Minjem Prinsip Artis

Sumber gambar: funlava.com

Dalam hidup ini, kita pasti punya kenalan yang tingkahnya nyebelin banget, selalu bikin kesal, jengkel dan ujung-ujungnya bikin kita jadi benci. Ini pengalaman saya, nih. Saat benci sama orang, pasti saya curhat sama sohib atau keluarga. Trus pas lihat orang itu, ada perasaan nggak suka, jengkel, kesal, marah. Trus nggak tau kenapa, tiba-tiba saja saya sadar kalau sudah benci sama orang pastinya jadinya mikirin orang itu terus. Mikirnya: “lain kali nggak mau lagi ketemu sama orang itu, nggak mau ngobrol sama dia, nggak mau kerja sama dengan dia, dsb.” Yaah, malah dia melayang-layang dalam pikiran deh jadinya. Keinget terus sama hal-hal yang menjengkelkan. Duh!

Di sisi lain, pasti ada beberapa orang yang benci sama kita. Orang-orang yang biasanya disebut haters ini sukanya bikin gosip tentang kita, pengen tahu semua tentang hidup kita alias kepo, jelek-jelekin kita, dan iri sama kita. Orang-orang ini senang melihat kita susah dan susah melihat kita senang. Istilah kerennya orang tipe SMS.

Saat terlintas pikiran tentang orang yang kita benci dan orang yang benci sama kita, saya tiba-tiba aja teringat sama artis. Artis itu orang terkenal, kan, ya. Mereka pasti punya banyak haters. Tapi para artis-artis tulen tersebut cuek saja, tuh! Menurut saya, kenapa artis bisa cuek sama haters karena prinsipnya tuh gini:

1. Ingat bahwa “sirik itu tanda tak mampu.”
Ngapain juga ngurusin orang yang sirik atau iri sama kita, ya, nggak? Secara si sirik ini pasti nggak mampu jadi kita yang terkenal.

2. Makin banyak gosip makin terkenal.
Biarin saja orang-orang mau bicara apa tentang kita. Semakin mereka bicara dan semakin mereka kepo dengan hidup kita, maka kita semakin diperhatikan, kan? Kita juga makin populer dan mereka akan semakin iri. Biarkan saja mereka makan gosip mereka sendiri dan makan rasa iri itu. Orang yang menyimpan rasa iri dan dendam biasanya bikin mereka sakit sendiri soalnya iri dan benci bikin jantung berdetak lebih cepat. Jadi bakal bikin sakit jantung dan darah tinggi. Yang rugi kan mereka sendiri, toh?

3. Ingat peribahasa: “Anjing menggonggong kafilah berlalu.”
Terserah deh orang-orang mau bilang apa tentang kita. Selama kita nggak jahat, nggak nyakitin orang lain, dan nggak berbuat hal yang merugikan, ya biarkan saja. Ngapain juga capek-capek ngurusin omongan orang. Ngurusin orang stress bisa bikin kita stress juga. Memangnya mau jadi orang stress?

Nah, itu tentang menghadapi si haters. Trus, gimana kalau kita adalah si haters atau orang yang benci pada orang lain? Ya dibalik saja posisinya.

1. Benci bikin sakit.
Seperti yang ditulis di atas, benci bikin jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah jadi tinggi. Mau cepat mati gara-gara benci trus orang yang kita benci tepuk tangan kegirangan? Ih! Nggak banget, deh!

2. Gosipin orang atau kepoin orang bikin dia terkenal dan bikin kita kepikiran dia terus.
Memangnya mau di kepala kita selalu nampak wajah si kawan yang kita benci? Kita gosipin dia, ngomongin tentang dia sama orang-orang sekampung malah bikin dia tambah diperhatikan dan pamornya naik. Sama kayak artis, tuh! Kalau dia pamornya naik, kita jadi apa? Kita cuma bisa gigit jari dan tambah kesal. Mending lupakan dia dan cari kesibukan yang lain supaya nggak mikirin perasaan benci terhadap si kawan itu.

Semoga saja saya selalu ingat prinsip artis ini, bukan cuma nulis doang tapi juga dipraktekkan terus di kehidupan nyata.

Teman-teman ada yang mau nambahin? Yuk, ditunggu komentarnya. Maaciii!

 

#NulisRandom2015 Β #day4

Advertisements

13 thoughts on “Minjem Prinsip Artis

  1. aku belajar dari artis artis keren, buat terus berkarya, berkerja keras sama berpegang teguh terhadap idealismenya. jadi pekerja seni ga gampang >.<

  2. Betuulk mbak, kalo jadi haters resiko bikin sakit. Hahaha jadi stres benci bete tiada terkira. *curhaaaatt* jadi solusinya saya tinggalin ajaa orang yg bikin saya bete. Gak berinteraksi sementara lah :p

  3. Ini susah sih sebenarnya buat dilakukan, tapi bukannya tidak mungkin, ya. Yah, intinya bagaimana menjadikan hati tetap damai jadi mau ngapain juga kita tetap tenang. Damai dan tenang tanpa pikiran kotor itu menenangkan sekali :)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s