Hati Pahit

“Kamu tahu kenapa hati ayam pahit rasanya?”

“Nggak. Kenapa?”

“Karena ia terlalu lama menyimpan pahitnya kehidupan.”

“~eleee… Alay banget, ah!”

“Serius!”

“Ya, ya. Oke, oke. Percaya ajalah.”

“Jadi… Kalau ada yang bilang sama kamu: ‘kuberikan hati dan hidupku untukmu!’, jangan mau terima!”

“Kenapa?”

“Ya, iyalah! Hidup sendiri aja sudah pahit. Masa mau terima pahitnya hidup orang dan simpanan di hatinya yang pahit juga!”

“Uh, yeah, whateverlah! Yang namanya cinta sejati itu, pahit dan manis, susah dan senang, semua dilalui bersama! Bukan cuma saat manisnya saja, atau pahitnya saja yang suruh lu telan!”

“~eleee… yang bijak… beda, euy!”

——–
*sorigaje :p

Advertisements

2 thoughts on “Hati Pahit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s