Banyak Anak Banyak Masalah?

image

Saya di sini cuma mau beropini saja. Soalnya saya heran sama orang yang punya anak banyak. Okelah, sebenarnya itu bukan urusan saya. Orang mau punya anak tiga, lima, tujuh, sepuluh, atau berapa pun, itu memang bukan urusan saya. Tapi, rasanya, kok, ya pengen nyinyir di sini ngomongin masalah banyak anak. πŸ˜€

Semua pasti tau sekarang apa-apa mahal. Harga bahan bakar naik. Imbasnya harga lain ikut naik: transportasi, cabai, bawang, bahan makanan yang lain, dan sebagainya. Lalu, yang setiap tahun pasti naik adalah SPP alias uang sekolah dan uang masuk sekolah/universitas. Mau masuk sekolah pasti butuh seragam, yang di sekolahnya pakai baju bebas tentunya tetap butuh pakaian, kan. Selain itu, pasti butuh sepatu, kaos kaki, buku pelajaran, buku tulis, alat tulis, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya. Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng lihat harga pakaian dan sepatu anak-anak usia TK di mall. Gila, harganya hampir sama seperti harga pakaian dan sepatu orang dewasa!! Mabok, dah! *tepok jidat

Berapa biaya masuk sekolah/universitas di kota Anda? Biaya masuk TK kelas menengah di kota saya rata-rata 3 sampai 5 juta. SPP per bulannya rata-rata 300 – 500 ribu. Kalau naik kelas ada lagi biaya daftar ulang. Untuk sekolah yang biasa-biasa, SPPnya antara 100 – 200 ribu. Itu kadang belum termasuk uang buku dan uang seragam. Itu yang TK, lho! Yang SD, SMP, dan SMA beda lagi.
Oh, ya, anak SD sekarang buku pelajarannya banyak banget! Kalah sama anak jadul! Kayaknya semua dipelajari. Anak SD kelas 1 sekarang sudah belajar Sains, IPS, bahasa Inggris. Belum lagi kalau ada pelajaran tambahan seperti Bahasa Mandarin, Sempoa, dan kawan-kawannya. Apa nggak stress anaknya, ya? Trus yang jadi orangtua apa nggak stress ya mikirin biaya sekolah anaknya? *tepok jidat lagi.

Ehm! Itu baru biaya sekolah, pakaian, dan sepatu. Belum lagi biaya kalau sakit dan mau jalan-jalan (minimal ke mall). Kalau yang punya asuransi, mungkin bisa dipakai untuk berobat. Dan yang sudah punya asuransi pendidikan anak, mungkin tidak terlalu masalah dengan biaya pendidikan. Tapi, ya tetap saja premi asuransi harus disetorkan setiap bulan, kan. *tepok jidat lagi dan sudah hampir benjol, nih!

Haduh, stress nih anak muda mikirin biaya-biaya tersebut. Pantesan aja beberapa teman saya yang sudah punya satu anak nggak mau nambah anaknya. Alasannya ya karena masalah biaya. Ada juga yang nggak mau repot punya banyak anak. Trus, ada yang karena umur sudah lebih dari 35, takut nanti kalau punya anak, anaknya ‘bermasalah’.

Trus, saya mikir… Yang punya anak banyak, yang punya dua anak tapi masih nambah lagi, yang sudah punya dua anak cewek tapi masih pengen anak cowok sehingga beranak terus sampai punya anak cowok, dan yang ngebet banget pengen punya anak cewek walaupun sudah punya 5 anak cowok, apa nggak mikirin biaya-biaya ini-itu, ya? Oh, ya, mungkin mereka sudah punya cukup banyak tabungan. Atau, mungkin mereka mikir siapa tau nanti ketiban rejeki dan jadi kaya-raya, ya…

Kata teman saya, “Makanya kalau mau punya anak dari sekarang mulai nabung! Dan kalau sudah punya anak, jadilah orangtua yang tanggungjawab, jangan sampai nyusahin anak dan nggak biayain anak!” Okidoki deh fren, diinget dan dicatet nih nasehatmu.

Hmmm… Ah, sudahlah. Cuma beropini saja. Pusing juga hitung-hitung dan mikirin biaya ini-itu, ya. Loe yang punya anak, kok gue yang bingung? Loe yang punya anak banyak, kok gue yang sesak napas ya? Hahaha.

Buat yang mau komentar mari silakan. πŸ˜€

Advertisements

37 thoughts on “Banyak Anak Banyak Masalah?

