Ceritera Juli #14: Aku Ingin Bebas

Happy birthday, Arnie! Semoga panjang umur!” kata sahabatku Marty.

Kemudian beberapa temanku yang lain ikut memberikan ucapan selamat ulang tahun setelah mendengar ucapan yang diberikan oleh Marty.

“Ya, Arnie. Selamat ulang tahun. Semoga kau panjang umur!” kata salah satu temanku.

“Semoga hari ini keberuntungan ada di pihakmu, Arnie!” sahut temanku yang lain.

“Terima kasih, ya, teman-teman!” jawabku.

“Apa yang kau inginkan di ulang tahunmu kali ini, Arnie?” tanya Marty.

“Apa ya… Sepertinya aku tak ingin apa-apa. Aku lelah berharap,” jawabku.

“Hmmm…,” desah Marty. Pandangannya jauh ke depan. Menerawang. “Setidaknya berandai-andai saja. Itu tidak dosa, kok. Dan itu bisa menghiburmu walaupun kau tahu apa yang kau andai-andaikan itu belum tentu terwujud.”

Aku ikut-ikutan memandang ke kejauhan, ke sebuah taman yang jauh dari tempat kami berada sekarang. Di seberang taman itu ada sebuah danau kecil. Sungguh teduh pemandangannya.

“Aku ingin pergi ke suatu tempat yang jauh. Aku ingin aku bisa bebas melakukan apa saja di tempat itu tanpa ada rasa takut. Aku ingin bertemu teman-teman baru dan bebas ke mana saja aku mau,” kataku akhirnya.

Setelah mengatakan keinginanku, tiba-tiba kami mendengar suara keributan.

“Aagghhh!! Tidak! Jangan bawa dia!”

“Tolong! Lepaskan!”

“Tidak!! Jangan!! Aaaggghh!!”

“Lari! Semuanya, selamatkan dirimu!”

Aku dan Marty terkesiap melihat pemandangan yang mengerikan di depanku. Jantungku berdebar kencang. Aku ketakutan. Lalu aku dan Marty ikut-ikutan kalang kabut, berusaha mencari tempat berlindung.

Setelah keributan itu, terdengar isak tangis beberapa temanku.

“Mereka mengambilnya…”

“Oooh… Sungguh kasihan dia…”

Aku tak bisa berkata apa-apa. Sungguh kejadian ini sangat mengerikan bagiku. Saat ini mungkin wajahku masih pucat pasi gara-gara kejadian tadi.

“Terjadi lagi…,” desah Marty. Ia menarik napas panjang.

“Ya… Kita tinggal menunggu giliran saja,” kataku, sedih.

Tak lama kemudian terdengar suara seseorang, “Ambil lagi satu yang gemuk dan besar!” Setelah itu jaring masuk ke tempat tinggal kami, mengaduk-aduk air untuk mendapatkan yang mereka mau. Sementara itu aku dan teman-temanku kembali berteriak histeris.

Bersamaan dengan itu, seorang anak kecil mengintip dari luar tempat tinggal kami. Bola matanya yang besar nampak bersinar-sinar kala melihat kami. “Aku suka sekali ikan segar!! Apalagi jika digoreng dan dimakan pakai sambal!” teriaknya. Detik berikutnya terdengar bunyi parang yang dipukul-pukulkan. Darah segar muncrat ke mana-mana. Satu lagi ikan mati dan masuk ke penggorengan.

Sumber gambar: klik ini

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam event Ceritera Juli #14 oleh Kampung Fiksi. Tema: JIKA AKU BISA: Mendapatkan apa saja dan ke mana saja dalam sehari, apa yang akan terjadi?

Advertisements

2 thoughts on “Ceritera Juli #14: Aku Ingin Bebas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s