Rampok

“Aaaagghh!! Jangan! Ampun!!”

“Diam! Kubilang diam!”

“Hey, kalian! Cepat ambil semua yang ada dalam brankas!”

“Mama! Mama!”

“Jangan ganggu anakku! Ambil saja semua yang kalian mau! Tapi jangan ganggu anakku!”

“Diam! Kubilang diam!”

“Bos, semua sudah dinaikkan ke mobil!”

“Baik! Kalian tunggu dalam mobil! Ada kenang-kenangan yang ingin kuberikan pada bocah itu!”

“Huaaaa…. Mamaaaa!!

* * *

Dua minggu sebelum kejadian:

“Aku benci wanita itu! Kata-katanya bagaikan sengatan lebah!”

“Sama, aku juga benci dia! Apa dia tidak berpikir lagi sebelum bicara, ya?”

“Mana mungkin dia berpikir lagi! Dia itu tidak peduli orang yang diomelinya bakal sakit hati atau nggak!”

“Benar juga. Dasar tak punya perasaan!”

“Hey… Kalau kalian benci pada nyonya kalian itu, kenapa tidak beri dia pelajaran saja?”

“Pelajaran? Pelajaran bagaimana bos?”

“Begini …… ”

* * *

Dua jam sebelum kejadian:

“Permisi… Apakah di sini menjual baterai ponsel?”

“Oh, ya. Ada, Pak. Silakan duduk dulu. Di sini ada bermacam-macam merk baterai. Ponsel Bapak merk apa? Bisa saya lihat?”

“Yang seperti ini.”

“Oke, akan saya ambilkan baterainya. Tunggu sebentar, Pak.”

“Heh! Kerja yang benar! Masa tamu ditinggalkan begitu saja!!”

“Maaf nyonya, stok baterainya ada di gudang.”

“Cepat ambil sana!! Jangan lama-lama kayak keong!”

“Iya, nyonya…”

“Angkat tanganmu kalau tak mau celaka!!”

“Eh, apa-apaan ini?? Mau merampok? Berani benar!!”

“Diam! Ini pistol betulan! Cepat angkat tangan dan masuk ke dalam!”

“Anto! Jay! Jangan diam saja! Cepat panggil polisi!!”

“Hahahaha! Panggil polisi? Coba saja kalau berani! Peluru pistol ini akan segera bersarang di kepalamu! Anto! Jay! Tutup pintu toko dan lakukan sesuai rencana!!”

“Oke bos!!”

“Anto! Jay! Ka-kalian…”

* * *

Dua hari sesudah kejadian:

“Telah terjadi perampokan di Toko Ponsel Maju Bersama, Jalan Pelikan Nomor 54 pada tanggal 15 Desember 2014 sekitar pukul 3 sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja anak korban berinisial Bn (12) menjadi korban perkosaan. Pelaku yang berjumlah tiga orang menggasak uang tunai dan emas yang disimpan korban dalam brankas. Total nilai barang yang dirampok mencapai 250 juta. NyonyaWn (45), pemilik toko, mengatakan bahwa pelaku menyamar sebagai pembeli. Kemudian pelaku yang menyamar tersebut menodongkan pistol ke arahnya dan menyekapnya bersama seorang pembantu di gudang toko. Dua orang karyawan toko berinisial An (28) dan Ja (25) ikut bersekongkol dengan pelaku utama yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Ketiga orang pelaku perampokan tersebut kini masih dalam pengejaran polisi.”

 

———-

Fiksi ini diikutkan dalam tantangan #KabarDariJauh oleh @KampusFiksi.

Advertisements

4 thoughts on “Rampok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s