Prompt #96 – Tukar Tambah

“Kang, kamu ingin kuantar menemui orang-orang yang matanya enak dipandang, bukan?” tanya Kirana, istriku.

“Eh? Kau sudah menemukan orang-orang itu?” tanyaku.

“Iya, Kang. Seperti yang akan minta…,” jawabnya. “Tapi… Sebenarnya untuk apa Akang mencari orang-orang yang matanya enak dipandang?” lanjutnya.

“Itu… Karena Akang ada suatu keperluan, Dik,” jawabku. “Oh, ya, tolong suruh mereka tunggu sebentar ya,” pintaku.

Setelah itu aku mengambil ponselku dan memanggil nomor telepon seseorang.

* * *

Setahun yang lalu

“Menikahlah dengan Kirana, Nak,” pinta ibuku yang sedang sakit.

“Bu, bagaimana mungkin aku menikahinya? Aku sama sekali tidak tertarik padanya. Dia sudah kuanggap sebagai saudara, Bu,” tolakku.

“Tapi, dia itu baik. Keluarganya juga baik. Wajahnya lumayan cantik. Menikahlah dengannya, Nak. Ini permintaan ibu yang terakhir. Ibu takut kalau-kalau…,” kata ibuku.

“Bu, jangan berkata begitu,” selaku. “Ibu akan sembuh. Aku yakin itu! Tolong jangan paksa aku menikah.”

“Katakan alasan sebenarnya mengapa kau tak mau menikah dengan Kirana, Nak,” desak ibu.

“Sebenarnya… Aku tak suka dengan matanya. Matanya tidak cantik, Bu,” jawabku.

* * *

Tiga bulan yang lalu

“Dik, kamu tahu apa yang membuat wajah seseorang terlihat menarik?” tanyaku pada istriku.

“Apa, Kang? Apakah karena dandanannya?” ia balas bertanya.

“Itu untuk perempuan saja, Dik. Laki-laki, kan, tidak berdandan,” jawabku. “Sesuatu yang membuat wajah pria atau wanita terlihat menarik adalah matanya. Orang yang matanya enak dipandang pastilah wajahnya menarik pula.”

* * *

Dua bulan yang lalu

“Mbah, apakah wajah istriku bisa dibuat jadi menarik?” tanyaku pada Mbah dukun yang direkomendasikan oleh rekan kerjaku di kantor. Mereka bilang Mbah dukun ini mantranya sangat tokcer – apapun yang diminta 99% pasti terkabul.

“Oh, tentu bisa!” jawab si Mbah. “Ajak istrimu kemari. Nanti Mbah pasangkan susuk di wajahnya.”

“Jangan, Mbah. Aku cuma ingin agar matanya jadi enak dipandang,” kataku.

“Hmmm…,” gumam si Mbah. Ia nampak sedang berpikir. Selang beberapa menit ia membisikkan sesuatu padaku.

* * *

Tuuuut! Begitu nada sambung di ponselku. Tak lama kemudian telepon dijawab.

“Mbah, istriku sudah membawa orang-orang yang matanya enak dipandang!” seruku.

“Baiklah, sekarang pilih salah satu dan fotolah dia. Setelah itu, kirimkan foto wajahnya ke hape mbah.”

Setelah sambungan telepon dimatikan, aku segera melaksanakan perintah si Mbah. Istriku kebingungan dengan tingkahku.

“Untuk apa itu, Kang?” tanya istriku.

“Nanti lihat saja hasilnya,” jawabku.

Keesokan harinya

Jam menunjukkan pukul 6 pagi namun istriku belum bangun juga. Tak biasanya ia telat bangun.

“Dik, bangun…,” kataku sambil mengguncang-guncang tubuhnya.

Ia membuka matanya perlahan-lahan lalu menatapku.

‘Matanya! Ia telah berubah!’ pekikku dalam hati. Ini adalah mata yang paling enak dipandang yang pernah kulihat!

‘Tapi… Tunggu dulu! Ada yang aneh dengan dirinya. Kenapa ia diam saja? Dan… Tatapan matanya itu kosong,’ pikirku.

Tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk di ponselku. Aku bergegas membacanya.

“Pekerjaanku membuat mata istrimu jadi enak dipandang telah selesai. Sebagai ganti mata indah itu, pikirannya harus dihilangkan,” begitu bunyi sms yang ternyata dari si Mbah dukun.

Aku terduduk lemas sambil menatap istriku yang kini tertawa-tertawa sendiri seperti orang gila.

Advertisements

17 thoughts on “Prompt #96 – Tukar Tambah

  1. Hmm… iya sih, mata seseorang yang paling cantik adalah ketika mata itu murni, alias kosong… endingnya tak terduga, keren! Well, permintaan yang dikabulkan mesti sepadan dengan pengorbanan, karenanya, jangan meminta yang macam-macam!

    1. Mungkin saja itu perasaan Anda. Coba dibaca sekali lagi, kalo emang masih muter-muter berarti memang cerpennya bikin muter. Kesalahan bukan pada pembaca tapi pada yang bikinnya. Hihihi. πŸ˜€

      1. Wahahaha tapi keren loh mbak serius, aku kadang susah bikin cerita dengan alur maju mundur gitu, yang ada, otakku malah yang maju mundur wkkw

        aku nggak pernah ke dukun -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s