Prompt #76 : Lukisan Gargoyle

image

Aku memandang ke sekelilingku. “Tolong!!” teriakku. Namun tak ada seorang pun yang mendengarku. Padahal saat itu pengunjung museum sangat ramai.

“Tolong!!” teriakku lagi. “Keluarkan aku dari sini!”

Tapi para pengunjung yang datang itu hanya memandangku, manggut-manggut, berdecak kagum, lalu pergi ke galeri lain.

Ugh! Aku benar-benar kesal. Sudah ratusan tahun aku terperangkap dalam lukisan ini sebagai Gargoyle. Jika saja saat itu aku tidak iseng melempari rumah penyihir itu dengan batu-batu kecil, tentunya aku…. Ah! Aku sangat menyesal.

Sekarang, siapa yang akan menolongku? Memangnya jaman sekarang masih ada penyihir? Selama ratusan tahun aku menunggu, tak seorangpun yang datang menyelamatkanku. Apalagi di jaman sekarang? Penyihir yang mengutukku itu pasti sudah tak ada lagi di dunia ini.

Huffttt… Aku menarik napas panjang, meratapi nasibku yang sungguh tak beruntung ini. Orang-orang kagum akan bentukku. Beberapa ada yang takut akan sosokku. Tapi, tak seorangpun tahu bahwa aku dulunya juga manusia.

Tiba-tiba seorang anak kecil berdiri di depanku. Ia mengetuk-ngetuk pigura. Tuk! Tuk! Tuk!

“Hey, Nak, berhentilah mengetuk-ngetuk! Aku pusing mendengarnya!” hardikku.

Anak itu berhenti mengetuk-ngetukkan tangannya. Ia memandangku lekat-lekat.

“Apa yang kau lihat, Nak? Kau takut? Kau merasa jijik?” gumamku.

Anak itu diam sambil tetap menatapku. Bibirnya mengerucut.

“Ahhhh… Percuma saja bicara denganmu, Nak! Kau tak akan mendengarkanku,” desisku.

Anak itu membuka mulutnya. “Kenapa kau bisa terperangkap di sini?”

Aku terperangah. Anak itu bertanya padaku? Ia bisa mendengarku?

“Hey, Nak. Kau bisa mendengarku?” tanyaku penasaran.

“Tentu saja! Aku punya kemampuan yang disebut dengan telinga dewa! Aku bisa mendengar apa yang tak bisa didengar oleh manusia biasa!” jawabnya.

“Wah! Hebat sekali!!” seruku.

Anak itu manggut-manggut dan tersenyum padaku.

“Kalau begitu, apakah kau bisa membebaskanku? Aku sudah terperangkap dalam lukisan ini selama ratusan tahun. Aku ingin menghirup udara segar!” pintaku.

“Baiklah! Aku akan membebaskanmu dari dalam lukisan itu,” katanya.

“Benarkah? Kau bisa sihir?” tanyaku, kembali tak percaya.

“Percaya saja padaku!” yakinnya.

Lalu anak itu mengayunkan tangannya. Sekelebat sinar menyilaukan mengelilingi tubuhku. Pyassh!! Aku merasakan tubuhku melayang. Dalam cahaya terang benderang itu aku bisa merasakan udara segar masuk melalui hidungku. Ahh!! Aku bebas sekarang!

Saat sinar terang dan menyilaukan itu pudar. Aku melihat langit yang cerah. Tapi… Tunggu dulu! Aku tak bisa menggerakkan tubuhku! Apa ini? Di mana aku?

Tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan seorang anak kecil. Anak yang tadi! Ia ada di bawah sana!

“Lihat! Aku bisa, kan, membuatmu kembali menghirup udara segar! Selamat ya! Sekarang kau menjadi Gargoyle yang menempel di dinding gereja!” serunya.

Advertisements

15 thoughts on “Prompt #76 : Lukisan Gargoyle

  1. Wah keren ceritanya, nggak bosenin..sweaar..:*
    Jadi pengen ketemu sama si anak sakti yang jail minta ampun…hehehehe…

  2. iih, kualat tuh si Gargoyle, knp berurusan sama penyihir wkwk πŸ˜€
    mbak, tp menurutku, untuk seorang anak kecil terlalu cepat mengambil keputusan, misal :β€œBaiklah! Aku akan membebaskanmu dari dalam lukisan itu,” katanya. Biasanya kan anak kecil mikir dulu hehe πŸ™‚
    Overall unik nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s