Yang Berharta Yang Dipandang

“Kakak kenapa pulang telat hari ini?”

“Tadi kakak ikut doa peringatan tujuh hari meninggalnya ayah Mbak Yun, Mak.”

“Mbak Yun? Mbak yang kerjanya bersih-bersih di sekolahmu itu, ya?”

“Iya, Mak. Mbak yang jadi Office Girl itu lho. Kasihan sekali tadi. Nggak ada seorang pun keluarganya yang datang untuk ikut berdoa.”

“Hah? Masa sih? Memangnya dia nggak punya saudara? Bagaimana dengan sepupu, paman, bibi atau saudara dari ayah atau ibunya? Masa tak seorang pun yang ikut berdoa?”

“Mbak Yun punya satu saudara, tapi saudaranya itu punya bayi. Jadi dia tidak bisa ikut berdoa. Ibunya Mbak Yun sudah meninggal. Katanya keluarganya yang lain sudah diberitahu hari ini ada doa, tapi mereka tidak datang.

“Wah, jadi siapa saja yang berdoa tadi?”

“Selain Romo pemimpin doa ada beberapa umat ikut berdoa termasuk kakak. Totalnya nggak sampai sepuluh orang.”

“Untunglah masih ada umat yang ikut berdoa jadi dia nggak berdoa sendirian.”

“Tapi, Mak, kenapa dulu waktu ortunya si Om yang kaya meninggal, yang ikut berdoa banyak sekali sampai-sampai ruang doa penuh dan bahkan ada yang di luar ruangan. Beda sama Mbak Yun. Sudah mengundangpun nggak ada yang datang.”

“Kak, dunia itu ya begini. Yang kaya dipandang orang, yang miskin ditendang. Kalau kaya disanjung-sanjung. Yang miskin dibiarkan jatuh tersandung. Itu sudah lumrah di dunia ini. Jadi jika kamu belum kaya lalu tidak banyak temanmu, kamu jangan kecewa. Kalau di saat kamu lagi tak punya harta lalu dicaci dan dihindari orang, kamu jangan berkecil hati.”

“Iya, Mak. Kakak mengerti.”

“Nah, kalau kamu jadi orang kaya jangan sombong dan menghina orang yang miskin. Karena harta orang bisa berubah. Yang tadinya miskin lalu jadi kaya, tingkahnya bisa berubah. Lalu yang tadinya kaya lalu jadi miskin juga bisa berubah tingkahnya. Baiknya, mau kaya atau miskin tetap seimbang, tidak menjadi tinggi hati maupun rendah diri.”

“Kakak mengerti, Mak. Semoga kalau kakak kaya nanti, kakak nggak pilih-pilih teman, nggak memandang mana yang kaya mana yang miskin.”

“Bagus kalau begitu.”

Advertisements

10 thoughts on “Yang Berharta Yang Dipandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s