Kamu Mau Dipanggil Binatang?

image

Mungkin judul postingan ini agak serem atau kasar ya. Tapi inilah yang mau saya ceritain. Ini obrolan seorang bapak dengan anak temannya.

Bapak: “Dengar dari mamamu kamu putus sama pacarmu. Katanya pacarmu itu kasar.”

Anak: “Oh, iya, Om. Begitulah.”

Bapak: “Kata mamamu, dia sering bilang binatang pas marah. Tapi, main tangan juga nggak ya cowok itu?”

Anak: “Nggak Om. Tapi kalau lagi marah suka banting-banting barang.”

Bapak: “Ah, mendinglah itu kalau nggak main tangan. Orang suku X memang seperti itu. Mereka ngomongnya kasar. Bilang binatang itu sudah biasa. Istri saya saja kalau lagi marah sama anak suka keluar kata-kata binatangnya. Saya kasih nasehat saja sama istri saya supaya jangan begitu. Kalau anaknya binatang, ortunya juga binatang, kan?”

Anak: “Betul Om. Kalau saya sih bakalan nggak mau sama orang yang suka kasar. Saya nggak mau dibilangin binatang, Om.”

Well… Well… Well… Saya juga nggak mau dibilangin binatang atau dipanggil dengan sebutan nama-nama hewan. Tapi, biarpun nggak main tangan, cuma banting barang dan ngomong kasar kok dibilang mendingan ya? Haduhh… Ada apa dengan dunia ini? Hal-hal semacam itu kok bisa ditolerir? Hmmm… Apakah ini yang dinamakan cinta itu bisa menerima apa adanya?

Hari gini ternyata masih ada ya orang yang ngomong kasar seperti itu. Semarah-marahnya orang, apalagi sama pasangannya atau sama anaknya, masa sih tega ngasih cap ‘binatang’? Bukankah kalau sayang itu harus bijak dalam berkata-kata? Trus, ternyata ada orang yang mau sama orang yang bicaranya kasar. Kalau saya sih bakalan nggak tahan hati dan jantung.

Teman-teman, mau nggak punya pasangan yang suka kasar begitu, yang kalau marah semua penghuni kebun binatang keluar dari mulutnya? Trus, apa yang kalian lakukan kalau ternyata pasangan kalian seperti itu?

Advertisements

12 thoughts on “Kamu Mau Dipanggil Binatang?

  1. Mestinya tidak ada yang namanya toleransi untuk hal-hal buruk. Sebisa mungkin diubah. Terlebih malah kayak jadi identitas suku X. Nah, kan? Udah kena cap? Kalau jadi identitas suku X, lama-lama dianggap biasa dan malah menjelma jadi budaya.

  2. Engaaaakkk maaaauuu hih…,baru pacaran saja sudah seperti itu, apalagi menikah kelak..
    Di jaman skrg,omongan “binatang” sepertinya sudah terbiasa di ucapkan org. Kadang bercanda saja diucapkan.. Kebiasan buruk yg kayanya itu udh biasa aja…

  3. gak mau donk. kalo marah juga yang disebut ga mungkin binatang unyu, semisal :” hih, dasar kelinci! dasar ikan koi! dasar kucing unyu!” gak mungkin kaaannn…
    dulu, saya pernah bersinggungan dengan orang kasar seperti itu. solusinya ? tinggalin aja. orang kasar itu habit. sekali bilang maaf, jika bukan benar-benar dari hati, suatu saat akan diulangi lagi.

  4. Ada beberapa hal menarik yang kepengin saya komentarin di sini. Pertama saya agak menyayangkan sih pelabelan sebagai ciri khas suku X, takutnya malah jadi stereotipe dan prejudice dan itu tidak baik, karena kita jadi menyamaratakan semua orang dari suku X itu, padahal mungkin saja kan ada juga orang suku itu yang baik :hehe. Terus kebiasaan mengatakan “masih mendingan” itu menurut saya sama dengan kebiasaan orang Indonesia yang selalu mengatakan “untung”, misal kalau ada kecelakaan sering bilangnya “untung cuma luka, tidak ada yang patah”, padahal luka-luka pun tidak untung juga sih sebetulnya :haha.
    Duh, mulutmu harimaumu, kalau mau bicara mestinya dipikir dulu. Semua orang berpotensi mengeluarkan kebun binatang kalau marah, jadi hendaknya kita memperpanjang sumbu sabar dan lebih menjaga ucapan.

    1. Iya Gara, mesti sabar ya. Saya juga agak gimana gitu waktu dengar percakapan si bapak yang bawa-bawa nama suku, trus kata ‘mendingan’nya itu. hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s