Belajar dari Tukang Fotokopi

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke toko fotokopi untuk menjilid buku. Bapak penjaga toko yang mengerjakan jilid buku sangat cekatan. Sebentar saja buku selesai dijilid dan jilidannya pun sangat rapi.

Terinspirasi dari bapak itu, saya mencoba menjilid sendiri beberapa buku. Selain untuk menghemat biaya jilid buku (karena buku yang mau dijilid ada banyak), sekalian juga ingin belajar menjilid. Siapa tahu suatu saat saya bisa buka toko fotokopi. πŸ˜€

Berdasarkan pengamatan saya di toko fotokopi, proses pengerjaan jilid buku adalah sebagai berikut:
1. Kertas-kertas yang akan dijilid disusun rapi setelah sebelumnya diberi plastik mika di bagian cover dan kertas kambing di bagian belakang.
2. Setelah rapi, kertasnya distapler di bagian kiri atas, tengah, dan bawah.
3. Terakhir adalah memasang lem (isolasi hitam). Untuk memasang isolasi ini harus diukur pakai mistar supaya isolasinya tidak miring. Waktu menempelkannya juga harus hati-hati supaya benar-benar rata.

image

Saya mencoba menjilid buku. Awalnya sulit. Meratakan kertas-kertas ternyata gampang-gampang susah karena ada beberapa kertas yang tidak sama ukurannya. Saya saja merasa aneh. Seharusnya tidak begitu, kan? Mungkin karena saya tidak ahli meratakan kertas.

Oke lanjut. Masalah stapler? Aman-aman saja. Yang penting kertasnya sudah rata, baru deh distapler. Kertasnya harus dipegang erat-erat supaya pas distapler tidak melenceng hingga membuat kertasnya tidak rapi.

Sekarang masalah isolasi hitam. Wah, ini yang namanya melatih kesabaran. Harus benar-benar pelan-pelan waktu mau meletakkan isolasi di atas buku yang mau dijilid. Beberapa kali saya salah meletakkan isolasi, isolasinya miring, atau isolasinya malah lengket di bagian lain. (=_=”)

Intinya sih kalau mau hasil jilid yang bagus, lebih baik pergi ke toko fotokopi. Tapi kalau mau belajar menjilid sendiri ya nggak apa-apa. Dengan menjilid sendiri jadi belajar melatih kesabaran: mengerjakan apapun jangan terburu-buru. Yang namanya kerja buru-buru, tuh, hasilnya pasti tidak bagus. Bukan dalam hal menjilid saja yang jangan terburu-buru, tapi di semua hal. Kerja buru-buru, selain hasilnya tidak maksimal, pasti ada bagian-bagian yang terlupa/tertinggal.

Terakhir, practice makes perfect.banyak berlatih membuat kita menjadi ahli. Contohnya bapak di toko fotokopi. Pasti beliau sudah sering menjilid buku sehingga kerjanya cepat dan hasilnya rapi. Mau jadi penyanyi? Harus banyak latihan menyanyi. Mau jadi penulis? Harus banyak latihan menulis. Dan sebagainya… Dan seterusnya…

————–

Ada ide lain tentang artikel ini? Silakan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih. πŸ™‚

Advertisements

7 thoughts on “Belajar dari Tukang Fotokopi

  1. Klo saya suka memperhatikan tukang photo copy menata kertas yang harus dibagi rata dan sempurna dari hasil foto copy an nya yang jumlahnya banyak, untuk kemudian di jadikan buku, cekatan sekali. Pernah nyoba tapi hasilnya berantakan, halamannya banyak yang ketuker he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s