Pukul Dua Dini Hari

sketsa oleh Edmalia

Tengah malam. Tiba-tiba saja aku merasa haus. Aku keluar dari kamarku untuk mengambil air. Saat aku masuk ke dapur, kulihat sesosok bayangan tinggi besar.

“Aaagghh!” spontan aku berteriak.

“Grooaaaarr!!” seru makhluk itu. Kemudian ia mengendap-endap mendekatiku. Entah kenapa kakiku seketika menjadi kaku. Aku tak bisa bergerak karena ketakutan.

“Tolong!” teriakku sambil berlari. Namun, tak seorangpun mendengar teriakanku.

“Ayah! Ibu! Kakak!” teriakku lagi. Namun orang-orang yang kupanggil juga sepertinya tak mendengarku. Makhluk itu semakin dekat. Akhirnya aku mendapatkan kekuatan untuk berlari. Aku membuka pintu depan dan keluar dari rumah.

“Tolong! Tolong!” Aku berteriak sekali lagi, berharap ada yang terbangun dari tidurnya dan menolongku.

“Grooaaarr!!” Makhluk di belakangku kembali berseru.

Aku menoleh, namun sialnya aku tersandung batu dan jatuh terjerembab. Belum sempat aku bangkit, makhluk menyeramkan itu sudah berdiri di hadapanku dan melompat ke arahku.

“Tidaaaakkk!!!”

Aku terbangun. Huufft!! Lagi-lagi mimpi itu. Aku melirik jam di samping tempat tidurku. Jam 2 dini hari. Aku terbangun lagi di jam sama karena mimpi yang sama. Pertanda apa ini? Sudah sekitar satu minggu aku memimpikan hal yang sama. Mimpi ini datang setelah aku keluar dari rumah sakit karena kecelakaan. Apakah ini karena pengaruh obat bius saat aku dioperasi minggu lalu?

* * *

Pukul dua dini hari. Lagi-lagi hari ini aku terbangun dari tidurku karena mimpi yang sama. Aku merasa sesak. Karenanya, kubuka jendela kamarku. Angin dingin menghembus menerpa wajahku. Aku menggigil. Sedetik kemudian, mataku menangkap sekelebat bayangan. Bulu kudukku mendadak berdiri.

Di bawah cahaya bulan kulihat sosok dalam mimpiku. Kali ini asli. Bukan mimpi.

“Grooaarr!” Makhluk itu berteriak.

“Aaaagghh!!” teriakku. Lalu aku mundur beberapa langkah.

“Sekarang waktunya!” kata makhluk itu dengan suaranya yang parau dan berat. “Aku datang untuk menagih janji.”

“Ja-janji apa?” tanyaku.

“Huh! Sepertinya kau tak ingat!” dengusnya.

Aku mencoba mengingat-ingat. Namun kosong. Tak ada yang terlintas di pikiranku.

“Baiklah! Akan kuingatkan!” seru makhluk itu. “Minggu lalu, tepatnya saat kau dioperasi, seharusnya kau tidak lagi berada di dunia ini karena lukamu yang parah. Namun kau memohon-mohon padaku agar diberi waktu beberapa hari lagi untuk menghirup udara segar. Aku mengabulkannya dan batal membawamu!”

Aku mencoba mencerna kata-kata makhluk di hadapanku ini. Lalu, ingatanku berangsur-angsur pulih kembali.

“Ah, sepertinya ingatanmu sudah kembali!” kata makhluk itu seakan ia bisa membaca pikiranku. “Ayo, sekarang kita pergi!”

Aku menuruti perkataan makhluk itu dan melangkah pergi bersamanya, meninggalkan seonggok tubuh yang penuh dengan noda.

Ingatanku melayang pada peristiwa kecelakaan itu… Aku baru saja keluar dari cafe setelah acara pesta ulangtahun temanku. Kesadaranku melayang karena pengaruh minuman keras. Aku menabrak empat orang. Mereka tewas seketika. Setelah menabrak keempat orang itu, mobil yang aku kemudikan meluncur menabrak tembok. Waktu itu pukul dua dini hari.

* * *

“Kau tahu kesalahanmu, kan? Itu sangat berat. Karena itulah aku yang membawamu, bukan malaikat yang berjubah putih,” kata makhluk menyeramkan yang berjalan mengiringi langkahku.

Advertisements

9 thoughts on “Pukul Dua Dini Hari

  1. Aku tak bisa bergerak karena ketakutan. —> tak bisa bergerak

    “Tolong!” teriakku sambil berlari. Namun, tak seorangpun mendengar teriakanku. —> bisa berlari

    “Ayah! Ibu! Kakak!” teriakku lagi. Namun orang-orang yang kupanggil juga sepertinya tak mendengarku. Makhluk itu semakin dekat. Akhirnya aku mendapatkan kekuatan untuk berlari. Aku membuka pintu depan dan keluar dari rumah.–> baru mendapatkan kekuatan untuk berlari

    agak sedikit rancu, mbak. yang semua tak bbisa begerak lalu bisa berlari tapi baru kemudian mendapatkan kekuatan untuk berlari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s