebat bayangan hitam muncul lagi. Bulu kudukku berdiri. Aku merasa dingin. Lalu, kudengar suara bisikan. “Toolonnggg…!”

Jantungku berdegup kencang. Tanganku terasa dingin. Lidahku kelu. Bayangan itu terasa ada di belakangku. Suara lirih serak parau itu terdengar makin jelas, arahnya dari belakangku. “Tooloooongg…! Toooloonggg aakuuu…..”

Sial! Seharusnya aku yang minta tolong! Panik, aku mencoba mengingat ayat-ayat doa yang seharusnya sudah kuhapal di luar kepala. Tapi apa daya ingatanku serasa kosong. Aku mencoba menggerakkan kakiku untuk berlari namun aku tak mampu.

Sedetik kemudian, aku merasakan jemari kurus dan dingin memegang pundakku. “Aaaaagggrrhhh!!” Aku berteriak sejadi-jadinya.

“Hey, Nak! Nak….,” seseorang memanggilku. Aku menoleh. Kulihat seorang bapak tua berpakaian lusuh berdiri di belakangku. Siapa bapak ini? Darimana dia masuk?

“Bapak adalah salah satu pekerja bangunan, Nak. Kebetulan Bapak masih tinggal di sini untuk berjaga, ” katanya seolah tahu apa yang kupikirkan. “Maaf kalau Bapak mengejutkanmu. Tadi bapak lihat kamu bengong lama sekali di depan pintu kelas itu,”

“Oh, hahaha, iya, Pak,” kataku sambil menertawakan diriku sendiri. Jadi yang minta tolong tadi itu apa?

* * *

Pukul 7.30. Sekolah sudah ramai. Siswa-siswa sudah masuk ke kelas. Aku berdiri di sudut lorong bersama Pak Yanto, guru olahraga.

“Sekolah baru ini auranya kurang bagus,” katanya.

“Hah? Maksud Bapak?” tanyaku.

“Ada aura gelap. Kamu hati-hati saja, ya. Kan kamu yang buka dan tutup pintu sekolah. Datang paling pagi dan pulang paling akhir. Sebaiknya kamu bekali dirimu dengan doa,” lanjutnya.

“Nngg…..” Belum sempat aku mengatakan sesuatu, Pak Yanto dipanggil beberapa siswa. Tinggallah aku sendiri, berusaha mencerna kata-kata beliau.

Sambil menunggu sekolah bubar, aku membolak-balik surat kabar yang kubeli dalam perjalanan ke sekolah. Sebuah berita menarik perhatianku.

Seorang bapak berumur sekitar 60 tahun diberitakan hilang sejak tiga minggu yang lalu. Sebelumnya, beliau berpamitan pada keluarganya untuk bekerja di sebuah gedung yang baru dibangun….. Ciri-cirinya…..

Ingatanku melayang pada bapak tua yang tadi kutemui. Ciri-cirinya mirip! Tanganku bergetar. Detik berikutnya aku kembali mendengar suara rintihan itu. “Tooolongg… Tooolooongg aakuuuuu…”

Bulu kudukku kembali meremang. Sekelebat bayangan kembali mengagetkanku. Aku menoleh ke arah datangnya sekelebat bayangan itu. Kemudian mataku terpaku pada tembok WC siswa laki-laki. Di pintunya kulihat tulisan TOLONG AKU berwarna merah darah.

 

Advertisements

8 thoughts on “Prompt #103 – Tolong Aku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s