Harga Buku

Pada suatu hari di sebuah kantor pengiriman barang yang katanya melayani kiriman kilat. *gileee, kilat aja bisa dikirim, bo’! gimana caranya yak??*

Petugas Kantor (P): “Selamat siang, dek. Silakan duduk!”

Customer (C): (duduk terus ngeluarin amplop besar yang tebal) “Pak, saya mau kirim ini.”

P: “Baik. Mau yang reguler biasa atau yang pedas krispy krenyes-krenyes?”

C: ???

P: “Ups, maaf. Maklum kemarin masih kerja di toko Ayam Goreng Krenyes-krenyes di sebelah. Baru hari ini pindah ke sini.”

C: “Ooooo…”

P: “Jadi, mau kiriman reguler atau yang kilat? Kalau yang reguler sampainya 4 sampai 5 hari. Yang kilat bisa 1 atau 2 hari.”

C: “Yang kilat aja deh, Pak! Saya pengen tau gimana caranya kilat ngirim barang saya ini.”

P: Oke! (sambil nginput data barang kiriman sambil nanya lagi) “Ini barang apa, dek?”

C: “Itu isinya buku, Pak.”

P: (masih sambil ngetik) “Kira-kira berapa nilai buku ini?”

C: “Ya ampun Pak! Kok bapak tega-teganya nanya berapa nilai buku ini?? (sambil gebrak meja) Buku ini tak ternilai, Pak! Coba bapak bayangkan bagaimana penulisnya dengan susah payah membuat buku ini. Penulis itu mencurahkan pikiran dan tenaganya demi membuat buku ini. Kadang dia sampai begadang dan telat makan demi suksesnya penerbitan buku ini. Semua itu tak ternilai harganya, Pak!” (sambil berdiri trus gebrak meja lagi)

P: “Iya, iya. Mohon untuk tenang, dek. Duduk dulu.” (trus ambil air mineral dan ngasih ke si customer)

C: (minum dulu)

P: “Nah… Sudah tenang, kan? Jadi, berapa kira-kira harga buku yang mau dikirim ini?”

C: “Tuh, kan… Bapak ini selalu menilai sesuatu dengan uang. Nggak baik itu, Pak! Walaupun harga buku ini cuma sepuluh ribu rupiah, tapi buku ini tak ternilai Pak!”

P: “Oke! Baiklah, jadi ongkos kirimnya dua puluh ribu.” (nyerahin nota ongkos kirim)

C: (periksa nota trus kasih uang) “Ini, Pak. Terima kasih.”

P: “Terima kasih. Datang kembali…”

C: “Oh, ya, Pak, jangan sampai hilang barang kiriman saya itu, ya! Awas kalau hilang! Buku itu tak ternilai harganya. Ingat itu baik-baik, Pak!”

P: “Iyaa, dek. Tenang saja. Dijamin nggak hilang!”

C keluar

P ngurut kepala, lap keringat sambil menghela napas.

Advertisements

12 thoughts on “Harga Buku

  1. Kalau saya jadi petugas pengiriman barangnya, mungkin saya cuma bengong sampai yang mengirim barang pergi… ini tidak benar-benar kejadian secara nyata, kan? Habisnya saya membaca ini seperti jadi pengunjung lain di tengah-tengah mereka… ya kita cuma bisa nontonin, sih :haha.

    1. Ini cuma khayalanku aja kok. Seandainya aku jadi customer yg kayak gitu kira-kira gimana. Cuma bisa nulisnya aja, kalo beneran gitu nggak berani. Hihihi ๐Ÿ˜€

    1. Kalo di sini, di beberapa tempat pengiriman barang, gitu mbak. Aku beberapa kali ngirim barang selalu ditanya barangnya apa dan nilainya berapa. Mungkin kalo ilang bakal diganti sesuai nilainya ya. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s