Air Putih Dingin

Gebetan yang sudah lama kuincar akhirnya mengajakku ketemuan di sebuah cafe. Saat aku tiba ia sedang memesan sesuatu pada pelayan.

“Nah, maksudku ngajak kamu ke sini adalah aku mau ngomong sesuatu…,” katanya.

“Iya, silakan saja,” kataku, berharap ia akan menembakku hari ini.

“Begini… Tolong jangan ikuti aku lagi. Jangan sms atau meneleponku dan jangan ganggu aku di media sosialku. Aku merasa tak nyaman dengan semua yang kamu lakukan.”

“…”

“Satu lagi… Aku sudah punya pacar. Jadi jangan berharap lebih,” lanjutnya sambil berdiri lalu meninggalkanku.

Setelah itu pelayan datang membawakan segelas air putih dingin, pesanan yang dipesan gebetanku sebelum aku tiba.

image

Advertisements

4 thoughts on “Air Putih Dingin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s