Ceritera Juli #24: Kembali ke Awal

“Pak, tolonglah Pak. Tolong hapus ingatan-ingatan buruk saya,” kata seorang pasien hipnoterapiku.

“Begini, Pak. Setiap orang pasti mempunyai ingatan tentang hal-hal buruk. Ada ingatan yang perlu dihapus, dan ada yang tidak. Hal-hal buruk dalam ingatan itu bisa dijadikan pelajaran untuk kita. Itu dinamakan pengalaman. Kalau saya hapus semua itu, nanti akan berakibat tak baik untuk Bapak.”

“Tapi saya benar-benar yakin tidak mau lagi ada ingatan-ingatan buruk itu.”

“Kenapa Bapak begitu yakin tidak mau ada ingatan tentang hal-hal buruk itu?”

“Soalnya saya ingin jadi orang yang berpikir positif!”

“Berpikir positif itu perlu, Pak. Tapi yang lebih bagus itu berpikir bijak.”

“Ah, sudahlah, pokoknya hapus saja ingatan yang jelek-jelek itu!”

“Resikonya Bapak yang tanggung, ya.”

“Iya, saya tanggung semua resikonya. Pokoknya hapus semua ingatan tentang hal-hal buruk.”

Setelah itu aku melakukan hipnotis pada bapak yang datang bersama istrinya. Istrinya aku minta menunggu di sofa yang tak jauh dari tempat aku melakukan hipnotis. Tentu saja ia tak boleh duduk dekat-dekat denganku dan pasienku agar proses hipnoterapi ini berjalan lebih lancar.

Beberapa jam kemudian proses hipnoterapi selesai. Aku menjentikkan jariku. “Setelah mendengarkan jentikan jari ini, buka matamu dan semua ingatan tentang hal-hal yang buruk telah hilang dari pikiranmu,” kataku.

Bapak itu membuka matanya begitu aku selesai menjentikkan jariku. Detik berikutnya sangat membuatku terkejut. Tiba-tiba saja bapak itu menangis meraung-raung seperti seorang bayi yang baru lahir.

“Huaaa! Huaaa! Huaaaa!!”

Kontan saja istrinya langsung datang menghampiri kami.

“Apa yang terjadi? Kenapa suamiku menangis seperti ini?” tanyanya sambil berusaha menenangkan suaminya. Namun suaminya malah berteriak makin kencang.

“Ehm! Maaf, nyonya. Suami Anda meminta saya menghapus semua ingatan tentang hal-hal buruk dari pikirannya. Inilah yang terjadi. Ia bagai kertas yang masih polos. Ia kembali lagi menjadi seperti seorang bayi.”

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam event Ceritera Juli #24 oleh Kampung Fiksi.

Tema: INGATAN. Hal baik seringkali mudah dilupakan, hal buruk seringkali susah dilupakan. Itu sebabnya, ia memintaku untuk menghipnotisnya dan menghapus semua ingatan buruk. Akibatnya? Sungguh mengerikan! Apa yang terjadi?

Advertisements

14 thoughts on “Ceritera Juli #24: Kembali ke Awal

  1. Dikembalikan lagi ke asal berarti menghapus semua memori ya Mbak :hehe. Jadi seperti bayi lagi dan itu artinya mesti mengajari lagi semuanya dari awal, wah, semoga tahan saja deh dengan semua itu :hihi. Ini jadi pelajaran sih, hati-hati dengan apa yang diminta, sebelum meminta mesti siap dengan semua konsekuensi :)).

  2. Walaupun memori buruk itu gak enak utk dikenang tp gak perlu menghapusnya, krn apa yg terjadi di masa lalu itu menjadikan kita yg sekarang, gitu ya Mbak. Bagus pesan dari ceritanya, Mbak Grant. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s