#FFRabu – Ajaran Turun-Temurun

Aku sedang menikmati makananku ketika anakku yang berumur empat tahun berjalan mendekatiku. Ia menatapku tanpa berkata apa-apa. Lama.

“Anak kecil nggak boleh lihat-lihat orang dewasa makan. Ayo main di sana!” perintahku padanya.

“Pak, itu artinya si adik pengin makan juga,” kata istriku.

Si kecil berlari ke kotak berisi mainannya dan mengeluarkan payung kecil dari dalam kotak. Lalu ia membuka payung itu.

“Kalau pakai payung di dalam rumah, nanti kepalamu botak, lho!” seruku padanya.

“Pak, kamu ini kok kayak ibuku…,” kata istriku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ya benar, kata-kata itu sering dikatakan ibu mertuaku dulu saat aku masih jadi si anak tetangga.

Advertisements

2 thoughts on “#FFRabu – Ajaran Turun-Temurun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s