  1. Aku mau komen… ini soal anak nih bikin “gerah” karena di komen sama tetangga rese yg anaknya 3 (iya sumpah rese). Anakku satu Grant, cowok 2.5 tahun.. diuberrrr ditanyain kapan mau punya adek, masa dia gak kepingin punya adek siiih? Kata dia. Aku jawab lah.. ntr lah, sayanya juga blm pingin Tan (te). Trus dia nyerocos skaligus ngejudge lah kalo aku itu males.. gak mau capek, umur kamu tuh nambah terus.. nanti keburu tua udh males kasih adek blablabla.. asli kl gak inget beda umurnya jauh pengen rasanya ngajakin perang ditempat..
    Yaudah lah jawab aja woles.. aku blg, ya… saya sih bukan soal kuantitas, tp kualitas aja lah Tan. Kalo banyak anak tp nanti gak maksimal nggedeinnya ya saya jg sama suami yang feeling guilty. Sekolah skrg mahal… biaya2 lain juga. Saya rasa agama jg fleksibel mengikuti perkembangan jaman, banyak anak mmg banyak rejeki, doain rejeki saya gak dikorting ya, Tan? Niat banget kaaan aku balesin hihihii, kudunya tinggal pergi aja yak :)). *ini komennya nyambung gak siiiihhh

    1. Wah, itu mirip sama temenku, Dila. Tiap kali hari raya dan kunjungan keluarga pasti ditanya kapan nambah anak. Kadang orang emang bisanya ngomong doang, emangnya situ yg biaya’in hidup gue. Hehehe. Tapi ya mengingat sopan santun, jadi harus sabar ngadepin orang2 kayak gitu. πŸ˜€

  2. Aku lagi program nunda punya anak, karena paham konsokeunsi kalau udah punya mba, secara aku dan suami masih anak kuliahan. Orang tua sih pada nanyain mulu, padahal udah dijelasin.

    Menurut aku punya Program soal anak itu bukti tanggung jawab. 😊

  3. Banyak anak banyak rezeki kali Mbak :hehe. Tapi memang sih biaya-biaya zaman sekarang itu muahal, apalagi pendidikan. Itu sepertinya kewajiban negara untuk membuat biaya pendidikan terjangkau, supaya para orang tua yang anaknya banyak tidak terlalu kesusahan :hehe.

  4. Banyak anak banyak rejeki itu sebenernya pola pikir yang mengharapkan para anak menopang orang tua dimasa tua secara finansial. Mungkin benar ini tapi untuk aku pribadi punya anak lebih dari rejeki tapi ke tanggung jawab untuk mendidik dan membesarkan anak. Dan ini ngga gampang. Beberapa orang tua memang natural born parents but some make a mess of parenting.

  5. setiap anak punya rezeki dan “masalah” sendiri.
    dan setiap keluarga punya solusi masing-masing
    jadi nggak ada masalah dengan pilihan

    yang salah ikuta campur dengan pilihan orang lain πŸ˜€

  6. Setuju sama Mas Jampang. If I could, saya selalu ingin punya banyak anak, karena saya suka suasana yg merry! Bukan karena suatu persepsi kelak saya tua mereka mengurus saya. Tidak, sama sekali bukan perkara itu.
    Semoga saya dan suamipun diberi kemudahan, baik dari rezeki maupun kesehatan. hihi

  7. Wah Grant pemikirannya dah anak ajah nih. Hehehehe. Gak ditanya kapan merit ya? Hahahaha kidding.

    Banyak anak banyak rejeki kata org dulu. Ada yang pegang prinsip setiap anak bawa rejeki dan beberapa terbukti sama beberapa temen. Tapi ya kalau saya pribadi sih walau ada rejeki, setiap anak harus disertai tanggung jawab untuk mengurusnya hingga dewasa dan menjadi anak org yang benar.

    1. Sebenarnya bukan ditanya kapan merit, sih. Tapi ditanya: “mana cowoknya?” Hahaha.
      Setuju Ryan, punya anak harus ada tanggung jawab mendidik. Banyak anak banyak rejeki… ya mudah2an demikianlah adanya. πŸ™‚

  8. Sebagai anak tunggal, aku sempet merasa kesepian loh Mbak, karena ngga punya saudara. πŸ˜› Tapi mikir lagi, kayaknya bener sih keputusan Mama buat ngga mau punya anak lagi. Soalnya biaya hidup anak semata kucing kayak aku aja uda berapaaaaa.. Memang sih rejeki bakalan diberi Tuhan, cuma, kita pengennya kan yang terbaik yah.. Dan buat yang terbaik itu.. enggak gratis! πŸ˜›

  9. saya belum punya anak, mbak. dan suka sebel kalo ditanyain sama orang rese bin kepo : kapan mau punya anaaakk ? emang sengaja nunda ya ?
    hahahaha rasanya pengen kutabok aja itu orang πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s