Ceritera Juli #13: Sebuah Kutukan

sumber gambar: http://www.kampungfiksi.com

“Peraturan pertama: Jangan sembarangan bicara! Kedua: jangan berpikir negatif! Ketiga: jaga tingkah laku kalian selama berada di sini!” Begitu kata Pak Sardi, pemandu tour sekaligus salah satu guru pembina OSIS di sekolah kami.

Ya, saat ini kami sedang mengikuti tur ke sebuah situs terkenal di kota kami. Di situs ini banyak sekali makam raja-raja jaman dulu. Selain itu, ada arca-arca, batu-batu prasejarah, patung-patung pahat, dan sebuah pagoda tinggi. Tur ini hanya diikuti oleh siswa kelas IX sekolahku.

“Hey, lihat patung ini! Lucu sekali bentuknya! Mukanya seperti kera tapi tangan dan kakinya seperti manusia!” seru Doni, teman sekelasku.

“Hush! Jangan sembarangan bicara, Don! Bukankah tadi Pak Sardi bilang begitu,” kataku memperingatkan Doni.

“Iya, aku dengar kalau kita sembarangan bicara, nanti kita bisa dapat malapetaka!” ujar Haryo.

“Ah, sudahlah! Kalian ini tidak seru!” kata Doni.

Karena saat ini sudah acara bebas, Haryo mengajakku berkeliling melihat-lihat ke area lain. Melihat kami beranjak menuju ke area lain, Doni yang merupakan sahabat kami mau tak mau ikut juga.

Kami berjalan menjauhi rombongan tur. Tibalah kami di perbatasan situs. Banyak pohon-pohon besar di sana. Rumput-rumput ilalang tumbuh sangat tinggi.

“Ayo, kita lihat ada apa di dekat bukit sana! Sepertinya ada sesuatu yang berwarna merah!” seru Doni.

“Wah, betul! Apa itu yang berwarna merah, ya?” sahutku.

“Yuk, ke sana!” ajak Haryo sambil langsung berjalan menuju sebuah benda yang berwarna merah di balik ilalang tinggi.

Kami tiba di dekat benda berwarna merah itu. Ada jalan setapak di hadapannya. Rupanya benda itu adalah jamur raksasa. Ada banyak sekali jamur raksasa di sana. Dan, apa yang kami lihat sesudahnya membuat kami terperangah.

Di bawah sebuah jamur raksasa, berdirilah dia, manusia paling kecil yang pernah kusaksikan. Ia memakai jubah panjang berwarna hitam dan membawa sebuah tongkat panjang setinggi badannya. Sebuah topi lancip yang juga berwarna hitam menghiasi kepalanya. Aku dan teman-temanku berdiri di seberang jalan, mematung.

Ia melangkah mendekati kami sambil mengatakan sesuatu. Kata-kata yang diucapkannya terdengar seperti sebuah mantra. Langit kemudian berubah menjadi gelap. Ia mengayunkan tongkatnya dan menghentakkannya ke tanah. Sebuah kutukan!

“Aaagghh! Cepat lari!” jerit Doni.

Kami semua kalang kabut mencoba melarikan diri dari makhluk yang sedang komat-kamit itu. Namun, terlambat. Sebuah sinar menghujam tubuh kami. Blarr!!! Kami bertiga terhempas ke tanah. Asap hitam pekat menyelimuti kami.

“Apa ini?? Aku tak bisa melihat apa-apa!” Teriakanku disusul oleh teman-temanku. “Aku juga tak bisa melihat!” seru Haryo. “Uhuk! Uhuk! Apa ini??” balas Doni.

Beberapa saat kemudian asap hitam mulai lenyap. Aku mengusap-usap mataku. Kulihat teman-temanku maasih batuk-batuk.

“Hey, kita selamat!” kataku.

Doni menoleh ke arahku. Tiba-tiba matanya melotot, mulutnya menganga. Ia nampak sangat ketakutan.

“Apa? Apa, Don??” tanyaku. Haryo juga memandangku dengan pandangan ketakutan. Ia menunjuk ke belakangku. Aku menoleh.

“Aaaaggghhh!!!” Kami bertiga berteriak berbarengan. Seekor anjing raksasa dengan lidah terjulur sedang menatap kami dengan mimik beringas. Guk! Guk! Ia menggonggong dan dalam sedetik melompat ke arah kami.

Sementara itu di kejauhan, makhluk-makhluk kerdil terkikik-kikik kesenangan. Salah satunya yang memakai jubah hitam berkata, “Mereka bertiga telah menjadi anggota baru kita. Terserah kalian mau menyelamatkan mereka dari anjing itu atau membiarkan mereka menjadi mangsa si anjing.”

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam even Ceritera Juli #13 oleh Kampung Fiksi

Advertisements

8 thoughts on “Ceritera Juli #13: Sebuah Kutukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s