Prompt #82 – Ratu Tercantik

image
Sumber: http://www.mondayflashfiction.com

Dua hari yang lalu seorang wanita masuk ke kamarku dan meletakkan beberapa buku di rak. Kuambil salah satu album usang yang ada di rak itu. Dalam album itu terpampang deretan foto anak sekolah.

“Kau ingat siapa mereka?” tanya wanita yang datang lagi hari ini.

Aku tak menjawabnya. Ingatanku melayang ke saat itu, tepatnya tahun lalu. Kala itu akan ada pemilihan raja dan ratu prom di sekolahku. Tiga hari sebelum pesta, aku dan gengku berkumpul di rumahku untuk membahas siapa saja kandidat raja dan ratu prom. Kami berkumpul mengelilingi meja makan.

“Ada yang tahu siapa saja yang menjadi kandidat raja-ratu prom?” tanya Meisha.

“Aku tahu. Aku mengintip catatan panitia di ruang OSIS tadi siang,” jawabku.

“Oh, ya? Siapa saja?” tanya Lisa.

“Ada namaku di sana, kan?” Karin ikut bertanya.

“Ya, namamu, namaku, nama kita semua di sini masuk menjadi calon kandidat,” jawabku.

“Baiklah, kalau begitu tinggal menunggu hasil polling yang akan diadakan oleh teman-teman kita,” kata Meisha.

Setelah makan malam aku meminjam mobil sedan ayahku untuk mengantarkan teman-temanku pulang. Dalam perjalanan, aku merasa risau. Kupikir akulah yang tercantik di antara para kandidat ratu lainnya. Namun, saat aku menyelinap ke ruang OSIS tadi siang, aku mendengar beberapa panitia mengatakan akan membuat Meisha menang. Aku tak memberitahukan hal itu pada siapapun.

Meisha… Kenapa harus dia? Dia memang manis, putih, dan tinggi. Tapi… Kurasa aku lebih baik darinya. Dan dia tak boleh menang!

Sepanjang perjalanan aku memikirkan cara untuk menyingkirkan Meisha. Apakah akan kuberi dia permen rasa asam supaya dia sakit perut? Ah, tapi bagaimana kalau dia tak memakannya?

“Ann, stop di sini! Kita sudah sampai di depan lorong ke rumah Meisha,” teriak Lisa, membuyarkan lamunanku. Aku menghentikan mobilku.

“Terima kasih ya, Ann,” kata Meisha.

Aku menganggukkan kepalaku. Tiba-tiba terlintas ide gila di kepalaku. Saat Meisha berjalan ke arah rumahnya, aku menginjak pedal gas dalam-dalam. Meisha terkejut mendengar decitan ban mobilku. Ia menoleh namun tak sempat menghindar. Berikutnya terdengarlah bunyi bruk yang sangat keras.

“Ann!! Apa yang kau lakukan??” teriak teman-temanku hampir berbarengan. Mereka segera turun dari mobil.

Setelah kejadian itu, aku tak ingat apa-apa lagi. Yang aku tahu, tiba-tiba aku berada di ruangan berdinding hijau ini. Setiap pagi dan sore seorang wanita akan masuk ke ruangan ini dan memaksaku menelan beberapa pil. Biasanya ia akan berkata, “Kasihan sekali cantik tapi tak waras.”

Namun aku tak peduli dengan perkataannya. Bagiku, aku waras. Dan aku selalu menjadi yang tercantik.

Advertisements

11 thoughts on “Prompt #82 – Ratu Tercantik

  1. Orang gilaa… gila. Tidak heran, melihat tempatnya berada sekarang. Ya, namanya juga terlalu ambisius, menghalalkan segala cara deh. Moga-moga kita tidak seperti dia ya, semoga kita bisa menerima kemenangan dan kekalahan dengan ikhlas dan lapang dada :amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s