Ceritera Juli #26: Takkan Lagi Kumenangis Untukmu

sumber gambar

Gelak tawa kemenangannya memenuhi ruangan, dan aku bersumpah suatu saat aku akan membalas dendamku.

Oke, baiklah. Aku selalu ingin membalas dendamku padanya. Untuk itu, aku harus memutar otak, mencari cara bagaimana agar dendamku terbalas. Bagaimanapun aku harus! Bagaimanapun caranya, walau aku harus begadang semalaman bahkan sebulan untuk mencari cara membalaskan dendamku padanya.

Dia selalu membuat air mataku mengalir keluar. Walaupun aku bisa membuatnya terluka di saat aku bersama dirinya, pada akhirnya dia lagi yang membuatku menangis. Selalu aku yang mengeluarkan air mata. Bukan dia! Dan aku benci itu. Sangat benci!

Hari ini… Aku mengamatinya. Kuperhatikan dia lekat-lekat. Dia… Mungkin tak tahu aku sedang memperhatikannya. Kurasa begitu. Lalu, kuambil sebilah pisau dari laci di dapur dan secepat kilat kurengkuh dia. Balas dendamku harus berhasil kali ini!

Ciat!! Kutusukkan pisau ke arahnya. Dengan gesit kupotong-potong dia. Napasku memburu. Keringat membasahi dahiku. Terus dan terus, kugunakan pisau untuk menghujamnya. Tanpa ampun! Aku tak peduli dengan sekitarku. Tak akan pernah! Yang penting dendamku terbalas!

Dan akhirnya… Dia tak bergerak. Tak ada lagi tarian-tarian ejekannya. Tak ada lagi gelak tawa penuh kemenangannya. Sunyi. Dia benar-benar kalah kali ini.

Senyumku mengembang. Dalam hati aku berteriak seperti Dora dalam film Dora The Explorer, ‘Berhasil!! Berhasil!!’ Kalau bisa, aku akan meloncat-loncat kegirangan juga. Namun tak kulakukan. Aku menghela napas lalu kubuka kacamata renangku. Kupandangi bawang merah yang baru saja kucincang. Kali ini, aku tak mengeluarkan air mata. Dendamku telah terbalas. Aku menang!

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam event Ceritera Juli #26 oleh Kampung Fiksi.

Tema: Dendam. Gelak tawa kemenangannya memenuhi ruangan, dan aku bersumpah suatu saat aku akan membalas dendamku. Tulislah, pilih salah satu: (a). Ceritakan apa penyebab timbulnya dendam. (b). Ceritakan bagaimana pembalasan dendam dilakukan. (c). Ceritakan pembalasan dendam yang gagal. (d). Jadikan kalimat di atas sebagai awal cerita dan lanjutkan.

Advertisements

7 thoughts on “Ceritera Juli #26: Takkan Lagi Kumenangis Untukmu

  1. Bawaaang…. bawang bawang bawang bawang bawang bawang bawang bawang… hey!! Dendam bangetlah pastinya Mbak ya kalau sampai nangis saat mengiris bawang :haha. Iya, sekarang memang dendamnya terbalas, tapi kalau besok lusa disuruh membuat irisan bawang lagi, perang akan kembali terjadi yak :hihi :peace.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s